Where the world comes to study the Bible

Bagaimana Mengajar Alkitab: Untuk Pemula

Related Media

Translated by Berens

Pendahuluan

Kalau kemampuan mempelajari Firman Allah, memahaminya, dan memberi respon atas kebenarannya merupakan satu sukacita besar bagi Anda dalam hidup ini, maka kemampuan dan kesempatan untuk menyampaikan kebenaran yang Anda peroleh dengan jerih payah haruslah juga menyertai sukacita Anda tersebut. Kalau kita telah mengalami kuasa transformasi dari Roh Kudus lewat pemahaman dan penerapan firman Tuhan, maka kita akan selalu memiliki keinginan yang meluap-luap untuk membagikannya kepada orang lain. Dalam Kolose 3:16, rasul Paulus mengatakan bahwa seharusnya keinginan ini menjadi ciri-ciri kita saat berada bersama sesama orang Kristen. Ia berkata,

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

Tujuan pelajaran ini adalah untuk membantu Anda menyampaikan kebenaran Allah dalam Alkitab dengan lebih mantap dan dalam sukacita. Pelajaran ini merupakan lanjutan pelajaran sebelumnya tentang bagaimana belajar Alkitab. Jadi dari memahami kebenaran Alkitab kita melangkah pada menyampaikan kebenaran Alkitab.

Akan tetapi dalam memahami teori dan proses penyampaian kebenaran menuntut waktu dan kerja keras. Oleh sebab itu, pelajaran ini dirancang hanya sebagai dasar-dasar saja. Pelajaran ini dirancang untuk para pemula. Kita tidak akan membahas terlalu dalam tentang teori komunikasi (yang memang menjadi semakin sulit akhir-akhir ini), melainkan kita hanya akan melihat satu model sederhana yang dengan keahlian dan pemahaman yang memadai bisa diterapkan untuk semua teks dalam Alkitab. Jadi, meski selalu ada yang harus dipelajari lebih lanjut, pelajaran kita kali ini akan mengantar Anda pada satu situasi dimana Anda bisa dengan kreatif dan benar menyampaikan firman Tuhan kepada orang lain dalam Pelajaran Alkitab (PA) di rumah, atau dalam penginjilan, atau dalam kelas Sekolah Minggu, atau dalam kebaktian di gereja. Semoga Tuhan memberkati Anda dengan berlimpah saat Anda mempelajari firmanNya dan bersiap-siap untuk mengajarkannya kepada orang lain. Bawalah pendengar Anda ke tempat dimana Anda pernah berada sebelumnya—itulah yang penting!

I. Satu Ringkasan tentang Proses PEMAHAMAN dan PENGAJARAN untuk Bahan Pelajaran Alkitab

    A. Memahami Satu Teks (Meliputi semua langkah yang telah kita pelajari pada pelajaran sebelumnya: “Bagaimana Belajar Alkitab”)

      1) Pilihah Teks Anda

      2) Pelajari Teks Anda Dengan Menggunakan Pengamatan dan Tanya/Jawab

      3) Ringkas Teks Anda dalam bentuk Subjek/Pelengkap

      4) Buat Garisbesar tentang Teks Anda

    B. Mengajarkan Satu Teks

      5) Kembangkan Subjek/Pelengkap

      6) Kembangkan Pelajaran Berdasarkan Garisbesar

    7) Buat Kesimpulan dan Pendahuluan

II. Satu Ringkasan Tambahan untuk Proses PENGAJARAN untuk Bahan Pelajaran Alkitab

    A. Pertama, Cari “Pokok pikiran”

      1. Pilih Satu Teks dan Pelajari (Lihat “Bagaimana Belajar Alkitab: Untuk Pemula”)

      2. Kemukakan Subjek/Pelengkap dengan Jelas dan Singkat

        a. Sesuai dengan Kenyataan Teks Anda

        b. Sesuai dengan Kenyataan Pendengar Anda (yaitu Ide Homeletik Anda)

    B. Kedua, Kembangkan Ide Homeletik1 Anda sesuai Garisbesar dan Tujuan PA Anda

      1. Tanyakan pada Diri Anda Tiga Pertanyaan untuk Menjawab Satu Pertanyaan Utama

        a. Satu Pertanyaan Utama: Apa Tujuan PA Saya? Apa yang Ingin Saya Capai dalam PA Saya?

        b. Tiga Pertanyaan Tambahan: Apa yang Perlu Saya Jelaskan, Pertahankan, dan/atau Terapkan dari Ide Homeletik Saya Supaya Tujuan Khotbah Saya Bisa Dipahami?

      2. Buatlah Garisbesar dalam Bentuk Kebenaran-Kebenaran Universal

    C. Buatlah Kesimpulan dan Pendahuluan yang Sesuai dengan PA Anda

      1. Satu Kesimpulan Seharusnya…

        a. Menyimpulkan “Pokok pikiran” dalam PA

        b. Memotivasi Orang untuk Memberi Respon

          i. Lewat Membayangkan Situasi yang Terkait dengan PA Anda

          ii. Lewat Cerita yang Mengilustrasikan Kebenaran PA Anda

          iii. Lewat Tantangan untuk satu Penerapan dalam PA Anda

      2. Satu Pendahuluan Seharusnya…

        a. Menarik Perhatian Pendengar Anda

        b. Membangkitkan Kebutuhan akan PA Anda

        c. Memberi Orientasi tentang “Pokok pikiran” PA Anda

III. Prinsip-Prinsip Untuk Menggunakan Bahan-Bahan PA yang Bersifat Ekspositoris, Naratif, dan Puitis

Contoh-contoh yang akan kita gunakan diambil dari tiga genre2 utama dalam Alkitab: (1) teks yang bersifat ekspositoris, (2) yang bersifat naratif, dan (3) yang bersifat puitis. Kita perlu membahas sedikit tentang ini agar Anda bisa menggunakan dan mengajar bahan-bahan dari genre yang berbeda ini.

A. Bahan PA Ekspositoris

Surat-surat para rasul adalah surat-surat yang bersifat ekspositoris yang dikirim kepada jemaat-jemaat yang berbeda guna memperdalam pemahaman mereka tentang Tuhan, Kristus dan karyaNya, Roh Kudus, dan hidup yang bermartabat bagi Tuhan. Surat-surat ini sengaja tidak dalam bentuk cerita, meskipun sering berisi referensi cerita dari Perjanjian Lama (misalnya Roma 4; 2 Kor 3). Surat-surat ini adalah tulisan-tulisan berisi pengajaran ekspositoris yang maknanya biasanya bersifat langsung dan jelas jika dibandingkan dengan tulisan yang bersifat naratif. Lebih mudah bagi kita untuk membuat garisbesar dan pikiran-utama dalam surat-surat ini. Catatan: kadang-kadang bahan ekspositoris berada dalam konteks naratif, sepertiYohanes 1:1-18 juga seperti kebanyakan ceramah pengajaran Kristus dalam kitab-kitab injil. Dalam hal ini bahan-bahan tersebut harus dikaitkan dengan narasi secara keseluruhan, meski harus dikerjakan sebagai bahan ekspositoris. Juga, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa bentuk puisi dalam sejumlah surat ekspositoris dalam Perjanjian Baru.

Sebagai contoh: Dalam Pelajaran, “Bagaimana Belajar Alkitab: Untuk Pemula”, kita membahas Efesus 2:1-10 secara rinci. Misalnya kita mengamati kata-kata kunci, dsb. dan menggunakan metode tanya/jawab untuk bahan ini. Setelah itu kita membuat ringkasan dari pesan bahan ini dengan mengembangkan subjek/pelengkap. Apakah Anda memperhatikan adanya perbedaan saat menggunakan bahan yang diambil dari Yohanes 9:1-41? Dalam Efesus 2:1-10 maknanya ada dipermukaan dan jelas. Ini tidak berarti bahwa beberapa bagiannya tidak sukar untuk dipahami, akan tetapi pada umumnya maksud dan makna bahan tersebut biasanya lebih jelas dibanding dengan teks-teks yang bersifat naratif dimana Anda tidak pernah secara ekplisit diberitahu oleh penulisnya apa arti narasi itu. Ini juga berarti akan lebih mudah dalam hal tertentu untuk mengajar bahan yang bersofat ekspositoris, karena kebenaran yang termuat di dalamnya tidak terlalu membutuhkan banyak interpretasi untuk pendengar kita sekarang. Biasanya makna kata-kata dalam bahan ekspositoris tidak bersifat kiasan. Sedangkan bentuk naratif perlu diinterpretasi bagi pendengar pada masa sekarang karena orang-orang dalam cerita Alkitab berada dalam kenyataan yang berbeda dengan kenyataan yang kita alami sekarang dan karena makna dari satu cerita jarang diungkapkan kepada kita. Mari kita melihat satu contoh singkat satu bahan naratif.

B. Bahan PA Naratif

Bahan naratif (atau cerita) bersifat tidak langsung dalam penyampaian pesannya, yang lebih banyak menuntut panca indra, dibandingkan intelektual secara langsung seperti untuk memahami tulisan-tulisan ekspositoris. Narasi mengundang Anda masuk ke dunia dan para tokohnya dan mengundang Anda untuk mengalami apa yang mereka alami. Narasi dibentuk oleh unsur-unsur seperti seting, tokoh cerita, dan alur cerita (yang biasanya berisi sejumlah konflik, ujian, perjalanan, kehendak, dsb.) dan biasanya tidak terang-terangan menyatakan kepada Anda apa arti ceritanya (misalnya cerita Orang Samaria yang Baik Hati). Jika kita menggunakan narasi sebagai bahan PA, kita harus bisa mengungkapkan kepada pendengar dunia dimana cerita itu terjadi dengan melukiskan suasana (seting) pada saat cerita itu terjadi sedemikian rupa sehingga para pendengar merasa berada di dunia lain, yaitu di dunia dimana cerita itu terjadi. Jadi diperlukan imajinasi yang banyak dan kreatif, misalnya untuk bisa seolah-olah mencium bau angin pantai, mendengar anak-anak menangis, melihat orang lumpuh melompat dalam kegirangan, seperti yang terjadi dalam cerita. Ini akan membantu pendengar Anda untuk menghayati kehidupan dan perjuangan/kemenangan para tokoh cerita dalam bahan PA Anda.

Struktur bahan PA bersifat naratif dibentuk oleh alur cerita tidak seperti struktur pada surat-surat para rasul yang dibentuk dalam paragraf. Jadi dalam Yohanes 9, kita harus membahas beberapa paragraf karena paragraf-paragraf itu membentuk alur cerita keseluruhan tentang orang buta yang dipulihkan. Dan cerita ini merupakan bagian cerita yang lebih luas tentang pelayanan Yesus yang ditulis Yohanes untuk pembacanya. Kesembuhan orang buta itu mendemonstrasikan kuasa Kristus dalam mengatasi persoalan besar; oleh sebab itu Ia layak dipercaya. Reaksi para pemimpin agama memang sesuai dengan kenyataan bahwa akan selalu ada yang menolak kebenaran untuk menyelamatkan posisi dan status hidup mereka.

Pendeknya: kalau mengajar dengan bahan cerita Alkitab, bantulah pendengar Anda untuk bisa menghayati tokoh-tokoh dalam cerita, khususnya yang memberi contoh baik. Bantu mereka untuk merasakan seolah-olah mereka berada dalam cerita saat setiap peristiwa terjadi. Jadi, reaksi pendengar penting dalam PA dengan bahan naratif.

C. Bahan PA Puitis

Ada banyak sekali bahan PA bersifat puitis dalam Alkitab, diantaranya adalah Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, sejumlah besar kitab para nabi, dan juga seperti yang disebutkan sebelumnya beberapa bagian dalam surat-surat para rasul. Dari mazmur kita mengetahui bahwa puisi Alkitab memuat gambaran-gambaran seperti tentang: (1) gembala; (2) padang; (3) batu karang, (4) burung-burung; (5) air bah; (6) pedang; (7) kegelapan; (8) terang; (9) kubur yang terbuka; (10) bintang-bintang, (11) madu; (12) empedu; dsb. Dengan menggunakan metafora dan gambaran, kita akan menyadari bahwa penulis menuntut kepekaan panca indra dari pembaca. Oleh sebab itu, dalam membaca dan mengajarkan mazmur perlu kepekaan terhadap gambaran dengan menggunakan panca indra, perasaan, dan imajinasi. Sebenarnya strukrtur kebanyakan puisi didasarkan pada susunan gambaran. Anda bisa membuat garisbesar sejumlah puisi berdasarkan perkembangan pikiran dan gambaran yang ada dalam puisi-puisi tersebut.

Dalam pelajaran kita sebelumnya tetntang bagaimana belajar Alkitab, ada dua pertanyaan yang harus kita tanyakan untuk memahami satu istilah kunci. Dua pertanyaan itu adalah: (1) Referensi? Istilah ini mengacu pada apa? dan (2) Kesan? Apa kesannya? Positif/Negatif, emosional, dsb. Pertanyaan yang terakhir sangatlah penting kalau mempelajari dan mengajar tentang bahan PA puitis. Misalanya saat Daud mengatakan dirinya adalah “ulat” dan bukan manusia, Anda seharusnya mencari tahu arti dibalik kata atau istilah ini (Mazmur 22:7). Apa kesan tentang Gunung Batu yang dipakai sebagai referensi untuk Tuhan dalam Mazmur 78:35? Dalam Yesaya 40:31—ayat yang cukup dikenal—apa gambaran dan perasaan yang ditimbulkan dalam pikiran pembaca tentang “rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya? Anda bisa mencari bantuan informasi dari komentari tentang budaya yang berkaitan dengan gambaran ini. Anda harus tekun dan sabar dalam merenungkan gambaran-gambaran puisi karena didalamnya terdapat penjelasan yang kuat dan motivasi menarik.

IV. Mempersiapkan PA dari Bahan Ekspositoris—Yohanes 1:1-18

A. Ambil Bahan dari: Yohanes 1:1-18

B. Pelajari Teks dengan Menggunakan Penelitan dan Tanya/Jawab

Kita telah melakukan ini pada pelajaran sebelumnya. Lihat kembali hasilnya jika Anda merasa perlu. Pelajari kata-kata kuncinya, strukturnya (tatabahasa dan gaya bahasanya), suasananya, juga tentang jenis tulisannya. Di atas diberikan sedikit petunjuk bagaimana memahami tiga bentuk tulisan yang berbeda, yaitu yang bersifat ekspositoris, naratif, dan puitis.

C. Buat Subjek/Pelengkap:

Subjek/pelengkap untuk Yohanes 1:1-18 bisa seperti: (Subjek:) Alasan Firman Tuhan yang kekal menjadi manusia (Pelengkap:) adalah supaya Ia bisa menyatakan siapa Allah kepada semua manusia dan agar mereka bisa percaya kepadaNya dan menjadi anak-anak Allah.

D. Kembangkan Garisbesar Teks (Eksegetis3)

Garisbesarnya kira-kira:

    I. Ke-Allah-an Firman (ayat 1:1-5)

      A. Firman itu Tuhan (ayat 1:1-2)

      B. Firman itu Pencipta (ayat 1:3)

      C. Firman itu Adalah Hidup dan Terang bagi Manusia (ayat 1:4-5)

    II. Persiapan Pelayanan Firman di Dunia (ayat 1:6-9)

      A. Yohanes Diutus Allah (ayat 1:6)

      B. Yohanes Memberi Kesaksian tentang Terang Supaya Semua Orang Menjadi Percaya (1:7)

      C. Yohanes Sendiri Bukan Terang itu, Melainkan Hanya Saksi (1:8)

      D. Terang yang Sesungguhnya Menerangi Setiap Orang di Dunia (1:9)

    III. Respon terhadap Firman (1:10-13)

      A. Dunia Tidak MengenalNya (1:10)

      B. KepunyaanNya Tidak MenerimaNya (1:11)

      C. Semua yang Menerima (Percaya) Dia Menjadi Anak-anak Allah (1:12)

      D. Anak-anak Allah bukan Berasal dari Manusia, Tetapi dari Allah (1:13)

    IV. Kemanusiaan dan Penyataan Firman Merupakan Era Baru dalam Kasih Karunia (1:14-18)

      A. Firman yang Datang dari Bapa menjadi Manusia (1:14)

      B. Kesakisan tentang Kekekalan Kristus (1:15)

      C. Kita Telah Diberkati dari Kepenuhan Kasih Karunia Kristus (1:16)

      D. Perbandingan Yesus dengan Hukum Taurat (1:17)

      E. Yesus Allah yang Tunggal Menyatakan DiriNya (1:18)

E. Kembangkan Subjek/Pelengkap

Dalam mengembangkan subjek/pelengkap kita perlu bertanya tiga pertanyaan dibawah satu pertanyaan utama. Pertanyaan utama: Apa tujuan PA saya? Apa yang ingin saya capai dalam PA ini? Tujuan yang saya pilih seharusnya sesuai dengan tujuan asli yang terdapat pada teks. Jelas bahwa Yohanes menulis teks ini (1:1-18) adalah supaya orang memiliki iman yang murni dan teguh kepada Yesus. Jadi, tujuannya berkaitan dengan keselamatan manusia dan dengan pertumbuhan kehidupan Kristen.

Seandainya pendengar kita adalah orang dewasa dalam Sekolah Minggu dimana mereka sudah sering mendapat pengajaran Alkitab. Kira-kira ada 50 orang pendengar dan mereka memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Namun, Anda menyadari kebanyakan diantara mereka (dan juga dalam budaya mereka secara umum) tidak teguh saat doktrin Kristen yang mereka pegang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam budaya yang secara moral makin merosot dan penuh tantangan. Singkatnya, pandangan hidup mereka memprihatinkan.

Sebelumnya kita mengatakan bahwa subjek/pelengkap dalam Yohanes 1:1-18 bisa seperti: Alasan Firman Tuhan yang kekal menjadi manusia adalah supaya Ia bisa menyatakan siapa Allah kepada semua manusia dan agar mereka bisa percaya kepadaNya [yaitu Firman] dan menjadi anak-anak Allah. Jadi subjek teks ini berkaitan dengan penyataan dan kenyataan bahwa Allah membuat diriNya dikenal dalam Kristus. Akan tetapi pemahaman secara mendalam tentang Allah sepertinya tidak masuk kehati dan pikiran kebanyakan orang di gereja, apalagi bagi orang yang belum percaya. Oleh sebab itu, dalam PA kita, kita akan menjelajahi pernyataan teologis Yohanes yang teguh dan kita akan mengaitkannya dengan sistem kepercayaan dan kebenaran-kebenaran umum yang terdapat dalam kebudayaan tempat kita hidup. Kita ingin mendalami kebenaran dalam Yohanes yang dikaitkan dengan kebutuhan pendengar kita supaya bisa dengan lebih serius tentang penyataan Allah dalam diri Kristus. Tujuannya adalah agar orang tertarik untuk menjalani hidup yang baru, meski PA lebih diarahkan untuk perubahan pikiran sebagai langkah pertama untuk menjalani hidup yang diubahkan.

F. Kembangkan PA Berdasarkan Garisbesar

Sekarang kita telah mengetahui tujuan PA kita: “Mendorong orang untuk mengevaluasi pandangan hidup mereka dengan cara merefleksikan secara serius tentang pengalaman ke-Kristenan mereka dikaitkan dengan hakekat keberdosaan mereka (kita) yang mengganggu dan dengan penyataan Allah yang sempurna dan mendalam dalam Kristus.”

Sekarang kita perlu mengembangkan ide ini lewat garisbesar dengan menanyakan tiga pertanyaan dasar: (1) Apa yang perlu saya jesalakan? (2) Apa yang perlu saya bela atau pertahankan? (3) Bagaimana saya bisa menerapkan teks berdasarkan garisbesar?

Jadi kita perlu mengembangkan garisbesar yang telah kita buat. Kita akan mengembangkannya dalam bentuk garisbesar PA dengan menyatukan bagian-bagiannya (ada tiga bagian sesuai garisbesarnya) supaya bisa terbentuk pokok pikiran. Kita akan menambahkan perincian teks yang sesuai dan ilustrasi.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada tiga bagian untuk PA dengan menggunakan teks ini. Masing-masing bagian ini bisa menjadi “pokok pikiran”. Ingat Anda mengajar Alkitab kepada manusia; Anda tidak hanya semata-mata mengajar tentang Alkitab. Dalam diskusi kita sebelumnya tentang Yohanes 1:1-18 kita perlu memperhatikan apa yang ingin disampaikan Yohanes. Sekarang tugas Anda adalah menyampaikan pesan tersebut kepada orang lain (yakni menyatakan pentingnya pesan Yohanes kepada mereka). Tugas Anda adalah membawa teks abad pertama ke dalam abad keduapuluh. Jadi ayo kita cermati kembali garisbesar kita. Kita tidak akan membuat keseluruhan garisbesarnya, Anda sendirilah yang harus melengkapinya.

    I. Pendahuluan

      A. Mulailah dengan satu Ilustrasi

        1. Bersahabat dan Menarik/Tidak Usang: Bangkitkan keinginan untuk mendengarkan apa yang akan Anda sampaikan.

        2. Berisi Unsur-unsur Pokok pikiran PA:

      B. Diikuti Transisi untuk Masuk pada Pokok pikiran PA

      Anda tidak perlu menyampaikan keseluruhan pokok pikiran secara terang-terangan, tetapi paling tidak Anda perlu memberi orintasi kepada pendengar Anda tentang subjek yang akan Anda sampaikan. Anda bisa mengembangkan pelengkap saat melakukan ini.

    II. Pandangan Hidup Anda dan Yesus Kristus (1:1-5)

      A. Perincian Teks

        1. Firman (Kristus) Adalah Allah (1:1-2)

          a. Jelaskan ke-Allah-an Kristus

          b. Pencarian akan Allah telah Selesai (sementara manusia masih sedang mencari)

        2. Firman (Kristus) Adalah Pencipta (1:3)

          a. Apa artinya satu Pribadi Pencipta

          b. Kalau kita percaya pada dunia yang tidak diciptakan satu Pribadi, melainkan oleh evolusi alam. Kita akan dipengaruhi dalam hal …

        3. Firman (Kristus) Adalah Hidup dan Terang bagi Manusia (1:4-5)

          a. Telusuri arti hidup

          b. Apa pemahaman kita tentang hidup yang sebenarnya?

        4. Penerapan: Biasanya pandangan hidup memberi jawaban atas paling kurang empat pertanyaan: (1) Siapa Allah itu? (2) Siapa manusia itu? (3) Apa persoalan manusia? (4) Apa solusinya? Apa pandangan hidup Allah? Apa pandangan hidup kita?

      B. Ilustrasi: Kembangkan beberapa aspek pandangan hidup abad ke-20: (1) kekafiran; (2) gagalnya modernisme dan kekerasan hidup; (3) kesepian dan ketakutan; (4) dsb.

      C. Kalimat Transisi: Jadi yang Anda percaya dalam dunia dan dalam hidup Anda? Mengapa kita memiliki persoalan yang kita hadapi? Apakah ada harapan? Mungkin ini tergantung pada bagaimana Anda menilai dan memahami manusia dan atas alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan

    III. Persoalan Keberdosaan manusia yang Menggangu dan Kasih Karunia Allah yang tidak Terkalahkan (1:6-13)

      A. Kita seperti Lot yang tidak Patuh (bagian teks ini bersifat naratif jadi sampaikan dalam bentuk cerita)

        1. Rincian Teks (ingat untuk menjelaskan, membela dan menerapkan ide-ide penting)

          a. Jelaskan: Terang yang Menerangi Semua Manusia (1:6-9)

          b. Kenyataan tentang Penolakan akan Kristus yang meluas (1:10-11)

        2. Ilustrasi:

        3. Kalimat Transisi: Hati manusia adalah tempat yang gelap, tempat yang rapuh dan berbahaya, namun Tuhan ada di tempat yang gelap …

      B. Tapi Kasih Karunia Allah itu Tidak Terkalahkan

        1. Perincian Teks

          a. Mereka yang Menerima (Percaya) Menjadi Anak-anak Allah (1:12)

          b. Anak-anak bukan berasal dari Manusia, Melainkan dari Allah (1:13)

        2. Ilustrasi:

        3. Transisi:

    IV. Periksa kembali Pemahaman kita tentang Allah yang Ada (1:14-18)

      A. Perincian Teks (Pilih yang mana yang akan Anda kembangkan untuk tujuan PA Anda)

        1. Firman yang Berasal dari Bapa Menjadi Manusia (1:14)

        2. Kesaksian Yohanes tentang Kekekalan Kristus (1:15)

        3. Kita Diberkati dari Kepenuhan Kasih Karunia Kristus (1:16)

        4. Perbandingan Yesus dengan Hukum Taurat (1:17)

        5. Yesus, Allah yang Tunggal, Yang Menyatakan Diri (1:18)

      B. Ilustrasi

      C. Transisi untuk masuk pada Kesimpulan

    V. Kesimpulan

      A. Ringkaskan Pokok pikiran. Ulangi lagi.

      B. Beri ilustrasi dan buatlah Ajakan

V. Mempersiapkan PA dari bahan Narasi—Yohanes 9:1-41

Mempersiapkan PA dari bahan narasi memiliki tantangan tersendiri yang bebeda dari bahan ekspositoris. Kita ingin mengembangkan subjek/pelengkap dari teks, tetapi bahan yang kita miliki tidak menyediakannya. Cerita tidak berbentuk abstrak tetapi konkrit. Makna bahan PA naratif terdapat dalam ceritanya, meski tidak dijelaskan. Cerita biasanya penuh dengan pengalaman panca indera, bukan berisi ide-ide yang dinyatakan secara kognitif. Jadi otak kanan yang lebih banyak bekerja, bukan otak kiri. Kita dituntut bisa membawa pendengar masuk ke dalam cerita supaya mereka bisa menghayati tokoh-tokoh ceritanya, merasakan ketegangan cerita, dan bersimpati pada pemeran utamanya!

Oleh sebab itu, kita perlu mengembangkan subjek/pelengkap ke dalam bentuk pokok pengajaran yang sesuai dengan keprihatinan, pertanyaan, dan persoalan orang-orang di masa sekarang. Setelah itu kita perlu mengembangkan pokok pengajaran ini dengan menggunkan rincian cerita.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa subjek/pelengkap untuk Yohanes 9:1-41 adalah: Yesus menyembuhkan orang buta, yang diikuti respons beragam, menunjukkan bahwa siapa yang mengakui kebutaannya akan menemukan terang (Kristus), tetapi siapa yang menyatakan bisa melihat, namun sebenaranya tidak, akan tetap buta.

Garisbesar eksegesis atau tekstual kita sesuai dengan Yohanes4 adalah sebagai berikut:

    I. Kesembuhan Orang Buta (9:1-12)

      A. Kejadiannya

        1. Seorang yang buta sejak lahirnya (9:1)

        2. Pertanyaan: “Siapakah yang berbuat dosa?” (9:2)

        3. Jawaban: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan” (9:3-5)

      B. Mujizat (9:6-7)

        1. Cara: Meludah dan tanah dioleskan pada mata (9:6)

        2. Perintah dan Hasilnya: “Pergilah, basuhlah…matanya sudah melek” (9:7)

      C. Reaksi para tetangga (9:8-12)

        1. Perpecahan (9:8-10)

        2. Kesaksian orang buta itu (9:11-12)

    II. Reaksi Orang Farisi atas Kesembuhan itu (9:13-34)

      A. Persoalan: Kesembuhan terjadi pada hari Sabat (9:13-15)

      B. Respon orang farisi: Marah dan Menolak untuk Percaya (9:16-34)

        1. Mereka Terpecah (9:16)

        2. Mereka Menginterogasi Orang itu: Pertama kali (9:17)

        3. Mereka mengiterogasi orangtua orang itu (9:18-23)

        4. Mereka menginterogasi orang itu: Kedua kali (9:24-34)

    III. Reaksi Yesus: Mengenai orang buta dan orang Farisi (9:25-41)

      A. Yesus Menemui orang itu: Percayakah engkau…? (9:35-39)

        1. Pertanyaan Yesus (9:35)

        2. Respons orang itu (9:36-38)

        3. Pengumuman dari Yesus: Yang buta dan yang melihat (9:39)

      B. Penilaian Yesus tentang orang Farisi: Mereka berdosa! (9:40-41)

        1. Pertanyaan orang farisi: Apakah itu berarti bahwa kami juga buta? (9:40)

        2. Jawaban Yesus: Tetaplah dosamu (9:41)

Garisbesar ini dikembangkan dari subjek/pelengkap sesuai dengan perkembangan kejadian demi kejadian dalam teks, yakni sesuai perkembangan yang terikat pada teksnya. Karena meskipun kita menggunakan metode yang sama yang dikembangkan dalam membuat garisbesar Yohanes 1:1-18 (meski berbeda karena bersifat ekspositorias) kita membuat garisbesar Yohanes 9:1-14 sedikit berbeda untuk maksud memberi ilustrasi.

Kita akan mengembangkan pokok pikiran berdasarkan tema penting dalam cerita ini—yaitu respon yang salah dan benar terhadap Yesus (Terang) dan akibatnya. Kita akan mengerjakannya secara terpisah dan akan menyimpulkannya dengan “menggugah” pendengar melalui tokoh dalam cerita yang mewakili respon yang benar. Ayat kunci kita adalah 9:39 yang merupakan satu komentar atas arti keseluruhan teksnya. Jadi pengembangan garisbesarnya akan bersifat tematis (bukan pengembangan tekstual) atas pokok pikiran sebagai berikut:

    I. Pendahuluan PA: Bagaimana Kita Memberi Respon atas Sesuatu Menentukan Kehidupan Kita

    II. Orang Buta Disembuhkan (1:1-7)

      A. Perincian teks

        1. Buta sejak lahir—mujizat ini tidak bersifat pengobatan, melainkan bersifat penciptaan (Yohanes 1:3)

        2. Jelaskan teologi dibalik pertanyaan para murid (lihat komentari)

        3. Fokuskan pada jawaban Yesus—terang, cahaya, kegelapan

      B. Ilustrasi

      C. Transisi: Tidak semua orang memberi respon atas mujizat ini seperti yang kita harapkan. Mari kita melihat beberapa respon yang berbeda …

    III. Dua Macam Respon (9:8-41)

      A. Beberapa Respons yang salah:

        1. Tidak menghiraukan (9:9a):

          a. Perincian teks: Ada yang berkata: ‘Benar, dialah ini”…dan nampaknya mereka tidak melakukan apa-apa!

          b. Ilustrasi/Peringatan untuk Anda dan pendengar

          c. Penerapan: Jangan biarkan sikap tidak acuh mempengaruhi penilaian Anda: Rangkulah Terang itu!

          d. Transisi untuk masuk pada respon berikut: “Takut”

        2. Takut (9:18-23)

          a. Perincian teks: orangtua orang itu dan ketakutan mereka

          b. Ilustrasi/Peringatan untuk Anda dan pendengar

          c. Penerapan: Jangan biarkan ketakutan menghalangi Anda untuk merangkul Kristus!

          d. Transisi untuk masuk pada respon berikut “Menolak Kenyataan”

        3. Menolak Kenyataan —Pemimpin agama (9:9b, 13-17, 24-34)

          a. Perincian teks: Jelaskan kesombongan mereka: “Kami tahu…”

          b. Ilustrasi/Peringatan untuk Anda dan pendengar

          c. Penerapan: Jangan biarkan apa yang Anda ketahui menghalangi apa yang harus Anda pelajari! Kadang-kadang sebagai orang percaya kita “terpenjara oleh apa yang kita tahu”, kita harus peka atas hal ini. Kita mungkin tidak berada dalam kegelapan total seperti para pemimpin agama, namun kita biasanya lebih senang berada dibawah naungan dibandingkan berada dibawah terik cahaya siang hari.

          d. Transisi untuk masuk pada “Akibat Respons yang salah …”

        4. Akibat respon yang salah: Buta selamanya (9:39-41)

          a. Perincian teks: Jelaskan keangkuhan mereka: “Kami tahu…”

          b. Ilustrasi/Peringatan untuk Anda dan pendengar

          c. Penerapan: Jangan biarkan apa yang Anda ketahui menghalangi apa yang seharusnya Anda pelajari!

          d. Transisi untuk masuk pada “Respons yang benar”

      B. Orang buta dan Respons yang benar (lihat ayat-ayat dalam perincian teks)

        1. Iman yang semakin bertumbuh

          a. Perincian teks: Perhatikan perkembangan iman orang buta itu (9:12,15 17, 25, 30-33, 38)

          b. Ilustrasi/Dorongan untuk datang kepada terang

          c. Penerapan

          d. Transisi untuk masuk pada “Akibat Respons yang Benar”

        2. Akibat Respon yang Benar: Penglihatan Rohani (9:39)

          a. Perincian teks: Jelaskan apa artinya terang saat ini (yakni pengenalan akan Allah dan kehidupan bermoral atas dasar kasih karunia; buah Roh—Yohanes 15 dan Galatia 5:22-23).

          b. Ilustrasi

          c. Penerapan

          d. Transisi untuk masuk ke Kesimpulan

    IV. Satu Pertanyaan (Kesimpulan)

      A. Anda mirip siapa dalam cerita ini? Bagaimana hidup Anda bersama Yesus (ceritakan bagaimana dan mengapa Yesus sering tidak hadir dalam cerita ini. Meskipun demikian Ia adalah tokoh utama cerita ini!)? Simpulkan beberapa respon terhadap “Terang” dalam Yohanes 9:1-41.

      B. Mungkin Anda mengenal seseorang yang tidak menolak Yesus di depan banyak orang, dan mereka tidak takut untuk beriman kepadaNya, dan tidak acuh-tak-acuh terhadap Dia. Mungkin masih ada satu respon dalam cerita kita yang belum kita bahas. Saya menamakannya “Pikiran yang Tidak menentu”. Kita bisa melihatnya pada orang-orang awam dalam 9:8 dan pada para pemimpin agama (9:16b). Jelaskan dengan singkat teks tersebut, dan tanyakan kepada pendengar kalau mereka juga seperti itu. Jika demikian, cermati apa pikiran mereka yang tidak menentu, peringatkan mereka dengan lembut tentang bahaya iman yang tidak sungguh-sungguh, dan dorong mereka untuk menerima Kristus yang adalah Terang.

VI. Mempersiapkan PA dari Bahan Puisi—Mazmur 23

Kita mengambil contoh Mazmur 23 karena mazmur ini pendek dan kemungkinan Anda tidak asing dengannya. Kita tidak akan terlalu rinci dalam bagian bahan PA yang bersifat puitis ini, malainkan kita akan melihat bagaimana cara membuat garisbesar puisi ini dan bagaimana kita membuat garisbesar eksegetis berdasarkan pokok pikirannya. Metodenya sama debgan yang kita gunakan dalam Yohanes 1 dan 9, namun kita lebih peka dalam memahami gambar, emosi, dan ide dan dalam membuat garisbesar. Bisa dikatakan bahwa satu puisi bisa dipilah-pilah menjadi bagian-bagian kecil yang terartur yang tidak didasarkan pada alur atau episode seperti dalam cerita, tetapi yang didasarkan pada ide dan gambar yang diberikan.

Setelah melakukan sejumlah pengamatan, dan menanyakan banyak pertanyaan tentang bahan PA kita, kita harus membuat subjek/pelengkap dan garisbesar teks seperti sebagai berikut:

Subjek/Pelengkap: YHWH adalah gembala yang setia dan tuanrumah yang baik bagi pemazmur, dan oleh karena itu, pemazmur bersyukur dan mengungkapkan keyakinannya bahwa ia akan tetap berada dalam rumah YHWH, dalam satu hubungan yang akrab denganNya.

    I. YHWH itu bisa andalkan, gembala yang bisa dipercaya yang memelihara, memimpinm dan melindungi pemazmur (ayat 1-4).

      A. YHWH memelihara pemazmur (ayat 1)

      B. YHWH memimpin dan membimbing pemazmur (ayat 2, 3)

      C. YHWH melindungi pemazmur dari segala bahaya (ayat 4)

    II. YHWH menyediakan hidangan menyenangkan bagi pemazmur dihadapan lawan-lawannya dan YHWH mengurapi minyak dikepalanya (ayat 5).

      A. YHWH menyediakan hidangan luarbiasa bagi pemazmur dihadapan lawan-lawannya (ayat 5a, b)

      B. YHWH mengurapi kepala pemazmur dengan minyak (ayat 5c)

      C. Piala pemazmur penuh melimpah (ayat 5d)

    III. Pemazmur merasa yakin bahwa kebajikan dan kemurahan akan mengikuti hidupnya dan ia akan hidup dalam rumah TUHAN sepanjang masa (ayat 6).

      A. Kebajikan dan kemurahan Tuhan akan mengikuti pemazmur (ayat 6a)

      B. Pemazmur akan diam di rumah YHWH sepanjang masa (ayat 6b)

Setiap teks memberi jawaban untuk beberapa pertanyaan utama. Misalnya dalam Yohanes 9: Apa akibat respon orang yang percaya dan yang tidak percaya kepada Kristus? Dalam Yohanes 1:1-18 kita bisa mengatakan bahwa pertanyaan utama yang bisa dijawab oleh bagian ini adalah: “Mengapa Yesus menjadi manusia?” Demikian juga ada pertanyaan dibalik Mazmur 23. Kita bisa menanyakannya sebagai berikut: “Mengapa saya bisa percaya kepada Tuhan saat segala sesuatu dalam hidup menjadi tidak pasti?” Jawabannya: Karena Ia adalah gembala yang baik dan setia dan Ia adalah tuanrumah yang baik. Sekarang mari kita mengembangkan ide homeletik ini dalam bentuk garisbesar pelajaran sebagai berikut:

    I. Pendahuluan

    II. Percaya kepada Tuhan sebagai Gembala yang Baik dan Setia (ayat 1-4)

      A. Yang memperhatikan keperluan Kita (ayat 1-3a)

        1. Perincian Teks

          a. YHWH itu dekat dan pribadi (“ku” dalam ayat 1)

          b. Yang diberikanNya adalah sempurna (ayat 2)

          c. Yang diberikanNya membaharui dan memuaskan (ayat 3a)

          d. Kesimpulan

        2. Ilustrasi

        3. Transisi untuk masuk pada “Yang Membimbing Kita”

      B. Yang Membimbing Kita (ayat 3b-4)

        1. Perincian Teks

          a. Ia membimbing kita pada jalan yang benar (ayat 3b)

          b. Ia membimbing kita demi namaNya (ayat 3c)

        2. Ilustrasi

        3. Transisi untuk masuk pada “Yang Melindungi Kita”

      C. Yang Melindungi Kita (ayat 4)

        1. Perincian Teks

        2. Ilustrasi

      D. Transisi untuk masuk pada “Bersukacita dalam AnugrahNya”

    III. Bersukacita dalam AnugrahNya (ayat 5-6)

      A. Perincian Teks

        1. Karena Ia selalu memberkati (ayat 5)

          a. Dengan hidangan dihadapan lawan-lawan (ayat 5a)

          b. Dengan mengurapi kepala kita dengan minyak (ayat 5b)

          c. Piala penuh melimpah (ayat 5c)

        2. Karena Persekutuan denganNya Terus-menerus (ayat 6)

          a. Kebaikan dan kasih akan mengikutiku sepanjang hidupku (ayat 6a)

          b. Aku akan diam di rumah Tuhan selamanya (6b)

      B. Ilustrasi

      C. Transisi untuk masuk pada Kesimpulan

    IV. Kesimpulan

      A. Jadi mengapa kita perlu percaya kepada Tuhan sekarang? Ulangi pokok pikiran.

      B. Ilustrsikan dengan contoh tentang orang yang percaya kepada Tuhan

      C. Undang pendengar untuk memperdalam iman mereka kepada Tuhan

Ingat saat Anda mempersiapkan PA berdasarkan garisbesar ini, Anda perlu menjawab pertanyaan yang bisa mengembangkan PA Anda: (1) Apa yang perlu saya jelaskan; (2) apa yang perlu dipertahankan, atau (3) apa yang perlu diterapkan. Ingat untuk membawa pendengar ke dalam kehangatan dan kepastian lewat gambaran mengenai seorang gembala dan tuanrumah yang murah hati. Ceritakan bagaimana hidup dan peran seorang gembala dalam hidup orang Palestina, tapi pastikan Anda menceritakannya sesuai dengan perasaan, emosi, dan kebutuhan pendengar Anda. Tunjukkan komentari dan kamus Alkitab untuk pendengar yang ingin mencari informasi lebih banyak. Komentari juga biasanya akan membantu Anda dalam memahami paralelisme dalam puisi, seperti yang terdapat dalam ayat 6. Ingatkan sesering mungkin para pendengar akan pokok pikiran: mengapa mereka perlu percaya kepada Tuhan. Jangan pernah biarkan mereka lepas dari SATU “pokok pikiran.” Setiap kali Anda melihat pendengar Anda berada dalam tatapan kosong, maka itu berarti saatnya Anda mengulangi pokok pikiran Anda, baik saat itu Anda sedang membicarakannya dalam garisbesar Anda ataupun tidak!


1 “Ide homeletik” adalah “pokok khotbah” dan merupakan hasil usaha memindahkan teks dari konteks mula-mula ke dalam bentuk satu khotbah atau PA yang bisa dipahami alam pikir abad duapuluh-satu. Sering ini dinamakan “menjembatani jurang.”

2 “Genre” merupakan bentuk atau jenis satu tulisan yang akan dibahas. Surat-surat para rasul misalnya genre-nya adalah eksposisi, Kejadian, Keluaran, Kisah Para Rasul, dsb. genre-nya narasi, Mazmur dan kitab-kitab para nabi genre-nya adalah puisi, Wahyu genre-nya apokalipsi, dsb. Dengan mengetahui apa genre satu bahan PA akan membantu kita untuk menentukan pertanyaan-pertanyan yang mesti ditanyakan dan apa yang perlu dilakukan untuk bisa menginterpretasi dengan tepat. Ini penting untuk mempelajari Alkitab. Jika satu mahkluk asing dari planet lain dengan serius ingin mengomentari “Saturday Night Live” (satu acara di Amerika), maka kemungkinan mahluk asing itu akan salah memahami tentang politik, agama, dsb. Mengapa? Karena ia tidak memahami genre acara tersebut. Genre “Saturday Night Live” adalah komedi, dan bukan merupakan laporan serius seperti yang ditampilkan CNN setiap pukul 6:00 waktu di Amerika.

3 “Garisbesar eksegetis” adalah satu garisbesar yang dibuat secara cermat sesuai dengan perincian teks seperti yang dipahami pada konteks aslinya untuk pembacanya yang mula-mula. Jadi garisbesar eksegetis menyatakan kebenaran seperti yang dipahami sesuai dengan sejarah saat pesan itu disampaikan. Kita dituntut untuk bisa melangkah dari garisbesar eksegetis ke garisbesar teologis (yaitu garisbesar yang memuat kebenaran-kebenaran universal) ke garisbesar homeletik (yaitu garisbesar untuk pendengar di masa sekarang).

4 Garisbesar disini hanyalah memuat kembali fakta cerita dalam bentuk kerangka cerita. Garisbesar ini menunjukkan alur cerita, tanpa berusaha memuat perincian dan maknanya. Oleh sebab itu kita perlu membuat garisbesar pengajaran. Ini kadang-kadang disebut garisbesar homeletik (atau khotbah). Sebelumnya kita mengetahui ini dikarenakan bahwa Anda akan mengajar Alkitab kepada orang lain. Anda tidak sekedar mengajar isi Alkitab.

Related Topics: Teaching the Bible, Bible Study Methods