Where the world comes to study the Bible

Pengetahuan Alkitab

Sebuah Perumpamaan


“Sam, bagian mana dari Alkitab yang paling Anda suka?” “Tuan, saya paling suka Perjanjian Baru, Tuan.” “Kitab apa dalam Perjanjian Baru” “Kitab apa, Tuan? Kitab apa? Saya pikir kitab berisi perumpamaan-perumpamaan, Tuan.” “Maukah Anda menceritakan salah satu perumpamaan tersebut kepada dewan?”

Sam yang malang ingin menentangnya, tapi ada kemungkinan anggota-anggota dewan tidak lebih tahu tentang Alkitab mereka daripada ia sendiri. Ia memutuskan untuk mencoba dengan berani dan mulai seperti ini:

Pada suatu ketika seorang pria menuruni jalan dari Yerusalem ke Yerikho dan jatuh ke tangan para penjahat dan lalang-lalang tumbuh dan mencekik pria itu dan ia terus pergi dan ia tidak punya uang dan ia bertemu Ratu Syeba, dan ia memberikan pria itu --- ia memberikan kepada pria itu, Tuan, seribu talenta emas dan perak dan seratus pakaian ganti. Dan ketika ia sedang naik kuda di bawah sebuah pohon besar, rambutnya tersangkut pada sebuah dahan dan ia tergantung di sana. Nah, begitulah Tuan. Dan ia tergantung di sana berhari-hari dan bermalam-malam dan burung-burung gagak membawakannya makanan untuk dimakan dan air untuk diminum. Dan suatu malam sementara ia tertidur sambil tergantung di sana, istrinya, Delila, datang dan mencukur rambutnya, dan ia jatuh dan mendarat di tanah yang berbatu-batu dan hari mulai hujan dan hujan terus turun empat puluh hari dan empat puluh malam. Dan ia bersembunyi di dalam sebuah gua. Dan pria itu keluar pergi ke jalan raya dan jalan-jalan sempit dan memaksa dirinya untuk masuk. Ia terus berjalan dan sampai ke Yerusalem dan ia melihat Ratu Izebel sedang duduk di jendela di atas dan ketika ratu itu melihatnya ia tertawa dan pria itu berkata, “Lemparkan ia ke sana,” dan mereka melemparkannya ke bawah. Dan pria itu berkata, “Lemparkan lagi,” dan mereka melemparkan wanita itu ke bawah, tujuh puluh kali tujuh puluh dan kepingan-kepingan tubuhnya yang mereka kumpulkan ada dua belas bakul penuh. Jadi dia akan menjadi istri siapa pada hari penghakiman?”

Tak seorang pun anggota dewan yang sanggup bertanya lebih jauh lagi kepada calon tersebut dan ia diluluskan

Sumber tak dikenal

Tepat Sekali

Kesalahan ke-4: Bersikap terbuka terhadap ajaran Alkitab yang kuat secara otomatis memecahkan masalah-masalah.

Hanya petunjuk Alkitab saja tidak akan menghasilkan pemecahan-pemecahan masalah secara cepat. Tak peduli betapa bisa dipercaya pengajaran tersebut atau betapa bagusnya guru, pernyataan kebenaran tidak menyingkirkan kesulitan-kesulitan.

Pikirkanlah Firman Tuhan sebagai sebuah peta yang tepat dan teliti. Sebuah peta memberi petunjuk bagaimana Anda bisa sampai ke tujuan tertentu. Tapi hanya dengan melihat pada sebuah peta tidak secara otomatis membawa Anda ke Arizona atau Inggris atau Peru. Untuk sampai ke tempat-tempat tersebut artinya Anda harus berusaha …..membayar biaya ……meluangkan waktu untuk pergi ….. berada dalam perjalanan sampai Anda tiba. Dengan satu kata: bertekun.

Demikian juga dalam kehidupan Kristiani. Peta Allah dapat dipercaya dan tersedia. Ini juga jelas dan langsung. Tapi tidak ada sulap dalam halaman-halamannya yang secara otomatis mengirim pembaca ke tujuan seperti sebuah permadani ajaib. Tolong jangan salah mengerti. Saya mengasihi Firman Tuhan! Saya lebih yakin dari sebelumnya dalam hidup saya bahwa kebenaran-kebenaran yang dapat dipercaya tak terukur nilainya. Namun meskipun Alkitab mungkin sebuah kitab yang dapat dipercaya, sudah pasti tidak ada ramuan ajaib sehingga bila Anda menggosoknya tiga kali sehari bisa mengusir Iblis pergi. Ini adalah sesuatu yang harus Anda masukkan ke hati dengan suatu janji yang suci kepada Allah, berharap bahwa esok pagi Anda akan tiba-tiba mengerti dan mengalami semua kebenaran yang ada di dalamnya.

Tidak ada semacam “kedewasaan instan” yang tersedia di dunia ini. Allah tidak menawarkan suatu formula yang menghasilkan orang-orang Kristen yang dewasa dalam semalam. Pertumbuhan Kristiani datang melalui menerapkan intinya, bertekun dengan berani (sebuah kata yang terlupakan!) apa yang Anda dengar dan menaatinya …. dan karena itu belajar bagaimana menangani masalah-masalah yang tak terelakkan.

Perseverance, Condensed from Three Steps Forward, Two Steps Back by Charles Swindoll, 1980

Jajak Pendapat Gallup

Ada suatu masa ketika kebanyakan orang Amerika menghargai Alkitab, dan bisa mengutipnya dengan benar. Dalam tahun 1963, menurut Gallup, 65% percaya pada Alkitab secara harfiah; sekarang ini jumlahnya hanya 32%.

Ada suatu masa ketika kebanyakan orang Amerika akrab dengan doktrin Alkitab. Anda bisa berkata, “Percaya pada Yesus? Dan sekurangnya mereka mengerti apa yang Anda maksudkan. Namun sekarang ini kebanyakan akan bingung. Newsweek menceritakan tentang seorang anak yang melihat sebuah salib dengan Yesus tergantung di sana dan bertanya, “Mama, apa yang orang itu lakukan”? Ada suatu masa ketika kebanyakan orang Amerika menerima standar-standar yang mutlak. Mereka mungkin tidak setuju dengan hal-hal mutlak tersebut, namun mereka tahu bahwa sesuatu itu benar-benar betul atau salah. Sekarang ini 70% menolak moral yang benar.

Chuck Colson, Christianity Today, November 9, 1992, p. 112

Related Topics: Bibliology (The Written Word)