Where the world comes to study the Bible

BAGIAN KETIGA: PERSYARATAN UTAMA TUHAN

Bab 8:
Diperlengkapi Untuk Perjalanan

Pembahasan kita tentang kehendak Tuhan telah membawa kita kepada firman Tuhan, alat yang hidup dan berkuasa yang digunakan Tuhan untuk mentransformasi hidup kita dan menyiapkan kita menjalankan rencanaNya yang sempurna. Kita tidak mungkin meragukan Firman dalam pembahasan kita. Firman Tuhan merupakan syarat utama dalam mengarahkan kita kejalur yang sudah dipilihNya. Itu merupakan peralatan dasar yang kita butuhkan untuk mengikuti rencanaNya.

Penulis kitab Ibrani menyebutkan tentang perlengkapan yang berhubungan dengan kehendak Tuhan. “Maka Allah damai sejahtera….memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus….”162 Mari kita bahas mengenai peralatannya.

Kita memerlukan peralatan dihampir semua tindakan kita dalam hidup. Untuk memperbaiki mesin mobil kita membutuhkan seperangkat alat. Untuk mengganti pintu yang rusak kita membutuhkan perangkat alat yang lain. Untuk bermain tennis kita membutuhkan alat tertentu. Untuk mendaki gunung kita memerlukan alat berbeda. Dan ketika kita pergi berlibur kita membawa semua peralatan yang kita perlukan saat liburan. Demikian juga, jika kita ingin melakukan kehendak Tuhan dalam perjalanan hidup ini, kita memerlukan peralatan yang tepat. Kita perlu membawa peralatan yang tepat bersama kita.

Divine Outfitters, Inc.

Rasul Paulus menggambarkan peralatan yang kita butuhkan saat dia berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”163 “setiap pekerjaan baik tidak lain dari kehendak Tuhan dalam hidup kita (seperti dalam 2:10). Dan apa yang memperlengkapi kita untuk melakukan pekerjaan baik ini? Semuanya Alkitab!

Alkitab menyediakan semua yang dibutuhkan untuk menolong kita melakukan kehendak Tuhan dalam hidup ini. Itu mengajarkan kita apa yang benar. Itu menegur kita; yaitu, menunjukan dimana kesalahan kita. Mengkoreksi kita; yaitu, mengembalikan kita kejalur yang benar saat kita tersesat. Dan melatih kita; yaitu, mendisiplin kita untuk hidup dalam kebenaran. Alkitab itu sendiri, yang menjadi perlengkapan kita, sepenuhnya menyediakan kita, untuk melakukan kehendak Tuhan.

Pemazmur menyatakan prinsip ini. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”164 Kita telah membahas bagaimana terang lampu menerangi jalan didepan kita, selangkah demi selangkah. Lampu itu melambangkan firman Tuhan, yang sangat penting dalam mencari kehendak Tuhan. Kita tidak bisa berharap mendapatkannya diluar firman. Sangat diragukan Tuhan akan bicara secara langsung dimasa ini. Dia berbicara dalam firmannya, yang memuat semua keinginanNya agar diketahui oleh kita sekarang. Jika kita ingin mendengar suaranya dan mengetahui kehendakNya, kita perlu melihat firmannya.

Ketika ahli matematika ingin menemukan suatu kuantitas yang tidak diketahui, dia menggunakan factor untuk melakukan itu. Jika X tidak diketahui, tapi dia mengetahui 3 kali X sama dengan 6, maka dia bisa mendapatkan X sama dengan 2. Faktor yang diketahui menolong dia menemukan yang tidak diketahui. Jika kita ingin menemukan apa yang Tuhan ingin kita perbuat, kita perlu semua informasi yang bisa kita kumpulkan. Firman merupakan satu-satunya factor yang kita ketahui secara pasti, satu-satunya sumber kebenaran mutlak. Jadi kita harus memenuhi pikiran kita dengan firman itu. Pemazmur menulis, “Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.”165 Orang bodoh adalah mereka yang tidak sepenuhnya mengerti, yang tetap memerlukan bimbingan rohani agar tidak tersesat. Itu temasuk kita semua, dan firman Tuhan menyediakan bimbingan yang kita perlukan.

Bimbingan Tuhan selalu sejalan dengan firman Tuhan. Semakin banyak firman yang kita tahu, semakitan kuat informasi yang kita bawa untuk mengambil keputusan. Jelas, firman Tuhan tidak mengatakan kepada kita secara spesifik apa yang harus kita lakukan disituasi tertentu. Itu tidak mengatakan kita harus menikahi siapa, atau pekerjaan apa yang harus diambil, atau kemana keluarga harus berlibur tahun ini. Tapi itu memberikan informasi yang berkaitan langsung dengan pertanyaan diatas, dan disetiap keputusan yang harus kita hadapi.

Waktu kita sudah mengarahkan diri pada Firman dan pikiran kita dipenuhi dengan Firman, maka kita sudah diperlengkapi untuk mengetahui pimpinan Tuhan. Itu berjalan seperti: saat kita lebih mengenal Firma, kita bertumbuh untuk berpikir seperti Tuhan berpikir, kita belajar melihat setiap hal dalam cara pandanNya. Prilaku kita, pendapat, tujuan, cita-cita, dan nilai-nilai kita menjadi mirip seperti Dia. Saat kita menghadapi keputusan yang besar kita mampu mengevaluasinya dengan pikiran Kristus daripada duniawi.166 Dalam banyak hal kita secara otomatis mengetahui apa yang Tuhan ingin kita lakukan, dan melakukan keinginanNya menjadi gaya hidup kita sehari-hari dan pola hidup sehari-hari.

Firman Tuhan merupakan kunci seluruh bimbingan ilahi. Ingat kembali apa yang sudah kita pelajari. Kita melihat Firman meyakinkan kita bahwa Tuhan memiliki rencana disetiap detil kehidupan kita, dan dia ingin menyatakan itu kepada kita selangkah demi selangkah. Kita melihat bahwa kita mengenal Dia dan percaya padaNya melalui Firman. Kita mengetahui bahwa pikiran kita diperbaharui dan hidup kita ditransformasi melalui Firman, sehingga kita bisa dipersiapkan untuk mengerti dan melakukan kehendakNya. Dan sekarang kita belajar bahwa arahan itu sendiri berasal dari Firman. G. Christian Weiss meringkasnya dengan indah: “Tidak ada bimbingan yang berlawanan dengan Firman; tidak ada bimbingan yang terlepas dari Firman. Bimbingan Ilahi. Bimbingan Ilahi harus selaras dan sesuai dengan Firman Tuhan yang tertulis. Selain dari itu bukan bimbingan ilahi.”167

    Instruksi Penggunaan

Tapi bagaimana Tuhan membimbing melalui Firman? Saat kita membeli seperangkat peralatan baru kita umumnya membutuhkan instruksi penggunaannya. Mungkin kita membutuhkan beberapa petunjuk bagaimana menggunakan alat Ilahi yaitu Firman Tuhan dalam hidup kita.

Ada 4 cara dasar dimana Tuhan menyatakan kehendakNya melalui Firman. Pertama, ada pernyataan kehendakNya—pernyataan dimana kalimat kehendak Tuhan atau yang seperti itu digunakan dalam bagian Alkitab. Kedua, ada perintah positif atau negative yang mengatakan pada kita harapan Tuhan. Ketiga, ada prinsip umum yang berkaitan dengan keputusan kita. Dan akhirnya, ada kesan kuat dalam pikiran kita saat kita membaca Firman.

Kita ingin menyelidiki setiap hal diatas secara rinci, tapi pertama kita perlu membuat beberapa aturan. Ada cara yang benar dan salah dalam mendekati Alkitab. Cara yang salah adalah dengan memperlakukan itu seperti peralatan sihir, dimana pencarian bimbingannya seperti orang mencarinya dari kartu ramal. Sebagian orang Kristen berpikir Alkitab seperti hal diatas. Saat mereka ada pertanyaan atau keputusan yang tidak bisa dijawab, menutup mata mereka, mengosongkan pikiran mereka dari pengetahuan tentang firman yang sudah mereka ketahui sebelumnya, membuka Alkitab secara random, menunjuk suatu teks, dan menerima bagian itu sebagai bimbingan Tuhan. Atau mungkin mereka menggunakan hal lain seperti itu untuk mendapat jawaban atas masalah mereka.

Banyak orang Kristen secara menyedihkan kecewa dengan hasil yang mereka dapat dari metode itu. Sebagian marah terhadap Tuhan karena mengecewakan mereka, dan iman mereka sangat terguncang. Walau Tuhan bisa membimbing manusia seperti itu dibeberapa kejadian sebelum FirmanNya lengkap, tidak ada indikasi kita harus melakukan metode itu pada masa sekarang.

Saya tidak menolak kalau Tuhan menggunakan ayat tertentu untuk membawa penghiburan, dorongan dan bimbingan; dan bahwa beberapa bagian Alkitab menjadi sangat jelas disuatu momen dalam pengambilan keputusan. Dia telah melakukan itu kepada saya, dalam beberapa keadaan kritis dalam hidup saya. Tapi dia tidak memberikan Firmannya seperti pelayanan keadaan darurat. Dia memberikan itu untuk menyatakan pikirannya dan memberntuk kembali hidup kita. Itu membutuhkan waktu dan penyelidikan untuk belajar dan berubah.

Saat seorang menerima surat dari pacarnya, dia tidak mengambil sebagian kata-kata ditengah paragraph, dan membuang sisa isi surat lainnya. Dia ingin mengetahui keseluruhan surat, dan mengerti hubungan antar paragrafnya sesuai konteks. Bagaimana kita mempertaruhkan suatu keputusan diatas suatu ayat seperti kartu undian, atau seperti kata Alan Redpath suatu “keberuntungan” dalam kotak janji?168 Kita perlu membiasakan diri kita dengan keseluruhan pernyataan Allah.

Tambahan terhadap peringatan tentang penyalah gunaan Firman, ada atauran tertentu yang harus diikuti waktu kita mendekati Firman untuk bimbingan. Untuk satu hal, kita perlu mengerti firman dalam arti biasanya. Jangan melihat atau mencari suatu yang dalam, tersemubunya. Tuhan telah menyatakan firmanNya secara jelas, tidak menyembunyikan sesuatu dari kita. Dan ketika kata symbol muncul, symbol itu digunakan untuk mengajar kebenaran secara literal. Kata-kata yang biasa dipilih penulis umumnya ditujukan untuk dimengerti secara umum.

Kedua, aplikasikan aturan struktur kata umum kedalam bacaan anda. Jangan mencoba membuat arti semau anda atau seperti kata seseorang. Selidiki arti kata sebenarnya dalam hubungan struktur katanya.

Ketiga, mengerti bacaan anda dalam konteks sebenarnya. Jika pernyataan itu bisa dimengerti dalam berbagai cara, pilih interpretasi yang sesuai dengan subjek paragraph dan dengan tema serta tujuan seluruh kitab. Kita bisa menemukan pembenaran dalam Alkitab untuk semua tindakan kita dengan mengangkat satu ayat keluar dari konteks. Itu bukan bimbingan Ilahi.

Keempat, terbiasa dengan budaya dan latar belakang sejarah pembaca asli, dan usahakan mengerti bagian Alkitab itu seperti mereka mengerti bagian itu. Kebiasaan yang berbeda bisa berdampak pada aplikasinya dalam situasi kita. Kamus Alkitab yang baik, Ensiklopedia Alkitab, dan buku tentang latar belakang Alkitab sangat menolong.

Akhirnya, pastikan kepada siapa bagian ini ditulis. Walau kita mendapat keuntungan dari setiap bagian Alkitab, itu tidak ditulis untuk mengatur hidup orang Kristen masa kini. Sebagai contoh, Tuhan memerintahkan orang Israel untuk melempar batu pada orang yang ketahuan mengumpulkan kayu hari sabat.169 Jelas itu bukan kehendak Tuhan bagi kita sekarang ini. Walau seluruh Alkitab menguntungkan, walau prinsip hidup yang berkenan pada Tuhan ditemukan dalam keseluruhan halamannya, tuntunan khusus bagi kita terutama ada dalam PB.

    Mari Kita Mulai

Jika kita ingin mengetahui kehendak Tuhan, dan jika Alkitab merupakan sumber tertinggi tuntunan itu, maka kita perlu mulai memperlengkapi diri kita untuk perjalanan hidup ini. Seperti kata Yesus. “selidikilah Alkitab.”170 Ikutilah teladan orang Berea yang “menyelidiki Firman setiap hari.”171Ambil setiap kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebenaran Tuhan. Saat pintu gereja terbuka dan Firman diajarkan, datanglah.172 Bawa catatan dan tulis apa yang Tuhan katakana secara pribadi kepada anda melalui eksposisi Firman, perubahan apa yang diinginkanya dari anda, bagaimana dia ingin anda hidup. Terlibatlah dalam kelas Alkitab dengan guru yang baik. Dengar kaset dari pengajar Alkitab yang terkenal.

Luangkan waktu terhadap Firman secara pribadi setiap hari. Baca pelan dan renungkan, satu paragraph demi paragraph, pensil ditangan. Lihat informasi tentang Tuhan sendiri, apa keinginannya, perasaannya, tujuan dan prioritasnya, nilai dan standarNya. Tuliskan itu semua. Tanyakan pada diri anda bagaimana bagian itu diaplikasikan dalam hidup anda sehari-hari. Tuliskan. Anda akan membangun kebenaran Ilahi dalam hidup anda sehingga bisa menolong anda menilai keputusan dari sudut pandang Tuhan.

Pertimbangkan menggunakan liburan anda di pertemuan Alkitab atau kamp Kristen dimana anda tidak hanya rekreasi tapi menambah pengetahuan anda tentang Firman. Pertimbangkan mengambil kursus Alkitab atau kelas di sekolah Alkitab. Apapun yang anda rencanakan dengan hidup anda, sangat berguna menyediakan waktu setidaknya satu tahun disekolah Alkitab untuk meneguhkan dasar firman Tuhan. Pengertian terhadap Alkitab tidak datang dalam satu malam. Itu membutuhkan waktu dan disiplin. Tapi saat anda mendekati Firman dengan hati terbuka setiap hari, mencari kehendak Tuhan, dia berjanji akan mengarahkan jalanmu.

Alan Redpath menceritakan bagaimana Tuhan menggunakan Firman membawa dia keluar dari bisnis kepelayanan. Pertama, dia menulis disecarik kertas alasannya tetap dibisinis. Kemudian dia menulis semua alasan masuk kepelayanan. Dia mengambil kertas setiap pagi saat bertemu Tuhan, ingin melakukan petunjuk Tuhan, Saat dia mempelajari Firman setiap hari, Tuhan mulai memberikan dia ayat yang menjawab pertanyaannya untuk tetap tinggal dibisnis. Itu menghabiskan waktu lebih dari satu tahun, tapi Tuhan menyingkirkan semua alasan bisnis sehingga yang tinggal hanya masuk kepelayanan. Dia membuat keputusan atas dasar prioritas Tuhan yang dinyatakan melalui Firman. Itulah penggunaan yang benar dalam menemukan kehendak Tuhan.173

Bukankah saatnya kita serius mempelajari Firman Tuhan? Itu suatu kitab yang besar, dan tidak ada yang bisa menguasai seluruhnya dalam hidup ini; tapi itu bukan alasan. Apa yang kita pelajari hari ini bisa menolong kita menghadapi keputusan hari esok. Mari kita mulai.

Bab 9:
Inilah Kehendak Tuhan

Kita sebagai orang Kristen memiliki keuntungan lebih dari yang tidak percaya dalam menghadapi keputusan. Kita tidak hanya mengetahui bahwa Tuhan kita sudah merencanakan hal terbaik bagi kita, tapi kita memiliki informasi yang mutlak tentang prioritasNya yang akan menolong kita mengikuti rencanaNya. Kita memiliki Firman Tuhan. Dan Tuhan secara khusus menyebut 6 hal dari Firmannya yang menjadi bagian dari hidup kita. Sebenarnya Dia ingin berkata, “Inilah kehendakKu untuk kamu.” Enam hal ini berdampak lansung pada banyak keputusan hidup. Mari kita lihat.

    First Things First

Prioritas Tuhan yang pertama adalah memuliakan diriNya melalui keselamatan manusia dari dosa. Dia ingin setiap orang selamat, dan dia mengatakannya berulang kali. Dia berkata, “yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”174 Dia berkata bahwa “Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”175 Dan dia juga berkata “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”176

Tujuan pertama dari rencana Tuhan dalam hidupmu adalah keselamatanmu. Anda harus mulai dari disitu jika anda berharap mengenal kehendak Tuhan yang lain. Akui dosamu. Akui bahwa tidak ada suatu halpun yang bisa anda lakukan sehingga anda layak dihadapan Tuhan yang benar. Percayalah bahwa Yesus Kristus mati menggantikan kamu dan untuk dosamu. Kemudian letakan kepercayaanmu kepadaNya sebagai penanggung dosamu dan juruselamatmu. Tuhan akan mengampuni dosamu, meyakinkan kamu bahwa sorga adalah tujuanmu, dan mengarahkan engkau kejalan kedamaian serta tujuan anda disini sekarang.

Jika Tuhan ingin setiap orang diselamatkan, maka keselamatanmu hanya permulaan. Sekarang dia ingin menggunakan anda untuk membawa kepada yang lain pengetahuan kebenaran. “seperti Bapa mengutus Aku demikian Aku mengutus kamu,” kata Tuhan Yesus.177 Tujuan kita dalam dunia sebagai orang Kristen adalah menjadi serupa dengan Kristus—menjadi alat Tuhan mengabarkan keselamatan bagi yang terhilang. Setiap orang Kristen diperintahkan untuk membagikan kabar baik keselamatan dalam Kristus. Dan jika itu menjadi prioritas pertama Tuhan, itu juga harus menjadi prioritas pertama kita. Setiap keputusan yang kita hadapi harus dilihat dalam terang bagaimana itu berdampak pada kemampuan kita membagikan Kristus dalam dunia yang terhilang.

Prioritas bersaksi ini mungkin mempengaruhi keputusan anda untuk menikah. Apakah anda melihat diri anda lebih efektif bersaksi bagi Kristus kalau anda menikah daripadan tidak? Jika tidak, mungkin Tuhan ingin anda tetap single. Prioritas bersaksi harus berdampak pada pilihan pekerjaan. Dalam pekerjaan apa anda paling baik menghadirkan Kristus pada yang terhilang?

Bagi sebagian orang itu berarti karir sebagai pelayan full time. Sebagian besar orang muda tidak pernah dengan serius mempertimbangkan pekerjaan misi, atau pekerjaan pelayanan lain, karena mereka tidak yakin apakah mereka dipanggil. Jadi mereka memilih profesi lain yang dihadapan mereka. Itu sangat tidak konsisten. Kita harus merasakan panggilan Tuhan diladang manapun kita masuki. Kita seharusnya memiliki keyakinan kalau itu kehendak Tuhan. Dan setiap orang Kristen muda setidaknya harus berdoa tentang kemungkinan pekerjaan sebagai pelayan Kristen.

Sebagian mungkin dengan jujur mengetahui kemampuan mereka, dalam bidang sekuler, dan berhubungan degan orang yang belum datang pada Kristus. Dan tentu saja pelayanan injil bagi mereka yang berkarir sebagai hamba Tuhan membutuhkan dukungan dari pekerjaan sekuler. Tapi pekerjaan apapun yang kita pilih dalam hidup ini, pernyataan Tuhan tentang keselamatan bagi yang terhilang harus dilaksanakan.

Tuhan ingi membawa yang terhilang kepada Kristus melalui kita dan juga menolong orang muda memilih sekolahnya. Sekolah sekuler benar-benar membutuhkan kesaksian orang Kristen. Seperti sekolah Kristen memiliki peran melatih pekerja Kristen untuk pelayanan. Hanya Tuhan bisa mengatakan pada anda yang terbaik, tapi pernyataan dasar Tuhan ini harus menjadi pertimbangan saat anda membuat pilihan.

Prioritas kesaksian bisa menolong anda memutuskan dilingkungan mana anda akan tinggal, atau dimana meletakan batas antara kemewahan dan kecukupan dalam membentuk gaya hidup. Tetangga merupakan subjek utama penginjilan, dan kebutuhan uang yang besar dalam dunia penginjilan bisa menolong kita memilih gaya hidup yang sedang-sedang saja dan meletakan prioritas tinggi terhadap persembahan.

Orang Kristen memiliki kecenderungan untuk membuat keputusan tanpa mempertimbangkan kehendak Tuhan, Seorang muda menolak pergi kesekolah Kristen untuk belajar Firman karena dia tidak yakin akan kehendak Tuhan. Kemudian dia berputar-putar dan menghabiskan tabungannya untuk mobil sport baru tanpa berpikir kehendak Tuhan. Itu tidak baik. Sepasang suami istri menolak kesempatan misi jangka pendek dimana mereka mampu untuk itu karena mereka tidak yakin itu kehendak Tuhan. Kemudian mereka pergi dan membeli rumah yang bagus dilingkungan yang baik dan kemudian mengakui bahwa mereka tidak pernah bertanya pada Tuhan tentang hal itu semua. Itu tidak jujur. Tuhan ingin kita mengetahui kehendakNya dalam setiap sisi kehidupan kita dengan mengaplikasikan prinsip Alkitab secara adil.

Setiap orang Kristen bisa mengaplikasikan prinsip pertama ini dalam situasi yang berbeda, tapi setiap orang Kristen harus mempertimbangkan itu. Seperti kata Bill Bright, “Setiap orang Kristen harus mengambil persediaan rohani harus menanyakan hal ini: apakah waktu saya dihabiskan dalam cara yang bisa membawa orang banyak kepada Kristus? Apakah talenta saya digunakan sepenuhnya untuk memperkenalkan Kristus pada orang banyak? Apakah uang saya, harta saya sudah digunakan untuk memperkenalkan Kristus pada orang banyak?”178Seberapa tinggi penginjilan dalam daftar prioritas anda?

    Pusat Kontrol

“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”179 Inilah pernyataan kedua dari kehendak Tuhan.

Para sarjana sepertinya setuju bahwa kata “dan” yang menghubungkan 2 kalimat menyediakan transisi dari nasihat umum ke hal yang khusus. Dengan kata lain, jangan mabuk merupakan contoh utama dari kebodohan, dan dipenuhi oleh Roh merupakan contoh utama kehendak Tuhan. Tuhan ingin kita dipenuhi dengan Roh. Jadi kita perlu tahu apa itu dipenuh dengan Roh dan bagaimana hubungannya dengan keputusan kita.

Analogi Alkitab antara mabuk dan dipenuhi dengan Roh sangat penting. Itu tidak menunjukan bahwa kita akan bertindak tidak rasional saat kita dipenuhi dengan Roh, tapi hal itu menunjukan konsep control. Saat seorang mabuk dia tidak dalam control dirinya. Sesuatu yang lain yang mengontrolnya—alcohol. Saat seorang dipenuhi dengan Roh, sesuatu yang lain mengontrol dia—Roh Tuhan.

Tapi bagaimana kita bisa meletakan diri kita dibawah kontrolnya? Pertama, kita harus mengetahui hal-hal yang menjaukan dia mengontrol kita. Dalam Alkitab ini disebut pengakuan dosa. Kita mengaku pada Tuhan hal-hal dalam hidup kita yang berlawanan dengan kehendakNya, baik prilaku dan tindakan, hal yang seharusnya tidak dilakukan dan yang seharusnya dilakukan.180

Kedua, kita harus mau menyerahkan diri kita kedalam kontrolNya, Inilah persembahan tubuh yang kita bahas sebelumnya.181 Saat kita memberikan hak untuk menjalankan hidup kita dan meletakan diri kita dibawah pangaturanNya, maka kita ada dalam kontrolnya. Tapi jika ingin Roh Tuhan tetap dalam control, kita harus mengembangkan kesadaran akan kehadiran dan ketergantungan pada kuasannya.

Ini sebagian besar dicapai dengan menyatukan pikiran kita dengan firmanNya. Paulus berkata pada jemaat Efesus, “dipenuhilah dengan Roh,” dan kepada jemaat Kolose, “biarlah firman Kristus berdiam dalam kamu dengan berlimpah.”182 Saat kita mempelajari setiap konteks kita menemukan bahwa pada dasarnya hal yang sama mengikuti setiap perintah. Untuk dipenuhi dengan Roh dan dipenuhi dengan Firman suatu yang parallel. Saat kita merenungkan Firman Tuhan, hati kita mendekat pada Kristus. Hal rohani menjadi penting bagi kita dan mulai memenuhi hidup kita. Kita mulai bertindak dalam kesadaran ketergantungan pada kuasanya daripada kekuatan kita. Kita didominasi atau dikontrol oleh Roh seperti kehendakNya, dan saat kita dalam kondisi seperti itu, dia bebas memimpin kita.

Hal ini dengan indah digambarkan dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus didunia. “Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.”183 Dia dipenuhi dengan Roh dan dibawa oleh Roh. Dan jika kita ingin memastikan bahwa jalur yang kita pertimbangkan mengarah pada Tuhan, kita juga harus yakin bahwa RohNya mengontrol hidup kita.

Saat mengetahui bahwa hidup yang dipenuhi dengan Roh merupakan kehendak Tuhan bagi kita, akan berdampak pada pengambilan keputusan kita setiap hari. “Kemana kita pergi kencan nanti malam?” singkirkan semua pertimbangan yang akan mengacaukan pikiran kita akan Kristus dan melemahkan dominasi Roh dalam hidup kita. “Apakah kita akan mengirim anak kita kesekolah umum atau swasta?” Itu suatu keputusan yang kompleks dan beberapa factor dalam Alkitab harus diperhatikan seperti tingkat kerohanian yang disediakan dirumah, kehidupan rohani anak, kebutuhan bersaksi disekolah umum, kemampuan anak kita atau ketidakmampuan memberikan kesaksian, dan apa yang menjadi hal terbaik dalam menginvestasikan uang kita. Beberapa hal mungkin mengimbangi yang lain, jadi kita butuh membangun prioritas dari cara pandang Alkitab. Tapi satu factor penting dalam daftar kita adalah kita percaya sekolah umum akan mengacaukan pikiran anak kepada Kristus dan melemahkan control Roh akan hidup mereka.

    100% MURNI

“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.”184 Itulah kehendak Tuhan agar kita tetap kudus. Kata pengudusan berarti kekudusan, kesucian, dedikasi pada Tuhan, Dalam ayat ini kata itu jelas menunjuk pada kemurnian kehidupan fisik kita, yaitu tidak terlibat dalam dosa seksual. Firman Tuhan menjelaskan bahwa menjalin hubungan seksual diluar ikatan pernikahan merupakan suatu yang tidak murni, dan orang Kristen harus menjauhi praktek seperti itu. Orang Kristen tidak pernah bertanya apakah Tuhan mengijinkan dia atau tidak melakukan hubungan seksual dengan pacarnya. Tuhan sudah memberitahu hal itu. Dia selalu menginginkan kemurnian.

Sebagian orang muda mencoba memutuskan apakah ada dari lawan jenis yang merupakan pilihan Tuhan untuk menjadi pasangannya; tapi saat mereka bersama mereka terlalu bebas dengan tubuh mereka. Godaan yang timbul tidak bisa mereka hadapi. Saya bisa yakin atas dasar otoritas Tuhan bahwa mereka tidak ditentukan bersama, setidaknya saat mereka berhubugan secara fisik. Alkitab berkata, “jauhi percabulan.”185 Lebih dari itu, “jauhi nafsu anak muda.”186 Jika seorang menjadu sumber cobaan seksual bagi anda, maka kehendak Tuhan adalah secepatnya anda menjauhi itu. Jauhi hubungan itu. Itu bukan bagian dari rencana Tuhan bagi hidup anda. Tuhan merencanakan kemurnian.

    Tindakan Bersyukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”187 Ini merupakan pernyataan kehendak Tuhan yang sulit diterima banyak orang Kristen. Mereka tahu mereka harus berterima kasih padanya untuk hal baik yang terjadi pada mereka, tapi mereka tidak berterima kasih saat ada masalah. Mereka yakin bahwa sebagian keadaan mereka berhak ngomel, komplain. Mereka mungkin mencoba membenarkan diri mereka dengan berkeras bahwa ayat ini hanya menunjuk pada ucapan terima kasih dalam setiap hal tapi tidak untuk semua hal. “saya tetap berterima kasih untuk hal baik yang Tuhan lakukan pada saya, bahkan dalam situasi yang menyedihkan,” kata mereka.

Paulus menjelaskan kalau dalam konteks yang sama dengan kehendak Tuhan agar kita dipenuhi dengan Roh. Ayat berikutnya, dia mendaftar 4 ciri hidup yang dipenuhi Roh, salah satunya: “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita . . .”188 Tuhan ingin kita bersyukur untuk semua hal tidak hanya dalam semua hal. Menurut saya Paulus tidak bermaksud kita harus berteriak “puji Tuhan” saat orang yang kita kasihi meninggal. Itu lucu. Tapi kita bisa dengan tulus bersyukur dalam hati kita untuk tragedy itu, mengetahui bahwa itu semua merupakan rencana Tuhan yang sempurna untuk memperkaya rohani kita.

Kapanpun kita menghadapi keadaan yang merugikan kita cenderung bertanya, “Apa yang Tuhan ingin aku lakukan?” maksud kita, “apa yang harus saya lakukan untuk mengangkat beban ini?” remaja yang orang tuanya kasar ingin mengetahui apa yang harus dia lakukan. Orang yang bosnya mengambil kesempatan terhadapnya ingin tahu apa yang harus dilakukan. Wanita yang kurang diperhatikan suami ingin suatu nasihat.

Hal pertama yang Tuhan ingin setiap kita lakukan adalah berterima kasih dengan tulus untuk masalah itu, dan berterima kasih untuk suatu kesempatan bisa bertumbuh secara rohani dan belajar lebih lagi tentang kasih karuniaNya. Semangat untuk mengucapsyukur itu mungkin menjadi hal yang digunakan Tuhan untuk menenangkan ketegangan dan membuat situasi lebih baik. Apakah anda mau mengetahui kehendak Tuhan untuk hidup anda? Bersyukurlah senantiasa, dalam setiap situasi, untuk semua hal.

    Keteraturan

“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.”189 Kehendak Tuhan bagi kita adalah tunduk pada hukum. Inilah salah satu cara dia menutup mulut mereka yang menentang injil.

Kita kadang bermain dengan keputusan yang berkaitan dengan melawan hukum. Sebagai contoh, umpamanya saya berlari terlambat kepertemuan dimana saya menjadi pembicara dan saya harus melayani Kristus. Saya tahu bahwa pemimpin pertemuan akan khawatir dan banyak orang akan menjadi tidak nyaman. Apakah dibenarkan kalau saya memacu mobil saya diluar batas aturan? Saya sangat ragu penjaga lalu lintas akan percaya Kristus setelah saya memberikan alasan saya melanggar hal ini kepadanya.

Apa yang harus kita lakukan dengan hukum yang menyedihkan ini? Kita bisa mengusahakan untuk mengubahnya, tapi selama mereka dibuku, Tuhan ingin kita mentaatinya. Satu-satunya pengecualian untuk hal itu ketika hukum manusia berlawanan dengan perintah Tuhan. Saat itu kita harus taat pada Tuhan daripada manusia, seperti Petrus dan Yohanes saat Sidang Sanhedrin menyuruh mereka berhenti berkata-kata dalam nama Yesus.190

Kehendak Tuhan untuk tunduk pada otoritas termasuk prilaku kita terhadap pemerintah. Bawahan harus tunduk pada atasan.191 Istri harus tunduk pada suami.192 Orang percaya umumnya diminta tunduk pada pemimpin rohani digerejanya.193 Sebenarnya setiap kita harus membangun roh yang tunduk terhadap sesama.194 Jika anda bertanya apakah Tuhan ingin kita mempertahankan hak kita, atau menyatakan pendapat kita, atau berkeras melakukan suatu hal menurut cara anda, anda sudah dijawab. Tuhan ingin anda tunduk.

    Batu di Jalan

Ini mungkin suatu kejutan bagi sebagian orang, tapi Tuhan ingin kita untuk menderita. Dua kali, Petru menyebut penderitaan sesuai dengan kehendak Tuhan. Disatu tempat dia berkata, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”195 Ditempat lain dia berkata, “Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.”196 Ayat ini tidak mengatakan bahwa Tuhan berkehendak semua orang Kristen menderita, tapi hanya menunjukan kalau itu akan terjadi. Dan jika kita menderita, sebaiknya menderita karena berbuat baik daripada karena dosa.197

Dua bagian Alkitab dari Paulus selaras dengan dua bagian dari Petrus. Satu bagian berkata, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”198 Bagian yang lain berkata, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.”199 Ungkapan “kehendak Tuhan” tidak muncul dalam ayat ini, tapi kebenarannya terbukti dalam perkataan Petrus.

Jika kita hidup dalam Tuhan dalam dunia ini, kita akan mengalami perlawanan. Itulah kehendak Tuhan, karena dia tahu kalau itu bisa membuat kita lebih dekat padaNya, membuat kita lebih menghargaiNya, bergantung padaNya lebih lagi, dan menguatkan kehidupan rohani kita. Jika kita hidup bersukacita tanpa tanggapan dari orang dunia, satu dari dua hal yang terjadi—apakah engkau hidup dalam Tuhan, atau mereka tidak melihatnya. Jika mereka melihatnya, sebagian dari mereka akan melawan kita dan membuat kita dalam masalah. Itu kata Tuhan.

Saya tidak bicara tentang permusuhan yang bisa kita munculkan dengan kekasaran, atau kerohanian yang tinggi. Saya tidak bicara tentang menakuti orang dengan keanehan kita untuk membuktikan kerohanian kita. Itu hanya menghancurkan peluang untuk Kristus. Saya menunjuk pada kehidupan dalam Tuhan, membiarkan orang lain tahu kita milik Kristus, dan kemudian mereka dengan sukacita menerima apapun yang terjadi—apapun dari penolakan orang sampai penyiksaan tubuh.

Kita perlu mempertimbangkan kepastian adanya penderitaan saat kita menghadapi keputusan hidup, dan jangan membuat keputusan hanya berdasar atas pelarian. Bahwa tetangga akan membenci kita karena kita menolak bergabung bersama mereka untuk menipu pemerintah bukan alasan baik untuk pindah rumah. Bahwa suatu bangsa yang tidak ramah terhadap injil bukan alasan bagus untuk mencoretnya dari daftar tempat pelayanan kita. Yesus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”200

Inilah 6 pernyataan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Tuhan ingin kita diselamatkan, dipenuhi Roh, Kemurnian, bersyukur, tunduk, dan siap menderita. Carilah hikmat Tuhan dan aplikasikan itu dipengambilan keputusan berikut yang harus anda hadapi.

Bab 10:
Menentukan Arah

Tugas seorang Navigator adalah menggerakan kapal dengan baik dari satu titik ke titik lain. Alat dasar yang digunakannya selama berabad-abad adalah peta, tiruan keadaan bumi. Dengan bantuan peta dia bisa menentukan arah sehingga kapal bisa sampai ketujuan.

Peta navigasi buat perjalanan kehidupan orang Kristen adalah Firman Tuhan. Firman itu memuat kenyataan yang dibutuhkan untuk menentukan arah yang benar bagi hidup anda. Kita harus mempertimbangkan beberapa pernyataan Firman tentang kehendakNya. Sekarang kita mau menentukan bagaimana perintah dan prinsip Firman berhubungan dalam mencari kehendak Tuhan.

    Ini Kapten yang Bicara

Saat Tuhan menyuruh melakukan sesuatu atau tidak, itu merupakan kehendakNya bagi kita apakah ungkapan “kehendak Tuhan” muncul dalam bagian itu atau tidak. Saat Dia berbicara dengan jelas tentang suatu masalah, kita tidak perlu bantuan lain. Kita hanya perlu taat. Dan ada ratusan petunjuk dalam Alkitab yang menunjuk langsung kehidup kita. Kita perlu membaca Alkitab dengan pikiran terbuka terhadap perintah positif atau negative ini.

Seseorang mungkin tidak setuju kalau memenuhi pikiran kita dengan aturan akan membuat kita legalistic. Benar. Tapi konsep Alkitab bukan sesuatu seperti mengisi pikiran kita dengan aturan. Sebaliknya, kita mengisi pikiran kita tentang Tuhan, dan semakin kita mengenalNya dan mengasihiNya, semakin kita ingin menyenangkanNya. Karena dia menyatakan dengan jelas apa yang menyenangkannya, maka sangat bodoh kalau tidak melakukannya. Dia sendiri berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”201

Kita jelas tidak bisa membahas semua perintahnya disini tapi kita bisa mengilustrasikan sebagian dari mereka yang bisa mempengaruhi keputusan anda. Kemudian kita mulai melihat perintah lain saat kita mempelajari Firman itu sendiri. Ini ada beberapa contoh.

Orang-orang pernah bertanya pada saya tentang apakah yang harus mereka perbuat kalau orang percaya lain bersalah pada mereka. Sering mreka memiliki pemikiran mereka sendiri, seperti katakan pada pastor, atau pada seseorang yang dekat dengan yang bersalah yang mungkin bisa memperlihatkan kesalahan orang itu. Tapi pendekatan manusia sering menambah masalah. Kenapa bersandar pada pemikiran manusia saat kita memiliki pembimbing ilahi? Yesus jelas berkata, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.”202

Apakah anda melihat kepada siapa anda harus bicara tentang masalah itu? Dengan orang yang bersalah padamu. Hanya anda dan dia saja. Tidak ada yang lain! Memberitahu orang lain adalah seperti menyerang orang yang bersalah padamu dan itu melanggar perintah Alkitab: “Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!.”203 Memberitahu orang lain sama dengan memberikan pemberitaan buruk terhadap orang lain, dan pemberitaan itu melanggar nasihat untuk berkata baik tentang sesama.204

Jika kita pergi kesaudara yang bersalah dengan roh lemah lembut dan sabar205 dan dia berespon baik, masalahnya terselesaikan dan keharmonisan kembali lagi. Jika dia menolak usaha kita, maka kita bisa memanggil satu atau dua saksi untuk menyaksikan usaha tulus kita untuk berdamai dan melihat responnya.206 Jika dia menolak untuk mendengar dorongan mereka, maka kita bisa mengatakannya pada gereja. Jika gereja setuju kalau dia sudah melanggar, tapi tetap menolak mendengar dan mengakui kesalahannya, maka kata Kristus dia harus diperlakukan seperti orang tidak percaya atau pemungut cukai, yang berarti dia dipisahkan dari persekutuan sampai dia mengakuinya.207 Prosedur ilahi ini menolong mengurangi gossip dalam gereja, menghancurkan pembatas-pembatas dan perselisihan, dan mengurangi kekerasan hati diantara orang Kristen.

Ini satu contoh lagi. Seorang wanita mengatakan pada saya tentang hal menakutkan yang dilakukan suaminya terhadap mereka, dan bertanya, “Apakah menurut anda saya harus menceraikan dia?” Alkitab menjawab. “Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.”208

Kata “berpisah dari” secara literal berarti “terbagi” Disini artinya perceraian jelas dari ayat berikutnya, yang menyatakan bahwa perempuan itu tetap tidak menikah jika dia berpisah. Tuhan membenci perceraian.209 Itu bukan kehendakNya. Dia dengan jelas memerintahkan agar istri tidak menceraikan suaminya, dan sebaliknya, bahwa suami tidak menceraikan istrinya.210 Tuhan akan selalu senang dengan pasangan yang selalu bersama, mencari nasihat, dan bersama mengusahakan perkawinan mereka berhasil.

Kemudian kenapa Paulus membahas perpisahan istri ? (Dia berkata, “Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya.”211) Paulus membahas perceraian karena dia melihat kalau sebagian tidak taat perintah Kristus untuk berbagai alasan. Jika demikian, maka kehendak Tuhan bagi mereka adalah tetap tidak menikah atau berdamai dengan pasangan sebelumnya.

Paulus tidak membahas perzinahan, yang merupakan pengecualian Tuhan terhadap aturan ini.212 Dia tidak mengatakan apa yang dilakukan jika anda sudah bercerai dan pasangan sebelumnya menikah kembali, sehingga membuat perdamaian menjadi tidak mungkin. Tapi dia memastikan tentang keputusan yang harus diambil jika anda sekarang sudah menikah dan pasangan anda melakukan hubungan diluar nikah. Tetap menikah! Itulah rencana Tuhan bagi anda saat anda menentukan arah masa depan anda.

Berbicara tentang perkawinan, kita tidak bisa melewatkan perintah terjelas dalam Alkitab tentang siapa yang harus anda nikahi, atau lebih jelasnya, siapa yang tidak boleh anda nikahi. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.”213 Perintah tertulis ini melarang orang percaya berpasangan dengan orang tidak percaya. Kesepadanan bisa menunjuk pada banyak hal, tapi itu pasti menunjuk pada perkawinan, ikatan terdekat dalam hidup. Tuhan tidak pernah menghendaki orang Kristen tahu dan mau menikahi seorang yang belum percaya. Paulus menegaskan kembali hal ini saat dia memberikan ijin janda untuk kawin kembali, dengan menambahkan “hanya kalau didalam Tuhan.”214

Prinsip ini juga menolong seorang pria atau wanita yang ingin memutuskan untuk kencan atau tidak. Akan sangat menguntungkan membawa orang yang belum percaya kegereja dengan doa semoga dia bisa mengenal Kristus melalui pelayanan Firman dimuka umum, tapi kencan lainnya bisa membawa kepada keterlibatan emosional, cobaan merasionalisasikan perintah Tuhan mengenai pernikahan dan melangkah diluar kehendakNya.

Sisi positifnya, ada banyak bagian Alkitab yang menolong kita mengetahui siapa yang harus kita nikahi atau kencani. Saat kita membaca Alkitab, kita menemukan banyak kualitas yang harus dimiliki seorang anak Tuhan. Baik sekali untuk mendaftar mereka saat kita belajar Firman, dan kemudian mengevaluasi calon kita dengan standar itu daripada standar manusia.

Saya ditanya oleh seorang yang berkonseling apakah mereka harus mengambil pekerjaan yang terbuka saat itu atau menganggur. Alkitab memiliki perintah yang jelas mengenai keputusan itu: “Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.’”215 Jika suatu pekerjaan ditawarkan dan orang itu mampu, dia memiliki tanggung jawab untuk bekerja.

Sebagian beralasan dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak cocok dengan keahlian mereka, atau itu dibawah gengsi mereka, atau mereka tidak dibayar cukup. Jadi mereka menjadi pengangguran. Tapi bekerja merupakan cara utama Tuhan untuk menyediakan kebutuhan kita. Itu merupakan bagian yang penting dalam hidup, dan mereka yang menghindarinya akan menjadi masalah bagi yang lain disekitar mereka. Itulah yang terjadi di Tesalonika.” Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.”216

Dan karena kita membahas pekerjaan, mari kita bahas tentang pindah kerja. Itu suatu keputusan yang diambil seseorang sesekali selama hidupnya. Pertanyaan yang penting adalah, “kenapa anda mau mengubah pekerjaan?” Apakah untuk menyediakan pendidikan anakmu? Apakah untuk pekerjaan Tuhan ? atau hanya untuk membeli barang yang anda idamkan?

Penulis Ibrani memberikan kita suatu perintah yang mempengaruhi keputusan ini. “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.”217 Saya yakin sebagian orang berpindah pekerjaan karena alasan seperti diatas. Mereka selalu berharap pekerjaan berikut akan memberikan kesempatan untuk kaya. Tapi tidak bertanggung jawabnya dan tidak stabilnya mereka bisa merintangi mereka untuk menyediakan kebutuhan dan keamanan keluarga mereka. Untuk beberapa kasus itu membelokan mereka dari pemenuhan kebutuhan dasar hidup. Tuhan menyuruh kita untuk mencukupi diri. Tidak lesu atau malas, tapi cukup. Kecukupan mendorong kita untuk setia pada tanggung jawab kita dan ketaatan diberikan oleh Tuhan.218

Bicara pekerjaan membawa pemikiran liburan bagi sebagian orang. Apa yang harus kita lakukan dengan liburan kita tahun ini? Tuhan juga memiliki petunjuk yang mempengaruhi keputusan itu. “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”219 Liburan harusnya menenangkan dan menyegarkan, tapi harus berarti dan produktif. Tidak ada waktu yang terbuang. Orang dunia terhilang dan mati tanpa Kristus. Hari-hari kita memenangkan mereka terbatas.

Bahkan liburan bersenang-senang pun harus ada waktu untuk membangun kekuatan rohani dan meremajakan kembali kita untuk panggilan pekerajaan Tuhan. Dan dalam liburan itu kita harus peka terhadap setiap kesempatan untuk membagikan kabar baik keselamatan dalam Kristus. Tidak ada liburan seperti itu bagi Tuhan. Orang Kristen yang mencoba mengambil liburan seperti itu merasakan kehidupan rohaninya melemah.

Ini hanya beberapa ilustrasi tentang bagaimana perintah Alkitab bisa menolong anda membuat keputusan yang tepat. Lihat perintah lainnya saat anda membaca Firman, kemudian pikirkan dampaknya bagi hidup anda. Itu mungkin menghilangkan awan kebingungan saat anda menentukan arah tujuan masa depan anda.

    Hanya pada Prinsip Umum

Prinsip umum dalam Alkitab semuanya penting dalam menentukan kehendak Tuhan seperti perintah yang spesifik. Prinsip hanyalah suatu pernyataan fakta, tapi fakta yang membawa kita tentang bagaimana Tuhan ingin kita hidup.

Biar saya ilustrasikan dengan membahas tentang bagaimana kita membelanjakan uang kita. Prinsip dasar Firman adalah Tuhan sumber segala kekayaan. Musa mengatakan pada umatnya bahwa Tuhanlah yang memberikan mereka kekuatan dan kekayaan.220 Daud setuju: “Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu,” katanya. “Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya.”221 Paulus setuju saat dia berkata kalau Tuhan yang memberi kekayaan untuk kita nikmati.222

Jika semua kekayaan datang dari Tuhan dan itu milikNya, maka dia memiliki hak untuk menyuruh kita bagaimana menghabiskannya, tidak hanya bagian kecil saja yang kita berikan untuk pekerjaannya. Dia bahkan ingin menolong kita dalam membeli, menentukan rumah, mobil atau mesin cuci mana yang harus dibeli. Ada benarnya pepatah ini, “yang kamu bayar itu yang kamu dapat,” tapi yang harus kita tanyakan saat membeli adalah, “apakah kita benar-benar membutuhkan semua yang akan kita beli ini?” Beberapa pengeluaran ekstra mungkin meningkatkan hidup, atau ekonomi, tapi yang lainnya hanya kemewahan belaka dan memboroskan uang Tuhan.

Mungkin kita harus membeli seperti Tuhan ada disamping kita mengatakan apa yang dibutuhkan kalau dia yang membeli. Seringkali kita melakukannya dengan asumsi yang salah bahwa kita membutuhkan hal yang lebih besar dan lebih baik dari orang lain yang memiliki uang lebih sedikit dari kita. Kenapa kita harus berasumsi bahwa menghasilkan uang lebih banyak mendongkrak kita ketingkatan hidup yang lebih tinggi? Saat pemilik semua kekayaan dibumi masih berjalan didunia praktis tidak memiliki apa-apa. Tuhan mungkin mengijinkan kita mendapat uang lebih banyak agar kita bisa menginvestasikannya kedunia penginjilan, tidak hanya untuk hidup lebih enak. Kesadaran akan prinsip kepemilikan Tuhan atas semua hal bisa menolong kita mendapatkan kebutuhan kita dan keinginan kita disaring berdasarkan prioritasnya.

Satu hari seorang wanita datang kekantor saya untuk bertanya apa yang harus dilakukan terhadap saudara laki-lakinya yang menipu dia dalam hal warisan. Seorang bertanya pada Yesus tentang hal yang sama, dan Dia menegakan suatu prinsip yang menolong teman saya mengetahui kehendak Tuhan menghadapi masalah itu. “Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku. Tetapi Yesus berkata kepadanya: Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu? Kata-Nya lagi kepada mereka: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”223

Prinsipnya adalah—ada banyak hal penting lainnya daripada hal yang bisa dibeli dengan uang. Mengerti prinsip ini bisa memberikan kita kebebasan dan kedamaian. Tidak ada barang apapun yang bisa mengganti kerusakan hubungan dia dengan saudaranya kalau dia menuntut saudaranya karena warisan keluarga.

Sebagian orang mencoba memutuskan gereja mana yang Tuhan kehendaki untuknya. Prinsip Alkitab juga bisa membimbing mereka. Singkatnya, Paulus menyebut gereja “tiang penopang dan dasar kebenaran.”224 Yesus mengatakan dia adalah kebenaran225 dan Firman Tuhan adalah kebenaran,226 Gereja PB adalah untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus dan menekankan pengajaran Firman. Kita bisa menggunakan prinsip ini utuk menilai setiap gereja yang kita kunjungi, dan kita akan tersesat jika kita menyandarkan dukungan kita pada suatu yang menyimpang dari pola Alkitab.

Dalam keadaan lain, seorang pelajar sekolah mencoba menentukan apakah Tuhan ingin dia pergi atau tidak atau tidak untuk olahraga. Apakah ada prinsip dalam Alkitab untuk keputusan seperti itu ? Dengarkan Paulus kembali: “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”227 Keuntungan bisa didapat dari atletik, tapi ada hal lain yang perlu dipertimbangkan juga. Bagaimana waktu yang dihabiskan dalam latihan berdampak pada waktunya dengan Tuhan? Bagaimana pengaruh hal itu terhadap hubungannya dengan Tuhan? Saat seorang mulai meletakan olahraga didepan Tuhan, maka dia sudah meninggalkan rencana Tuhan bagi hidupnya. Jika dia jujur ingin melakukan prinsip ini, Tuhan akan membimbing dia.

Satu pertanyaan besar dalam pikiran banyak orang Kristen adalah apa yang kita sebut hal meragukan—kegiatan yang sebagian orang Kristen katakana boleh, tapi yang lain pikir itu berdosa. Apakah kita boleh melakukannya atau tidak? Beberapa prinsip Alkitab bisa menolong kita untuk memutuskan. Apa yang kita bingungkan? Apakah itu akan membawa orang Kristen yang lemah kepada dosa?228 Apakah itu akan menjadi tuan kita?229 Apakah itu akan merusak tubuh?230 Apakah itu akan membangun secara rohani?231 Apakah itu akan memuliakan Tuhan?232 Apakah saya melakukan itu dengan kesadaran penuh? Prinsip Alkitab adalah “Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”233 Dengan kata lain, jika saya tidak bisa melakukan itu sebagai anak Tuhan yang sudah ditebus dalam keselamatan, maka itu dosa, dan itu pasti menghalangi pekerjaan Tuhan dalam hidup saya.

Biarkan saya menyebut satu dilemma yang sering dihadapi orang Kristen. Haruskah kita membagi kesakitan kita, pergumulan kita, dan kelemahan kita dengan orang percaya lain, atau haruskah kita menyimpannya sendiri? Sebagian dari kita merasa bahwa reputasi kita sebagai orang Kristen dan pengaruh untuk Kristus akan hancur jika seorang tahu seperti apa kita sebenarnya. Tapi prinsip Alkitab membangun gereja sebagai Tubuh Kristus akan menolong kita melihat masalah ini dari sudut pandang Tuhan. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”234 “Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”235

Bagaimana kita bisa bersimpati pada seorang yang terluka kalau kita tidak tahu dimana lukanya? Bagaimana kita bisa mendukung dia dihadapan tahta kasih karunia Tuhan jika kita tidak mengetahui dimana kebutuhannya? Bagaimana kita bisa menanggung beban bersama jika kita tidak tahu beban apa?236 Saya tidak bermaksud bahwa kita harus mengumumkan semua kesalahan kita pada setiap orang agar diketahui. Tapi maksud praktis dari prinsip ini adalah tuntutan keterbukaan yang lebih besar dengan sesama orang percaya dari sebelumnya. Pengakuan kekurangan kita kepada teman Kristen terdekat kita akan menjadi penghiburan bagi mereka. Mereka akan tahu bahwa mereka tidak sendiri dalam kelemahan. Itu akan menjadi berkat bagi kita saat mereka berdoa, menguatkan, dan memperhatikan perkembangan kita. Aplikasi yang tepat dari prinsip ini akan membawa kepada pertumbuhan rohani.

Ini hanya contoh kecil tentang bagaimana menemukan bimbingan melalui Firman. Biarlah itu menjadi tantangan bagi anda untuk menyelidiki Alkitab baik perintah maupun prinsip yang akan menolong anda mengerti kehendak Tuhan untuk tujuan masa depan anda.

Bab 11:
Tapi Saya Merasa Dipimpin

Siapa dari kita dalam kehidupan sebagai orang Kristen pernah merasakan dorongan kuat untuk melakukan suatu tindakan yang kita percaya adalah bimbingan dari Tuhan ? Ada saat didalam pelayanan, saya merasa ingin menelepon seseorang atau berhenti dirumah seseorang, dan menemukan orang itu sedang bingung dan butuh bicara dengan saya tepat disaat itu juga. Perasaan itu terasa bukan kebetulan.

Pengalaman seperti itu seharusnya biasa bagi anak Tuhan. Roh Tuhan melakukan sedikit dorongan pada roh seorang yang berserah, membebani hatinya dengan kebutuhan tertentu dan memimpin dia dengan meletakan kesan tertentu dalam pikirannya.

Tapi bimbingan Tuhan didalam Roh Tuhan tidak bisa dipisahkan dari pengertian yang tepat akan Firman Tuhan. Mencoba untuk memisahkan hal yang ada didalam diri dari yang tertulis sama dengan membuka diri terhadap berbagai bahaya. Kita telah membahas tempat Firman dalam bimbingan ilahi. Kita telah melihat pernyataan tertentu tentang kehendak Tuhan dalam Firman. Kita telah menyelidiki banyak hal tentang perintah Tuhan yang bisa menolong kita menentukan mana yang keinginan Tuhan. Kita telah memperhatikan bagaimana prinsip umum dalam Firman bisa menerangi keputusan kita. Sekarang kita menyelidiki hubungan antara Firman Tuhan dan Roh Kudus.

    Hak Mutlak Kita

Anak Tuhan memiliki hak untuk dibimbing oleh Roh Tuhan, dan bimbingan itu datang melalui komunikasi langsung dari Roh Kudus dengan jiwa orang percaya. Dipimpin oleh Roh merupakan salah satu tanda utama anak Tuhan yang sejati. Rasul Paulus menulis, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”237 Makna dipimpin dalam bagian ini terutama kearah kehidupan baru yang benar dengan mematikan kebiasaan dosa dari manusia lama.238 Tapi apapun tujuan pimpinan Roh, kepastian tentang hal itu jelas ada dalam ayat ini. Dan dengan jelas dinyatakan dalam bagian ini kesaksian Roh secara langsung bersaksi dalam diri orang Kristen. Paulus melanjutkan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”239

Sebagian orang akan menolak kalau Tuhan bisa meletakan pikiran dalam pikiran kita, atau mengontrol pikiran kita. Karena dia mengontrol keadaan yang bisa mempengaruhi cara pikir kita, dan dia mengontrol mekanisme fungsi otak kita, dia pasti bisa mengarahkan pemikiran kita.

Salomo setuju. “Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.”240 Tuhan Yesus membuat janji pada muridnya yang mengandung prinsip ini juga. Para murid tidak perlu khawatir ketika dituduh oleh otoritas karena iman mereka, karena Roh Kudus akan mengajar mereka apa yang perlu dikatakan saat itu.241 Dengan kata lain, dia meletakan pikiran dalam otak mereka.

Rasul Yohanes, dalam penglihatannya melihat contoh dramatis dari prinsip ini dalam hidup orang tidak percaya juga. Tentang 10 raja yang ingin suatu hari menggabungkan kekuatan dengan pemimpin dunia masa depan, dia berkata, “Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya.”242 Jika Tuha bisa meletakan rencananya kedalam pikiran orang tidak percaya, dia pasti bisa melakukannya pada orang Kristen. Kita tidak masalah menerima kenyataan bahwa Roh Tuhan bisa menyatakan kehendaknya langsung kedalam pikiran orang percaya.

    Perhatikan Dia Melakukannya

Perhatikan seluruh kitab Kisah Para Rasul dan perhatikan bagaimana Roh Tuhan secara pribadi memimpin pelayannya. Dia berbicara pada pelayan bernama Filipus dan menyuruh dia mendekati kereta kuda dimana disitu ada sida-sida Etiopia membuka injil.243 Dia berbicara pada rasul Petrus dan menyuruh dia menemani 3 orang yang datang dari Caesarea untuk menemui dia.244 Petrus taat, dan menemukan prajurit Roma bernama Cornelius lapar akan kebenaran Tuhan. Saat dia menceritakan ini semua pada teman-temannya di Yerusalem, dia berkata, “Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu.”245

Saat sekelompok nabi dan pengajar digereja antiokia berpuasa dan berdoa, “berkatalah Roh Kudus: Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’”246 Kemudian, saat Paulus melakukan pekerjaan itu, dia ingin masuk ke Bitinia untuk mengabarkan injil, tapi Roh Kudus kembali berbicara dan menyuruh dia untuk tidak pergi kesana.247 Saat dia kembali dari perjalanan misinya, dia mengatakan pada tua-tua diEfesus bahwa walau kesukaran menantinya, Roh mengharuskan dia pergi ke Yerusalem.248

Buktinya sangat banyak. Roh Tuhan berkomunikasi secara langsung dengan mereka. Sebagian murid sekolah Alkitab percaya bahwa dia berbicara dalam suara yang terdengar telinga, tapi kemungkinan terbesar dia hanya memberi perasaan kuat dalam pikiran mereka. Dan bimbingan seperti itu tidak terbatas pada orang dalam PB. Itu bisa terjadi pada masa sekarang.

Zac Poonen menceritakan tentang seorang pengkhotbah Amerika yang dipimpin Roh untuk tinggal dikamp yang sudah ditinggalkan. Dia sangat yakin pada pimpinan ilahi sehingga dia masuk kedalamnya dan memberitakan injil. Bertahun-tahun kemudian seorang pria mendekati dia di London dan mengingatkan dia tentang hal itu. Dia sedang memasak dikamp itu dan saat itu hanya dia yang ada. Dia bersembunyi diluar jendela, mendengar kotbah itu, kemudian percaya Kristus sebagai Juruselamatnya, dan pergi melayani Tuhan.249

G. Christian Weiss menceritakan tentang seorang misionaris di Amerika Selatan yang menerima perasaan kuat bahwa dia harus melakukan perjalanan kedalam rimba. Saat malam, setelah perjalanan yang jauh dia sampai disebuah gubuk dimana dia menemukan seorang Indian tua ditempat tidurnya hampir mati. “dimana bukunya?” kata Indian tua itu, setelah menceritakan kalau malam sebelumnya dia menangis minta pertolongan Tuhan dan bermimpi tentang seorang pembawa pesan membawa sebuah buku. Dia diberitahu dalam mimpi untuk percaya pada pesan dalam buku itu dan dia akan diselamatkan. Tidak berkata-kata lagi, saat misionaris mengambil Alkitabnya dan membagikan pesan keselamatan, Indian tua itu percaya pada Kristus. Tuhan pasti membimbing dia sampai kegubug itu.250 Ilustrasi seperti ini sangat banyak. Roh Tuhan bisa menyatakan keinginannya dalam pikiran kita.

    Suara lainnya

Tapi ada masalah. Kesan dapat datang dari sumber selain Roh Tuhan. Seperti, kita bisa mendapat kesan kuat bahwa hal itu sebenarnya datang dari keinginan egois kita. Saya ingat seorang ibu muda yang merasakan pimpinan kuat untuk mendapat pekerjaan. Kesan itu bisa dari Tuhan, tapi bisa juga dari keinginan egois untuk melarikan diri dari rutinitas pekerjaan rumah dan perawatan anak, dan untuk menambah daya tarik hidupnya. Dia tidak pernah mempertanyakan sumber kesan itu. Dia langsung mencari kerja. Tindakannya mengakibatkan hasil yang menghancurkan bagi seluruh keluarganya. Saat dia merenungkan hal itu, dia beralasan, “tapi saya merasa dipimpin.” Dengan pernyataan yang sama dia mencoba melepaskan dirinya dari tanggung jawab yang disebabkan penilaiannya yang buruk. Tapi Tuhan tidak menerima dipersalahkan seperti itu. Tidak semua kesan datang dari dia.

Saya ingat seorang muda dengan keluarganya yang merasa dipimpin untuk berhenti dari pekerjaannya dan masuk kepelayanan penuh waktu. Dia tidak memiliki pelatihan bagi pelayanan yang ingin dia masuki, dia khususnya tidak cocok dengan pekerjaan yang ingin dia lakukan, dan tidak ada kesempatan yang ditawarkan dalam pelayanan. Saat saya bertanya padanya, hal itu menjadi jelas bahwa motivasi utama masuk jadi penuh waktu bukan panggilan Tuhan, tapi pekerjaan yang tidak enak dimana dia tidak melihat ada jalan keluar lain.

Kesan kita tidak hanya terpengaruh oleh keinginan kita untuk meningkatkan hidup atau melepaskan diri dari kesulitan, tapi juga dengan hal-hal sederhana seperti jumlah waktu tidur kita, kondisi kesehatan, tingkat kepercayaan diri dan penerimaan diri, pengalaman masa lalu yang tidak bisa kita hapus dari ingatan kita, ketakutan kita, atau tekanan emosional..

Lebih rumit dari itu adalah kecenderungan memuaskan keinginan nafsu kita. Kita bisa meyakinkan diri kita terhadap hampir semua hal untuk memuaskan daging kita. James Dobson bercerita tentang suatu pasangan yang merasa dipimpin untuk melakukan hubungan seksual sebelum kawin karena mereka sudah saling mengasihi. Mereka berkata bahwa mereka telah berdoa dan menerima kepastian dari Tuhan bahwa itu tidak apa-apa.251 Itu suatu penipuan diri.

Kesan bisa datang dari pengaruh orang lain—teman dekat yang kita percayai, kepribadian yang menarik yang bagi kita itu tidak bisa salah, atau mungkin hanya pendapat umum orang disekitar kita. Itu juga bisa dari pendapat orang Kristen lain dalam persekutuan, itu bisa benar atau salah. Atau mungkin dari pendapat duniawi yang memasuki pikiran kita melalui media atau melalui orang tidak percaya yang berhubungan dengan kita.

Dan kemudian pengaruh paling tersembunyi dari semua—yaitu penipu besar. Apakah anda tahu setan bisa menaruh pikirannya dalma otak orang percaya? Itu terdengar menakutkan, tapi itu benar. Setan membuat dirinya seperti malaikat terang,252 yaitu, seorang yang mengaku memiliki informasi yang akurat dan menyediakan nasihat yang kompeten. Kenyataannya dia pangeran kegelapan, dan melalui penipuannya dia mencari keuntungan dari kita.253

Dia melakukannya pada orang yang baru percaya bernama Ananias, dengan meyakinkan dia bahwa tidak apa-apa memberikan sebagian uangnya untuk pekerjaan Tuhan tapi mengatakan sudah semuanya. Dengar kata Petrus: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?”254 sumber penipuan kesan dalam pikiran ananias panah musuh umat Tuhan, bapa pembohong, setan sendiri.255

Pikiran setan mungkin mengejutkan, seperti seorang gadis yang merasa yakin Tuhan memimpin dia untuk menikah dengan orang yang tidak percaya. Dia menggambarkan itu dalam detil yang tidak biasa, hampir mirip mujizat, keadaan yang terjadi sehingga mereka bertemu. Kejadian yang luar biasa, katanya, pasti dari Tuhan. Tapi setan juga bisa melakukan mujizat untuk meyakinkan kita akan kebohongannya.256 Kesan dari setan bisa sangat kuat, hampir seperti gangguan pikiran.

Kekuatan suatu kesan tidak langsung menjadi kebenaran. Sangat sulit bagi kita untuk mengakui bahwa kesan itu tidak datang dari Tuhan. Kita ingin percaya bahwa Tuhan melakukan suatu yang isitimewa bagi kita. Kita ingin mengatakan pada teman kita tentang bimbingan yang tidak biasa yang kita terima. Dan kebanggaan diri kita membuat kita lebih rentan terhadap hal ini.

Dengan banyaknya sumber kesan yang salah, seharunya kita tidak mempercayai semua pikiran yang datang kepada kita. Dengan mengosongkan pikiran kita dari semua gangguan dan mempercayai semua yang masuk sebagai kehendak Tuhan, seperti yang disarankan sebagian orang, merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Ketika pikiran kosong, setan bebas menanamkan pikirannya. Dan tidak ada lain yang dilakukannya selain membuat kita mendengarkan pikirannya dalam otak kita sebagai suara Tuhan.257 Paulus berkata pada kita untuk menguji semua hal dan hanya berpegang pada yang baik.258 Tapi bagaimana kita bisa melakukan itu?

    Pembuktian

Ada banyak cara untuk memeriksa hal ini, dan akan kita bahas di akhir pelajaran kita. Tapi yang cara yang paling penting adalah melalui Firman Tuhan. Yesaya menyatakannya dengan baik saat dia memperingatkan orang dimasanya tentang hal ini “Carilah pengajaran dan kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.”259 Setiap kesan yang datang dari Tuhan selaras dengan FirmanNya. Tidak ada satupun yang berlawanan dengan FirmanNya. Tuhan tidak bisa berlawanan dengan dirinya.

Jadi ukurlah kecenderungan anda terhadap Firman—apakah itu pernyataan kehendak Tuhan, perintah positif atau negative, prinsip umum. Roh Tuhan menggunakan Firman Tuhan untuk memimpin kita, dan semakin banyak Firman yang kita tahu, semakin mampu kita menguji sumber pikiran itu. Keterbukaan pada Firman tidak hanya menolong kita membedakan suara Gembala dari suara yang lain, itu juga menolong kita mengetahui motivasi egois yang menghasilkan kesan itu. Penulis Ibrani menyebutnya “ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”260

Jika ibu muda telah menyelidiki tanggungjawabnya berdasar Alkitab terhadap anaknya dan membiarkan Firman Tuhan menerangi motivasinya, dia mungkin tidak akan kerja saat itu. Jika orang yang berhenti kerja itu melihat tanggung jawabnya memenuhi kebutuhan keluarganya, dia tidak akan meninggalkan pekerjaannya saat itu. Jika pasangan yang ingin berhubungan seksual sebelum nikah menyerahkan diri pada standar Tuhan, mereka tidak akan mengijinkan hal itu terjadi. Jika gadis yang ingin menikahi orang tidak percaya mendengar kata Tuhan, dia akan tahu bahwa dia tidak diarahkan untuk itu.

Tapi bahkan setelah mempertimbangkan semua kata Firman mengenai masalah itu, kita tetap bingung apa yang harus dilakukan. Kemana kita harus berpaling? Ada satu cara yang digunakan Roh Tuhan dalam membimbing kita yaitu melalui suaranya kedalam pikiran kita.

Saya tidak mengatakan kalau perkataan itu meloncat keluar dari Alkitab dan mengatakan apa yang seharusnya kita lakukan. Itu terjadi kadang saja, tapi itu suatu pengecualian daripada aturan. Maksud saya Tuhan memberikan pikirannya dalam otak kita saat kita membaca Firman dengan hati yang terbuka dan berserah pada kehendaknya. Tema utama atau penekanan suatu bagian Alkitab bisa menarik kita tentang Tuhan, atau keputusan yang tepat.

Saya merasakan pikiran Tuhan tentang kesempatan pelayanan baru yang terbuka bagi saya di Escondido, California, beberapa hal terus terpikir seperti berkat Tuhan dalam pelayanan dimana saya terlibat, hal yang harus saya tinggalkan, ketakutan tentang keadaan yang baru, tidak percaya pada kemampuan sendiri atas pekerjaan baru itu, dan beberapa hal yang tidak menguntungkan ditempat baru. Tapi saat saya bersama dengan Tuhan dalam suatu jangka waktu dan membaca kitab Yesaya, Tuhan sepertinya memberikan suatu terang dalam pikiran saya, pemikiran itu dinyatakan dalam bagian ini: “firman-Nya: Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”261 Walau berlawanan dengan keinginan saya saat itu, saya taat dan melangkah. Dan ditempat Tuhan tempatkan banyak hal indah terjadi dan merupakan pelayanan paling berbuah dalam hidup saya.

Tuhan mungkin tidak akan memimpin saya dengan cara seperti itu lagi, dan dia mungkin tidak akan memimpin anda seperti itu. Tapi jika kita hanya ingin melakukan kehendak Tuhan dalam hidup anda, apapun yang harus anda korbankan, dan jika kita terbuka terhadap Firman untuk melihat apa yang dia katakana daripadan kemauan kita, kita bisa berharap dia berbicara melaluinya. Dia berjanji kalau Firmannya akan menjadi terang bagi jalan kita.


162 Ibrani 13:20, 21 (NASB)

163 2 Timothy 3:16, 17 (NIV)

164 Mazmur 119:105 (Amp.)

165 Mazmur 119:130 (Amp.)

166 Cf. 1 Corinthians 2:15, 16

167 Christian Weiss, The Perfect Will of God, Moody Press, 1950, p. 80.

168 Alan Redpath, Getting to Know the Will of God, InterVarsity Press, 1954, p. 13.

169 Bilangan 15:32-36

170 Yoh 5:39

171 Kisah 17:11

172 Ibrani 10:25

173 Redpath, op. cit., pp. 13, 14

174 1 Timothy 2:4 (KJV)

175 2 Petrus 3:9 (KJV); cf. also Matius 18:14; Yoh 6:39, 40

176 Luke 19:10

177 Yoh 20:21 (KJV)

178 Bill Bright, Paul Brown Letter, Campus Crusade for Christ, 1963.

179 Efesus 5:17, 18 (NASB)

180 1 Yoh 1:9

181 Roma 12:1

182 Colossians 3:16 (KJV)

183 Luke 4:1 (NIV)

184 1 Thessalonians 4:3 (NASB)

185 1 Corinthians 6:18 (KJV)

186 2 Timothy 2:22 (KJV)

187 1 Thessalonians 5:18 (NASB)

188 Efesus 5:20 (KJV)

189 1 Petrus 2:13-15 (NIV)

190 Kisah 4:18-20; 5:28,29

191 Efesus 6:5, 6; 1 Petrus 2:18

192 Efesus 5:22; 1 Petrus 3:1

193 Ibrani 13:17

194 Efesus 5:21

195 1 Petrus 3:17 (NIV)

196 1 Petrus 4:19 (NIV)

197 Cf. also 1 Petrus 4:14-16

198 Philippians 1:29 (KJV)

199 2 Timothy 3:12 (KJV)

200 Yoh 16:33 (NIV)

201 Yoh 14:15 (NIV); cf. also Yoh 14:21; 15:10; 1 Yoh 5:3; 2 Yoh 6

202 Matius 18:15 (NIV)

203 Yakobus 4:11 (NASB)

204 Philippians 4:8

205 Galatians 6:1

206 Matius 18:16

207 Matius 18:17

208 1 Corinthians 7:10 (NIV)

209 Malachi 2:16

210 1 Corinthians 7:11

211 1 Corinthians 7:11 (NASB)

212 Matius 5:32; 19:9

213 2 Corinthians 6:14 (KJV)

214 1 Corinthians 7:39 (KJV)

215 2 Thessalonians 3:10 (NIV)

216 2 Thessalonians 3:11, 12 (NIV)

217 Ibrani 13:5 (NIV)

218 Cf. Matius 25:21, 23; 1 Corinthians 4:2

219 Efesus 5:15, 16 (NASB)

220 Deuteronomy 8:18

221 1 Chronicles 29:12, 16 (TLB)

222 1 Timothy 6:17

223 Luke 12:13-15 (NIV)

224 1 Timothy 3:15

225 Yoh 14:6

226 Yoh 17:17

227 1 Timothy 4:8 (NIV)

228 Roma 14:21

229 1 Corinthians 6:12

230 1 Corinthians 6:19

231 1 Corinthians 10:23

232 1 Corinthians 10:31

233 Roma 14:23 (NASB)

234 1 Corinthians 12:12 (NIV)

235 1 Corinthians 12:26 (NIV)

236 Galatians 6:2

237 Roma 8:14 (NASB)

238 Cf. v.13

239 Roma 8:16 (NASB)

240 Proverbs 21:1 (NASB)

241 Luke 12:12

242 Revelation 17:17 (TLB)

243 Kisah 8:29

244 Kisah 10:19, 20

245 Kisah 11:12 (NASB)

246 Kisah 13:2 (NASB)

247 Kisah 16:7

248 Kisah 20:22, 23

249 Zac Poonen, Where Do I Go from Here, God? Tyndale House, 1971, p. 46

250 G. Christian Weiss, The Perfect Will of God, Moody Press, 1950, p. 86.

251 Yakobus Dobson, Talks About God’s Will, G/L Publications, 1975, p. 9.

252 2 Corinthians 11:14

253 2 Corinthians 2:11

254 Kisah 5:3 (NASB)

255 Cf. Yoh 8:44

256 Cf. 2 Thessalonians 2:9

257 1 Yoh 4:1

258 1 Thessalonians 5:21

259 Isaiah 8:20 (KJV)

260 Ibrani 4:12 (KJV)

261 Isaiah 43:18,19 (NASB)

Related Topics: Basics for Christians