Where the world comes to study the Bible

Masanya King James (Masa Keelokan)

March 2001

Catatan Editor: Ini adalah bagian kedua dari empat bagian ceramah yang dibawakan di Lancaster Bible College bulan March, 2001, untuk Staley Bible Lectureship. Kami harap bisa mendapat ijin untuk semua ceramah seperti rekaman audio pada Biblical Studies Foundation website. Disini ada beberapa audio dari serial tentang Textual Criticism series Dr. Wallace. Dr. Wallace bersedia sebagai pembicara seminar mengenai “Sejarah Alkitab Bahasa Inggris.” Jika gereja anda tertarik, hubungi dia di email untuk detailnya.

Pengantar: Kita mengakhiri bagian pertama dengan dua terjemahan Alkitab yang bersaing: the Bishops’ Bible yang digunakan dalam gereja, dan Geneva Bible yang dibaca dirumah-rumah. Sejauh ini, Geneva Bible lebih popular, dan menciptakan masalah bagi pelayan: mereka butuh suatu terjemahan dalam gereja yang bisa ditujukan juga oleh orang banyak.

A. Pembuatan Authorized Version

1. The Hampton Court Conference

Kesempatan membetulkan masalah ini muncul saat kematian Ratu Elizabeth ditahun 1603 dan monarki yang baru masuk kedalam cerita. James VI telah memerintah Scotland selama tigapuluh tujuh tahun (37) saat dia menjadi James I of England.

January berikutnya (1604) raja memanggil para pemimpin agama negara ke Hampton Court untuk mengutarakan segala kendala gereja. Kelihatannya masalah terpenting yang terselesaikan di pertemuan ini adalah resolusi

Bahwa satu terjemahan Alkitab akan dibuat secara keseluruhan, sesuai dengan teks asli Yunani dan Ibrani; dan ini akan dipersiapkan dan dicetak, tanpa catatan pinggir, dan hanya digunakan diseluruh Gereja Inggris disaat pelayanan gerejawi.1

Dokumen asli yang mengotorisasi terjemahan baru ini disimpan dalam Manuscript Room di Cambridge University. Saya mendapat kesempatan untuk melihatnya saat tinggal di Cambridge dihari sabbatical saya yang terakhir (1995), tapi tidak pernah saya lakukan. Alasannya bukan kurang tertarik, tapi ada banyak MSS lain yang penting untuk dilihat sehingga tidak punya waktu untuk melihatnya!2 Jika saya tahu akan memberi pelajaran ini pada anda semua, saya pasti akan menyempatkan diri melihat dokumen terkenal dari Hampton Court!

Proposal untuk membuat sebuah terjemahan baru datang dari seorang Puritan, Dr. John Reynolds. Walaupun tidak semuanya setuju, hal ini berakhir dengan persetujuan James. Hal ini menyelesaikan masalah. Saat itu raja berkata, “Saya tidak pernah melihat sebuah Alkitab yang diterjemahkan dengan baik dalam bahasa Inggris; tapi menurut saya, dari semuanya, Geneva adalah yang terburuk”!3

Mengapa James begitu tidak menyukai Geneva Bible? Lagi pula Alkitab ini telah menjadi Alkitab resmi di Scotland selama pemerintahannya disana. Ketidaksukaannya lebih berkaitan dengan catatan-catatan didalamnya bukan pada terjemahannya. Dia secara eksplisit menyebutkan tafsiran pada Exodus 1.19 sangat bermasalah: catatan pinggir Geneva mengatakan bahwa istri Ibrani dibenarkan untuk tidak mematuhi perintah raja untuk membunuh seluruh anak bayi laki-laki Ibrani.

Dengan kata lain, dorongan untuk menghasilkan King James Bible (atau, yang sering disebut di Inggris, Authorized Version) datang dari dua kelompok, satu keagamaan dan yang lain politik—keduanya berada dirantai makanan teratas. Tapi tidak bisa juga dikatakan bahwa motive untuk menghasilkan karya besar ini adalah lebih pada melindungi status quo daripada memenuhi kebutuhan orang. Dalam hal ini, King James Bible mirip versi Roman Catholic Rheims-Douai daripada pendahulu Protestannya diabad keenambelas.

2. Prosedur Para Penerjemah

James antusias tentang proyek baru ini dan memimpin sendiri kegiatannya. Faktanya, sejauh yang kita tahu, dia menulis aturan siapa yang menjadi penerjemah, bagaimana pengaturannya, dan prinsip yang harus mereka ikuti. Tapi dia tidak menerjemahkan—sebaliknya banyak orang berpikir King James Bible adalah versi yang diterjemahkan oleh dia!

James menugaskan lima panel sarjana untuk melakukan tugas ini: tiga bagi PL, dua untuk PB, dan satu untuk Apocrypha. Dua tim bertemu di Oxford, dua bertemu di Cambridge, dan dua di Westminster Abbey. Seluruhnya, ada empatpuluh tujuh (47) orang yang mengerjakan versi baru ini.

Salah satu aturan yang harus diikuti para penerjemah patut diketahui: (1) Walau penerjemah harus betul-betul melihat teks Yunani dan Ibrani, mereka harus mengambil pengkalimatannya dari Bishops’ Bible sebisa mungkin. (2) Versi ini tidak boleh memiliki catatan pinggir—kecuali catatan yang menjelaskan kata-kata Yunani dan Ibrani atau cross-referenced bagi bagian lain. Tapi para penerjemah tidak benar-benar mengikuti aturan ini, terutama yang pertama.

3. Dasar Tekstual

Para penerjemah tidak melihat pada manuscripts Yunani atau Ibrani manapun saat mengerjakan revisi mereka. Sebaliknya, mereka mendasarkan karyanya pada teks yang sudah diterbitkan. Dasar tekstual PL tidak terlalu berubah sejak abad keenambelas, tapi teks PB telah melalui begitu banyak perubahan. Teks yang digunakan para penerjemah King James pada prinsipnya teks Stephanus dari tahun 1550 (edisi ketiga), yang sangat bergantung pada edisi ketiga Erasmus dari tahun 1522—teks Yunani yang sama yang digunakan Tyndale. Kita sebentar lagi akan berbicara lebih banyak tentang teks Yunani dibelakang Authorized Version saat kita berbicara tentang masalah yang dihadapi KJV.

4. Pengaruh

KJV bukanlah terjemahan yang benar-benar baru, tapi revisi dari karya sebelumnya. Walau Alkitab ini dimaksudkan untuk didasarkan pada Bishops’ Bible—hanya beda jika diperlukan—sebenarnya sangat dipengaruhi oleh banyak terjemahan. Di Oxford University ada suatu manuscript yang memberi kita gambaran singkat kedalam pekerjaan penerjemahan—hampir ‘behind the scenes/dibelakang layar,’ sebagaimana aslinya. Manuscriptnya adalah salinan dari kitab-kitab Injil dari Bishops’ Bible yang digunakan oleh para penerjemah melalui berbagai tingkatan revisi. Anda bisa mendeteksi berbagai kelompok yang mengerjakan dokumen itu. Catatan tulisan tangan meningkatkan hampir seluruh ayat dari teksnya. Tim pertama membuat revisi dengan tangan, menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang relatif singkat. (Jika KJV muncul ditahun 1608, saat revisi pertama keseluruhan Alkitab selesai, maka akan terlihat seperti sebuah Alkitab revisi dari Bishops’ Bible. Tapi ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan kemudian.) Kemudian, manuscriptnya dikirim untuk revisi akhir oleh komite. Mereka akan meningkatkan teksnya lebih jauh. Salah satu aspek yang paling menarik dari pekerjaan ini adalah saat manuscript melewati tahapan revisi, versi barunya semakin terlihat tidak seperti Bishops’ Bible tapi semakin seperti Tyndale!4

Selain terjemahan Tyndale, Geneva Bible juga memiliki pengaruh besar pada KJV—terutama dalam kitab-kitab PL yang tidak diterjemahkan Tyndale. Lebih jauh, didalam kata pengantar aslinya KJV kutipan Alkitab banyak dilakukan—dan setiap kali pengutipan dilakukan versi Geneva yang dikutip, bukan King James!

Dan yang mungkin paling mengejutkan, Rheims-Douai version juga memiliki pengaruh. Perjanjian Lama diselesaikan hanya setahun atau dua tahun sebelum KJV dipublikasikan—terlalu terlambat untuk memiliki pengaruh. Tapi PBnya Katolik telah ada ditahun 1582, dan memiliki pengaruh atas Authorized Version dibeberapa bagian. Selain menggunakan beberapa bahasa dari PBnya Katolik—terutama Latinisms, atau istilah tradisi gereja—KJV juga mengikuti dasar tekstual dari Rheims-Douai—yaitu Latin Vulgate—dihampir 100 bagian. Disepuluh bagiannya, Authorized Version “meninggalkan seluruh manuscripts Yunani yang dikenal bagi Latin Vulgate.”5

Tapi KJV masih lebih dekat ke Geneva dan Tyndale daripada terjemahan lainnya. Alkitab ini bisa dibilang sebagai revisi kelima dari Tyndale. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, 90% terjemahan PBnya King James sebenarnya merupakan terjemahan Tyndale. Dua pernyataan yang pernah dibuat tentang pengaruh Tyndale layak diulangi. Pertama, Prof. Isaacs berkata:

“[Tyndale] Ketepatannya, kesederhanaan frasenya, rhytmnya yang baik, memberikan otoritas pada kata-kata terjemahannya yang berdampak pada versi berikut.… sebagian besar Authorized New Testament tetap dari Tindale, dan tetap yang terbaik.”6

Kedua, pendahuluan dari cetak ulang PBnya Tyndale menyatakan: “Kekaguman tetap disuarakan mereka yang menyiapkan 1611 Authorized Version bagi Raja James dengan satu suara—seperti suatu keajaiban. Tentu saja mereka melakukannya: maksudnya adalah (walau tidak pernah diakui oleh mereka) Tyndale.”7

Disaat yang sama, para penerjemah King James dengan susah payah mengerjakan terjemahan dan menghasilkan suatu karya yang benar-benar baru. Dibanyak kejadian, usaha ini mengorbankan akurasi terjemahan Tyndale untuk bisa mendapat pengkalimatan yang lebih elegan. Terlihat jelas dari perbandingan PBnya King James dengan Tyndale dimana prinsip utama dari para penerjemah King James bukan kesetiaan pada bahasa asli Yunaninya, tapi keindahannya dalam bahasa Inggris.

Saat tiba di Apocrypha, King James mengikuti leluhur Protestan bukannya tradisi Katolik dalam meletakan Apocrypha yaitu diakhir PL.

B. Publikasi dan Penerimaan

Saat Authorized Version pertama kali muncul, diterbitkan dengan beberapa catatan pinggir. Catatan-catatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk menjelaskan kata Ibrani atau Yunani, tapi memiliki tujuan yang berbeda. Lebih dari 6500 catatan muncul dalam PL, sebagian besar untuk memberi suatu “arti yang lebih literal dari bahasa aslinya, Ibrani.”8 Apocrypha menambah lebih dari 1000 catatan, dan PB hampir 800. Semuanya, hampir 8500 catatan pinggir dalam 1611 KJV. Dibeberapa kejadian, catatan menunjukan variasi tekstual. Sebagian besar catatan menjelaskan pada pembaca kalau para penerjemah tidak menentukan arti aslinya. Arti pentingnya disini adalah kepekaan para penerjemah terhadap para pembacanya.

Didalam kata pembukaan diberi judul, “Penerjemah kepada Pembaca,” “Mereka mengatakan bahwa sebagian pembaca [mungkin] salah kira tentang arti alternatif yang diberikan oleh catatan itu, atas dasar hal ini bisa mengguncang otoritas Alkitab dalam menentukan hal kontroversial.”9

Tapi para penerjemah ini tidak berilusi kalau tafsiran mereka merupakan kata akhir dari Firman Tuhan. Mereka tahu kalau penemuan dan penyelidikan selanjutnya bisa menjelaskan arti aslinya. Sayangnya, kata pengantar ini tidak lagi dicetak dalam KJV. Dikeluarkannya hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa beberapa kelompok agama percaya KJV adalah satu-satunya Alkitab yang diinspirasi, bahwa KJV sempurna secara keseluruhan. Seperti kata seorang sarjana, “Sebagian orang lebih memilih penampakan yang salah daripada keraguan yang jujur.”10

Diabad berikutnya, berbagai penelitian dan penemuan besar sangat menolong kita mengerti lebih baik teks aslinya. Penerjemahan selalu membutuhkan pembaharuan saat penemuan arkeologi dan manuscript baru terjadi.

Kata pengantarnya secara eksplisit menolak anggapan kalau Authorized Version sudah sempurna. Pernyataan aslinya penting untuk dimengerti; dengarkan apa yang dikatakan:

Bagi mereka yang menemukan kekurangan didalamnya [karya para penerjemah], jawabannya adalah kesempurnaan tidak pernah bisa dicapai oleh manusia, tapi Firman Tuhan bisa dikenali dalam terjemahan yang sungguh-sungguh dari Alkitab, seperti perkataan raja kepada Parlemen tetap merupakan perkataan raja walau sudah diterjemahkan kedalam bahasa lain, walau diterjemahkan kata per kata, dan walaupun pengkalimatannya bisa ditingkatkan. Bagi mereka yang mengeluh kalau [para penerjemah] membuat banyak perubahan berkaitan dengan versi Inggris yang lama, jawabannya adalah revisi dan koreksi memang seharusnya begitu. Seluruh sejarah penerjemahan Alkitab kedalam berbagai bahasa adalah suatu sejarah pengulangan revisi dan koreksi. 11

Beberapa pengamatan atas pernyataan ini. (1) Para penerjemah tidak menyamakan karya mereka dengan Firman Tuhan yang diinspirasi; mereka secara eksplisit menolak kesempurnaan KJV. (2) Mereka dengan terbuka mengakui didalam terjemahan Alkitab yang terburuk sekalipun hal ini tetap dianggap Firman Tuhan. (3) Mereka membuat perbedaan kualitas antara teks yang ditulis dalam satu bahasa dan terjemahannya. Mengenai Alkitab, mereka mengakui hanya teks aslinya, Yunani dan Ibrani yang diinspirasi (4) Mereka secara implicit mengakui revisi selanjutnya dari karya mereka sendiri, karena sifat penerjemahan Alkitab melibatkan “suatu sejarah revisi dan koreksi yang terus berulang.”

Sayangnya, banyak orang dimasa kita yang membela pemakaian “King James Saja” menolak keempat hal diatas. Alasan tindakan mereka adalah mereka tidak pernah membaca tulisan “Penerjemah kepada Pembaca.” Tapi beberapa tahun lalu, kata pengantar itu tersedia terpisah, diterbitkan oleh American Bible Society. Didalamnya ada pengkalimatan lama dan juga versi updated-nya, bersama dengan komentar lengkap.

Terakhir, ditahun 1611, Authorized Version diterbitkan.

Bagaimana penerimaannya? Mungkin mengejutkan bagi kita dimasa kini bahwa tidak ada sambutan bagi terjemahan ini saat diterbitkan. Sebagian orang, pada awalnya, mengkritiknya terlalu sederhana, terlalu mudah dimengerti! Ini terutama dikatakan oleh Roma Katolik. Mengantisipasi kritik ini, kata pengantara awal berpendapat bahwa terjemahan ini bermaksud “menunjukan obsurdsitas paus …” Kata pengantar berlanjut dengan mengkritik Rheims-Douai version:

[Katolik memiliki] tujuan untuk menggelapkan arti, [walaupun] mereka harus menerjemahkan Alkitab, tapi bahasanya menghalangi pengertian. Tapi kita ingin agar Alkitab berbicara sendiri, … agar bisa dimengerti bahkan yang paling vulgar sekalipun.”

Kita akan melihat lagi masalah ini saat membahas masalah yang dihadapi KJV.

Versi baru ini juga dikritik karena ketidak-akuratannya. Pengkritik yang paling keras adalah Dr. Hugh Broughton, seorang sarjana Ibrani tingkat tinggi. Broughton, sebenarnya sangat masuk syarat dalam tim penerjemah, kecuali satu hal: dia terlalu cantankerous! Seperti kata F. F. Bruce, “dia tidak dihalangi berkolaborasi dengan yang lainnya, dan pasti akan terbukti sebagai rekan yang tidak mungkin. Mungkin dia kecewa tidak diundang untuk ikut serta, dan saat versi baru muncul, dia mengirim kritik kesalahsatu pengawal raja:

Alkitab ini … dikirim kepada saya untuk diperiksa: yang menghasilkan kesedihan didalam saya yang mendukakan saya saat bernafas, terjemahannya sangat buruk. Katakan pada Yang Mulia kalau saya lebih baik menyewa tempat buruk dengan kuda liar, daripada mendapat terjemahan seperti ini kepada gereja. … edisi baru terpikir oleh saya. Saya menyarankan untuk membakarnya.12

Tidakkah anda menyukainya? “Ayolah! Jangan memukul—Katakan apa yang sebenarnya anda pikirkan!” Alasan mendasar mengapa Broughton tidak menyukai KJV adalah karena lebih terlihat seperti Bishops’ Bible bukannya Geneva.

Tapi, tidak semua orang bersikap seperti dia. Walau memerlukan limapuluh tahun bagi KJV untuk menggantikan Geneva dalam hal popularitas, nilainya—rhythm, elegance, frasa yang berdiam dalam pikiran seseorang—pada waktunya “menjadikan [the King James] sebagai versi bagi gereja dan rumah, penggunaan umum dan pribadi, melebihi Bishops’ Bible dan Geneva Bible.”13

C. Edisi

Salah satu fakta ironis tentang KJV adalah tidak mungkin secara jujur bicara tentang cetakan pertama, karena tidak ada yang namanya cetakan pertama! “Proses revisi dan koreksi dimulai sejak tahun 1611, … bahkan sebelum edisi pertama selesai dicetak dan disatukan. Halaman-halaman kedua edisi [edisi pertama dan edisi koreksi kedua]… kelihatannya secara tidak sengaja tercampur sebelum disatukan.”14

Maka dari itu, edisi pertama KJV lebih merupakan suatu gabungan edisi pertama dan kedua. Tapi ada cara untuk mengatakan apakah seseorang memiliki edisi “pertama-kedua” atau edisi keduanya. Saya tidak ingin mengatakannya secara detil disini. Saya pernah melihat contoh terbaik apa yang bisa disebut edisi “pertama” KJV yang masih ada sampai sekarang. Edisi itu menjadi bagian dari koleksi pribadi di Texas.

Selain dua edisi ini, Authorized Version melalui setidaknya dua tahun lagi. Didalam tiga tahun pertama, terjemahan ini melewati empatbelas edisi kecil karena kesalahan yang sering terjadi dalam proses penerjemahan, revisi, dan pencetakan. Tapi ini bukan revisi seperti standar masa kini. Dua usaha besar diselesaikan ditahun 1629 dan 1638. Selama limapuluh (50) tahun “kebutuhan dikemukakan dan usaha dibuat untuk merevisinya secara resmi sekali lagi”—kali ini lebih menyeluruh daripada dua revisi sebelumnya. Tapi Parlemen memutuskan untuk tidak menjawab dorongan ini saat Charles II naik tahta tahun 1660. Perpindahan angin politik menandai revisi ketiga KJV. Setelah itu terjemahan ini tidak melalui revisi besar selama 100 tahun. Ditahun 1762 dan 1769, KJV direvisi untuk ketiga dan keempat kalinya.

Secara keseluruhan, hampir 100,000 perubahan dibuat terhadap 1611 KJV. Sebagian besar merupakan koreksi kecil (sebagian besar pada pengkalimatan dan tanda baca), tapi setidaknya fakta ini menunjukan ketidakmungkinan adanya gereja atau orang Kristen yang mengklaim, “Kita hanya membaca 1611 King James Version yang asli sebagai Kitab Suci”!

Dengan seluruh revisi yang dibuat terhadap terjemahan ini sepanjang abad, kesalahan mesin cetak masuk dalam daftar. Walaupun tujuan mesin ini untuk menghilangkan kesalahan, setiap mesin cetak KJV malah menambah lebih banyak kesalahan!

Sebagai contoh, didalam edisi 1611 yang disebut ‘Judas Bible’ dicetak: didalam Matt 26.36, KJV mencetak kalau Yudas dan para muridnya pergi kesuatu tempat yang disebut Getsemani—walaupun Yudas telah menggantung dirinya dipasal sebelumnya!

Edisi pertama Authorized Version disebut ‘Basketball Bible’ karena menulis ‘hoopes’ bukannya ‘hookes’ dalam membangun Tabernacle.

Edisi tahun 1716 menulis perkataan Yesus dalam John 5.14 “sin on more” bukannya “sin no more”!

Tahun berikutnya, sebutan ‘Vinegar Bible’ yang terkenal muncul; nama ini melekat pada percetakannya karena judul pasal Luke 20 “The Parable of the Vinegar” bukannya “Parable of the Vineyard.”

Ditahun 1792, Philip, bukannya Petrus, yang menyangkal Tuhan tiga kali dalam Lukas 22.34.

Tiga tahun kemudian ‘Murderer’s Bible’ dicetak: Alkitab ini disebut seperti ini karena didalam Mark 7.27 Jesus dilaporkan berkata kepada wanita Syro-Phoenician, “Let the children first be killed” bukannya “Let the children first be filled”!

Ditahun 1807 edisi Oxford mencetak perkataan dalam Heb 9.14, “Purge your conscience from good works” bukannya “Purge your conscience from dead works.”

Pencetakan KJV ditahun 1964 mengatakan kalau wanita harus “adorn themselves in modern apparel” bukannya “modest apparel” dalam 1 Tim 2.9.

Tapi tidak satupun kesalahan cetak diatas yang bisa menyamai cetakan Alkitab ini ditahun 1653 atau 1631. Mereka merupakan dua ‘Evil Bible /Alkitab Jahat’ dalam sejarah King James, karena keduanya mengeluarkan kata “tidak / not” dari kata kunci. Edisi tahun 1653—dikenal sebagai ‘Unrighteous Bible’—mencetak “the unrighteous shall inherit the kingdom of God” dalam 1 Cor 6.9. Dan edisi tahun 1631, ‘Wicked Bible,’ menuliskan perintah ketujuh dari sepuluh perintah sebagai “Thou shalt commit adultery”!

Wicked Bible menjadi suatu hal yang begitu memalukan bagi Gereja Anglikan sehingga archbishopnya memerintahkan untuk dibakar, dan dia mendenda pencetaknya, Robert Barker, sebesar 300 pounds—bukan jumlah kecil dimasa itu. Barker, yang menjadi pencetak raja sejak Authorized Version muncul, meninggal empat belas tahun kemudian dalam penjara penagih hutang.

Tidak hanya kesalahan pencetakan yang aneh, tapi beberapa kesalahan dalam edisi 1611 tidak pernah dirubah. Sebagai contoh, didalam Acts 7.45 dan Heb 4.8 nama “Jesus” muncul saat yang dimaksud adalah Joshua! Hebrews 4.8 dalam Authorized Version dicetak, “For if Jesus had given them rest, then would he not afterward have spoken of another day.” Bagian ini sebenarnya mengatakan walau Yosua membawa umatnya ketahan perjanjian, tapi dia tidak bisa memberi mereka tempat kekal yang mereka butuhkan. Tapi dengan “Jesus” yang dicetak, KJV mengatakan bahwa Jesus tidak cukup, dia tidak bisa menyelamatkan orang dari dosa mereka. Didalam bahasa Yunaninya, baik ‘Joshua’ dan ‘Jesus’ ditulis dalam cara yang sama— jIhsou'. Masalahnya bukan variasi tekstual, tapi tidak memperhatikan detil penafsiran teks.

Atau perhatikan Matt 23.24 dari Authorized Version dicetak, “Ye blind guides, which strain at a gnat, and swallow a camel.” Teks Yunaninya memiliki arti “strain out a gnat”—bukannya “at a gnat.” Maksud Yesus sama seperti yang dikatakannya dalam Luke 6.41— “Why do you see the speck in your neighbor’s eye, but do not notice the log in your own eye?” Para pemimpin agama berfokus pada masalah kecil orang lain tanpa peduli pada masalah besar dalam hidup mereka.15

Sekarang, tolong mengerti: Saya tidak menunjukan kesalahan-kesalahan ini untuk mengejek KJB! Tapi saya juga tidak ingin setiap orang berilusi kalau terjemahan ini sudah sempurna. Tidak ada terjemahan yang sempurna—apakah KJV, RSV, NIV, ataupun NET Bible.

Faktanya, untuk adil, ijinkan saya menyebut beberapa kesalahan dalam pencetakan kedua PBnya NET Bible, tahun 1998. Terjemahan ini memiliki lebih banyak catatan daripada Alkitab lain dalam sejarah. Ada sekitar setengah juta catatan untuk PBnya saja! Dan salah satunya, pengetiknya secara tidak sengaja mengetikkan ‘s’ kedua saat menulis kata sambung ‘as.’ Saya tidak ingin mengejanya bagi anda, tapi anda bisa membayangkan nama edisi NET Bible jadinya! Tidak hanya itu, tapi sebagai editor senior PB NET Bible, saya bertanggung jawab penuh atas catatan-catatan ini. Selain itu, saya yang mengetik kata ini!

D. KJV sebagai Literature16

Selain masalah percetakan KJV, terjemahan ini bertahan dalam ujian waktu. Terjemahan ini disebut “the single greatest monument to the English language / suatu monumen bahasa Inggris terbesar.” Seorang sarjana menulis, “Supremasi King James salah satunya adalah gaya bahasa, bukan keilmiahannya. Orang yang membuatnya tidak berencana menghasilkan suatu karya tulis klasik—klasik kadang dipesan. Tapi mereka menghasilkannya: mungkin satu-satunya karya klasik yang dihasilkan oleh suatu komite …”

Leland Ryken, professor of English literature di Wheaton College, berbicara mengenai “pilihan orang diabad kita akan tulisan King James Bible dibanding terjemahan modern.”17

Ahli bahasa Mario Pei mengamati, “The King James Bible dan Shakespeare bertanggung jawab atas lebih dari setengah klise bahasa kita dan juga stok frase.”

H. L. Mencken, bukan teman kekristenan, menyatakan kalau KJV “tidak terbantahkan merupakan buku yang paling indah didunia.”

Saya bisa mengutip berbagai penulis yang memandang tinggi Authorized Version dibanding buku lainnya. Apa yang membuat King James bagitu baik? Dengan satu kata elegance.

KJB memiliki rhythm, keseimbangan, dignity, dan kekuatan gaya bahasa yang tidak terbandingkan dalam terjemahan lainnya. Atau, seperti kata Leland Ryken, puncaknya adalah memorability-nya (diingat). Tidak ada terjemahan manapun dimasa kini yang mendominasi pikiran orang seperti yang pernah dilakukan King James dimasa lalu.

Sejujurnya, keyakinan saya adalah setiap orang Kristen seharusnya memiliki satu Alkitab King James. Mungkin bukan yang paling akurat, tapi paling elegant. Anda hanya menolak kekayaan literature dan warisan agama anda jika tidak memiliki dan membaca sebuah Alkitab King James.

Saya ingin menutup pembahasan ini dengan pembacaan 1 Cor 13 dari King James Bible.

1Cor. 13:1 Though I speak with the tongues of men and of angels, and have not charity, I am become as sounding brass, or a tinkling cymbal.

1Cor. 13:2 And though I have the gift of prophecy, and understand all mysteries, and all knowledge; and though I have all faith, so that I could remove mountains, and have not charity, I am nothing.

1Cor. 13:3 And though I bestow all my goods to feed the poor, and though I give my body to be burned, and have not charity, it profiteth me nothing.

1Cor. 13:4 Charity suffereth long, and is kind; charity envieth not; charity vaunteth not itself, is not puffed up,

1Cor. 13:5 Doth not behave itself unseemly, seeketh not her own, is not easily provoked, thinketh no evil;

1Cor. 13:6 Rejoiceth not in iniquity, but rejoiceth in the truth;

1Cor. 13:7 Beareth all things, believeth all things, hopeth all things, endureth all things.

1Cor. 13:8 Charity never faileth: but whether there be prophecies, they shall fail; whether there be tongues, they shall cease; whether there be knowledge, it shall vanish away.

1Cor. 13:9 For we know in part, and we prophesy in part.

1Cor. 13:10 But when that which is perfect is come, then that which is in part shall be done away.

1Cor. 13:11 When I was a child, I spake as a child, I understood as a child, I thought as a child: but when I became a man, I put away childish things.

1Cor. 13:12 For now we see through a glass, darkly; but then face to face: now I know in part; but then shall I know even as also I am known.

1Cor. 13:13 And now abideth faith, hope, charity, these three; but the greatest of these is charity.


1 Seperti yang dikutip oleh Bruce, History, 96.

2 Yang paling utama adalah Codex Cantabrigiensis (a.k.a. Codex Bezae), yang bisa saya lihat—walaupun prosedurnya perlu tiga minggu untuk mendapat ijin! Peter Head dan saya menghabiskan setengah hari melihat dokumen-dokumen luar biasa ini, dan menjadi orang pertama yang mendapat ijin melihatnya dalam empat tahun terakhir karena kondisinya yang rapuh.

3 Ibid. (italics added).

4 Untuk dokumentasi tentang hal ini, lihat Allen and Jacobs, The Coming of the King James Gospels. Mengenai surat-surat dan Wahyu, lihat David Norton, “John Bois’ Notes on the Revision of the King James Bible New Testament: A New Manuscript,” The Library 18.4 (1996) 328-46. Lihat diskusi singkat dari artikel ini dalam Minton, Making, 309.

5 Minton, Making, 315. Tentu saja, beberapa pengkalimatannya juga ditemukan dalam teks Yunani Erasmus, terutama dalam enam ayat terakhir Wahyu.

6 Dikutip dalam Bruce, 44.

7 Tyndale’s New Testament: Translated from the Greek by William Tyndale in 1534. In a modern-spelling edition and with an introduction by David Daniell. New Haven: Yale University Press, 1989.

8 Seperti yang dikutip dalam Minton, Making, 351.

9 Bruce, History, 102-3.

10 Ibid., 103.

11 Ini dikutip dari Bruce, History, 101, tapi juga tersedia dari ABS.

12 Bruce, History, 107.

13 Ibid., 106.

14 Minton, Making, 330. Dia juga menambahkan beberapa informasi menarik lainnya!

15 Kemungkinan kalau ‘strain at’ dalam edisi 1611 Inggrisnya berarti ‘strain out’ (demikian dalam OED). Tapi, itu arti yang jarang dan seharusnya sudah dirubah dalam revisi berikutnya. Tapi, kesalahan ini tetap ada dalam teks dihampir setiap cetakan KJV. (Lihat Minton, Making, 350, untuk pengecualian.)

16 Kutipan berikut diambil dari catatan kuliah Leland Ryken atas KJV yang diberikan kepada saya dibulan February 2001.

17 p. 12.

Related Topics: Text & Translation