Where the world comes to study the Bible

Pendahuluan Untuk Seri Ini

1 Timothy 3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Ephesians 1:22-23 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Ephesians 2:10, 20-21 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya … 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan

Pendahuluan

Jika anda pergi kegereja Protestan terdekat, Gereja Injili ini akan mengklaim sebagai gereja PB apakah bentuknya congregational, Presbyterian, atau apakah itu diatur oleh seseorang dengan tangan besi. Mereka akan berkata begitu karena mereka melihat diri mereka mengajarkan dan mempraktekan pengajaran PB. Kebanyakan akan percaya bahwa mereka merupakan gereja PB karena mereka diatur dan dijalankan dengan cara yang diijinkan dalam PB. Tapi hanya sebagian kecil, yang benar-benar mencoba menjalankan kembali praktek dan prinsip PB..

Saat kita mengatakan, kita adalah gereja PB maka, sangat penting melihat detil kenapa kita adalah gereja PB, atau dalam hal apa gereja itu adalah gereja PB. Saya harus menambahkan bahwa tidak ada dasar untuk sombong, karena jika kita benar dalam pengertian akan gereja, itu karena Roh Tuhan yang menyatakannya didalam kita. Benar bahwa “kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luke 12:48). Pengertian kita yang lebih besar akan Alkitab, membuat kita lebih siap dihadapan Tuhan untuk mengaplikasikan apa yang kita tahu itu kebenaran.

Lebih jauh, kita harus menyadari bahwa kita bisa memiliki bentuk yang benar tanpa kuasa Tuhan. Kita bisa mendapat bentuk kesalehan, tapi mengabaikan kuasanya (cf. 2 Tim. 3:5). Israel kadang ditegur atas kesalahan bentuk ibadahnya, tapi dia sering ditegur karena menjalankan ritual tanpa hati pada Tuhan (cf. Isa. 1:11; Micah 6:6-8; Psa. 40:6-8; 51:16-17). Untuk mengetahui dan mengerti prinsip gereja PB tidaklah cukup. Kita harus menjalankannya dengan hati yang benar dihadapan Tuhan.

Kami berusaha untuk tidak bicara tentang perbedaan dan memamerkannya terus menerus, mungkin kadang karena kesalahan. Jika terus membicarakan perbedaan pandangan, akan membawa kepada penekanan yang tidak seimbang atas beberapa kebenaran dan mendorong kesombongan, dan kritik..

Karena itu, setelah beberapa tahun, ada beberapa pengajaran sistematik bagi platform hari minggu mengenai hal ini. Karena ada banyak wajah baru sejak hal ini diajarkan, sangat penting untuk anda ketahui bahwa kita berbicara dalam wilayah ecclesiology, atau apa yang sering disebut dengan doktrin gereja. Saya juga ingin menambahkan kalau pengertian saya mengenai doktrin gereja PB bukan merupakan refleksi sempurna dari pengertian seluruh tua-tua, tapi setidaknya saya menyadari ada perbedaan besar dalam prinsip yang harus diperhatikan.

Nama-nama gereja tidak memberi petunjuk akan ecclesiology mereka. Banyak yang menanyakan, “Diamana gereja anda?” Saat anda mengatakannya, mereka berkata, “Gereja apa itu?” Istri saya ditanyakan pertanyaan ini oleh salah satu guru anak kami. Apa jawaban anda?

Ada alasan lain kenapa penting bagi kita untuk menyelidiki doktrin gereja PB, karena ada beberapa orang, termasuk saya berdoa dan belajar dibawah bimbingan tua-tua untuk memulai gereja baru didaerah Dallas. Karena hal ini, sangat penting bagi mereka yang ingin terlibat dalam pekerjaan ini untuk mengerti apa yang kita harapkan dan apa yang akan kita lakukan sebagai gereja baru. Dalam beberapa minggu ini sangat penting bagi mereka yang ingin bergabung dengan kita, dan mungkin menolong anda membuat keputusan tentan pekerjaan baru.

Penting agar kita tidak salah mengerti akan maksud dan tujuan kita dalam memulai pelayanan baru. Karena itu saya meraka sangat penting bagi semua kita untuk mengerti prinsip PB mengenai gereja, dan mengetahui prinsip yang harus didirikan atas gereja yang akan dimulai dan juga pelayanannya. Karena itu. Tentu saja, ada beberapa variasi dalam mengaplikasikan prinsip ini dan penting bagi anda untuk mengetahui bahwa para tetua kami mengerti hal itu, dan mereka mendorong kami untuk membuat perbedaannya jelas, karena mungkin perbedaan itu yang menentukan apakan anda akan terus atau pergi. Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat senang atas kemurahan hati para tetua terhadap pelayanan baru ini. Kemurahan dan keterbukaan mereka sangat besar.

Kita akan keluar untuk membangun gereja PB, dan pola gereja ini tidak bisa berasal dari gereja lain, karena gereja yang lain juga mencoba mengimplimentasikan apa yang PB ajarkan. Pola kami harus selalu dari Firman Tuhan sendiri, dan bukan atas usaha manusia, tidak peduli berapa hebatnya itu. Pekerjaan ini akan berusaha melakukan prinsip PB dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian tertentu dari kita.

Untuk enam minggu berikut, kita akan menjadikan PB sebagai teks kita, dan penyelidikan kita merupakan “Gereja Perjanjian Baru, Apakah itu?

Kenapa Ribut Mengenai Gereja Seperti Ini?

Ada satu pertanyaan yang harus dijawab disetiap seri ini, yaitu: Mengapa rebut mengenai gereja seperti ini? Apakah doktrin gereja PB sedemikian penting sehingga membutuhkan penyelidikan beberapa minggu? Dunia melihat gereja sudah tidak relevan lagi dan membuang waktu, sekelompok fanatic yang ‘melakukan hal rohani mereka.’ Bahkan dalam kalangan Kristen ada yang berkata, “Saya bagian dari kekristenan, tapi saya bukan bagian dari gereja!”

Saya ingin membahas tantangan gereja ini dengan lebih detil, tapi mari saya mulai dengan memberikan 2 respon yang dimainkan oleh gereja local sekarang ini. Pertama, saya menyatakan bahwa tidak bisa dipercaya bahwa seorang Kristen bisa menjadi bagian dari tubuh Kristus, gereja universal, tanpa ada hubungan dengan gereja local, yang merupakan manifestasi local dari tubuh Kristus.1 Persekutuan denganNya menunjukan dan memerlukan persekutuan dengan orang kudus lainnya.2

Kedua, ada banyak kegagalan dalam gereja local yang membenarkan kritik. Banyak penginjil yang muncul belakangan ini tidak berasal dari gereja manapun. Lebih buruk lagi, banyak follow-up dan persekutuan dimana mereka jadi Kristen merupakan hasil dari organisasi daripada gereja lokal.

Tapi kegagalan ini tidak membenarkan suatu pengabaian gereja local; pandangan mereka perlu disegarkan kembali, melihat Alkitab yang mengajarkan kita bagaimana gereja harus berubah untuk melaksanakan Alkitab, dan sekali lagi menjalankan tugasnya dalam dunia. Seperti perkawinan tidak bisa diabaikan karena banyak penyiksaan dan kegagalan, demikian juga, gereja tidak bisa dilupakan untuk alternative lain.

Pernyataan ini menurut saya benar, “Gereja tidak lagi membalikan dunia, tapi dunia telah membalikan gereja.” Biarlah Tuhan memampukan kita, saat kita menyelidiki Alkitab, kembali ke Alkitab mengenai hal ini.

Pendekatan Kita

Untuk mengingat pelajaran ini, saya ingin menggaris bawahi pentingnya penyelidikan tentang gereja PB dengan berfokus pada 3 fase gereja:

  • Pertama, definisi gereja
  • Kedua, gambaran gereja
  • Ketiga, pernyataan tujuan gereja

Definisi Kata ‘Gereja’

Kata Yunani dimana istilah ‘gereja’ didapat adalah ekklesia.3 Itu kata majemuk yang terdiri dari kata depan ek, ‘keluar,’ dan kata kerja kaleo, ‘memanggil.’ Sebagian orang menyimpulkan hal ini memiliki arti pemisahan, tapi ini dipertanyakan.4 Dalam Yunani sekuler masa lalu istilah ini digunakan untuk perhimpunan yang berkumpul untuk suatu tujuan, seperti kumpulan legislative. Hal yang sama jarang ditemukan dalam PB, dimana dalam Acts 19:32 itu digunakan untuk kerusuhan masa yang berkumpul dibangkitkan oleh Demetrius, seorang tukang perak, dengan yang lainnya, telah mengancam pelayanan Paulus.

Dalam Septuagint (terjemahan Yunani PL) kata Yunani ini digunakan “untuk hampir semua tipe kumpulan orang.”5 Penekanan kata ini terletak pada suatu kumpulan, daripada siapa yang ditemui atau dimana mereka bertemu, atau apa tujuannya.

Dalam PB kita melihat istilah ini menjadi orang berkumpul untuk tujuan pengajaran dan ibadah. Ini secara luas digunakan untuk gereja universal, bahwa tubuh semua orang percaya dalam Kristus dari Pentakosta sampai pengangkatan. Sebagai contoh, Tuhan kita berkata, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku” (Matt. 16:18b).

Sekali lagi, itu digunakan untuk mereka yang percaya dalam suatu kota tertentu, seperti dalam Wahyu, chapters 1-3, dimana itu dialamatkan ketujuh gereja. Kita sekarang bicara tentang gereja di Dallas. Akhirnya, itu digunakan bagi orang percaya yang berkumpul dalam satu lokasi, seperti gereja yang bertemu dirumah Priscilla (Prisca) dan Aquila (Rom. 16:3-5a).

Kata ‘gereja’ ini tidak pernah ditemukan dalam PB untuk menunjukan:

  • Suatu bangunan
  • Suatu denominasi (seperti, gereja Baptis, gereja Presbyterian)
  • Suatu gereja negara (Church of England)

Fokus pelajaran kita ada pada gereja dalam manifestasi lokalnya, gereja local, prinsip dan prakteknya.

Gambaran Gereja

Kita juga diberitahu mengenai pentingnya doktrin gereja saat melihat berbagai macam gambaran gereja dalam PB. Gambaran ini hampir selalu dalam bentuk analogi. Jika Minear benar, maka ada sekitar 100 analogi.6 Kita tidak akan membahas seluruhnya, tapi beberapa gambaran secara khusus menyatakan pentingnya gereja.

(1) Tubuh Kristus. Mungkin gambaran paling popular mengenai gereja adalah tubuh Kristus, dimana Tuhan kita sebagai Kepala (Rom. 12:5; 1 Cor. 12:12; Eph. 1:22-23; Col. 1:24).

Dengan analogi ini Paulus menekankan baik kesatuan tubuh dan individuality setiap anggota. Bahwa Kristus sebagai Kepala tubuh menyatakan bahwa Tuhan kita yang mengarahkan dan membimbing tubuh, dan kesatuan datang dari Kepala tubuh, yang mengkoordinasi dan mengarahkan setiap bagian.

(2) Bait Allah. Sekali lagi, gereja dinyatakan Alkitab sebagai Bait Allah. Setiap orang Kristen adalah batunya, yang tersusun jadi bait, masih dalam pembangunan, dan Tuhan Yesus Kristus adalah Batu Penjurunya (1 Cor. 3:16; Eph. 2:19; 1 Pet. 2:5f). Bait adalah tempat dimana Tuhan berdiam, sehingga gereja merupakan tempat Tuhan berdiam. Tuhan tidak hanya berdiam dalam setiap orang Kristen, tapi dalam kekristenan secara keseluruhan. Sebagai Batu Penjuru, Tuhan kita adalah yang mengikat semua jadi satu, sehingga bait dimana kedua tembok dari Yahudi dan non-Yahudi, selamanya bersatu dalam Yesus Kristus (Eph. 2:14f). Bait tidak hanya tempat Tuhan berdiam, tapi juga tempat ibadah, dimana pujian dinaikan pada Tuhan.

(3) Pengantin Kristus. Gambaran lain akan gereja adalah pengantin Kristus (2 Cor. 11:2; Eph. 5:22f; Rev. 19:7; 22:17). Disini kita menekankan kasih Kristus pada gerejaNya, dan pemeliharaan penuhNya bagi pengantinNya. Tambahan, kita melihat tanggung jawab pengantin untuk menjaga diri agar tetap murni dan tidak bercela bagi pengantin prianya, Tuhan Yesus Kristus.

(4) Kawanan Domba Allah. Gereja juga digambarkan sebagai kawanan domba Allah (John 10:22f; Acts 20:28; 1 Pet. 5:2). Tuhan Yesus Kristus adalah Gembalanya. Disini kita diingatkan akan kasih dan pemeliharaanNya bagi gerejaNya, dalam memberi makan, memimpin, dan melindungi dari bahaya. Kita juga diingatkan terhadap ketergantungan kita akan Dia, dan ketidakberdayaan kita diluar pemeliharaanNya.

(5) Pokok Anggur dan Rantingnya. Analogi terakhir dari pesan ini adalah Anggur dan rantingnya (John 15:1f). Disini Tuhan Yesus digambarkan sebagai sumber hidup dan kekuatan dan buah bagi orang Kristen. Orang Kristen harus berdiam dalam Kristus seperti pada pokok anggur agar berbuah.

Semua analogi ini menunjukan hubungan yang intim antara Tuhan Yesus Kristus dan tubuhNya, gereja. Kita tidak hanya diperintahkan melalui analogi ini akan kebutuhan mutlak akan Dia, tapi perhatianNya yang besar dan pemeliharaannya bagi kita. Singkatnya, gereja sangat penting bagi kita karena penting bagi Tuhan. Ini lebih jelas lagi ssat kita melihat pernyataan tujuan Tuhan bagi gereja.

Pernyataan Tujuan Tuhan bagi Gereja

Akhirnya, mari kita melihat tujuan Tuhan bagi gereja. Secara teknis lebih tepat disebut maksud, karena beberapa hal yang akan kita lihat berikut.

(1) Continuation. Tujuan pertama bagi gereja adalah yang disebut dengan continuation, Tuhan ingin gereja terus menjalankan pekerjaan yang sudah dimulai Tuhan Yesus Kristus dibumi. Ini ditunjukan dengan jelas oleh Lukas dalam pembukaan pekerjaan keduanya: “dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus” (Acts 1:1).

Kata, “dimulai” yang paling saya renungkan. Pekerjaan sebelumnya yang dimaksud Lukas adalah injil Lukas. Didalamnya digambarkan beberapa hal yang Yesus lakukan dan ajarkan. Tapi disini, dalam pembukaan kitab Kisah Para Rasul, Lukas berkata bahwa Yesus yang memulai tindakan dan pengajaran itu. Jika Dia memulai sesuatu, maka itu pasti belum selesai. Siapa yang akan menyelesaikan apa yang Tuhan Yesus mulai? Jawaban Lukas merupakan isi Kitab Kisah Para Rasul. Bukankah ini luar biasa? Tuhan menempatkan harta karun dibumi, karena Dia memutuskan apa yang sudah dimulai, kita yang akan menyelesaikannya. Apa yang sudah mulai dilakukan dan diajarkan Tuhan dalam tubuh fisikNya, dilanjutkanNya dalam tubuh rohaniNya, gereja. Betapa ini suatu tugas bagi kita! Betapa penting bagi kita untuk melaksanakan perintahNya sebagai tubuhNya, gereja, untuk bisa berfungsi.

(2) Proclamation. Hal yang berkaitan erat dengan ‘continuation’ adalah fungsi proclamation. Hal ini dituliskan Paulus dalam surat pertamanya kepada Timotius: “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran” (1 Tim. 3:15).

Gambaran mental yang Paulus gambarkan bagi kita dalam bagian ini adalah suatu struktur Yunani yang indah. Ini didasarkan atas tiang penopang yang teguh yang berhubungan dengan dasar yang kuat. Gambaran ini menunjukan pada kita bahwa diatas struktur ini kebenaran Tuhan diletakan, dinyatakan bagi semua yang lewat. Gereja merupakan alat yang dipilih Tuhan untuk mempertahankan dan menyatakan kebenaran Tuhan kepada dunia. Sangat menyedihkan saat keindahan kebenaran Tuhan dirusak oleh dasar yang retak dan tiang penopang yang rapuh. Inilah yang kelihatannya dilihat dunia dari gereja. Saat gereja gagal menjadi seperti panggilannya, pesan injil dilecehkan.

(3) Demonstration. Ada suatu tujuan menyatakan diri. Tentang hal ini Paulus bicara dalam suratnya ke Efesus: “supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga” (Eph. 3:10).

Dalam konteks pernyataan ini, kita diberitahu bahwa Tuhan menggunakan gereja untuk memberitahukan kepada pemerintah dan penguasa-penguasa disorga, hikmatNya. Seperti Tuhan menggunakan Ayub dalam PL untuk memperlihatkan pada setan, demikian juga Dia menggunakan gereja saat ini. Dalam 1 Corinthians 11:10 wanita diperintahkan agar kepalanya ditutup ‘karena para malaikat’, yang menurut Petrus (1 Pet. 1:12) melihat dengan tertarik, apa yang Tuhan lakukan didunia.

(4) Glorification. Dalam Efesus Paulus menulis: “…bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin” (Eph. 3:21).

Kita tahu bahwa tujuan Tuhan Yesus Kristus adalah untuk memuliakan Bapa (John 12:28), tapi Paulus mengatakan ini juga merupakan tujuan tubuh Kristus, “bagi Dia kemuliaan …” Suatu kenyataan yang hebat! Tujuan Tuhan bagi gereja adalah untuk “menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya” (Eph. 1:12b). Gereja ada untuk memuliakan Tuhan. Kita hanya bisa melakukannya saat kita mempraktekan prinsip gereja PB.

Kesimpulan

Sudah jelas dari semua diatas bahwa kita mempelajari hal yang penting karena ini suatu hal yang merupakan perhatian Tuhan.

Mungkin, seseorang akan membantah, “Apa yang anda katakan itu benar, merujuk pada gereja universal, tapi apa kaitannya dengan gereja local?” Kesalahan disini adalah gagal melihat hubungan antara gereja local dan universal. Asumsi PB adalah gereja local adalah replica atau miniature gereja universal. Kenyataan ini telah ditulis oleh berbagai sarjana seperti dalam 1 Corinthians 1:1-2a: “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus…”

Kita melihat kalimat, “kepada jemaat Allah di Korintus” seperti ini: “gereja yang ada diKorintus.”7 Tujuan Tuhan bagi keseluruhan juga merupakan tujuanNya bagi setiap bagian. Apa yang seharusnya gereja universal lakukan, demikian juga dengan gereja lokal.

Apakah anda melihat pentingnya kebenaran ini? Biarlah Tuhan memampukan kita untuk mengerti prinsip gereja dalam PB.

Temanku yang belum selamat, ijinkan saya bertanya, “Apakah anda anggota suatu gereja?” Saya tidak bertanya apakah anda anggota suatu gereja. Saya bertanya apakah anda anggota gereja Tuhan Yesus Kristus. Anda tidak bisa bergabung dengan gerejaNya melalui tanda tangan kartu, atau datang kedepan untuk bergabung dengan gereja local. Anda tidak bisa menjadi anggota gereja universal melalui baptisan air, hanya melalui karya Roh Kudus, dengan percaya dalam pekerjaan Kristus atas diri anda, dengan menyadari anda berdosa dan tidak layak dihadapan Tuhan, hanya melalui percaya dalam kematianNya bagi anda dan hidupNya bagi anda, maka anda bisa bergabung melalui Roh Allah kepada gereja, suatu keanggotaan yang tidak bisa ditarik kembali. Biarlah anda melakukannya sekarang.


1 Hebrews 10:25; cf. Also Earl Radmacher, The Nature of the Church (Portland: Western Baptist Press, 1972), pp. 11-12.

2 Cf. 1 John 1:6-7.

3 For an excellent and scholarly study of the term ‘ekklesia,’ cf. Robert L. Saucy, The Church in God’s Program (Chicago: Moody Press, 1972), pp. 11-18.

4 Cf. Saucy, p. 12, fn. 1.

5 Ibid., p. 13.

6 Paul S. Minear, Images of the Church in the New Testament, p. 28 as cited by Saucy, p. 19, fn. 1.

7 Saucy, p. 18.

Related Topics: Ecclesiology (The Church)