Where the world comes to study the Bible

Tuhan Segala Penghiburan

Orang percaya dalam Kristus diharapkan mengenal Tuhan lebih baik saat mereka berjalan sepanjang perjalanan. Tapi ada hal yang hanya bisa dipelajari melalui penderitaan. Salah satunya adalah Tuhan adalah Tuhan segala penghiburan.

Saya belajar dari pelayanan saya, bahwa Tuhan menghibur milikNya. Saya berpikir tentang pelayanan Roh Kudus, paraclete kita, yang diutus Kristus untuk menolong kita. Dan saya merasakan pembacaan Alkitab membawa penghiburan bagi hati yang susah dan kedamaian dalam pergumulan hebat.

Tapi sekarang istri saya dan saya sendiri mengalami penghiburan dari Tuhan. Sebulan sejak Elsie stroke, kami merasakan setiap hari penghiburan dari Juruselamat kami, Roh Kudus yang berdiam didalam kami, dan Firman Tuhan yang indah. Biarlah anda juga belajar, dalam masa pencobaan, bahwa Tuhan benar-benar Tuhan segala penghiburan.

Iman orang Kristen seharusnya bertumbuh lebih kuat disaat cobaan dan ujian. Ujian merupakan cara menggali tanah hati kita dan menyiangi ilalang. Itu baik untuk kita, karena bukan saat matahari terbit tapi dalam badai kita menemukan kedalaman kebutuhan kita. Seseorang berkata, “Prajurit yang hebat bukan dibuat dalam barak atau lapangan baris-berbaris, tapi dimedan perang dimana semuanya jadi sulit.

Ujian menyediakan kesempatan bagi kita untuk mengenal Tuhan lebih baik. Dalam suratnya pada jemaat diKolose, Paulus meyakinkan orang Kristen bahwa dia berdoa untuk mereka secara teratur. Termasuk hal didalamnya agar mereka “bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan (Kolose 1:10). Paulus tahu bahwa salah satu rahasia hidup yang diberkati adalah lebih mengenal Tuhan.

Sumber utama pengenalan Tuhan adalah Firman Tuhan. Kitab Amsal berkata, Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu. . . . maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah (Proverbs 2:1, 5). Setiap orang yang belajar Alkitab tahu, Tuhan menyatakan diri melalui FirmanNya.

Kita mungkin juga menemukan Tuhan diwilayah hidup kita yang lain. Mazmur 46 dimulai dengan perkataan ini: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Saat kita mendekati akhir Mazmur ini, Tuhan berbicara, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” (v. 10). Masa sulit sering merupakan masa berdiam. Setidaknya kita tahu bahwa masa yang dipenuhi dengan penderitaan memberikan kita kesempatan berdiam diri. Ini bisa jadi waktu berharga untuk refleksi perkataan Tuhan bagi kita. Jika kita tidak memberikan waktu setiap hari untuk diam dihadapan Tuhan, maka Dia memiliki caraNya sendiri untuk membuat kita berdiam. Jika kita mengambil kesempatan dimasa ini untuk berdiam, kita bisa meningkatkan pengenalan kita akan Tuhan. Betul, temanku, masa sulit bisa menjadi masa kita mengenal Tuhan lebih baik.

Dalam Mazmur 119 yang panjang tapi indah, Daud memberikan kesaksian pribadi tentang apa yang sudah dia pelajari tentang Tuhan saat masa sulit. Dalam mazmur ini, kata menderita muncul 4 kali (vv. 67, 71, 75, 107), dan sengsara 3 kali (vv. 50, 92, 153).Ketujuh ayat itu, pemazmur berbicara tentang dirinya dan penderitaannya, tapi tidak sekalipun dia mengeluh atau menyalahkan Tuhan. Ini garis besar ayat-ayat itu secara berurutan:

Syarat Ilahi dalam Kesulitan (v. 50)
Pencegahan Ilahi dalam Kesulitan (v. 67)
Tujuan Ilahi dalam Kesulitan (v. 71)
Pemeliharaan Ilahi dalam Kesulitan (v. 75)
Perlindungan Ilahi dalam Kesulitan (v. 92)
Doa yang pasti dalam Kesulitan (vv. 107, 153)

Saat itu kita tidak memiliki waktu dan tempat untuk membahas satu persatu, tapi dengan singkat saya ingin melihat 2 dari mereka. Dalam ayat 71, pemazmur berkata, Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Dia melihat sekolah penderitaan Tuhan merupakan tempat belajar. Disana dia belajar, bahwa Tuhan memiliki rencana dalam mengijinkan penderitaan atas anakNya. Dalam penggunaan kata benda penderitaan, pemazmur berkata, Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku (v. 50). Saat dia duduk diam dihadapan Tuhan dalam penderitaannya, dia belajar melalui pengalaman pribadi bahwa Tuhan merupakan Tuhan segala penghiburan.

Penghiburan terhadap penderitaan dan kesulitan. Itu adalah tema dari renungan ini. Tiga bulan setelah Elsie menderita stroke, baik otak dan tubuhnya tidak bisa berfungsi secara normal. Stroke melemahkan otaknya, dan melumpuhkan sisi kiri tubuh. Dia juga memiliki masalah lain: penglihatannya lemah, perubahan suara, dan rasa lelah yang hebat hanya sebagian dari efek sampingnya.

Setelah menghabiskan 77 hari bersama Elsie diruang rumah sakit, saya tahu bahwa kita akan menghadapi ujian terberat dalam 51 tahun perkawinan kami. Selama 45 tahun, saya berkothbah dan mengajar Firman Tuhan pada yang lain. Saya tidak pernah sekalipun meragukan kebenaran yang Tuhan nyatakan, tapi saya harus mengakui bahwa saya tidak pernah mengalami apa yang saya kotbahkan dan ajarkan. Tapi sekarang Tuhan memberikan saya kesempatan untuk membuktikan FirmanNya adalah benar.

Salah satu bagian kunci dalam 2 Corinthians sangat dibutuhkan sekarang. Sebenarnya, ayat itu diperlukan setiap waktu. Ayat itu ada dalam waktu dan kekekalan. Mari kita lihat secara singkat kedua ayat ini:

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah (2 Corinthians 1:3-4)

Saat Paulus bicara tentang Tuhan segala penghiburan, dia bicara tentang pengenalan akan Tuhan yang dia sendiri alami. Jelas dia memasukan dirinya dalam kata “kita” dalam ayat 4. Saya melihat ini sebagai kesaksian pribadinya dalam masa sulit, dia dihiburkan oleh Tuhan. Penghiburan itu tidak hanya memampukan dia bertahan dalam pencobaan tapi juga memberikan berkat khusus bagi mereka. Pengenalan Paulus akan Tuhan sebagai Tuhan segala penghiburan bukan hanya secara intelektual atau akademi; itu suatu pengalaman pribadi. Dia mengenal siapa yang dia bicarakan. Dia menderita di Asia sehingga dia putus asa akan hidupnya (1:8-9).

Pencobaan kecil saya tidak bisa dibandingkan dengan penderitaan Paulus. Tapi saya berdoa agar Roh Kudus menggunakan renungan ini sebagai kesaksian betapa Alkitab begitu menolong dalam hidup kami sejak Elsie mengalami stroke. Tuhan segala penghiburan menopang dan menguatkan kami hari demi hari. Dia membebaskan tekanan yang menyakitkan sehingga kami mampu menanggungnya tanpa putus asa.

Kata penghiburan datang dari kata Yunani parakle„sis. Itu muncul 10 kali dalam ayat 3 sampai 7, dan diterjemahkan “penghiburan” 6 kali dan “pelipur” 4 kali. Keduanya mengandung arti pelipur lara.

Parakle„sis terdiri dari para berarti disamping, dan kaleo„ berarti untuk memanggil. Orang Kristen yang menderita membutuhkan penghiburan yang hanya Tuhan bisa beri. Sebagai Penghibur kita, Dia berdiri disamping untuk melayani apa yang kita butuhkan.

Dihubungkan dengan gambaran Tuhan sebagai Tuhan segala penghiburan adalah pernyataan bahwa Dia adalah Bapa yang belas kasih. Belas kasih merupakan pernyataan luar dari perhatian bagi orang lain dalam penderitaan mereka. Belas kasih berasal dari Tuhan, yang disebut Bapa. Semua tindakan belas kasih berasal dari Dia. Tuhan memiliki perasaan belas kasih bagi kita saat kita tertekan. Cobaan kita, baik berat atau ringan, diperhatikanNya. Daud menyatakannya sebagai berikut: Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. (Mazmur 103:13-14). Saat kita diuji melalui penderitaan dan kesulitan, belas kasih mengalir kepada kita dari HatiNya yang penuh kasih. Kita tidak perlu takut persediaan belas kasihnya akan habis, karena Dia “kaya dalam belas kasih” (Ephesians 2:4).

Tuhan menunjukan belas kasihNya melalui menyediakan kita keselamatan, karena itu “menurut belas kasihNya Dia menyelamatkan kita (Titus 3:5). Dalam suratnya yang lain, Paulus menulis, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32). Salah satu dari “segala sesuatu” didalamnya ada penghiburanNya.

Semua hal . . . semua penghiburan. Kata semua dalam Yunani merupakan kata yang bermakna kuat. Itu berarti “setiap hal, setiap ragam, seluruh dari, atau keseluruhan yang ditujukan.1

Penghiburan Tuhan adalah unik. Tidak terbatas, tidak habis-habis, dan tidak bisa hancur. Penderitaan kita hanya sementara dan akan berlalu; Penghiburan Tuhan “selama-lamanya” (2 Thessalonians 2:16). Itu tersedia setiap waktu.

Tidak ada orang Kristen yang ditinggalkan dalam menghadapi kesukaran dan penderitaan. Tuhan berkata pada Israel, Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu (Isaiah 66:13). Orang Israel perlu diingatkan akan kasih Tuhan dan belas kasihNya pada mereka saat Dia membebaskan mereka dari perbudakan diMesir. Yesaya juga menulis, “dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala” (Isaiah 63:9).

Beberapa orang Kristen cenderung lupa betapa jelas dan berharga kasih Tuhan dan penghiburan yang didapat saat mereka menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Teman, Bapamu disorga peduli, dan Dia menghibur. Berbaliklah padaNya dan berikan Dia kesempatan melayani kebutuhanmu. Engkau anakNya, dan Dia ada saat anda terluka.

Mari kita lihat beberapa penghiburan, dimana penghiburan Tuhan datang pada kita.

Pertama, ada penghiburan Juruselamat. Saat Tuhan Yesus Kristus ada didunia, Dia menjadi penghibur para muridNya. Dia disamping menopang mereka saat terseret badai dilaut. Dia bersama mereka menyediakan makanan. Dia bersama mereka menguatkan mereka saat menderita karena musuh. Dia bersama mereka, menghibur mereka dalam kesusahan. Dia merupakan penghibur Ilahi.

Kata Yunani paraclete diterjemahkan “pembela” dalam 1 Yohanes 2:1. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Kata pengantara merupakan kata yang sama dalam Yunani diterjemahkan “penghibur.”

Anda bisa lihat, kematian Tuhan kita tidak mengkhiri pelayanan penghiburanNya. Dia bangkit dari kematian dan kubur, dan Dia naik kesorga, disana dia duduk disebelah kanan Bapa untuk kita. Dia disana untuk mewakili kita, bahkan saat kita masih berdosa. Bukannya Dia minta keringanan, atau menyetujui dosa kita. Tapi Dia disana sebagai Satu yang telah memenuhi setiap tuntutan hukum melalui hidupNya yang tidak berdosa dan mati menggantikan kita. Betapa Tuhan merupakan penghibur kita!

Rasul Paulus bicara tentang pelayanan Kristus sekarang dalam suratnya ke Roma. “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (Roma 8:18). Dia tidak pernah sekalipun menyangkal bahwa orang Kristen akan menghadapi musuh dan penderitaan. Tapi dia meyakinkan kita bahwa orang Kristen yang dipanggil untuk menderita memiliki Penghibur dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Melalui kematianNya, Kristus menyingkirkan hukuman dosa; melalui kebangkitanNya dari kematian Dia memberikan hidup kekal kepada setiap pribadi yang percaya padaNya; Melalui kenaikan dan kemuliaanNya pada Bapa dia menjadi pengantara kita. Dia sekarang dihadapan Tuhan untuk kita (Ibrani 9:24), dimana “Dia hidup senantiasa menjadi pengarantara bagi kita (Ibrani 7:25). Dia “turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 4:15), tidak hanya secara teoritis tapi secara praktis. Saat Dia dibumi, Yesus tahu apa itu haus dan lapar. Dia menderita secara fisik. Dia menangis karena dosa dan penderitaan yang lain.

Imam Besar kita mengerti, dan Dia melayani menjadi pengantara kita sekarang. Disaat ini Dia sedang berdoa untuk kita. Saat kita menderita, Dia mengerti. Dalam ujian, kita diberkati melalui penghiburan Juruselamat kita. Kenyataan ini merupakan sumber penghiburan bagi Elsie dan saya.

Kedua, ada penghiburan Roh Kudus. Sebelum Tuhan kita mati dikayu salib, Dia berkata pada para murid, Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. . . . Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu (Yohanes 14:16-18). Disini kita memiliki janji Tuhan bahwa setelah kenaikanNya Dia akan mengirimkan Roh Kudus untuk melanjutkan pelayanan penghiburanNya.

Dicatat bahwa gereja di Yudea, Galilea, dan Samaria “dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Acts 9:31). Ini bukti tertulis dari pemenuhan janji Kristus bahwa Penghibur akan datang untuk melayani gerejaNya. Orang Kristen yang disiksa dan menderita akan dikuatkan oleh “penghibuaran Roh Kudus.

Seperti penghiburan Juruselamat, demikian juga Roh menghibur. Itu hanya bagi mereka yang menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Anda bisa lihat, saat pendosa menerima Kristus, Roh Kudus masuk kedalam diri dan berdiam didalamnya. Seluruh pribadi yang sudah diselamatkan, tanpa kecuali, Roh Kudus berdiam didalamnya (Roma 8:9; 1 Corinthians 3:16; 6:19-20). Ini kebenaran yang penting, khususnya saat seseorang mengalami penderitaan dan kesulitan.

Saat istri J. Sidlow Baxter meninggal di California. Saya sedang di Florida saat itu, jadi saya meneleponnya untuk menyatakan simpati dan menawarkan bantuan yang mungkin dibutuhkan. Saat dia menjawab, jelas sekali dia sedang sedih. Tapi saya tidak pernah lupa apa yang dikatakannya: “Lehman, saya sangat kesepian, tapi saya tidak sendiri. Saya sedang dihibur. Sekarang saya tahu maksudnya. Dia telah berjalan setiap hari bersekutu dengan Roh Kudus, sehingga dalam kesedihan dia mengalami penghiburan Roh.

Seornag wanita yang sedang mengambil perjalanan keTanah Suci menceritakan pengalamannya. Dia berkata, “Didalam hidup saya, tidak pernah saya merasa begitu dekat dengan Tuhan. Saya ingin mengadakan perjalanan ini sekali lagi. Uang yang saya keluarkan sepadan dengan merasa dekat dengan Tuhan.

Terima kasih pada Tuhan, saya tidak perlu menunggu perjalanan keIsrael untuk mengalami kedekatan dengan Tuhan. Sekarang ini Elsie dan saya membutuhkan penghiburan. Sekarang saya betul-betul merasakan kelemahan dan ketidakmampuan saya. Tapi saya juga merasakan kehadiran Roh Kudus didalam saya, bersama pemeliharaanNya. Saat saya menulis, kami sedang dihibur. Salah satu doa Paulus bagi jemaat diEfesus sedang dijawab didalam kami: Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu (Ephesians 3: 16).

Saya tidak mengatakan jalannya mudah. Dalam masa terbaik, saya sadar bahaya masuknya iblis dalam pemikiran saya. Kehidupan Kristen adalah suatu pertempuran. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki (Galatians 5:17). Jika kita membiarkan nature berdosa didalam kita, kita mendukakan Roh Kudus dan kehilangan penghiburanNya. Tapi saat kita dikontrol olehNya, Dia merupakan penghibur yang kuat dalam kelemahan dan penderitaan.

Ketiga, ada penghiburan Alkitab. Paulus menulis, Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Roma 15:4). Berapa banyak kita mengetahui dari pengalaman kita penghiburan dari Alkitab?

Sejujurnya, sampai ujian kami sekarang, saya belum pernah diuji dalam kehidupan pribadi saya. Saya melihat bagaimana Firman Tuhan menghibur orang lain dalam pencobaan dan penderitaan, ketika saya membacakan Alkitab bagi yang sakit, menderita dan susah. Saya bisa bertanggung jawab terhadap kebenaran dan keakuratan Ibrani 4:12, yang berkata, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Saya tahu Firman itu telah menyadarkan dan menyelamatkan saya ditahun 1927, dan saya sudah menyaksikan itu menjadi penghiburan bagi yang lain.

Tapi sekarang saya sedang melewati api ujian. Sekarang saya perlu penghibur. Saya mengingat kembali saat saya merinci Ibrani 4:12, menekankan pentingnya kata “sadar” atau “dihidupkan”. Saya menjelaskan kata kerja Yunaninya azo, artinya, Firman Tuhan terus hidup dan aktif. Alkitab bukan surat yang mati; itu bukan suatu yang pasif. It uterus bekerja, menghasilkan dan menopang kehidupan rohani.

Maka dari itu, Firman Tuhan berkuasa. Kata Yunani berkuasa adalah energe„s, dari sini kita dapat kata Inggris dari energi. Ini cukup berkuasa untuk mencapai kedalaman hati setiap kita, tempat kita terluka. Paulus menyatakan dengan tepat saat dia berkata “penghiburan dari Kitab Suci.

Salah satu alasan Alkitab ditulis adalah untuk menghibur anak Allah disaat sakit, menderita, dan tersiksa. Pelajaran yang kita dapat dari Alkitab adalah untuk pengalaman hidup kita sehari-hari, dan penghiburan disaat seseorang memerlukan Firman. Kenyataan Paulus mengutip dari PL menyatakan pada kita bahwa dia bergantung pada Firman untuk penghiburan dan kekuatan. Penghiburan merupakan salah satu berkat yang Tuhan beri melalui FirmanNya.

Salah satu factor penting adalah kita harus menerima Firman Tuhan dalam iman. Kebenaran Tuhan harus didampingi oleh iman. Paulus menyatakan hal ini dengan jelas dalam suratnya kepada jemaat Tesalonika, Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya (1 Thessalonians 2:13). Hanya mendengar pembacaan sebagian Firman atau mendengar seseorang merincinya tidak mencukupi. Firman itu harus dilaksanakan. Yakobus berkata, Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22).

Alkitab telah menjadi buku bimbingan melalui tahun-tahun perkawinan kami. Kami mempercayainya, mengajarkan itu pada anak-anak, dan mentaatinya. Kami tahu itu benar. Tapi sekarang kami menghadapi ujian pribadi yang berat. Alkitab menawarkan kesempatan emas untuk membuktikan kebenaran Alkitab dalam masa sulit. Elsie tidak berdaya, tidak mampu membaca. Jadi tergantung pada saya untuk menemukan penghiburan dalam Alkitab dan membagikannya. Dalam hati saya ada suatu kelaparan hebat akan Firman Tuhan. Sebenarnya, keinginan mendengar Tuhan bicara lebih besar dari doa. Saat saya berdoa, saya bicara pada Tuhan, Saat membaca Firman, Dia bicara pada saya, dan saya butuh tahu apa yang Dia katakan dalam waktu kelam ini.

Selama Elsie sedang di rumah sakit, setiap pagi saya berterima kasih padaNya untuk berkat dan belas kasih, yang saya sebutkan satu per satu. Kemudian, setelah meminta bimbingan, saya langsung merenungkan Firman. Setelah membaca dan merenungkannya, saya memilih satu ayat, menulisnya dalam 3-5 kartu, dan mulai berangkat kerumah sakit. Selama hari itu saya menghafal ayat itu. Selama sehari itu saya membacakannya pada Elsie, dan sebelum meninggalkannya pada malam hari kami mengulang bersama. Ini menjadi kegiatan sehari-hari kami, dan terus menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi kami.

Ini ada beberapa ayat yang Tuhan gunakan untuk menopang dan menghibur kami.: Ulangan 33:27; Joshua 1:8; Mazmur 23; 27:1; 34:19; 37:1-7, 25; 42:5, 11; 46:1; 48:14; 55:22; 84:11; 103: 10-14; 119:50, 75; Isaiah 26:3; 41:10; Ratapan 3:22-23, 32; Roma 8:28-32; 1 Corinthians 10:13; 2 Corinthians 1:3-4; Ephesians 3:16; Philippians 4:4, 6,7; Kolose 3:16; 1 Thessalonians 4:16-17; 5:18; Ibrani 12:6; 1 Peter 5:7.

Saat saya menulis kalimat ini, hampir 2 tahun sejak ujian kami dimulai. Firman Tuhan menjadi penopang kami. Tuhan tetap setia, dan kasih karuniaNya terus tersedia. Kami percaya bahwa Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Philippians 1:6). Di hari itu “kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya (1 Yohanes 3:2).

Related Topics: Suffering, Trials, Persecution, Comfort