MENU

Where the world comes to study the Bible

1.7. Kepastian Mengenai Pimpinan Allah

Tujuan pelajaran ini adalah untuk meletakkan dasar-dasar alkitabiah mengenai pimpinan Allah bagi orang-orang percaya. Ini tentu saja bukanlah kupasan atau uraian selengkap-lengkapnya mengenai kehendak Allah.

    Problema Yang Dihadapi Manusia

Amsal 14:12 memperingatkan mengenai jalan yang disangka orang benar namun berakhir pada kebinasaan. Yeremia dengan jelas menyatakan tentang ketidakmampuan manusia menentukan jalan kehidupannya. Yeremia 10:23, mengatakan, “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” Karena ketidakmampuan dan keterbatasan hikmat dan pemahaman manusia karena keberdosaannya sehingga manusia tak dapat menetapkan langkah kehidupannya. Apa yang mungkin kelihatan benar baginya pada akhirnya membawa kebinasaan dan maut. Karena pikiran manusia bukanlah pikiran Allah sehingga rencana-rencananya tidak mencapai sasaran atau tak sesuai dengan rencana Allah yang sempurna.

Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu

1 Korintus 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Ilustrasi:

(1) Pada tahun 1940an, manusia merancang bom atom karena berpikir bahwa bom atom akan mengakhiri seluruh perang dan akan menciptakan perdamaian dunia. Namun ternyata perkiraan itu meleset.

(2) Ketika muncul masaalah dalam perkawinan, sering orang berpikir perceraian sebagai solusinya, bukannya berusaha mengatasi permasalahannya. Menurut Kitab Suci, berupaya mengatasi problema dalam perkawinan adalah kehendak Allah. Hal ini merupakan jalan terbaik bagi keluarga itu maupun masyarakat secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan bahwa ajaran Kitab Suci dalam hal ini adalah benar. Karena pada akhirnya perceraian menimbulkan lebih banyak penderitaan dan kesulitan, bukan hanya bagi mereka yang terlibat dalam perceraian melainkan juga dalam kehidupan bermasyarakat secara umum.

Hanyalah Allah, Alfa dan Omega, yang memiliki hikmat dan kuasa, serta kasih dan kemurahan yang tak terbatas yang dapat membereskan permasalahan kehidupan manusia. Siapakah yang lebih mengetahui keadaan kita, kemampuan kita, kelemahan kita dan seluk beluk kehidupan kita, melebihi Allah Pencipta, yang telah membentuk kita sejak dalam kandungan?

Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

    Janji dari Allah

Kitab Suci menyatakan bahwa Allah peduli akan kita dan Ia ingin memimpin kehidupan kita kepada tujuan yang terbaik menurut rencanaNya. Betapa mulia rencanaNya bagi kehidupan kita karena Ia memiliki hikmat serta pengetahuan yang sempurna atas kehidupan kita masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Ia memiliki segala kuasa atas dunia dan makhluk ciptaanNya. Bukti terbesar tentang kerinduan Allah untuk menuntun kehidupan kita jelas terlihat dalam ayat-ayat Kitab Suci. Ia telah memberikan Kitab Suci agar melaluinya kita dapat mengetahui kehendak dan tujuanNya dalam kehidupan kita. Karena itu penting sekali kita mengenaliNya dan petunjuk-petunjukNya dalam menjalani kehidupan ini. Tugas kita sekarang adalah mempercayakan kehidupan kita kepadaNya dan biarkanlah Ia yang menuntun atau membimbing kehidupan kita.

Amsal 3:5-6 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu..

Amsal 16:1-4 Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka..

Amsal 16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

1 Petrus 5:6-7 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu..

    Ayat-Ayat Mengenai Kehendak Allah

Bila berbicara tentang kehendak Allah itu, apa yang muncul dalam pikiran kita? Pengamatan saya kebanyakan orang lebih terfokus kepada hal-hal lain tetapi melalaikan hal-hal utama yang mendasar dalam kehidupan ini. Misalnya, bagi kebanyakan orang mencari pimpinan atau kehendak Allah sering hanya terbatas pada hal-hal seperti berikut ini:

  • Siapa yang akan menjadi pasangan hidup saya? (seseorang yang akan membuat saya bahagia dan tentu saja sempurna).
  • Di mana saya akan bekerja? (tempat yang enak, cukup menantang dan gaji yang besar).
  • Apa mobil yang harus saya beli? (yang bagus dan tak mudah rusak).
  • Rumah yang bagaimana yang harus saya beli? (yang bertetangga dengan orang-orang Kristen supaya saya tak perlu bersaksi lagi).
  • Haruskah saya menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan di mana? (sekolah di mana saya dapat beroleh pendidikan dan nilai terbaik, teman-teman yang menyenangkan, sekolah yang jauh sehingga saya terlepas dari campur tangan orang tua).
  • Pendeta yang bagaimana baik bagi gereja kami ? (seseorang yang serba bisa dalam segala bidang pekerjaan).

Jelas terlihat bahwa hal-hal di atas ini merupakan fokus perhatian utama manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Manusia berharap kehidupannya akan berjalan mulus, ibarat jalan raya bebas hambatan. Pada hal mereka lupa bahwa nasihat Firman Tuhan tentang pentingnya mencari pimpinan dan kehendak Tuhan dan perlunya membawa semua persoalan hidup kita dalam doa, sebagaimana nasihat Yakobus yang mengatakan, “Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yakobus 4:15). Demikian pula Paulus menasihatkan hal serupa, “Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu” (Rom. 1:10), dan Amsal 16:3, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

Bila kita menyimak dengan baik ayat-ayat di atas, menunjukkan bahwa kebahagiaan kita dan segala hal yang menjadi fokus perhatian utama kita itu sebenarnya merupakan hal-hal sekunder, bukan yang terutama. Sikap dan obsesi sedemikian menggambarkan cara berpikir manusiawi yang sangat dangkal yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan Allah dan cara Ia bekerja. Manusia masa kini cenderung sangat terobsesi kepada pola pikir konsumtif yang hanya mengejar kesenangan hidup dan sikap berfoya-foya, sedangkan Allah merancang tujuan-tujuan yang lebih besar dan mulia untuk kehidupan manusia.

Pengamatan sekilas ayat-ayat yang berbicara tentang perihal mencari “kehendak Allah” ini menunjukkan bahwa perhatian utama Allah adalah hal-hal moral dan spiritual yang sesuai dengan kehendakNya dan perubahan perilaku kita agar menjadi seperti gambar Kristus.

1 Korintus 1:1-2 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.

2 Korintus 1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.

Efesus 6:6 angan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.

Kolose 4:12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.

1 Tesalonika 4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan.

1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

1 Petrus 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

1 Petrus 5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

    Prinsip-Prinsip Yang Kita Harus Terapkan

      Kesetiaan dan Tekad

Fondasi utama dalam mencari dan melaksanakan kehendak Allah adalah kesetiaan kepada Allah dan tekad untuk melaksanakan kehendakNya – atau menjadi berkenan kepadaNya dan memuliakanNya.

Mazmur 25:12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.

2 Korintus 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya

Mazmur 37:4-5 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;.

1 Tesalonika 4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

Yakobus 4:3-4 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Efesus 6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

2 Timotius 2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

      Kita Memerlukan Fakta-Fakta dan Data

      Data Dari Firman Allah

Ajaran atau perintah: Ini menunjuk kepada perintah-perintah mendetil dari FirmanNya yang diberikan untuk menuntun perilaku kehidupan kita. Tuhan menghendaki agar kita berdoa, membaca FirmanNya, bersekutu secara teratur, untuk para suami agar mengasihi istri mereka dll. Kita dinasihatkan agar tidak mencuri, berbuat zinah, berdusta, membunuh, menyebarkan gosip, bersungut dan mengeritik. Seluruh perintah ini mengekspresikan kehendak Allah.

Mazmur 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Ilustrasi: Apabila di jalan raya tampak rambu-rambu batas kecepatan “30 km per jam,” maka rambu-rambu itu merupakan petunjuk atau perintah untuk ditaati. Salah satu contoh petunjuk atau perintah dalam Alkitab adalah “saling mengampuni satu dengan yang lain.” Ini harus ditaati.

Prinsip-Prinsip atau Petunjuk-Petunjuk: Petunjuk yang sangat umum memiliki banyak penerapan. Ini dapat dijadikan pedoman, khususnya apabila Kitab Suci tidak jelas memberikan perintah-perintah langsung.

Ilustrasi: Apabila rambu lalu lintas mengatakan, “Berhati-hati.” Ini dapat diterapkan ke dalam berbagai situasi dan kondisi. Dalam Alkitab ada nasihat yang mengatakan “Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun” (1 Kor. 10:23). Ayat ini mengajarkan bahwa di dalam Kristus kita bebas melakukan hal-hal yang tidak dilarang Kitab Suci, namun pertanyaannya adalah apakah hal-hal itu bermanfaat untuk saya dan kesaksian saya kepada orang-orang lain atau tidak?

      Data Dari Dunia

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam memproses atau mengolah data dari dunia:

(1) Orang-orang percaya tidak berasal dari dunia namun berada di dalamnya sehingga perlu menggunakan data-data dari dunia ini secara bijaksana bukan hanya untuk menunjang kehidupan dan keluarga melainkan juga untuk pelayanan atau pekerjaan kita.

Yohanes 17:14-18 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.

1 Korintus 7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

Efesus 4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Efesus 5:10-18 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

(2) Allah itu bersifat transenden, berdaulat dan imanen. Ia aktif bekerja di dunia dan dalam kehidupan kita. Karena itu kita memiliki sumber data atau fakta mengenai cara Allah bekerja dalam melaksanakan maksud-maksudNya yang kita akan jadikan sebagai pedoman dalam melakukan kehendakNya di dunia ini.

Roma 1:10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Roma 15:32 agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

Pengkhotbah 7:13-14 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya..

(3) Namun Setan juga aktif bekerja sehingga kita harus waspada dalam menggunakan data-data yang ada. Untuk dapat membedakan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, kita perlu menggunakan Firman Allah sebagai filternya.

2 Timotius 2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Efesus 5:15-16 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Mazmur 119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

      Data Pribadi

Prinsip-prinsip yang dapat kita gunakan dalam mengolah data mengenai diri kita sendiri:

(1) Allah telah membentuk kita dan mengangkat kita sesuai dengan tujuan-tujuanNya. Tujuan Allah ini mencakup setiap aspek kehidupan dan keberadaan kita – termasuk aspek seksualitas, talenta, IQ, fisik, orang tua, latar belakang, waktu dan usia, dll., terkecuali dosa.

Mazmur 139:13-16 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Yeremia 1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Yesaya 43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Yesaya 54:16 Sesungguhnya, Akulah yang menciptakan tukang besi yang menghembus api dan menghasilkan senjata menurut kecakapannya, tetapi Akulah juga yang menciptakan pemusnah untuk merusakkannya.

Keluaran 9:16 akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.

(2) Sebagai orang-orang orang percaya, Allah juga mengaruniakan kita karunia-karunia rohani agar kita mampu melaksanakan pelayanan membangun tubuh Kristus dan tugas kita di dalam dunia (lihat juga 1 Kor. 12:3-12).

Roma 12:3-8 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

(3) Setiap orang adalah penting dan unik karena Allah mempunyai rencana dan tujuan khusus bagi kehidupannya sesuai panggilan dan pimpinan Allah.

Mazmur 119:73 Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu.

Mazmur 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Roma 12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

      Data Lain Yang Harus Dipertimbangkan

(1) Situasi-situasi, pintu-pintu yang terbuka dan tertutup.

1 Korintus 7:20-21 Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah. Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.

Filipi 1:12-18 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.

Roma 15:32 agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

(2) Fakta-fakta atau data-data ekonomi, politik, geografi dan sosial.

(3) Minat seseorang dalam menyenangi maupun tidak menyenangi sesuatu, karakter dan kepribadian seseorang.

(4) Karunia-karunia, talenta-talenta, keahlian, kemampuan, ketrampilan, pengalaman dan kesiapan seseorang.

(5) Kondisi fisik atau kesehatan, usia seseorang.

(6) Jenis kelamin (pria atau wanita).

Ilustrasi: Misalnya, ada lowongan yang terbuka untuk menjadi pemain dalam tim basket nasional, namun saya tahu pasti hal ini bukanlah kehendak Allah bagi saya. Alasannya karena mempertimbangkan faktor usia saya yang sudah tua, kelambanan saya, dan fisik saya yang terlampau pendek. Kita harus belajar melihat bahwa Allah bekerja melalui situasi atau keadaan dalam menyatakan kehendak atau pimpinanNya bagi kita. Segala sesuatu dan setiap keadaan tidak terjadi secara kebetulan atau di luar rencana. Setiap faktor harus dipertimbangkan dalam mencari pimpian Tuhan.

    Kesimpulan Prinsip-Prinsip

(1) Kita harus belajar mempertimbangkan data dan fakta apa saja yang kita peroleh dari dunia kita (kesehatan, kemampuan, pendidikan, keuangan, sakit-penyakit dan kondisi-kondisi lainnya).

(2) Kita harus mempelajari fakta-fakta ini dan belajar menerima keadaan kita dan meyakini bahwa Allah memegang kendali dan menggunakan setiap keadaan sesuai rencanaNya . Ia aktif bekerja dalam setiap hal dan kondisi.

(3) Dalam mempertimbangkan data-data dan fakta-fakta ini, kita harus mengingat peran Firman Allah sebagai pedoman dalam menentukan apa yang benar dan salah.

Ibrani 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Yesaya 55:7-9 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu

Amsal 2:9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.

Allah tidak pernah akan mengizinkan kita melakukan sesuatu yang bertentangan dengan FirmanNya. Setan selalu melakukannya, demikian pula dunia ini melakukannya, namun tidak demikian dengan Tuhan kita. Sebagai contoh, seorang gadis Kristen ingin kawin dengan pria yang bernama Charlie, namun apabila Charlie bukan seorang yang percaya kepada Tuhan, ia harus menyadari bahwa Allah pasti tidak berkenan atau merestui keinginannya itu berdasarkan Firman Allah yang mengungkapkan kehendakNya.

1 Korintus 7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.

2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

(4) Mengenal kehendak Allah bukan sekedar hal mengenal apa yang benar dan salah melainkan mengenai apa yang terbaik dan sesuai dengan ajaran FirmanNya bagi kita.

Filipi 1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.

Filipi 1:20-21 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Matius 6:19-20 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya;

(5) Juga sebagai pedoman. Kita harus ingat bahwa Allah juga tidak memberikan kita keinginan-keinginan yang bertentangan dengan akal sehat. Seorang gadis mungkin saja ingin langsung kawin dengan seorang lelaki ganteng yang baru saja dikenalnya. Ini tentu saja tak masuk akal. Karena anda mustahil dapat mengenal seseorang dengan baik hanya dalam waktu yang sangat singkat. Atau misalnya, seseorang yang telah berkeluarga ingin berhenti dari sesuatu pekerjaan dan beralih ke suatu usaha atau pekerjaan baru. Namun apabila ada bayi yang baru lahir di dalam keluarganya, tanpa punya uang tabungan, dan punya setumpuk hutang, pastilah keputusan untuk pindah pekerjaan merupakan hal yang tidak masuk akal untuk dilakukan.

(6) Demikian pula perlu diingat bahwa Allah tidak memberikan keinginan-keinginan dalam hati kita yang bertentangan dengan data–data atau fakta-fakta lain yang masuk akal yang bersumber dari dunia ini. Misalnya, seseorang mungkin punya ambisi menjadi seorang seniman atau arsitek. Namun pertanyaannya, apakah orang itu memiliki talenta sebagai seniman atau ketrampilan menggambar? Jika tidak, pasti keinginan itu bukan berasal dari Allah.

(7) Sebagaimana telah dinyatakan, bahwa setiap keinginan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Kitab Suci pasti bukan berasal dari Allah. Firman Allah adalah kuncinya. Karena itu pertimbangkan dan ujilah setiap keinginan anda berdasarkan ajaran dan prinsip Firman. Apabila cocok dengan Firman, itu pasti dari Allah. Namun kalaupun cocok, kita masih harus mengujinya dengan waktu dan dengan data-data lainnya. Untuk itu kita harus membawa setiap hal dalam doa sambil memohon hikmat daripadaNya.

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

(8) Kunci terutama di sini adalah persekutuan pribadi dengan Tuhan. Lukas 16:10 mencatat prinsip yang dapat digunakan. Ayat ini mengatakan, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Prinsip yang diajarkan dalam ayat ini yang harus melandasi keputusan-keputusan besar– misalnya, sekolah, perkawinan, pekerjaan, membeli mobil, rumah, dsb. – adalah kesetiaan kita dalam pelaksanaan dan komitmen kita kepada Tuhan dalam melaksanakan rutinitas kehidupan kita sehari-hari. Kita tak hanya diberikan kemampuan membedakan apa yang benar dan apa yang salah melainkan juga kemampuan menentukan pilihan dengan memprioritaskan kehendak Allah di atas kehendak kita. (lihat juga Ef. 5:9-18; Lukas 14:25-27).

Mazmur 119:133 Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Matius 16:23-24 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Meskipun pimpinan Allah pada akhirnya akan menghindarkan kita dari kebuntuan dan memberikan kita ketenangan dan kebahagiaan, namun tujuan utamanya bukan menjadikan hidup ini ibarat jalan raya yang bebas hambatan, mulus tanpa lobang dan hambatan yang membahayakan. Pimpinan Allah dalam hal ini bertujuan memampukan kita dalam memuliakan Allah dan melaksanakan kehendakNya dalam keadaan dan situasi apapun.

Related Topics: Theology Proper (God), Basics for Christians, Sanctification