Where the world comes to study the Bible

Gereja Perjanjian Baru-Pelayanannya

Ephesians 4:11-12 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus

1 Corinthians 12:4-7 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

1 Peter 2:4-9 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan. 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan. 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Pendahuluan

Terkadang salah pengertian bisa menghibur. Wanita yang dihentikan seorang polisi karena mengemudi dijalur yang salah memprotes, “tapi petugas, saya hanya pergi satu arah.” Atau satu hari saya melihat Alan Fundt dalam Candid Camera menginterview seorang pria muda mengenai sepak bola. Sangat sulit dipercaya bahwa pengertiannya akan sepak bola bisa jauh dari kenyataan. Diantara beberapa hal yang dikatakan anak itu adalah alasan kenapa para pemain mengenakan alas bahu agar kelihatan lebih kuat dari yang sebenarnya sehingga pemain lain takut menghadapi mereka dilapangan.

Satu kali seseorang mengatakan pada saya tentang seorang pemimpin Kristen yang menonjol dikelas minggunya. Seorang muda bertanya apa artinya menjadi seorang Kristen, dan dijawab dengan memiliki Kristus dalam hatinya. Saat anak itu meyakinkan gurunya bahwa Yesus sudah ada didalam hatinya, sang guru bertanya bagaimana Yesus bisa ada disana. Saat itu anak muda itu terdiam sebentar dan berpikir keras, setelah itu menjawab dengan tergesa-gesa, “Saya kira Dia disana melalui lobang dikaus kaki saya.”

Walau beberapa kesalah pengertian bisa menjadi hal yang lucu, beberapa lainnya bisa menjadi tragedy mendalam. Seperti kasus pengertian akan pelayanan dalam gereja. Ini telah menyebabkan banyak pastor frustrasi dan meninggalkan pelayanan. Ini mengecewakan banyak orang dalam gereja yang tidak memiliki pelatihan atau status professional dalam pelayanan, karena mereak berasumsi kalau kontribusi pelayanan terutama dalam hal fisik atau keuangan.

Dalam terang kebingungan orang Kristen dan hubungannya dengan pelayanan, Saya ingin menfokuskan perhatian anda pada PB. Subjek pelajaran ini merupakan “Gereja Perjanjian Baru—Pelayanannya.” Kita akan mulai dengan menentukan siapa yang ada dalam pelayanan, dan kemudian melanjutkannya dengan mendefinisikan kata ‘pelayanan’ dari Alkitab. Ini akan membawa kita kepada pembahasan prinsip Firman Tuhan mengenai kenapa ‘pelayanan’ merupakan pekerjaan semua orang Kristen. Akhirnya kita akan membuat beberapa usulan praktis sebagai aplikasi pengajaran ini.

Siapa yang Ada dalam Pelayanan?

Kesalahan utama yang pertama dalam pemikiran injili sekarang ini yang harus diatasi adalah siapa yang bertanggung jawab atas “pelayanan.” Pada umumnya sekarang ini kita bicara tentang kelompok khusus individu yang ‘melayani” Inti para elite ini adalah yang bertanggung jawab bagi keseluruhan pelayanan, dan yang pasti paling penting dalam pelayanan gereja local. Tapi jika ini merupakan pemikiran Kekristenan modern, maka itu bukan pengajaran Perjanjian Baru, karena Paulus menulis:

“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Eph. 4:11-12, Berkeley).

Dalam insitlah pengajaran Alkitabiah, setiap orang Kristen ada dalam pelayanan. Tidak ada kelompok terpisah yang melayani sementara yang lain berdiri disamping dan mengawasi. Sebagian menyerahkan waktunya untuk pelayanan lebih dari yang lain; sebagian dibayar lebih karena pelayanan mereka; tapi semua orang Kristen ada dalam pelayanan.

Disatu sisi mereka yang adalah penginjil dan pastor kurang terlibat dalam pelayanan dibanding orang kudus lainnya. Siapa, sebagai contoh, yang lebih terlibat dalam bermain sepakbola, , Tom Landry atau Roger Staubach? Tom Landry adalah pelatih Dallas Cowboys, tapi apakah anda pernah melihat dia melempar, atau berlari dalam pertandingan? Pemainlah yang secara langsung terlibat dalam permainan sepakbola. Demikian juga, pelayanan dalam gereja. Paulus telah menulis bahwa penginjil dan pengajar memperlengkapi orang kudus untuk pelayanan. Bukan penginjil dan pengajar yang melakukan pelayanan itu; mereka memperlengkapi orang kudus untuk melakukan pekerjaan pelayanan.

Apakah anda bisa melihat berapa jauh kita telah melenceng dari Alkitab? Kita berpikir “pelayanan” adalah pekerjaan beberapa professional yang secara formal telah dilatih teologinya dan yang memberikan seluruh waktunya untuk berkotbah dan mengajar serta konseling. Paulus berkata bahwa pengajar tidak melakukan pelayanan, tapi melatih orang kudus agar mereka bisa menjalankan pelayanan. Mereka yang disebut orang awam mencari pastor untuk melakukan pelayanan; Paulus mencari orang awam. Dunia membagi orang Kristen kedalam kelompok berbeda: pendeta dan orang awam. Alkitab tidak mengajarkan perbedaan itu.

Definisi Alkitab terhadap “Pelayanan”

Setiap orang Kristen, ada dalam pelayanan. Jika anda seorang Kristen, maka anda ada dalam pelayanan. Karena setiap anda, berasumsi kalau anda telah memiliki hubungan pribadi dengan Yesus Kristus, ada dalam pelayanan, seharusnya masalah mengetahui pelayanan terdiri dari apa saja merupakan hal yang menarik. Apa itu pelayanan? Apa yang dipercayakan Tuhan untuk dipertanggung jawabkan oleh anda?

Walau banyak yang bisa dikatakan mengenai kata “pelayanan” ada 2 karakteristik umum dalam PB yang penting bagi setiap kita untuk mengerti. Pertama, pemikiran pelayanan mungkin paling baik didefinisikan dalam istilah service. Ini dinyatakan oleh terjemahan Ephesians 4:12 dari New American Standard Version: “… for the equipping of the saints for the work of service, to the building up of the body of Christ …”

Ada 3 kata Yunani yang digunakan dalam PB yang menyatakan konsep service. Kata pertama (douleo) menunjukan apa yang disebut ‘Slave service,’ karena ini kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan service seorang budak pada tuannya (cf. Rom. 1:1; 1 Pet. 2:16). Paulus menggunakan kata ini untuk menggambarkan sikap service-nya pada manusia saat dia menulis: “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Corinthians 9:19).

Kata kedua (leitourgos), penggunaannya dalam PB, memiliki lebih banyak konotasi agama. Dalam terjemahan Yunani di PL ini digunakan dalam menerjemahkan suatu istilah teknis bagi pelayanan pendeta kepada Tuhan.8 Lukas menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pelayanan Paulus dan Barnabas digereja Antiokia (Acts 13:2). Ini juga digunakan dalam pelayanan orang Kristen di Makedonia dan Akaia yang memberikan kepada orang miskin di Jerusalem (Rom. 15:27). Paulus sekali lagi menggunakan kata ini dalam Philippians 2:30 untuk pelayanan orang Filipi padanya melalui Epaphroditus.

Tapi kata ‘service’ atau ‘ministry’ dalam Ephesians 4:12 tidak digunakan, tapi kata (diakonos) dari sini kata ‘deacon’ berasal. Beyer menyatakan bahwa walau douleo menekankan service seperti seorang budak, dan leitourgos menunjukan pelayanan dalan gereja, “… diakoneo memiliki kualitas khusus dalam menunjukan secara khusus pelayanan. … dalam diakonio ada perkiraan yang lebih kuat akan konsep pelayanan kasih.”9 Ini merupakan kata yang menunjukan pelayanan kasih orang percaya dalam Yesus Kristus kepada orang lain. Ini diaplikasikan bagi kerasulan (Acts 1:17, 25), bagi pelayanan Firman (Acts 6:4), juga pelayanan meja (Acts 6:1).

Saya ingin menggaris bawahi konsep pelayanan ini, karena jelas ini tidak menjadi bagian dari roh zaman ini. Sayangnya, ini secara mentalitas tidak ditunjukan orang Kristen. Kita jelas tidak bisa menyangkal fakta bahwa itu merupakan sikap Tuhan Yesus, karena Dia berkata: “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mark 10:45).

Paulus juga menulis, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Phil. 2:5).

Karakteristik umum yang kedua dari pelayanan PB adalah pelayanan yang menguntungkan. Ini merupakan pelayanan yang memiliki banyak fase dan manifestasi tapi ada satu elemen umum dalam kerangaman itu, dan itu adalah pelayanan yang secara rohani menguntungkan individu dan membangun tubuh Kristus saat itu menguatkan dan membangun setiap anggota tubuh. Paulus tidak mengatakan secara spesifik kepada kita berbagai pelayanan apa yang ada dalam Ephesians 4:12, tapi dia mengatakan pada kita hasil pelayanan ini: “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

Pelayanan rohani, pelayanan seorang Kristen sejati, merupakan pelayanan yang menguntungkan. Itu membangun orang Kristen dan kemudian membangun tubuh Kristus.

Hal menyedihkan adalah banyak orang Kristen berpikir kalau pelayanan yang menguntungkan adalah pelayanan yang hanya dilakukan oleh professional. Mereka merasa bahwa jika mereka membentuk pelayanan yang bukan berkotbah atau mengajar atau konseling maka itu sedikit bernilai. Betapa menyedihkan dan tidak alkitabiah pemikiran ini. Memenuhi kebutuhan fisik orang miskin dinyatakan dalam Alkitab sebagai pelayanan (e.g. Rom. 15:27). Seperti kata Yakobus pada kita (2:15-16) orang yang kurang pakaian dan makan tidak diuntungkan oleh perkataan semata, juga oleh kotbah yang luar biasa; mereka diuntungkan oleh disediakan makanan dan pakaian. Pelayanan dalam PB adalah memenuhi keseluruhan kebutuhan orang kudus untuk bisa menguatkan mereka dalam iman. Orang sakit lebih membutuhkan penghiburan, dikuatkan dan doa daripada kotbah. Orang yang baru saja dioperasi dan sudah dirumah untuk penyembuhan lebih membutuhkan praktek teologi daripada diajarkan teologi—seperti dibawakan makanan, ditolong pekerjaan rumahnya, anaknya dibawa kesekolah, dan yang lain. Seringkali orang mengevaluasi nilai pelayanan mereka melalui jenis pelayanan daripada hasil keseluruhannya.

Mari kita simpulkan apa yang sudah kita bahas sampai saat ini. Saya telah mengatakan bahwa pekerjaan pelayaan merupakan pekerjaan semua orang kudus, yaitu meliputi lebih dari kotbah, mengajar, dan konseling (walau ini merupakan bagian penting), tapi juga termasuk setiap bentuk pelayanan yang menguntungkan orang Kristen lain.

Prinsip dibelakang Praktek

Apa yang telah saya katakan sampai say ini bukan suatu pilihan, tapi suatu keharusan. Perlunya suatu pelayanan yang beragam dan universal diperintahkan oleh prinsip Alkitab. Dua prinsip utama yang menggaris bawahi konsep pelayanan dalam PB adalah (1) doktrin karunia rohani, dan (2) dontrin kependetaan setiap orang percaya.

    Dontrin Karunia Rohani

Mengenai karunia rohani Paulus menulis: “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Cor. 12:4-7).

Dalam pasal ke 12 dari 1 Corinthians Paulus menggambarkan gereja sebagai tubuh. Setiap orang Kristen merupakan anggota tubuh (v. 13) dengan karunia dan fungsi individu (vss. 7-11). Dalam tubuh ada kesatuan dan keragaman. Tidak ada satu anggota tubuh bisa melihat dirinya lebih tinggi dari tubuh karena dia tergantung padanya, juga lebih rendah dan tidak penting bagi tubuh, karena dia memiliki kontribusi unik bagi fungsi tubuh. Dalam ayat 29 dan 30 Paulus juga menginstruksikan kita bahwa tidak ada individu yang memiliki seluruh karunia, juga tidak ada yang tidak memiliki karunia sama sekali. Walau dibumi Tuhan menyatakan DiriNya melalui tubuh, tapi sekarang Dia memilih melanjutkan apa yang dimulainya melalui tubuh rohani, gereja (Acts 1:1ff).

Seperti fungsi tertentu bagi tubuh rohani Kristus, untuk beberapa hal setia orang Kristen bertanggung jawab menjalankan setiap fungsi ini. Tapi setiap anggota tubuh, Tuhan sudah memberikan kemampuan tertentu untuk menjalankan beberapa fungsi lebih baik dari yang lain. Kemampuan ini kita sebut karunia rohani. Walau semua memberi untuk mendukung kebutuhan rohani tubuh (cf. pelajaran 7, Gereja Perjanjian Baru—Keuangannya), sebagian diberikan karunia supernatural (Rom. 12:8). Semua diperintahkan untuk menjadi saksi (Acts 1:8; Col. 4:5-6; 1 Pet. 3:15, etc.), tapi sebagian dikaruniai sebagai penginjil (Eph. 4:11).

Semua ini menunjukan kepada kita bahwa pekerjaan pelayanan meliputi semua fungsi yang dinyatakan oleh keseluruhan karunia rohani yang diberikan pada tubuh. Karunia rohani diberikan untuk menopang dan membangun tubuh (1 Cor. 12:12-27). Pekerjaan pelayanan merupakan pekerjaan yang menopang dan membangun tubuh (Eph. 4:11-13). Karunia rohani diberikan untuk memampukan orang Kristen untuk menjalankan pelayanan, yaitu membangun tubuh Kristus. Pekerjaan pelayanan tergantung atas dijalankannya setiap karunia rohani (yaitu karunia permanen).

Sekarang kita kembali kebagian dalam 1 Corinthians 12:4-7, karena itu sangat penting bagi pengertian kita akan pekerjaan pelayanan. Dalam ayat 4 Paulus menyatakan bahwa ada keragaman karunia. Ini kita tahu dengan baik. Tapi dalam ayat 5 dia berkata, “ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” Disini Paulus bicara tentang keragaman pelayanan yang bisa dilakukan karunia yang sama. Seseorang mungkin memiliki karunia mengajar dan mengajar di South Africa, orang lain mungkin mengajar di sekolah minggu di Dallas atau Hong Kong, orang lain bisa saja mengajar ribuan orang melalui radio atau televise atau kaset. Semua memiliki karunia mengajar, tapi Tuhan telah memberikan setiap kita pelayanan yang perlu dan penting.

Dalam ayat 6 kita diberitahu, “Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.” Tuhan tidak hanya membarikan karunia berbeda bagi setiap orang Kristen, dan pelayanan beragam bagi mereka yang sama karunianya, tapi Dia juga memberikan perbedaan tingkatan efektifitas. Seseorang mungkin memiliki karunia penginjilan dan memenangkan 5 orang bagi Kristus dalam setahun, sementara orang lain bisa memenangkan 50,000. Setiap orang bisa mengajar kelas berisi 4 orang, sedangkan yang lain bisa mengajar satu kelas berisi 4,000 orang. Ini karena Tuhan dalam kedaulatannya menentukan adanya perbedaan efektifitas.

Sekarang disamping semua perbedaan dalam karunia, dan keragaman pelayanan dan keefektifannya, Paulus berkata dalam ayat 7, “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” Temanku, tidak soal apa karuniamu, itu untuk kepentingan bersama; tidak soal bagaimana karuniamu dikerjakan, itu untuk keuntungan keseluruhan tubuh; disamping seberapa banyak atau sedikit efek karuniamu, itu untuk kepentingan semua.

Itulah kenapa pekerjaan pelayanan merupakan pelayanan yang dijalankan oleh semua orang percaya bagi keuntungan seluruh orang percaya. Pekerjaan pelayanan, pekerjaan membangun tubuh tidak akan komplit tanpa anda menjalankan karunia rohani anda sendiri. Karunia rohani merupakan hadiah supernatural untuk menjalankan pekerjaan pelayanan. Karena tidak ada orang yang memiliki semua karunia, karena setiap orang diberikan karunia untuk penggunaan tertentu, setiap orang Kristen harus melakukan pekerjaan pelayanan.

    Doktrin Priesthood pada Setiap Orang Percaya

Prinsip Alkitab kedua yang menggaris bawahi konsep pelayanan dalam PB adalah keimaman setiap orang percaya. Walau doktrin ini diajarkan dibagian lain (cf. Rev. 1:6; 5:9), Petruslah yang memberikan kita pernyataan yang terjelas dalam hal ini:

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. … Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Peter 2:5, 9).

Dalam PL ada kelompok imam yang menjadi perantara antara manusia dan Tuhan. Dalam PB, kita tahu bahwa hanya ada satu pengantara antara Tuhan dan manusia: “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” (1 Tim. 2:5). Karena Dia Imam Besar maka kita semua diberi jalan seperti imam Tuhan, melalui pelayanan seperti imam:

Hebrews 10:19-25 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Keimaman Tuhan Yesus Kristus berarti dua hal: memotivasi kita lebih dekat padaNya dengan kepercayaan penuh, dan memerintahkan kita untuk melayani yang lain. Karena perhatian kita adalah melayani orang lain, mari kita melihat lagi keimaman kita berkaitan dengan orang lain. Bagaimana kemimaman kita berkaitan dengan pelayanan kita kepada orang lain? Intinya fungsi imam orang Kristen digambarkan dalam istilah korban rohani:10 “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah” (1 Peter 2:5). Persembahan rohani ini dinyatakan dalam PB:

(1) Korban diri, sebagai korban yang hidup dalam pelayanan kepada Tuhan. Dalam Roma, Paulus berkata: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Rom. 12:1).

Korban diri sebagai korban yang hidup. Bagaimana seseorang bisa menjadi korban yang hidup? Dalam konteks Romans pasal 12 perlu diperhatikan bahwa subjek pertama yang dinyatakan Paulus setelah seruannya adalah memberi diri sebagai korban yang hidup adalah mengenai karunia rohani (vss. 3-8). Pengertian saya adalah kita korban yang hidup bagi Tuhan saat kita memberi diri bagi pelayanan untuk orang lain melalui karunia rohani kita.

(2) Korban pujian dan ucapan syukur. Dalam Ibrani pasal 13 kita diberi bentuk lain dari korban rohani: “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Hebrews 13:15).

Salah satu persembahan dalam PL adalah korban syukur. Demikian juga, aada korban syukur dalam PB. Saat kita secara umum atau pribadi mengucap syukur dan memuji Tuhan, kita melaksanakan keimaman kita.

(3) Korban Pelayanan. Sekali lagi dalam Ibrani 13 kita menemukan bentuk korban rohani lain: “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (Heb. 13:16).

Sekarang ada aktifitas keimaman yang luar biasa. Kita memberikan korban pelayanan pada Tuhan saat kita berbuat baik, saat kita bermurah hati, saat kita melayani melalui keuangan. Kata “berbagi” adalah koinonia, yang secara umum dimengerti sebagai ‘persekutuan.’ Satu manifestasi kebersamaan, kebersamaan hidup, berbagi kebutuhan dan uang dengan mereka yang membutuhkan uang. Ini merupakan fungsi keimaman.

(4) Korban Proklamasi. Satu lagi persembahan rohani yang harus diberikan setiap orang percaya adalah proklamasi. Kita harus memproklamasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Pet. 2:9).

Kita harus memproklamasikan injil Tuhan. Paulus menggambarkan proklamasi injil kepada orang non Yahudi dan keselamatan mereka dalam istilah korban: “Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus” (Rom. 15:15-16).

Memikirkan itu, keselamatan jiwa melalui proklamasi injil dilihat sebagai korban pada Tuhan yang merupakan tindakan keimaman. Tidak hanya proklamasi injil dan keselamatan jiwa merupakan korban yang menyenangkan, tapi juga pemberian kita pada mereka yang memproklamasikan injil: “Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah” (Phil. 4:18).

Apakah anda melihat aplikasi keimaman setiap orang percaya dalam hal pelayanan? Wilayah pelayanan keimaman yang kita pelajari tumpang tindih dengan fungsi yang dicakup oleh karunia rohani, juga pekerjaan pelayanan yang digambarkan dalam PB. Pekerjaan pelayanan merupakan setiap pelayanan yang diperlukan untuk menjaga tubuh dan membangunnya. Kemampuan melaksanakan fungsi ini disediakan bagi orang Kristen melalui karunia rohani. Tanggung jawab setiap orang Kristen untuk aktif dalam pelayanan diajarkan oleh doktrin keimaman bagi setiap orang percaya.

Jika anda seorang percaya dalam Yesus Kristus, anda seorang imam, dan fungsi keimaman anda adalah pekerjaan pelayanan. Jika anda seorang Kristen, setidaknya anda memiliki satu karunia roh, dan karunia ini memampukan anda menjalankan fungsi tertentu dalam pelayanan bagi anda. Jika anda seorang percaya dalam Yesus Kristus anda ada dalam “pelayanan” dan merupakan tanggung jawab pastor untuk memperlengkapi anda untuk melaksanakan pelayanan itu.

Aplikasi

Ada beberapa aplikasi praktis bagi saya sebagai pengajar.

Pertama, Alkitab memanggil saya untuk keluar dari aktivitas berlebihan diwilayah pelayanan yang tidak sejalan dengan karunia rohani saya. Ini sangat penting dengan dua alasan. Pertama saya pasti memberi waktu untuk mencoba sesuatu yang tidak akan bisa saya lakukan dengan baik. Ini merupakan frustrasi yang sama dengan seseorang yang tidak memiliki latar belakang mekanik mencoba memperbaiki mobilnya. Dan lagi, jika saya melayani diwilayah yang saya sendiri tidak ada karunia disitu, saya secara efektif menghalangi orang lain melakukan karunia mereka. Ini tidak berarti saya tidak pernah mencoba bersaksi karena karunia saya bukan penginjilan, karena jika saya mengerti 2 Timothy 4:5 dengan benar, Paulus menasihati Timotius untuk melakukan pekerjaan sebagai penginjil, walau ini kelihatannya bukan karunia rohaninya. Saya bicara tentang memberikan tenaga dan waktu yang besar untuk wilayah pelayanan dimana orang lain bisa melakukannya lebih baik dari kita.

Dalam praktek ini berarti ada beberapa hal yang orang Kristen harapkan dilakukan oleh pendeta, saya tidak akan melakukannya untuk kepuasan mereka. Terlalu sering kita menyewakan tanggung jawab kita—membayar pendeta untuk melakukan apa yang kita sendiri tidak mau lakukan. Perkunjungan ke rumah sakit, konseling, administrasi, dan banyak wilayah pelayanan lain yang mestinya jatuh pada mereka yang dikaruniai dalam pelayanan itu.

Kedua, Alkitab mengindikasikan bahwa konsep pelayanan saya harus melayani melalui orang, daripada hanya melayani pada orang. Seperti yang kita lihat dalam Efesus pasal 4, pekerjaan saya adalah memperlengkapi orang bagi pelayanan. Tanggung jawab saya, yang saya mengerti dari Firman Tuha, adalah memberikan waktu lebih dalam menolong mereka yang ingin melakukan pekerjaan pelayanan. Penekanan pelayanan saya, adalah mendorong dan menolong memperlengkapi pengajar, konselor dan pemimpin. Saya diharapkan menolong melatih konselor yang akan menjalankan bagian yang lebih besar dari konseling sebelum dan sesudah nikah. Keinginan saya adalah melihat wanita diperlengkapi untuk melayani wanita lain. Saya ingin memberi diri bagi pengajar sekolah minggu, dibawah arahan pengawas kita, dan berbagi dengan mereka apa yang akan saya ajarkan dalam bagian yang sama yang akan diajarkan mereka minggu berikut.

Mungkin lebih penting saya berkomitmen bekerja dengan para ayah yang ditunjuk sebagai pemimpin rohani dalam rumah. Kita bermaksud menyiapkan pelajaran keluarga setiap minggu, yang menolong para ayah atau kepala keluarga untuk mempelajarinya sebelum minggu berikut, membahas teksnya dengan istri dan anak. Kita berkomitmen memberikan setiap pertolongan yang bisa disediakan dan dukukang bagi mereka yang ingin menjadi pemimpin dalam keluarga dan dalam gereja.

Tapi adan implikasi bagi anda dalam bagian ini berkenaan dengan pelayanan. Seharusnya jelas bahwa pekerjaan pelayanan adalah melayani. Ketakutan saya adlaah banyak yang mendengar pelayanan Firman hanya untuk pendeta. Satu penghiburan besar adalah banyak dari mereka yang ingin terlibat dalam pelayanan. Mereka sangat menghargai pengajaran yang mereka terima tapi juga sangat ingin membagikan apa yang mereka terima pada orang lain. Inilah orang yang ingin kita lihat, banyak yang ingin menjadi pelayan, daripada dilayani.

Dimasa mendatang kami berharap anda menemukan gereja baru kami berfungsi dengan baik, tapi akan ada banyak penyesuaian yang harus dibuat. Setiap hal pasti ada rintangan. Tidak mudah duduk dan berharap tidak diperhatikan. Hanya mereka yang memiliki hati pelayan yang selamat diminggu-minggu awal, tapi pekerjaan pelayanan adalah pekerjaan setiap orang kudus.

Temanku, dalam istilah Firman Tuhan anda ada dalam pelayanan. Biarlah Tuhan membuat pelayanan anda begitu jelas, dan anda menemukan sukacita melayaniNya sebagai imam Tuhan, melalui kuasa dan anugrahNya.


8 Cf. Robert L. Saucy, The Church in God’s Program (Chicago: Moody Press, 1972), p. 131.

9 Hermann W. Beyer, “DiaKoneo…, DiaKonia, DiaKonos,Theological Dictionary of the New Testament, Edited by Gerhard Kittel and Gerhard Friedrich, Trans. by Geoffrey W. Bromiley (Grand Rapids: Eerdmans, 1964), Vol. 2, p. 81.

10 Since priestly activity is also indicated by the word leitourgeo, the ministry of priests can be seen in verses which employ this term (e.g. Acts 13:2-3; Romans 15:27; 2 Corinthians 9:12; Romans 15:16). Cf. Robert Saucy, p. 167.

Related Topics: Ecclesiology (The Church)