Where the world comes to study the Bible

Prinsip Mempelajari Alkitab: 4 Komponen Kunci

1B. Masalah Penerimaan: “Orang yang Gentar akan FirmanKu”

    Banyak kesempatan sewaktu Yesus berbicara pesan tentang natur dari Kerajaan Allah, Dia menyimpulkan dengan kalimat tersembunyi: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mark 4:9). Dia mengatakan hal yang sama kepada gerejaNya dalam Wah 2-3. Dia juga mengeluh bahwa bangsa Israel telah menutup telinga terhadap perkataan dan pelayananNya (Matt 13:15). Sebagai manusia yang sudah jatuh dengan kecenderungan berbuat dosa kita tidak secara alami mendengar dengan baik, walaupun kita diberikan 2 telinga. Kita lebih buruk pendengarannya waktu diminta mendengarkan pesan yang menuduh kita karena berdosa, walaupun ditawarkan pengembalian setelah bertobat. Kita harus merendahkan diri jika kita ingin mengalami kehadiran Tuhan yang mentransformasi hidup melalui FirmanNya. Kita harus meneriman pesanNya.

2B. Masalah Pembacaan: “Dengan Membaca Anda Memiliki Pengertian”

    Dalam suratnya kepada jemaat Efesus, Paulus mendorong gereja untuk membaca apa yang telah ditulisnya sehingga “melalui membaca mereka bisa mengerti pengertian kedalam misteri Kristus” (3:4). Kesimpulan yang saya tarik dari teks ini adalah Alkitab merupakan buku yang harus dibaca. Sementara kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan melalui Kristus, kurang membcara akan menghalangi pengertian kita akan apa yang Tuhan katakan. Sebagai orang Kristen kita harus komitmen pada Kitab Suci, mengembangkan keterampilan membaca kita. Tingkat membaca diantara orang Amerika utara sangat rendah, hanya sebagian kecil yang baik dalam membaca.9

3B. Masalah Refleksi: “Dan Tuhan akan Memberikan Anda Pengertian”

    Kunci transformasi adalah meditasi yaitu refleksi panjang dari bagian Alkitab atau kebenaran untuk mengerti artinya, menghubungkannya dengan doktrin yang lain dan kehidupan, dan mendengarkan suara Tuhan didalamnya. Meditasi adalah penghubung kepada ketaatan yang berarti. Paulus berkata pada Timotius untuk memikirkan secara serius apa yang dia katakan supaya Tuhan memberikan pengertian kepadanya (2 Tim 2:7). Sayangnya, seperti lingkungan kita yang suka mengurangi sesuatu demikian juga dengan investasi waktu dalam meditasi. Tapi, Tuhan memerintahkan Yosua untuk merenungkan FirmanNya untuk ditaati dan menikmati barkat keberhasilan (Yosua 1:8).

4B. Masalah Menghubungkan: Pertanyaan “Selanjutnya”

    Masalah ini suatu berkat. Alkitab memang untuk dihidupi tidak hanya “diketahui” Kita harus menghubungkan apa yang sudah kita pelajari – apa yang dikatakan Tuhan kepada kita dalam meditasi – kedalam hidup kita dan hidup orang lain. Seperti kata Yakobus, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22).


9 Pembaca yang tertarik didorong untuk mempelajari buku Mortimer J. Adler, How to Read A Book.

Related Topics: Bibliology (The Written Word), Bible Study Methods