MENU

Where the world comes to study the Bible

Petunjuk, Petunjuk dan lebih banyak Petunjuk

Pernahkan Anda bermaksud pergi ke pertemuan namun ternyata Anda salah alamat? Maksudku, pernahkah Anda berdiri di depan pintu rumah seseorang, membukanya, tanpa rasa bersalah masuk ke dalam hanya untuk mengetahui – bercampur rasa takut- tanpa sadar salah masuk rumah? Bisakah Anda bayangkan bagaimana perasaan tuan rumah saat mereka pasrah melihat orang asing dengan santai dan tenang, tanpa rasa bersalah terganggu masuk ke rumahnya? Bisakah Anda bayangkan betapa merahnya pipimu saat menyadari keadaan yang sesungguhnya?

Baiklah...gereja kami mengadakan jam doa setiap minggu. Jam doa dimulai pada pukul 6 pagi setiap hari Senin di salah satu rumah pengurus gereja. Saat itu pukul 6 pagi di Kanada hari masih gelap (setidaknya sampai bulan Maret). Walaupun begitu, salah seorang teman pergi ke jam doa tersebut, dia sudah pernah ke rumah itu walaupun bisa dihitung dengan jari. Rumah itu terletak di sebuah tempat dimana ada beberapa rumah mempunyai model yang sama. Saat dia tiba pada pukul 5.50 pagi dia memarkirkan mobilnya, keluar, menggosok-gosok matanya yang lelah dan mengantuk, tersandung gundukan salju dan terus melangkah di jalan setapak halaman.

Kemungkinan ada beberapa detail ceritaku ini yang tidak sama persis, tetapi pada dasarnya kejadian itu seperti berikut ini: Temanku menegaskan dia ingat ada mobil yang terlihat berbeda di halaman. Petunjuk #1. “Wow,”katanya pada diri sendiri, “Jordy pastilah membeli mobil baru.” Kemudian dia memperhatikan pintu garasi. Di bawah sinar pagi dia menyadari bahwa warna pintu garasi juga beda! Petunjuk #2, “ya ampun,” omelnya lagi, “Jordy pastilah mengecat pintu garasinya minggu ini! Dia sangat sibuk!” Saat dia melewati garasi dia melihat-lihat sekitar pintu depan dan mencatat bahwa terlihat beda juga. Petunjuk #3. Membuka pintu (tentunya tanpa mengetuk dulu) dan masuk ke teras, dia mencatat dengan agak cerdik bahwa teras juga beda. Petunjuk #4. Setelah melewatkan semua petunjuk ini, termasuk cat yang berbeda dan pajangan gambar di dinding, dia melanjutkan ke petunjuk #bagaimana dengan dapur .. seseorang yang sedang memakai mantel mandi, melotot padanya! Saat itulah mimpinya buyar dan mimpi buruk dimulai. Saya harus mengakui ... ketika mendengar cerita ini saya tidak pernah tertawa sekeras itu sepanjang hidupku!

Kadang-kadang, tidak masalah betapa banyaknya petunjuk berlawanan yang telah diberikan kepada kita, kita masih saja bertahan untuk mempercayai hal yang salah. Dalam budaya saat ini, walaupun Tuhan sudah memberikan banyak petunjuk, kita tetap bertahan dalam keyakinan bahwa Dia tidak ada. Dengan keyakinan absolut bahwa kita membaca “fakta” dengan benar. Padahal kita salah. Masalahnya bukan karena kurangnya petunjuk; persediaan petunjuk selalu banyak sesuai permintaan dunia ini.

Faktanya, kita hidup di jaman dimana informasi sangat banyak, dua kali lipat, bahkan tiga kali lipat petunjuk dalam satu kedipan mata. Setengah waktu yang dihabiskan setiap gelar sarjana sekarang untuk menulis paper hampir sia-sia. Tetapi, orang-orang sekarang kelihatannya lebih bingung dibanding jaman sebelumnya tentang pertanyaan-pertanyaan penting. “Apakah kebahagiaan?” “Apa artinya?” “Mengapakah saya mengandalkan materi?” dan, yang paling penting dari semuanya, “Apakah Tuhan ada?” sepertinya kita membangun sebuah dunia otomatis dimana kita tidak berperan karena kita, dengan sifat alamiah, bukanlah mesin! Dan sepertinya Tuhan juga tidak berperan di dunia ini.

Contohnya ilmu pengetahuan. Beberapa ilmuwan memperdebatkan kalau saat ini hanyalah awal dari ledakan ilmu pengetahuan, dengan kata lain, kita berada pada masa-masa awal kebanjiran petunjuk dari Tuhan, yang akan menunjukkan jalan kita. Tentu saja, banyak ilmuwan itu tidak percaya Tuhan melakukan segalanya dengan petunjuk, tetapi itulah poin dari ceritaku di atas.

Meskipun demikian, dalam banyak hal dan dibandingkan dengan tahun terakhir, bidang astrofisika dan matematika-dua bidang yang terhubung dengan erat, satu dengan yang lainnya-menunjukkan kemajuan yang pesat dalam petunjuk ilmiah yang berubah dari model evolusioner menuju desainer.

Pada umumnya astrofisikawan sekarang sepakat bahwa pusat alam semesta yang sebenarnya tidak dapat diketahui, namun dunia memiliki awal yang nyata dan terbatas. Hal ini disebabkan sejumlah besar penelitian inovatif Albert Einstein, fisikawan Jerman terkenal dan teori relativitas umum dan khusus. Kemudian fisikawan seperti Stephen Hawking mengembangkan persamaan Einstein tidak hanya memasukkan materi dan energi, tetapi juga ruang dan waktu. Jadi Einstein membuka pintu dan membuka jalan bagi studi teori medan terpadu.

Studi baru-baru ini yang dilakukan pada akhir tahun 1990 menunjukkan bahwa empat kekuatan fisika (yaitu electromagnetik, kekuatan nuklir kuat dan lemah, dan gravitasi) dapat disatukan. Pada awalnya, teori supersymmetry menunjukkan elektromagnetik dan kekuatan nuklir kuat dan lemah dapat disatukan. Studi tersebut tidak memasukkan gravitasi untuk diintegrasikan ke dalam model. Hal ini terjadi pada tahun 1994, ketika terobosan dalam matematika dan ilmu pengetahuan, gravitasi ditambahkan ke teori medan terpadu dengan cara yang konsisten. Salah satu kemajuan yang paling signifikan dalam pemikiran yang membuat penemuan ini mungkin adalah ide tentang kemungkinan adanya dimensi yang lebih banyak daripada empat dimensi yang telah ada. Teori terpadu dengan pemahamannya dari “rangkaian” dan “lubang hitam bermassa” masuk akal dalam alam sepuluh dimensi.1

Teologis terkenal/dokter albert Schweitzer membuat kesimpulan mengenai situasi kita dengan sangat baik: “saat kita memperoleh pengetahuan, semua hal tidak menjadi lebih mudah dipahami, tetapi lebih misterius.” Lebih sedikit pernyataan membuktikan lebih sedikit ramalan.

Jadi masalahnya bukanlah kekurangan petunjuk tentang keberadaan Tuhan. Tetapi, semua hal, tidak diragukan lagi akan menyebabkan kebingungan sampai kita menyadari telah membaca petunjuk yang salah sehingga kita berada di jalan yang salah ke rumah yang salah. Berbagai aliran ateisme didukung karena mereka oleh beberapa versi evolusi (dan alasan lainnya) akan selalu membawa kita ke alamat yang salah. Saatnya bangun dari mimpi, jangan sampai berubah menjadi mimpi buruk!

Menurutku kita meletakkan Tuhan di antara sebuah batu dan tempat yang sulit. Jika Dia muncul dengan penampilan yang mempesona (dan itu pasti akan terjadi suatu hari nanti ), kita akan berteriak: “tidak adil!” “tidak adil!” “Dia memaksa kita!” tetapi saat Dia memberikan petunjuk di sini, di sana, dan di mana saja, kita menjerit: “informasinya terlalu sedikit Tuhan!” “informasinya kurang!” Saya mulai bertanya-tanya, dalam kasus temanku yang pergi ke jam doa, masalahnya bukanlah kualitas dan banyaknya pertanda, tetapi masalahnya adalah kita!

Sekarang saya menyadari bahwa ada perbedaan di antara aliran ketuhanan dasar, aliran kekristenan, dan keyakinan bahwa Allah dengan jelas telah menyatakan diriNya di dalam dan melalui Yesus Kristus. Tetapi jika Anda adalah salah satu dari orang-orang yang percaya bahwa ada banyak petunjuk, karena itu, jangan biarkan orang-orang yang tidak percaya mencabut imanmu kepada Tuhan.

Selanjutnya, jika Anda percaya pada Tuhan, Satu-satunya dan hanya Dia Yang Mahatinggi yang menciptakan seluruh alam semesta, maka saya mendorong Anda untuk mempertimbangkan pengenalan akan Yesus Kristus. Untuk sementara “mengenal Allah melalui ciptaannya” adalah langkah awal dari perjalanan yang menakjubkan, Anda hanya setengah perjalanan di sana. Anda membutuhkan penerbangan yang membawa Anda semua menuju ke kota suci.

Sekali lagi, kita belajar tentang kuasa Allah, hikmat, dan kecukupan diri dalam ciptaan, meskipun begitu kita juga belajar tentang kasihNya, belas kasih, dan kasih karunia melalui Yesus Kristus (kebaikanNya, salib dan kebangkitanNya) – dua hal, sebagaimana, menurut cerita Allah yang mengagumkan tentang diri-Nya dan ciptaan-Nya. Ketika Allah memberikan kedua hal itu bagi kita, selaput di mata kita terbuka dan visi 3-Dimensi dipulihkan. Allah yang saya lihat melalui ciptaanNya adalah juga Allah yang mati dan bangkit kembali ... dan sekarang wajahnya saya lihat di dalam Yesus.

Yesus memperkenalkan dirinya sebagai Allah, menerima pujian sebagai Allah, dan juga melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Dari ciptaanNya kita belajar kuasa Allah, tetapi dalam Yesus kita belajar bahwa Tuhan memiliki wajah dan sebuah nama. Singkatnya, kita belajar bahwa Dia selalu memikirkan kita dan karenanya Dia ingin kita mengenalNya, bahkan sampai ke titik dimana Dia memberikan hidupNya untuk menyelamatkan orang-orang yang kita kasihi.

Apakah Anda mau mengambil resiko dan mengejar sebuah hubungan dengan sang Pencipta melalui Yesus Kristus? Yesus berkata. “Datanglah kepadaKu semua yang lelah dan berbeban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadaMu” (Matius 11:28). Dia juga mengatakan, “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”(Yoh 14:6). Sekarang saatnya untuk memutuskan membaca petunjuk dengan benar dan menemukan rumah yang tepat. Dia menunggu disana...


1 See Hugh Ross, Beyond the Cosmos, rev. ed. (Colorado Springs: NavPress, 1999), 27-46.

Related Topics: Christology, Devotionals, Apologetics