Where the world comes to study the Bible

Uang, Uang, Uang!

“Uang bukang segalanya dalam hidup, tapi ada ditempat kedua dari semua hal.” Sindiran terkenal itu salah; uang bukan hal yang paling penting dalam hidup. Tapi pentingnya uang jangan dianggap enteng. Sebagian orang Kristen berpendapat tidak rohani kalau tertarik pada yang; kebenaran sederhananya, kita tidak bisa hidup tanpa itu dan pekerjaan Tuhan tidak bisa berlanjut tanpa hal ini. Jika orang Kristen menggunakan uang mereka untuk penginjilan, injil Kristus akan memiliki dampak lebih besar dalam dunia ini. Untuk injil, juga untuk kita, kita perlu belajar bagaimana mengatur uang.

Kesaksian Kristen kita ada bagian pengaturan uang. Orang Kristen yang tidak membayar tagihan merupakan kesaksian buruk bagi kuasa penyelamatan Kristus. Orang percaya yang keuangannya gagal merupakan kesaksian buruk bagi hikmat dan bimbingan Tuhan. Suami da istri yang bertengkar tentang uang membuat kesaksian buruk bagi kasih dan damai Roh Kudus. Uang menduduki peringkat tinggi dalam daftar masalah keluarga konselor Kristen. Seseorang memperkirakan bahwa setidaknya 60 persen pasangan menikah memiliki konflik tentang uang. Karena begitu banyak masalah dalam hal ini, kita perlu belajar apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang hal ini.

Alkitab tidak pernah mengatakan kalau kaya itu berdosa. Sebaliknya, beberapa orang beriman merupakan orang terkaya dimasa mereka—seperti Ayub, Abraham, Daud, dan Solomon. Tuhan sendiri yang memberikan mereka kekayaan, karena Dia yang memiliki semua kekayaan.1 Bagaimanapun, walau uang itu sendiri tidak berdosa, kasih akan uang merupakan akar semua kejahatan.2 Orang yang menaruh hatinya pada uang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Kasih pada uang dan hal yang bisa dibelinya yang bisa menghancurkan pernikahan. Alkitab berkata bahwa orang yang menetapkan hati menambah harta menciptakan perangkap bagi diri sendiri.3 Kepuasan mereka menyebabkan ketegangan, menyebabkan konflik disekitar mereka. Masalah yang mereka timbulkan untuk mendapat sedikit uang dengan cepat..

Masalahnya merupakan prilaku hati. Kita pernah bertemu orang yang hidup dalam kemiskinan, makan sederhana, dan mengenakan baju yang sederhana—tapi tetap bahagia! Mereka telah belajar bagaimana menemukan kebahagiaan dalam Tuhan dan dalam sesama, dan menikmatinya dengan hati yang bersyukur atas sedikit hal yang mereka miliki. Mereka menolak meletakan pikiran atas hal yang tidak mereka punyai. Mereka yakin bahwa “hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”4

Sebaliknya, kita pernah bertemu dengan orang yang ingin lebih. Kebahagiaan kelihatannya sedikit lagi didapat. Mereka berpikir bisa bahagia jika mereka punya tempat tidur satu lagi, dapur yang lebih besar, karpet lantai, kolam renang, kapal, lebih banyak mobil, TV, atau jaket bulu! Tapi saat mereka akhirnya mendapatkan “sedikit lagi itu” mereka merasa perlu sedikit lagi untuk bisa bahagia. Sebelum mereka menyadarinya, hidup sudah berakhir dan mereka melewatkan sukacita sejati. Nikmati apa yang Tuhan telah berikan padamu! Lupakan apa yang tidak kamu punya. Kemudian anda akan belajar makna bahagia sebenarnya.5

Sangat sulit menjauhkan hati dari hal materi dalam masa ini. Barang-barang ada dimana-mana, meyakinkan kita bahwa itu bisa meningkatkan popularitas kita, menambah penerimaan social, dan masuk kedalam kegembiraan luar biasa jika kita membeli produk mereka. Tidak lama setelah mereka berhasil meyakinkan kita, produk mereka bukan lagi mewah tapi kebutuhan! Kita harus memilikinya! Dan setan berhasil membelokan kasih kita dari “hal diatas” kepada “hal dibumi”6 dan itu menambah tekanan yang sudah membebani pernikahan kita.

Hal “ingin lebih lagi” ini disebut Alkitab sebagai—dosa. Dosa ketamakan didaftar bersama dengan pencurian, dan mabuk.7 Paulus mengajar bahwa ketamakan sama dengan pemujaan berhala,8 suatu dosa yang dengan kuat dicela dalam PL dan PB. Jika kita ingin damai Tuhan dalam pernikahan kita, kita harus mengalahkan ketamakan kita. “Engkau tidak bisa melayani Tuhan dan uang.”9 Saat kita menang atas hal ini, banyak masalah keuangan dalam pernikahan bisa diselesaikan, karena sebagian besar berasal dari ketamakan pasangan. Sebagian besar masalah keuangan bisa diselesaikan dengan belajar mengatur uang dengan tepat. Untuk menambahkan apa prilaku kita seharusnya terhadap uang, Alkitab menyatakan beberapa prinsip dasar mengenai pengaturan uang.

Prinsip pertama adalah kita harus memberikan bagian pemerintah dan Tuhan lebih dulu. Kita menyebut pemerintah lebih dulu karena pajak kita biasanya diambil dari gaji sebelum kita mendapatkannya! Kita membayar mereka lebih dulu, suka atau tidak. Kristus juga menyebutkan pemerintah lebih dulu: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!.”10 Walau banyak dari kita mengeluh tentang pajak, Tuhan Yesus sendiri meneguhkan hak pemerintah untuk mengenakannya. Rasul Paulus menambahkan nasihat ini: “Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak…. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.11 Ini meliputi menyelesaikan form pajak sejujur seperti Tuhan sendiri ada dibelakang mengawasimu! Sebenarnya, itu memang begitu!12

Setelah tugas kita pada pemerintah terpenuhi kita masuk kebagian Tuhan. Jika anda pernah berkata, “Saat kita sudah membayar semuanya, kita bisa memberi seperti seharunya” kemudian anda tidak memberi sebagaimana seharusnya. Anda membalikan nilai anda. Hal yang paling penting dibumi adalah pekerjaan Kristus, dan itu harus yang pertama jika ingin berjalan bersamaNya. Ini artinya pekerjaannya harus ada pertama dalam pembayaran kita. Tuhan ingin bagiannya sebelum hal lain dibayar, bahkan jika kita harus mengorbankan sesuatu yang kita inginkan agar bisa memberikan bagianNya.

Sebagian orang Kristen membelanjakan lebih banyak makanan anjing, rokok, rekreasi atau hobi daripada yang mereka berikan bagi pekerjaan Tuhan. Kristus berkata, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”13 Dia membangun fakta bahwa kita mencintai benda dimana uangmu ditaruh. Sebagai contoh, jika kita membelanjakan setiap sen untuk rumah kita, maka kita pasti sangat memperhatikan rumah itu daripada Tuhan, dan itu penyembahan berhala. Itu menjijikan bagi Tuhan seperti menyembah patung kayu atau batu. Jika kita hidup untuk meningkatkan harta, menaruh setiap uang untuk saham, kita akan mencintai itu semua daripada Kristus dan pekerjaanNya.

Sebaliknya, jika kita memberi kepada pekerjaan Tuhan, kita akan bertumbuh mengasihi pekerjaan itu. Kita akan hidup untuk melihat jiwa datang pada Kristus; kita akan tertarik pada kebutuhan missionaries; kita pasti berpartisipasi dalam pelayanan doa, dimana kuasa pelayanan mereka berasal. Dimana harta kita ada, disitu hati kita!

Mungkin anda bertanya berapa banyak yang harus diberikan. Hal ini sepenuhnya diantara anda dan Tuhan. Alkitab berkata banyak tentang 10, dan mungkin itu permulaan yang baik. Sangat sulit membayangkan sebagian orang disini tidak bisa memberi setidaknya sejumlah itu bagi pekerjaan Tuhan jika mereka merencanakan keuangan mereka dengan baik. Jika anda mencoba memberi 10 persen, anda bisa mendapat penemuan menarik. Anda akan menemukan sisanya akan lebih dari sebelumnya! Tuhan punya cara membuat pelayanan jadi menyenangkan bagi orang yang melakukannya dengan prilaku yang tepat.14 Jelas, dalam masa anugrah Tuhan kita jangan membatasi 10 persen. Banyak orang Kristen bisa melakukan lebih dari pada itu. Pemberian kita harus sesuai dengan berkat Tuhan,15 dan bagi sebagian dari kita itu lebih dari 10. Tapi angka nyatanya merupakan hasil keputusan doa anda, dan berikan itu sebagai permulaan.

Prinsip Alkitab kedua untuk pengaturan uang adalah menyisihkan sejumlah uang untuk disimpan. Ini termasuk, uang untuk membeli hal yang kita percaya Tuhan ingin kita miliki. Lebih baik uang itu diletakan dibank, dimana ada bunga, daripada membeli saat itu dan membayar bunga. Semua uang kita adalah dari Tuhan, dan kita bertanggung jawab menggunakan setiap senpun, tidak hanya jumlah yang kita beri bagi pekerjaannya. Tidak berdosa membeli saat itu. Itu penting untuk hal besar seperti rumah. Mereka yang menolak meminjam uang untuk rumah biasanya mengutip pembelaan Paulus: “Jangan berhutang pada seorangpu.” Tapi Paulus hanya berkata bahwa kita tidak boleh terus berhutang pada seseorang; yaitu kita harus membayar hutang kita. Ini tidak menghalangi membeli saat itu. Sebelum anda membeli apapun disaat itu, evaluasi seluruh situasi dihadapan Tuhan. “Apakah saya benar-benar membutuhkannya sekarang, atau lebih baik menunggu dan menyimpan uangnya dulu?” Ada banyak hal yang bisa dengan mudah kita lakukan tanpa menabung untuk bisa membelinya.

Simpanan kita bisa termasuk investasi jangka panjang. Saya mengenal orang Kristen yang tidak percaya menabung untuk masa depan. Mereka berkata bahwa Tuhan akan memeliharanya, dan kalau begitu tidak perlu menabung. Tapi Tuhan mungkin ingin menyediakan bagi kita melalui perencanaan dan investasi yang diarahkan Roh. Paulus menyebutkan orantua mengumpulkan untuk anak mereka.16 Dia juga mengingatkan kita tentang tanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan keluarga.17 Simpanan bisa berfungsi sebagai dana darurat, menyediakan pendidikan anak, membayar kunjungan keluarga keladang misi. Tabungan yang rutin, investasi yang bijak, dan asuransi secara khusus menolong jika Tuhan mengambil suami dari keluarganya. Pengelolaan uang Tuhan dengan bijak juga termasuk mempersiapkan warisan. Tidak peduli betapa muda anda atau sedikitnya milik anda, warisan bisa menyelamatkan orang yang anda kasihi dari sakit hati dan kehilangan. Anda bisa mengingatkan pekerjaan Tuhan dalam warisan.

Perumpamaan Kristus tentang talenta jelas memperbaiki aturan investasi uang untuk mendapat bunga. “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.”18 Bunga dalam Alkitab tidak menghalangi kita mendapatkan bunga dari uang kita. Kata “bunga” menunjukan membebankan tingkat bunga berlebihan, terutama terhadap mereka yang kurang bisa membayar.19 Masuk akal meletakan uang Tuhan agar mendapat lebih banyak uang bagi kemuliaannya.

Berapa banyak yang harus disimpan? Sekali lagi ini antara anda dan Tuhan. Saya pikir ini kurang dari 10 persen pendapatan total tidak akan banyak menolong. Jika persentase terlalu tinggi, kita harus menghadapi tuduhan menahan uang yang seharusnya bisa digunakan lebih baik untuk penyebaran injil. Putuskan persentase yang masuk akal dan realistic, yang menyisakan cukup uang untuk hidup baik.

Menentukan hal ini pada tingkatan yang menengah juga bisa menghalangi anda menjadi budak account bank anda. Sebagian orang takut masa depat akan jadi sulit, mengambil setiap send an membuat diri sendiri dan orang lain disekitarnya sengsara. Seperti orang yang butuh sedikit lagi untuk bahagia, orang ini butuh sedikit uang lagi dibank untuk merasa aman. Hidup melewati mereka sebelum mereka sadar bahwa mereka tidak menikmati hidup atau hal baik yang Tuhan telah berikan.

Setelah memberikan bagian pemerintah dan Tuhan, kemudian simpan sebagian uang untuk ditabung, prinsip akhir untuk mengatur uang adalah hidup dengan sisa uang yang ada. Kita harus yakin bahwa biaya hidup kita tidak melebihi jumlah yang tersisi. Nasihat untuk tidak berhutang harus dipraktekan disini.20 Jika anda merasa bahwa Tuhan mengijinkan anda membeli saat itu, pastikan pembayaran bisa dibuat tanpa melebihi jumlah yang bisa anda dapatkan. Tolak membeli sesuatu yang menyebabkan hutang. Suatu budget akan menolong, tapi jangan terlalu ketat sehingga anda kesal setiap kali harus disesuaikan. Rencanakan menu dan beli makanan yang bisa menyisakan anda uang. Saat disana, ingat beberapa merk yang lebih murah dari yang lain. Anda tidak perlu membeli yang terbaik. Ada banyak buku yang bisa menolong anda untuk hal ini. Ambil waktu melihat semua itu sebagai bagian dari pelayanan Kristen anda.

Juga sangat disarankan agar catatan tetap akurat, agar anda bisa tahu kemana uang anda. Baik suami atau istri yang menulis cek tidak terlalu penting karena sudah disetujui kemana uang akan diberikan dan tahu kemana itu pergi. Satu-satunya pengecualian bagi aturan ini adalah sejumlah kecil yang bisa dinikmati baik suami atau istri secara bebas bersama. Kadang suami merasa bebas membelanjakan uang untuk kesenangan pribadi tapi tidak memberikan hak yang sama pada istri. Harus adil.

Jika anda mengikuti prinsip keuangan sederhana ini, tagihan anda pasti terbayar, kesaksian anda terlindungi, pernikahan anda bertumbuh, dan Juruselamat anda dimuliakan!


1 Deuteronomy 8:18.

2 1 Timothy 6:10.

3 l Timothy 6:9.

4 Luke 12:15, TLB.

5 Philippians 4:11; 1 Timothy 6:6; Hebrews 13:5.

6 Colossians 3:2, KJV.

7 1 Corinthians 6:9, 10.

8 Colossians 3:5.

9 Matthew 6:24b.

10 Mark 12:17, KJV.

11 Romans 12:17, KJV.

12 Hebrews 13:5.

13 Matthew 6:21, KJV.

14 2 Corinthians 9:6-8.

15 1 Corinthians 16:2.

16 2 Corinthians 12:14.

17 1 Timothy 5:8.

18 Matthew 25:27, TLB.

19 Exodus 22:25; Leviticus 25:35-37; Deuteronomy 23:19, 20.

20 Romans 13:8.

Related Topics: Christian Home, Marriage, Finance