Where the world comes to study the Bible

Kepastian Mengenai Injil

    Pendahuluan

Oleh karena menyaksikan iman kepada orang lain merupakan tanggung jawab utama setiap orang percaya maka sebagai orang beriman kita memerlukan pemahaman yang jelas tentang rencana keselamatan. Terlebih bagi setiap orang yang baru percaya kepada Kristus.

Penyajian singkat mengenai Injil berikut ini bertujuan untuk memperjelas inti Injil itu dan sekaligus berfungsi sebagai metode efektif dalam penyajian Injil kepada orang-orang lain, terutama bagi orang-orang Kristen yang baru mulai menempuh perjalanan sebagai orang-orang Kristen.

    Rencana Allah tentang Keselamatan

1 Yohanes 5:11-12 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Meskipun 1 Yohanes 5:11-12 ditujukan kepada orang-orang Kristen guna memberikan kepastian tentang keselamatan mereka berdasarkan kesaksian Firman Allah, ayat-ayat ini juga menyoroti pokok-pokok utama tentang keselamatan.

Deklarasi Allah kepada Manusia: “Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.” (ayat 11).

Pokok Utama : “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” (ayat 12).

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa:

  • Allah telah mengaruniakan kita kehidupan kekal dan kehidupan ini diperolah di dalam AnakNya, Yesus Kristus.
  • Jalan beroleh kehidupan kekal adalah dengan memiliki Anak Allah.

Dua pertanyaan penting yang harus muncul dan perlu dijawab adalah:

  • Mengapa memiliki Anak Allah mutlak perlu untuk dapat beroleh kehidupan kekal?
  • Bagaimana seseorang dapat memiliki Anak Allah?

    Problema Terpisahnya Manusia Dari Allah

Menurut Roma 5:8, Allah menyatakan kasihNya kepada kita melalui kematian AnakNya. Mengapa Kristus harus mati untuk kita? Karena Kitab Suci menyatakan bahwa semua manusia telah berdosa. Kita semua tanpa kecuali adalah orang-orang berdosa. “Berdosa” berarti tidak mengenai sasaran. Alkitab menyatakan kita semua telah berdosa dan tidak mencapai sasaran kemuliaan (kekudusan sempurna) Allah. Dengan kata lain, dosa telah memisahkan kita dari Allah yang memiliki kekudusan sempurna (kebenaran dan keadilan), karena itu Allah harus menghukum manusia yang telah berdosa.

Roma 5:8 Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa..

Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa …

Habakkuk 1:13a Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.

Yesaya 59:2 Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    Problema tentang Kesia-siaan Usaha Manusia

Kitab Suci juga mengajarkan bahwa kebaikan manusia, usaha manusia, moralitas manusia ataupun tingkat keagamaan seseorang tak dapat memperkenankan Allah ataupun membawanya masuk surga. Baik manusia yang bermoral tinggi, manusia yang beragama, maupun manusia tak bermoral atau tak beragama sekalipun sama-sama berada di dalam satu perahu. Semuanya tidak mencapai sasaran kemuliaan Allah (kebenaran Allah yang sempurna). Setelah berbicara tentang manusia yang tak bermoral, yang bermoral, dan yang beragama dalam Roma 1:18-3:8, Rasul Paulus menegaskan bahwa baik orang-orang Yahudi maupun orang Yunani sama-sama telah berdosa, “tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Rom. 3:9-10), “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rom. 3:23).

Coba simak pernyataan-pernyataan lain dalam beberapa ayat Kitab Suci berikut:

Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Titus 3:5-7 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Roma 4:1-5 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

Kebaikan manusia, betapa banyak dan tinggi sekalipun tidak akan dapat menyamai kebaikan Allah. Kebenaran Allah itu tak terbatas dan sempurna. Karena itu Habakuk 1:13 menegaskan bahwa Allah tak dapat bersekutu dengan seseorang yang tidak memiliki kebenaran yang sempurna. Untuk dapat diterima dan berkenan kepada Allah, kita harus menjadi baik dan benar seperti Allah. Di hadapan Allah semua manusia berdiri dalam keadaan telanjang, tak berdaya dan tak berpengharapan. Tak ada sesuatu jasa atau perbuatan manusia yang dapat membawanya ke surga atau membuatnya beroleh kehidupan yang kekal. Jika demikian, bagaimanakah solusi atau pemecahannya?

    Solusi Allah terhadap Problema Manusia

Allah tidak hanya memiliki kesucian yang sempurna (tak dapat dijangkau dengan usaha atau perbuatan manusia) melainkan Ia juga memiliki sifat kasih dan kemurahan yang sempurna. Karena sifat kemahakasihanNya dan kemurahanNya yang tak terbatas itu maka manusia tidak dibiarkan tanpa pengharapan dan solusi bagi permasalahannya.

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Inilah kabar menggembirakan bagi kita. Juga inilah inti dari berita Injil (Kabar Baik) yaitu tentang pengutusan Anak Tunggal Allah ke dunia ini menjadi manusia (Allah-Manusia), hidup tanpa dosa, mati di salib, karena dan untuk dosa kita, kemudian bangkit dari kematian. KebangkitanNya ini merupakan bukti bahwa Ia adalah Anak Allah dan sekaligus membuktikan betapa berharga karyaNya bagi kita yang telah menggantikan kita.

Roma 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Roma 4:25 Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

2 Korintus 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

1 Petrus 3:18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh.

    Pertanyaan Terpenting

Jika demikian, bagaimanakah kita dapat memiliki Anak Allah itu agar kita dapat melintasi jurang pemisah yang sangat lebar dan dalam dan beroleh kehidupan kekal yang telah dijanjikan Allah untuk kita?

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.

Yohanes 3:16-18 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Berdasarkan karya Yesus Kristus yang telah dikerjakanNya di atas salib untuk kita maka Kita Suci menyatakan “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup.” Kita dapat memiliki Anak itu, yaitu Yesus Kristus, satu-satunya Penyelamat kita melalui iman secara pribadi, yakni dengan percaya kepada Kristus dan mengakui serta menerima karya kematianNya di salib untuk dosa-dosa kita.

Ini berarti setiap orang dapat datang kepada Allah dengan cara yang sama – yaitu datang kepadaNya sebagai orang berdosa yang menyadari keberdosaan kita, menolak segala bentuk usaha dan cara manusia dalam menyelamatkan dirinya sendiri dan berserah dan beriman penuh hanya kepada Kristus untuk keselamatan kita.

Apabila anda ingin memiliki Kristus dan percaya kepadaNya sebagai Juruselamat pribadi anda, anda dapat menyatakan iman anda kepadaNya dengan mengucapkan doa ini :

Ya Allah, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa, dan tak ada sesuatupun yang dapat saya perbuat untuk mendapatkan surga atau kehidupan kekal. Saya percaya Yesus Kristus telah mati untuk saya dan telah bangkit dari kematian. Sekarang saya mau menerima Dia sebagai Juruselamat saya dan berserah penuh hanya kepada Dia sebagai satu-satunya jalan ke surga. Terima kasih karena Engkau telah mengaruniakan saya hidup kekal melalui iman kepada Putra Allah yang tunggal. Di dalam nama Yesus Kristus, Amin.

Related Topics: Basics for Christians