Where the world comes to study the Bible

Berjalan dengan Roh

Saya yakin bahwa kebanyakan perselisihan dalam pernikahan Kristen berakar dari masalah rohani. Dengan kata lain, alasan mendasar dari ketidakharmonisan yang kita lihat dalam pernikahan Kristen sekarang ini adalah kerusakan rohani dalam salah satu atau kedua pribadi yang ada.

Kita sudah belajar bahwa pernikahan merupakan institusi ilahi—bahwa Tuhan membuat pria dan wanita untuk saling melengkapi. Saat pria dan wanita yang telah ditebus bersatu dalam kasih dan kepercayaan, Tuhan menyatukan mereka dalam satu kesatuan. Dia berharap mereka satu tujuan, motivasi, interes, pengertian, dan simpati. Apa yang sering kita lihat dalam praktek, adalah semua hal diatas kecuali kesatuan itu sendiri. Banyak keluarga Kristen menunjukan perpecahan, perselisihan, berteriak, dan mencibir. Setiap orang dalam keluarga sepertinya berjalan diarah yang berbeda, dan hasilnya adalah kekacauan. Harmoni tidak bisa dicapai sampai setiap orang belajar untuk berjalan diarah yang sama! Inilah penyesuaian rohani sejati.

Selalu hal yang paling mudah dipelajari hal itu disisi pasangan kita. Wanita suka membicarakan tanggung jawab suami dalam mengasihi istri. Suami sering menekankan peran wanita untuk tunduk. Tapi baik suami atau istri tidak bisa memenuhi perannya masing-masing dalam pernikahan tanpa kuasa Roh Kudus yang tinggal didalam diri mereka. Dan kita tidak bisa memiliki Roh Kudus kecuali kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi kita!

Kebanyakan dari kita ingin suami atau istri seperti yang kita kehendaki. Tapi kita tidak bisa menjadi seperti itu dengan kekuatan kita sendiri. Paulus berkata, “Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia.”1 Kita menghadapi penyesuaian secara fisik, emosi, dan mental yang sangat besar dalam pernikahan. Hubungan dibebani dengan latar belakang, pendapat, dan salah pengertian setiap hari. Dua ego, masing-masing egois dan berdosa, mencari kepuasannya sendiri. Hal ini sepertinya tidak bisa dijalani! Bagaimanapun, hal ini bisa diatasi melalui pertolongan supernatural. Roh Kudus yang berdiam didalam diri ingin menolong kita. Mari kita cari tahu bagaimana mendapatkan kuasaNya!

Paulus membagi umat manusia kedalam 3 kategori besar. Kategori pertama disebut “natural” atau manusia alami.2 Roh manusianya tidak pernah dihidupkan terhadap Tuhan. Dia mati secara rohani;3 dia butuh diselamatkan.4 Hidupnya didominasi oleh nature kedagingannya. Natur inilah sumber kelemahannya, seperti kemarahan dan iri hati yang menghasilkan pergolakan dalam pernikahan.

Kelompok kedua disebut Paulus sebagai manusia rohani.5 Orang seperti ini telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya dan telah mengijinkan Roh Kudus berdiam dalam diri untuk memenuhi hidupnya. Dia seorang yang dewasa, stabil, dan kuat rohaninya.

Kategori ketiga adalah “manusia duniawi.”6 Orang ini seorang Kristen, tapi karena nature dosanya (kedagingan) mengontrol dia disepanjang waktu, menghasilkan kemarahan, egois, khawatir, dan permusuhan yang sama seperti sebelum dia berjumpa dengan Tuhan.

Sekarang bayang kan 2 hidup yang didominasi oleh daging mencoba bersatu secara sempurna dalam kehidupan sehari-hari! Percobaan ini sia-sial; setiap orang hanya berhasil memenuhi sebagian keinginannya yang egois. Sangat sedikit artinya apakah keduanya manusia duniwi atau salah satunya sudah Kristen atau campuran lainnya. Hasilnya akan sama disetiap kasus.

Bahkan jika keduanya sudah dikontrol oleh Roh Kudus, kesatuan yang sempurna tetap tidak mungkin dicapai. Pernikahan ini akan lebih bahagian dalam kasus yang sebelumnya, karena setidaknya satupasangan menunjukan kasih Kristus. Tapi potensi untuk harmoni yang sempurna tidak ada. Tidak ada ego yang berdosa memiliki aspirasi, motivasi, atau kuasa yang sama seperti hidup yang didominasi Roh. Kedua pasangan akan terus menyimpan dalam hati 2 tujuan dan nilai yang berlawanan.

Kesatuan yang sempurna hanya datang saat Roh Kudus sepenuhnya mengontrol hidup keduanya dan mendekatkan mereka kedalam kesatuan dan harmoni. Karena Roh Kudus merupakan pribadi yang nyata, Dia bisa mendirikan tujuan, mengarahkan motivasi, mengembangkan sifat, dan membantu tindakan. Karena Dia adalah Tuhan, Dia bisa menggunakan semua kuasa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanNya. Karena Dia adalah Roh, Dia berdiam dalam diri kedua orang bersamaan dan menyatukan mereka dalam hati. Tidak ada cara lain bagi suami dan istri untuk menikmati kesatuan sempurna diluar hidup yang dikontrol Roh.

Lihat hal ini dengan cara lain. Paulus menulis, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”7 Kata “berjalan” dalam ayat ini merupakan istilah militer dalam literature Yunani sekuler untuk menggambarkan barisan pasukan yang sedang berjalan. Jika setiap prajurit mengikuti perintah atasannya dan terus berjalan dengan dia, maka dia juga akan berjalan sesuai dengan prajurit lain. Demikian juga, jika suami dan istri tetap berjalan dengan Roh Kudus mereka juga akan berjalan bersama. Tidak bisa sebaliknya.

Mari kita lihat dari sisi lain lagi. Pernyataan geometris menyatakan bahwa semua objek yang berdekatan dengan satu objek juga berdekatan dengan yang lain. Aplikasikan axiom itu pada pernikahan, dan anda menemukan bahwa ketika 2 orang disatukan kepada Tuhan mereka juga menjadi dekat dengan pasangannya! Orang percaya terdiri dari 3 bagian yaitu roh, jiwa, dan tubuh. Roh bersekutu dengan Tuhan. Jiwa merupakan kepribadiannya—intellect, emosi, dan kehendak. Tubuh memiliki 5 indra dimana kita bisa merasakan. Kesatuan pernikahan membutuhkan kesatuan tubuh melalui seks dan kesatuan jiwa melalui interaksi pribadi, tapi tragisnya kita mengabaikan kesatuan yang paling penting dari semuanya—yaitu kesatuan roh! Mereka jarang berdoa bersama. Mereka jarang berbagi Firman bersama. Mereka jarang membahas hal rohani. Tuhan bukan bagian nyata dalam hubungan mereka. Hasilnya pasangan ini menderita keterasingan dari pasangan mereka. Ketidaksatuan roh bisa menghancurkan harmoni jiwa dan tubuh. Sudah merupakan kehendak Tuhan bahwa kita harus menyerahkan roh kita padaNya. Kemudian kita bisa mendapat harmoni tubuh dan jiwa juga.

Penting diketahui bahwa ajaran Alkitab tentang hidup yang dipenuhi Roh ditemukan dalam konteks pernikahan.8 Itu dimulai, “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Seperti seseorang yang dikuasai oleh anggur, demikian juga orang Kristen yang dipenuhi dengan Roh. Ayat seterusnya menunjukan 4 karakteristik orang Kristen yang dipenuhi roh.

1) Berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur,kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.9

2) Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.10

3) Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu.11

4) rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain.12

Karakter terakhir menggambarkan sifat kerendahatian dan saling hormat. Dengan hal ini Paulus memulai pembahasan paling panjang tentang hubungan suami istri dalam PB. Kita semua tidak bisa memenuhi tanggung jawab yang diberikan Tuhan sampai kita dikontrol dan dikuatkan oleh Roh Kudus. Tidak ada gunanya membaca dan belajar apa yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita sampai kita mau mengijinkan Dia menyediakan kuasa yang diperlukan. Saat kita mengijinkanNya menyatakan hidupNya melalui kita, kita tidak hanya menjadi rendah hati, memuji, berterima kasih, tapi 9 rasa buah Roh akan nyata dalam hidup kita: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.13 Perselisihan tidak akan muncul saat hal ini memancar dalam hidup kita!

JIka dipenuhi Roh merupakan masalah utama dalam pernikahan Kristen, kita perlu mengetahui bagaimana Roh Kudus bisa memenuhi kita. Ada beberapa cara.

(1) Periksa hidup anda dalam terang Firman Tuhan.14 Saat masalah muncul dalam pernikahan kita, hal pertama yang biasanya kita lakukan adalah mencari kesalahan pasangan kita. Seperti kata Kristus, kita mencari debu dimata mereka tapi balok dimata sendiri tidak kita lihat. Yesus berkata, “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”15 Jika kita jujur, kita akan menemukan bahwa kita bersalah. Kita menemukan dosa seperti, marah, bermusuhan, kepahitan, tidak ramah, sombong, tidak memaafkan, dingin, egois, iri hati, licik, dan nafsu. Semua hal itu bisa menghasilkan perselisihan dalam rumah! Saat kita bereaksi marah, meyatakan hal diatas pada pasangan anda, kita sendiri berdosa dan menambah masalah lebih jauh.

(2) Akui dosa anda pada Tuhan.16 Setelah menemukan dosa kita, kita harus langsung mengakuinya satu per satu kepada Tuhan dan bertanggung jawab atasnya. Kita tidak bisa beralasan dengan menyalahkan pasangan kita. Kita mahluk yang memiliki kehendak; kita bisa memilih percaya Tuhan untuk menang atas dosa jika kita mau. I Yoh 1:9 meyakinkan kita behwa Tuhan mau mengampuni kita disaat kita mengakui dosa kita dihadapanNya. Saat kita dengan jujur mengakuinya, banyak persoalan dalam pernikahan bisa diselesaikan!

(3) Serahkan seluruh hidup anda kepada Tuhan.17 Tuhan ingin diri kita sepenuhnya, memberikan diri sepenuhnya. Beberapa orang kelihatannya takut menyerahkan diri pada Tuhan; mereka takut Dia akan membuat tuntutan yang tidak masuk akal atau menyakiti mereka. Kita sering sulit percaya kalau cara Tuhan itu sempurna—bahwa Dia tidak pernah salah.18 Kita sangat membutuhkan penyerahan diri sepenuhnya pada Kristus. Hanya setelah itu kita bisa dipenuhi dan dikontrol oleh Roh Kudus. Jika kita menolak menyerahkan kehendak kita padaNya, itu akan mengecilkan pribadi kita, membuat kita sulit hidup dan menghancurkan potensi terhadi harmoni pernikahan yang sempurna. Mari kita membawa pernikahan dengan langkah yang benar; lakukan dengan cara Tuhan!

Begitu banyak orang Kristen telah menemukan bahwa mereka pernikahan mereka yang sudah putus harapan menjadi harmonis dan indah saat mereka menyerahkan hidup sepenuhnya pada Kristus. Beberapa menemukan hal ini setelah beberapa pertempuran dan sakit hati. Kenapa tidak taat pada Firman Tuhan sekarang dan terhindar dari sakit hati itu? Perkembangan pernikahan anda bisa terjadi sekarang!

(4) Orang Kristen yang dipenuhi Roh menemukan sukacita dan kepuasan pada penyerahan diri dalam hubungan dengan Roh Tuhan dan mau menjaganya. Dia melakukan itu terus menerus melalui pengakuan kuasa Roh Kudus dalam dirinya. Dia bicara dengan Tuhan secara teraturl. Dia mendengar suara Tuhan bicara dalam Alkitab. Dia membangun persekutuan dengan orang percaya lain. Dia bergantung pada kekuatan Tuhan untuk mengalahkan dosa. Hubungan seperti ini disebut “berdiam dalam Kristus.”19 Tanpa Juruselamat kita tidak bisa berbuat apa-apa—bahkan berdamai denga pasangan kita!20 Tapi melaluiNya kita bisa melakukan apapun, bahkan menanggung semua perkara dalam rumah yang dipercayakan Tuhan!21


1 Romans 7:18, TLB.

2 1 Corinthians 2:14.

3 Ephesians 2:1.

4 Acts 16:31.

5 1 Corinthians 2:15.

6 1 Corinthians 3:1.

7 Galatians 5:25, KJV.

8 Ephesians 5:18-33.

9 Ephesians 5:19a, KJV.

10 Ephesians 5:19b, KJV.

11 Ephesians 5:20, KJV.

12 Ephesians 5:21, KJV.

13 Galatians 5:22, 23, KJV.

14 1 Corinthians 11:28, 31.

15 Matthew 7:5, TLB.

16 l John 1:9.

17 Romans 12:1.

18 Psalm 18:30a.

19 John 15:4, KJV.

20 John 15:5.

21 Philippians 4:13.

Related Topics: Christian Home, Marriage