Where the world comes to study the Bible

Lima Peringatan dari Kitab Ibrani

Related Media

Translated by Stevy

Kata Pengantar

Sekarang kita hidup dalam periode waktu seperti waktu Nuh dimana tidak ada rasa takut akan Tuhan dimata manusia (Rom. 3:18). Orang yang belum selamat tahu penghakiman Tuhan diatas mereka yang melakukan hal yang mereka lakukan sekarang, tapi mereka tidak hanya melakukannya melainkan menikmatinya juga (Rom. 1:32). Mereka menumpuk murka atas dirinya dalam hari penghakiman Tuhan (Rom. 2:5).

Hal yang lebih buruk dari ini, jika hal itu yang menjadi masalah, adalah orang yang diselamatkan tidak takut akan Tuhan. Anda tidak mengasihi seorang yang tidak anda hormati. “Takut akan Tuhan permulaan hikmat: dan mengenal yang Maha Kudus adalah pengertian” (Prov. 9:10; cf. 1:7). “Takut akan Tuhan adalah membenci kejahatan” (Prov. 8:13). Gereja mula-mula benar-benar takut akan Tuhan, dan inilah alasannya mereka keluar dan membalikan dunia. Perhatikan hal ini dalam Acts:

Acts 2:42-43 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. 43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Acts 5:5, 11 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Acts 9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. (cf. 19:17).

Biarlah Tuhan senang menggunakan tulisan ini untuk menahan ketidakgentaran orang percaya saat ini. “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.” (Heb. 12:28-29). “Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” (Mal. 3:16).

Keselamatan yang Luar Biasa —
Ibrani: Synthesis

Garis Besar:

I. Hanya Kristus dalam PribadiNya yang Layak Mencoba Menyelamatkan (1:1–4:13)

Anak: (Kekal, 1:1-3) … Kristus … Nabi

A. Lebih besar dari Para Nabi (1:1-3)

B. Lebih besar dari Para Malaikat (1:4–2:18)

C. Lebih besar dari Musa (Ch. 3)

D. Lebih besar dari Yosua (4:1-13)

II. Hanya Kristus dalam KaryaNya yang Layak Menyediakan Keselamatan (4:14–10:18)

Juruselamat: (Sempurna, 7:24-28) … Yesus … Imam

A. Imam Besar (4:14–7:28) PELAYANAN: “Menurut peraturan Melchizedek”

B. Tabernakel (8:1–9:11) BAIT SUCI: “Tidak dibuat oleh manusia”

C. Korban (9:12–10:18) KORBAN: “Sekali selamanya”

III. Hanya Kristus dalam KedudukanNya yang Layak Mempengaruhi Keselamatan (10:19–13:25)

Gembala (Besar): (13:20) … Tuhan … Raja

Inilah hidup orang percaya, “oleh cara hidup yang baru” berkaitan dengan kedudukan Kristus:

A. Iman (10:19–11:40)

B. Pengharapan (Ch. 12)

C. Kasih (Ch. 13)

Pendahuluan

Washington, D. C. merupakan salah satu dari sedikit kota didunia yang benar-benar dibuat sedetilnya. Sesuatu yang sebelumnya hutan sekarang berdiri ibukota terindah didunia. Pierre Charles L’Enfant, seorang arsitek di Continental Army, direkomendasi oleh President George Washington untuk tugas itu, mendisain seluruh kota. Capitol Hill dipilih sebagai titik sentral, dan jalan lebar dibuat seperti roda ditengahnya.

Bagi setiap orang yang mengunjungi ibukota Negara Amerika, tempat pertama yang dikunjungi harulah Washington Monument. Dari titik ini bisa dilihat pemandangan yang terindah yang pernah dilihat manusia.

Melihat ketimur diakhir mall di Capitol Hill berdiri bangunan Capitol dengan kubah agungnya. Disebelah kanan dan kiri berdiri banguan Senat terdiri dari setengah blok kota. Dibelakang Capitol disebelah kanannya berdiri Library of Congress, dan dikiri berdiri Mahkama Tinggi Amerika Serikat. Didepannya bisa dilihat Galeri Seni Nasional dan Smithsonian Institute.

Jalan yang diagonal sepanjang Capitol building. Sewaktu kita begerak ke utara kita melihat jalan terkenal Pennsylvania Avenue yang berhubungan dengan Capitol dan White House. Disini kita melihat rumah Presiden dan Gedung Departemen Keuangan disebelah kanan.

Pemadangan dibarat memberikan kita gambaran Reflecting Pool dan Lincoln Memorial. Diseberang Potomac River kita melihat Arlington National Cemetery dengan kuburan prajurit yang tidak dikenal dan Marine Memorial.

Melihat keselatan Tidal Basin berjajar dengan pohon cheri terlihat denagn Jefferson Memorial disisi ujungnya. Dan diseberang Potomac, Pentagon building terlihat. Jika ada waktu banyak bangunan penting lainnya bisa dilihat.

Sekarang kita siap turun dari Washington Monument ke Constitution Avenue yang sibuk dan melihat setiap bangunan. Kenapa? Karena sekarang kita mengetahui hubungan satu bangunan dengan bangunan lainnya; kita telah melihat disain kota. Kita telah melihat berapa lama waktu yang dihabiskan dijalanan. Kita telah melihat kotanya—Ibukota Negara Amerika—dan kita kagum akan apa yang kita lihat.

Firman Tuhan mirip dengan hal diatas. Setiap kitab merupakan kota yang luar biasa yang didisain oleh Arsitek Teragung. Jalan kebenaran sepanjang simetri. Monumen dibangun oleh karakter asli manusianya. Pemandangan yang indah disetiap arah kita melihat. Kita melihat kemuliaan Pribadi Tuhan kita.

Kita mungkin berjalan sepanjang hari disepanjang jalan dan bangunan, tapi tidak pernah melihat hubungan satu kebenaran dengan kebenaran lainnya. Kebutuhan kita harus didahulukan daripada semua pemandangan, seindah apapun tempat itu. Kita perlu melihat disain yang dibuat Disainer, rencana keseluruhan kota yang akan kita lihat dan hukum apa yang mengatur seluruh hidup kita.

Tidak ada kitab dalam Alkitab ditulis tanpa disain: Setiap kitab ditulis dengan tujuan tertentu dan maksud dalam pikiran. Hal ini ada dalam kitab Ibrani yang akan kita bahas. Ada rencana dan tujuan yang tidak bisa dilihat dengan berjalan dijalan besar dan bangunannya. Itu ditulis sehingga satu bukti dan hanya satu bukti saja dalam pikiran Ibrani setelah mereka selesai membaca surat ini. Satu bukti adalah: Hanya Kristus yang Layak Menyediakan Keselamatan. Ini adalah pesan yang kekal. Ini sama pentingnya sekarang dan waktu surat ini ditulis dalam perkamen dan dikirim ketujuannya.

Ada 3 wilayah yang layak menyediakan suatu keselamatan yang sempurna:

(1) Dia sendiri dalam Pribadinya yang layak mencoba menyelamatkan (1:1–4:13).

(2) Dia sendiri dalam Karyanya yang layak menyediakan keselamatan (4:14–10:18).

(3) Dia sendiri dalam Kedudukannya yang layak mempengaruhi keselamatan (10:19–13:25).

I. Hanya Kristus dalam Pribadinya yang Layak Mencoba Menyelamatkan (1:1–4:13)

Dalam pikiran penulis Ibrani seseorang harus layak dulu kalau tidak apapun yang dilakukannya tidak mungkin layak.

Sebagai contoh, ini di Indianapolis Speedway Classic, dan kami duduk disana saat Memorial Day, saat perlombaan sejauh 500 mil mulai. Saat kami menunggu bendera terakhir diangkat untuk memulai pertandingan kita pasti tidak menyadari berapa lama persiapa agar peristiwa ini bisa terlaksana. Lama sebelum ada mobil yang dibuat peraturan tentang spesifikasi mobil diberikan. Kemudian kualifikasi kecepatan untuk menggugurkan mobil yang tidak bisa mencapai kecepatan itu. Banyak yang dikerjakan untuk memastikan bahwa baik mobil dan pengemudi kualified. Tapi saat kita melihat mobil saat itu yang berkecepatan 170 mph kami tidak melihat banyak mobil, karena mereka tidak lulus kualifikasi yang ditetapkan oleh panitia. Mereka tidak bisa menang karena tidak bisa ikut.

Tuhan berkata, “Aku satu-satunya yang layak dan siapapun yang ingin menjadi Juruselamat manusia harus lulus standar yang Aku tetapkan.”

Penulis Ibrani membuka seluruh kenyataan penciptaan, dan seluruh waktu untuk melihat jika ada seorang yang layak sebagai Juruselamat manusia. Dia memutuskan hanya DiriNya sendiri yang layak melewati standar yang ditetapkanNya untuk menyelamatkan manusia yang terhilang. Dia menunjuk Satu yang layan yaitu Anak.

A. Anak—lebih besar dari para nabi (1:1-3)

Nabi mewakili Tuhan kepada manusia, dan berbicara pesanNya seperti yang dinyatakan kepada mereka. Tapi Satu ini yang adalah Anak, lebih besar dari itu, sama dengan diatas tapi membawa pesan yang lebih besar. Nabi bicara tentang pesan Tuhan; Anak adalah pesan Tuhan.

B. Anak—lebih besar dari para malaikat (1:4–2:18)

Anak “lebih besar dari para malaikan” (1:4). Ini dibuktikan dengan mengutip 7 bagian PL dalam pasal 1 dan 3 lagi dalam pasal 2.

Kesimpulannya, Anak lebih besar dalam 2 cara:

(1) Dia adalah Pencipta, mereka ciptaan (chapter 1).

(2) Dia menyatakan DiriNya sendiri sebagai sepenuhnya manusia (chapter 2).

Malaikat tetap malaikan mereka tidak bisa melakukan apa yang dilakukan Kristus kepada manusia. Malaikat melayani manusia; tapi Anak menjadi manusia untuk melayani dengan kapasitas yang lebih besar.

C. Anak—lebih besar dari Musa (ch. 3)

Musa membawa keluar satu bangsa dari perbudakan. Kristus lebih besar lagi. Dia Arsiteknya (3:3). Musa adalah pelayan dalam rumah, tapi Kristus adalah Anak (3:5-6). Anak lebih tinggi daripada pelayan dalam suatu rumah, dan ini sama dengan Mesias lebih tinggi dari Musa.

D. Anak—lebih besar dari Yosua (ch. 4)

Dalam Ibrani 4:8 kata “Yesus” merupakan kata Yunani untuk “Yosua” dan harus dimengerti seperti itu. Yosua membawa suatu bangsa masuk ketanah perjanjian, tapi dia tidak memberi mereka perhentian. Karena perhentia menjadi janji, hanya Satu yang lebih besar dari Yosua yang memberikan mereka tempat perhentian karena dia telah “berhenti dari pekerjaanNya.”

Nasihat yang diberikan kepada Ibrani untuk “masuk ketempat perhentian itu” (4:11). Tahta kasih karunia merupakan tempat perhentian (4:16). Perhentian disediakan karena yang lebih besar dari Yosua mengosongkan dirinya sebagai Tuhan..

Ilustrasi Tuhan berhenti mencipta. Saat Dia selesai mencipta Dia menyatakan semuanya “sangat baik” dan kemudian Dia melakukan perhentian Sabbath. Kemudian sesuatu terjadi. Dosa masuk, dan tidak ada lagi perhentian bagi Tuhan. Hanya setelah Tuhan membebaskan manusia, dibebaskan melalui darahnya, dia memerintahkan perhentian bagi mereka. Tapi tetap tidak ada perhentian bagi Tuhan. Ini terlihat dari perkatan Tuhan: “BapaKu bekerja sampai sekarang dan Aku bekerja.” Tidak ada perhentian dalam Tritunggal dan tidak sampai pekerjaannya selesai. Hanya setelah Kristus menyatakan: “sudah selesai” ada perhentian. Sekarang Kristus duduk ditempat tinggi karena pekerjaan sudah selesai. Kita bisa masuk ketempat perhentian dari pekerjaannya yang sudah selesai. Sudahkah anda melakukan ini?

II. Hanya Kristus dalam Karyanya yang Layak Menyediakan Keselamatan (4:14–10:18)

Sebelumnya, seluruh perkataan penulis ditujukan pada Pribadi Anak; sekarang dia ke Karyanya. Dia sadar bahwa nilai pekerjaanNya tergantung pada nilai seseorang. Akibatnya, dia beralih dari aspek Pribadi seseorang, ke aspek Karya Kristus.

Dalam Yahudi ada 3 dasar pekerjaan yang terlibat untuk menyediakan keselamatan dosa manusia: Imam besar, tabernakel dan korban. Jika anda ingin dalam satu huruf maka menjadi service, the sanctuary dan the sacrifice. 3 hal ini dibahas secara urutan.

A. Kristus—Imam Besar yang Teragung (4:14–7:28)

Disini Kristus dibandingkan dengan Imam Yahudi terbaik: Harun, dan keturunan imam Harun. Tapi 3 kali dikatakan tentang Anak: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

Kristus bukan hanya lebih besar dari Harun, tapi dia seorang Imam Tertinggi. Karena keimaman Anak berbeda urutan, Dia bisa menjadi Raja dan Imam, yang tidak mungkin pada Harun. Lebih lagi, Dia bisa menjadi Imam terus menerus karena Dia tidak mati seperti pada keturunan Harun. Karena kenyataan ini, Anak seorang Imam selamanya.

Kesimpulan diberikan dalam Hebrews 7:25-28. Karya Kristus sebagai Imam Besar lebih besar dari Yudaisme.

B. Kristus—Tabernakel Sejati (8:1–9:11)

Ada 4 kata yang menunjukan tabernakel di Israel hanya satu objek untuk mengajarkan tabernakel yang sebenarnya:

Gambaran and bayangan dari apa yang ada disorga” (8:5).

Pola tabernakel sejati” (8:5).

“Suatu kiasan masa sekarang” (9:9).

Perbedaannya adalah antara bayangan dan kenyataan. Tabernakel dibumi merupakan ilustrasi karya keselamatan Tuhan yang puncaknya melalui tubuh atau tabernakel Tuhan Yesus Kristus—tabernakel sejati “tidak dibuat oleh manusia.”

Inilah alasan instruksi spesifik Tuhan pada Musa dalam Hebrews 8:5. Tabernakel sejati ini lebih tinggi dari tiruan dibumi (1) gambaran bayangan, (2) pencipta dan ciptaan, dan (3) kekal dan tidak kekal. Kristus, sebagai tabernakel sejati, lebih tinggi dari Yudaisme.

Perpindahan ke aspek ketiga karya Tuhan diberikan dalam Hebrews 9:11-12 dimana Kristus secara khusus dinyatakan sebagai Imam Besar, tabernakel dan korban.

C. Kristus—Korban Satu-satunya (9:12–10:18)

Disini 3 kata perbedaan korban yang lama dengan korban satu kali selamanya Tubuh Kristus Yesus. (1) “Pola” (9:23); (2) “Gambaran” (9:24); dan (3) “bayangan dari keselamatan yang akan datang” (10:1). Point perbedaan yang paling baik diberikan dalam Hebrews 10:11, 12 dan 14 (bandingkan Heb. 10:4 dengan 10:10).

Tabernakel sejati lebih baik dari yang dibumi, jadi korban yang diberikan haruslah lebih besar dari itu (Heb. 9:23, 24, 26b). Inilah kenapa Yohanes Pembaptis berseru: “Lihat Anak Domba Allah yang menghapus dosa manusia.” Ini hal baru. Ini tidak pernah dilakukan dalam PL. Ini lebih tinggi dari Yudaisme.

Kristus tidak hanya layak dalam PribadiNya untuk mencoba menyelamatkan, Dia juga layak dalam karyaNya menyediakan keselamatan karena:

Dia Imam Besar “menurut peraturan Melchizedek” dan bukan Harun.

Dia Tabernakel sejati “bukan dibuat manusia” tapi pola yang dibuat manusia.

Dia Korbannya “sekali selamanya untuk dosa.”

Apakah anda pernah menerima Dia sebagai penanggung dosamu dan penggantinya? Dia mati agar anda tidak mati. Dia merasakan kematian bagi setiap manusia, Kristus mati untuk dosamu, tapi anda harus secara pribadi menerimNya sebagai Juruselamat agar pengorbananNya diberikan kepadamu. Dia “ingin” menjadi Korbanmu; anda harus “ingin” Dia menjadi Juruselamatmu.

III. Hanya Kristus dalam KedudukanNya yang Layak untuk Mempengaruhi Keselamatan (10:19–13:25)

Sampai pada titik ini kita telah berurusan dengan hal doctrinal dimana kita bisa duduk disamping dan melihat bagaimana Tuhan menyediakan keselamatan yang sempurna melalui AnakNya yang terkasih. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk masuk kedalamnya. Semua yang kita coba lakukan hanya merusak kesempurnaan yang Tuhan lakukan.

Hukum Tuhan tetap—semuanya pasti. Dia menghasilkan keselamatan yang seluruhnya karyaNya, dan merupakan naturNya. Itu sempurna kekal. Satu-satunya cara Dia mengijinkan kita masuk kedalamnya adalah percaya apa yang Dia telah lakukan. Seluruh rencana keselamatanNya “tidak ada manusia yang meninggikan diri dihadapanNya.” Apapun yang kita lakukan untuk menyediakan keselamatan yang sempurna ini hanya akan menghancurkannya. Dengan keselamatan yang sempurna kita masuk kedalam pembagian praktis dari kitab ini—Pertama PribadiNya, kemudian KaryaNya.

Pertama kita tahu Siapa Dia.
Kemudian kita tahu Apa yang dilakukanNya.
Sekarang penekanannya adalah apa yang bisa dilakukanNya bagi anda.

Pertama Hidup Kristus.
Kemudian kematianNya.
Sekarang hidup baruNya dan kedudukannya disebelah kanan Bapa.

Sekarang kita melihat karya keselamatanNya dalam hidup kita. Penulis menekankan satu kebenaran: Tuhan membuang yang lama dan membuat yang baru.

Ada tujuan baru dari iman manusia—Kristus.

Ada perjanjian baru dimana Kristus sebagai penengah.

Ada cara hidup baru bagi yang percaya karena pribadi, karya dan kedudukan Kristus.

Sekarang orang percaya masuk kedalam kekudusanNya, yaitu kedalam hadirat Tuhan, oleh cara hidup baru melalui darah Kristus (Heb. 10:19). Hidup baru kita diatur oleh 3 jalan pengalaman Kristen: Iman, Pengharapan dan Kasih.

A. Iman ( 10:19–11:40)

“Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Heb. 11:6). Inilah daftar orang yang disukai Tuhan, kesaksian Tuhan akan mereka (Heb. 11:13, 15, 39-40).

Sekarang hal ini diberikan pada kita dan menjadi milik kita untuk digunakan: suatu jalan masuk oleh iman kedalam hadirat Tuhan. Tidak ada yang lebih besar. Hanya satu Israel—Imam besar—sekali setahun pada hari penebusan dosa yang bisa masuk kedalam, tapi kita memiliki keistimewaan untuk datang dan berdiam disana sesering kita mau dan selama kita mau.

Satu-satunya cara kita bisa menangkap nilai hal ini adalah dengan mengukur harga yang harus dibayar untuk mendapatkannya. Itu merupakan harga tebusan termahal yang pernah ada: kematian Anak. Terkoyaknya sisi Tuhan membuat mungkin bagi “siapapun yang mau” bisa masuk melalui iman kedalam hadirat Tuhan. Orang Kristen terlemah berdiri disini seberani dan sekuat orang suci, hanya karena semua ditutupi kebenaran Anak. Disini kemuliaan Shekinah dimana kita diubah kedalam gambar yang sama dari kemuliaan kepada kemuliaan lainnya. Itu tempat kemenangan.

B. Pengharapan (ch. 12)

Kita menanti penghakiman. Kita mengetahui bahwa Tuhan, walau melalui penderitaan berat, berurusan dengan kita sebagai anak, dan hidup kita untuk berbuah kebenaran karena pengalaman ini.

C. Kasih (ch. 13)

“Peliharalah kasih persaudaraan” (Heb. 13:1). Dengan inilah semua orang tahu kita murid Tuhan. Kasih yang mengatur seluruh hidup kita dan saat berjalan bersama Tuhan dan yang lain.

Doa Berkat Penutup (Heb. 13:20-21)

Tidak ada satupu HANYA Anak yang layak menyediakan keselamatan. Itu membutuhkan Juruselamat yang hidup. “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Heb. 7:25). Hanya Dia yang kita butuhkan.

Dia adalah Anak Kekal.

Dia Juruselamat Sempurna.

Dia Gembala yang Agung.

Tidak ada yang kita butuhkan selain Yesus Kristus jawabannya.

Temanku, Tuhan sekarang menyediakan keselamatan yang sempurna. Keselamatan dalam AnakNya dimana hanya Dia yang layak. Dia menebus kita dan sekarang duduk disebelah kanan Allah untuk menyelamatkan semua yang mau datang kepada Tuhan melalui Dia.

Walau bayak yang ribuan yang mau membayar utang dosa, dan walau mereka mati ribuan kali untuk menyediakan keselamatan, tetap anda tidak bisa diselamatkan selain keselamatan yang sudah tersedia.

Tuhan tidak perlu banyak juruselamat, juga korban. Dia perlu Satu Pribadi yang sempurna untuk mengorbankan korban yang sempurna untuk membuat sempurna semua yang “mau” menerima syarat pengampunan dosa dari Tuhan, “Manusia ini mengorbankan satu korban sekali selamanya … oleh satu korban dia menyempurnakan selamanya mereka yang dikuduskan.”

Dulu merupakan rimba berdiri ibukota terindah didunia. Dimana berdiri ciptaan yang hancur karena kejatuhan, dibutakan oleh dosa dan dibawa maut, sekarang berdiri ciptaan baru dalam keindahan kekudusan dan dalam kesempurnaan kebenaran Anak.

Semua yang “mau” bisa masuk kedalamnya, tapi hanya satu cara. Melalui Anak. Apa yang akan anda lakukan dengan syarat pengampunan dosa dari Tuhan? Jika anda menolak cara Tuhan, tidak ada cara lain. Jika anda menerima syarat Tuhan, anda memiliki keselamatan yang sempurna karena Dialah pencipta keselamatan kekal bagi semua yang taat padaNya. Dan inilah kehendak Tuhan, supaya kita “percya dalam nama AnakNya, Yesus Kristus.”

Peringatan #1: Bahaya Hidup Terombang ambing
(Ibrani 1:1–2:4)

Sesuai dengan kerangka dan pesan kitab Ibrani terdapat 5 tanda bahaya. Itu seperti tanda berhenti dijalan agar tidak terbalik. Itu semua merupakan poster yang diletakan dijalan ketidaktaatan.

1. Pasal 2: Bahaya Hidup Terombang ambing.

2. Pasal 3-4: Bahaya tidak masuk keperhentian.

3. Pasal 5-6: Bahaya tidak menjadi dewasa.

4. Pasal 10: Bahaya dosa yang direncanakan.

5. Pasal 12: Bahaya penyangkalan.

Ada perkembangan dalam peringatan ini. Dimulai dengan kurang hati-hati dengan keselamatan sampai akhirnya tidak peduli terhadapt hal rohani sampai pada titik betul-betul puas dengan penyangkalan.

W. H. Griffith Thomas pernah menyatakan 5 peringatan ini: “jangan terombang ambing, tidak percaya, menjadi jahat, memandang rendah, meninggalkan.” Penyelidikan kita akan mengikuti urutan seperti dibawah.

1. Terombang ambing (2:1-4)

2. Meragukan (3:7–4:13)

3. Cacat (5:11–6:20)

4. Membenci (10:26-31)

5. Menyangkal (12:15-29)

Setiap tanda bahaya ini merupakan bagian kebenaran dari kitab ini. Penulis berhenti disetiap kasus untuk mengaplikasikan kebenaran yang sudah dinyatakan dalam hidup pendengarnya. Tidak cukup hanya tahu. Harus ada tindakan terhadap apa yang diketahui. Pengetahuan memikul tanggung jawab.

Dasar pengertian akan peringatan ini adalah mengerti kepada siapa tulisan ini ditujukan. Penerima surat ini adalah orang percaya ibrani yang telah percaya Yesus untuk keselamatan mereka, tapi dalam bahaya kembali ke tempat pemujaan di Yerusalem untuk terlepas dari penindasan yang terjadi atas mereka oleh orang ibrani yang belum selamat.

Tema surat ini adalah Tuhan telah berbicara dalam AnakNya. Kita perlu mempertimbangkan siapa Anak ini, apa yang telah Dia lakukan, dan apa pesanNya bagi kita sekarang. Sebelum Tuhan bicara. Beberapa cara Tuhan gunakan untuk menunjukan diriNya adalah:

(1) Melalui Tindakan KreatifNya.

Mazmur 19:1-4 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; 2 hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. 3 Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; 4 tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Paulus saat di Lystra berkata:

Kisah 14:15-17 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, 17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."

Paulus saat di Athens berkata:

Kisah 17:24-30 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, 25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. 26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, 27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. 28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. 29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. 30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Romans 1:20-22 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

Disini Tuhan berkata pada kita bahwa orang kafirpun mendapat wahyu dari DiriNya. Mereka dibiarkan oleh Tuhan, tidak secara pasif tapi aktif, karena mereka mengubah kebenaran yang mereka tahu kepada kebohongan. Mereka menolak mengenal dan memuji Dia.

Ada keterbatasan pengenalan akan Tuhan bagi ciptaan. Manusia hanya tahu keberadaan dan kuasaNya, tapi bukan pribadiNya. Maka dari itu Tuhan mulai menyatakan diriNya lebih jauh.

(2) Melalui Orang tua yang disegani (Nuh, Ayub, Abraham).

(3) Melalui para malaikat (kepada Abraham dab Musa).

(4) Melalui para nabi (yang memberikan kita PL).

Tapi tetap berbagai metode pernyataan tidak cukup untuk menunjukan Tuhan sebagai pribadi. Untuk melakukannya secara tepat dan sepenuhnya, harus ada seorang yang adalah Allah dalam pribadi.manusia. Orang itu adalah Yesus Kristu. Bapa mengirim Anak untuk menyatakan Bapa.

Yohanes 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Yohanes 14:8-10 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

Semua yang bisa kita ketahui tentang pribadi Tuhan hanya bisa ditemukan dalam Tuhan Yesus Kristus. Dia datang untuk menyatakan Bapa.

Pikirkan siapa itu Anak (1:1-3)

Ibrani 1:1-3 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. 3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

(1) Pewaris Segalanya. “KepadaNya Dia telah berikat segalanya.” Dia pusat dari seluruh semesta. Colossians 1:16 mengatakan pada kita: “Semua hal diciptakan … untuk Dia.”

(2) Pencipta Masa. “… oleh Dia dunia diciptakan” i.e., “waktu.” Dia titik awal seluruh semesta. Dia menjadikan waktu dan semuanya berkaitan dengan waktu. Waktu adalah ciptaanNya dan tunduk padaNya.

(3) Bersama Sebagai Ilahi. “… yang menjadi terang kemuliaanNya.” Kata “terang” menunjukan “menyinari” Anak menyinari dunia yang gelap. Dia kemuliaan sejati Tuhan.

(4) Pribadi sejati dari Ilahi. “… dan gambaran pribadiNya.” Dia murni diriNya. Semua yang ada dalam Bapa ada dalam Anak. Dia berbeda dengan ciptaan, pribadi dalam Tritunggal.

(5) Penopang dan Pengatur Semesta. “… dan menopang seluruh hal oleh kuasa firmanNya.” Dia aktif sampai sekarang dalam semesta agar semua ciptaan mencapai tujuan dan rencanaNya. Dia pengatur semua yang terjadi.

(6) Penebus Manusia. “… ketika Dia sendiri membasuh dosa kita.” Ini tidak dilakukan dengan bicara atau mahluk, tapi dengan kematian. Dia menyediakan pengampunan yang sempurna bagi seluruh semesta. Dia sendiri menyediakan—tidak ada yang menolong atau berkontribusi terhadap hal itu.

(7) Berdaulat atas manusia. “… duduk disebelah kanan yang Maha Tinggi.” PekerjaanNya sudah selesai. Dia duduk diatas semesta sebagai pengatur dan hakim. Merupakan hakNya untuk memerintah dan Dia suatu hari menghancurkan semua pemerintah dan penguasa. KedudukanNya sekarang menunjukan otoritas mutlak diriNya. Inilah tema penyelidikan kita: “Ingatlah selalu akan Dia” (Heb. 12:3).

I. Keunggulan Pribadi Anak (1:4–4:13)

A. Lebih tinggi dari para malaikat (1:4–2:18)

(1) Tentang KeIlahianNya (1:4-14). Sebagai Anak Allah.

Ibrani 1:4-14 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. 5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" 6 Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." 8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. 9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." 10 Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. 11 Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; 12 seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan." 13 Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?"14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Melalui 7 kutipan, Anak menunjukan lebih tinggi dari para malaikat yang dinyatakan dalam PL sebagai anak Tuhan.

  • Dia lebih indah namanya (1:4-5). Para malaikan disebut anak-anak, tapi tidak pernah Anak Ku.
  • Dia lebih besar otoritasNya (1:13-14). Dia yang berdaulat; mereka pelayan.

Karena Anak lebih tinggi dari para malaikat, perkataanNya lebih tinggi dari para malaikat. Ini penting dan dasar dari peringatan pertama dalam 2:1-4. Inilah aplikasi kebenaran PribadiNya. Perhatikan hubungan, tanda, atau garis bawahi kata kunci: “Tuhan … telah … berbicara … melalui AnakNya … Maka dari itu kita harus memberikan perhatian yang kita dengar … karena jika perkataan yang dikatakan oleh para malaikat mantap dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan menerima akibat yang setimpat; Bagaimana kita bisa lolos, jika kita mengabaikan keselamatan yang luar biasa …” (Heb. 1:1-2; 2:1-3) dari Manusia yang lebih tinggi dari para malaikat.

Ada bahaya ganda yang terjadi. Pertama penghukuman secara fisik saat itu; kedua secara rohani—orang yang mendengar kebenaran injil dan tidak melakukannya. Itu sangat berbahaya bagi yang diselamatkan maupun yang belum. Pernyataan para malaikat kepada Lot tentang penghancuran Sodom itu benar, tapi pernyataan yang sama menyelamatkan Lot tapi menghancurkan istrinya karena tidak percaya. Sekarang lihat Ibrani 2.

Ibrani 2:1-3 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. 2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, 3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

“Karena itu” (2:1). Oleh pribadi yang lebih besarlah diberikan pernyataan ini kepada kita diakhir zaman.

“Kita harus.” Merupakan keharusan logis.

“Betul-betul memperhatiakn.” Ini suatu perhatian yang diperlukan oleh semua—saya, anda, setiap orang yang memiliki telinga hendaklah mendengar. Seruan dan peringatan ini diberikan untuk kita semua.

“apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” Kebenaran seperti jangkar. Itu tidak pernah berubah karena diberikan oleh Pribadi yang tidak pernah berubah. Karena kebenaran tidak pernah berubah, semua bahaya yang muncul karena kita berubah, kita terbawa arus berlawanan dari dunia ini.

Maksudnya: Lebih besar yang dinyatakan, lebih besar tanggung jawabnya, dan lebih besar hukuman yang diberikan kalau tidak diperhatikan. Pernyataan melalui Anak seperti itu, merupakan nature pernyataan itu, lebih penting tugas penerimanya dari pernyataan dalam PL.

2:2 - “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku.” Itu tidak pernah berubah, atau gagal, atau lolos dari kenyataan. Apa yang bisa dikatakan mengenai hal ini dari pemberian Hukum kepada bapa Yohanes Pembaptis, Zacharias, seperti kata Gabriel: “Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” (Luke 1:20). Setiap hal yang dinyatakan dipenuhi seperti kata Gabriel kepada Daniel dalam Daniel 9.

Pernyataan utama yang ada dalam pikiran penulis Ibrani adalah Hukum—PL—yang diberikan melalui para malaikat (Duet. 33:2; Kisah 7:53).

“dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan.” “pelanggaran” menunjuk pada penyerangan positif: seorang yang melakukan apa yang tidak seharusnya dibawa hukum. “ketidaktaatan” menunjuk pada penyerangan negatif: seorang gagal melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

“mendapat balasan yang setimpal.” Imbalan merupakan bayaran upah. Hukum memberikan apa yang menjadi hak manusia. Itulah system keadilan. Pernyataan para malaikat dalam PL, membawa otoritas. Itu tidak berotoritas karena manusia tidak berwenang, tapi itu naturnya. Tidak ada yang mendatangkan hukuman atas itu, tapi tetap hukuman dijatuhkan keatas semua.

2:3 – Sekarang pertanyaan diberikan: “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?” yang terluput akhirnya dibahas. Mereka meiliki injil dan dalam kasus orang Kristen ibrani, banyak dari mereka tidak lagi bersekutu dengan yang lain karena penindasan yang mereka derita, dan sebagaian sudah kembali menyembah berhala. Itulah sikap masa bodoh. Itulah sikap istri Lot dalam skal besar.

Ingat anda tidak bisa melupakan apa yang anda punya. Satu-satunya cara anda melupakan anak anda adalah dengan mendapat anak. Untuk melupakan keselamatan dalam kasus orang percaya adalah pertama mendapatkannya dan bersikap masa bodoh terhadap gereja dan persekutuan dengan orang percaya yang lain, membaca dan mempelajari firman secara pribadi, dan lainnya. Itu suatu prilaku: “Aku sudah selamat, jadi tidak usah khawatir. Saya baik-baik saja.” Kebenarannya berlawanan dengan itu. Anda salah. Keselamatan yang besar ini bukan hanya suatu tiket kesurga yang bisa anda hidupi sesuka anda didunia ini.

Penulis Ibrani menyatakan bahwa ada hidup dimana “orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."(Heb. 10:38). Murka Tuhan atas orang tidak percaya, tapi ketidaksenanganNya atas anakNya yang berdosa dan Dia sendiri yang akan mendisiplin dengan berat. Inilah alasan kenapa penulis berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku .” Dia bicara tentang penghukuman orang percaya yang adalah umatNya tapi tidak peduli dengan pernyataan yang sudah diberikan. Ditambahkan: “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” (Heb. 10:30-31). Ini ditujukan hanya kepada orang percaya.

Tidak ada satupun dari kita saat ini bisa lolos dari peringatan ini. Termasuk saya, dan anda. Termasuk mereka yang berkata mereka orang percaya dan tidak dimana saja dalam keadaan apapun. Mereka akan sakit, jika tidak memperhatikan hal ini, mereka akan mati.

Pertanyaannya, “bagaimana kita bisa lolos?” Tapi pertanyaan itu tidak terjawab, baik dalam kitab ini maupun diseluruh Alkitab. Ini suatu pertanyaan dimana setan dineraka, atau iblis sekalipun dengan segala pengetahuannya bisa menjawab. Tidak ada nabi atau orang bijak; tidak ada seorangpun dari kita bisa menjawabnya. Bahkan Anak sendiri atau Roh Kudus atau Bapa tidak bisa menjawabnya. Itu tidak terjawab, dan itulah yang memberikan kesungguhan peringatan itu.

Superioritas dari pernyataan baru ini ada 3:

(1) Dalam berita permulaannya (2:3b). “…yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan.” Ini dari Tuhan sendiri, bukan dari para malaikat. Itu dari Satu yang lebih tinggi dari para malaikat.

(2) Dalam pernyataan yang meyakinkan (2:3c). “…dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai.” Para rasul memberikan kesaksian asli kebenaran itu.

(3) Dalam kesaksian ilahi (2:4). “…Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.” Disini konfirmasi ilahi diberikan terhadap pesan para rasul akan kebenaran yang mereka nyatakan.

Sekarang apakah anda telah mendengar injil. Anda tahu tentang hal ini.

Kristus telah mati bagi dosa anda.

  • Dia dikubur.
  • Dia bangkit kembali dihari ketiga seperti yang dikatakanNya.
  • Dan Dia menyatakan diri. Dia hidup sekarang menyediakan keselamatan bagi semua yang mau datang padaNya.

Anda mengetahui hal itu secara intelek, bahkan secara emosi anda tergugah, tapi anda telah lalaiuntuk berespon secara pribadi. Anda tidak diselamatkan karena anda tahu injil; anda tidak diselamatkan karena anda mengalami hal emosional akan injil. Anda hanya diselamatkan saat anda bertindak atasnya karena anda percaya itu benar.

Sebagai suatu tindakan kehendak “memanggil nama Tuhan” karena anda tahu Dia bisa menyelamatkan anda. Sebagai tindakan pengakuan mulut anda percaya Tuhan Yesus dan kebangkitanNya. Anda mau keluar dan mengakuinya secara terbuka apapun yang terjadi, walau itu sampai mati.

Anda bisa meletakannya; anda bisa tidak peduli akan kenyataan dan kebenarannya, memandang rendah undangan itu, tapi apakah anda pernah bertanya: “bagaimana anda bisa lolos?” Anda tidak bisa menjawabnya, bisakah? Kenyataannya, anda bahkan tidak ingin memikirkannya. Anda mau melupakannya. Tapi anda tidak bisa melakukan itu.

Oh, betapa indah bisa menyatakan bahwa undangan itu tetap terbuka. Sekarang tetap “hari keselamatan” Itu tetap “waktu penerimaan” saat anda bisa diselamatkan. Mungkin tidak pernah ada besok untuk anda. Mungkin tidak ada lagi kata besok untuk kasih karunisa dimana anda bisa diselamatkan tanpa mengalami kematian atau masa pergolakan untuk bisa selamat.

Datanglah sewaktu masih “sekarang” dalam firman. Akan datang waktunya saat kasih karunia Tuhan ditutup dan penghakiman bagi semua yang menolak kasih karunia Tuhan,.

“bagaimanakah anda – meletakan nama anda disana – akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?”

Peringatan #2: Bahaya Keraguan
(Ibrani 3-4)

Bahaya pertama adalah bahaya terhanyut. Yaitu terbawa arus dunia sekarang yang membengkokan anda dari kebenaran. Mungkin ada satu hari saat anda bangun anda tidak bersama umat Tuhan juga dalam kebenaran. Anda telah terhanyut dari kebenaran karena ketidakpedulian akan hal itu. Saat anda datang kepada kebenaran, itu bukan suatu dimana anda menanam diri anda. Kebenaran tidak pernah berubah, tapi kita bisa, itulah bahayanya. Seorang bisa datang ke kalvari dan ditebus oleh darah Kristus dan kemudian terhanyut dari kedudukannya karena ketidakpedulian akan hal menyangkut Tuhan. Itulah bahaya pertama dalam kehidupan Kristen.

Setelah bahaya ini, penulis Ibrani menyatakan kebenaran bahwa Yesus Kristus lebih tinggi dari malaikat. Sebelumnya telah ditunjukan bahwa Anak lebih tinggi daripada para malaikat dalam keIlahiannya sebagai Anak Allah (1:4-14), dia sekarang menunjukan bahwa Dia lebih tinggi dari para malaikat dalam kemanusiaanNya sebagai Anak Manusia (2:5-18). Maksud pemberian Tuhan bagi manusia dalam 2:5-8. Itu diberikan dunia pada manusia bukan malaika. Inilah alasan Taman Eden diberikan untuk diatur manusia. Inilah kehendak Tuhan.

Bukti bahwa ini tetap kehendak Tuhan dan ini akan diselesaikan, itulah tempat Yesus sekarang (2:9). “Yesus” adalah nama manusia dari Tuhan, Dia Tuhan yang menjadi manusia yang mengatur dunia yang akan datang nanti yaitu millennium. Syarat dibuat oleh Kristus dalam kemanusiaannya agar itu bisa diselesaikan (2:10-18). Dia mengalahkan Setan dikayu salib.

Perhatikan Garis besarnya:

A. Superiority Anak dari Para Malaikat (1:4-2:18).

1. Dalam keIlahiannya sebagai Anak Allah (1:4-14).

2. Dalam kemanusiaannya sebagai Anak Manusia (2:5-18).

B. Superiority Anak dari Musa (3:1-6).

Ibrani 3:1-6 Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Ini kebenaran baru dan dari situ penulis menyatakan peringatan baru. Kristus lebih tinggi dari Musa setidaknya dalam 4 cara.

  • Kristus pembangun atau pencipta Israel; Musa bagian dari Israel atau ciptaan (3:3).
  • Kristus diatas semua itu (3:6); Musa didalamnya (3:5).
  • Kristus adalah Anak (3:6); Musa seorang pelayan (3:6).
  • Kristus beritanya; Musa menyatakan berita (3:5b).

Satu yang berbicara tidak hanya lebih tinggi dari para malaikat tapi juga lebih tinggi dari Musa. Seperti Tuhan berkata melalui para malaikat dan setiap perkataan ada benar; demikian juga Tuhan berbicara melalui Musa dan setiap kata adalah benar. Ini membawa kita kebahaya kedua, dan penulis Ibrani memberikan peringatan pada orang Kristen Ibrani agar mereka tidak gagal seperti leluhurnya.

1. Illustration (3:7-19)

Ibrani 3:7-19 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 9 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 10 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 11 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. 13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. 14 Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. 15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", 16 siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? 17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? 18 Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? 19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Israel dibebaskan dari Mesir dari perbudakan. Mereka dibebaskan melalui darah domba paskah, dan dengan kuasa Tuhan. Tuhan mengeluarkan mereka; mereka tidak membebaskan diri sendiri, Pembebasan ini adalah karyaNya, dan Dia yang menerima kemuliaan. Suatu kemuliaan Israel bisa keluar dari Mesir; dan tragedy mereka mati dipadang belantara.

a. Penjelasan: Kenapa Israel Gagal (3:7-11)

Ayat 1-6 menjelaskan kesetiaan Musa dan Mesias. Sekarang kita ditunjukan ketidaksetiaan orang Israel dimasa Musa, dan bahaya ketidaksetiaan bagi gereja sekarang ini.

Provokasi (3:8) pemberontakan di Meribah dalam Numbers 20:13. Itu akhir dari pengalaman dipadang gurun. Cobaan (3:8) pemberontakan di Massah ditulis dalam Exodus 17:7, merupakan pengalaman awal mereka. Dari awal sampai akhir Israel menjengkelkan Tuhan.

Hasilnya bukan masuk kedalam perhentian (Heb. 3:10-11). Mereka tidak pernah masuk ketanah perjanjian. Sekarang kita harus sadari bahwa tanah perjanjian bukan gambaran surga. Itu gambaran perhentian, dan generasi ini yang keluar dari Mesir oleh kasih karunia Tuhan dan kuasaNay tidak pernah masuk perhentian hidup ini.

Maksudnya: orang yang diselamatkan bisa kehilangan berkat yang tergantung dari iman mereka. Tidak cukup diselamatkan oleh iman. “Orang benar hidup oleh iman.” Jika umat Tuhan tidak hidup oleh iman, mereka kehilangan berkat hidup.

Diselamatkan memberikan kita ketenangan, dan kita mendapat kedamaian dengan Tuhan. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Rom. 5:1). Tapi kita kemudian bisa masuk kedalam perhentian dan memiliki damai dari Tuhan.

Phil. 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Perbedaannya adalah perbedaan dalam perhentian antara Matthew 11:28 dan 29: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Yang pertama berkaitan dengan posisi; kedua berkaitan dengan pengalaman.

b. Aplikasi (3:12-15)

Pengalaman Israel tidak ditulis untuk mereka, karena kesalahan mereka ditulis untuk menolong mereka sedikit saja. Itu ditulis untuk kita. Kita harus memperhatikan agar hal yang sama tidak terjadi yaitu menjauh dari Tuhan. “Menjauh” menunjukan berdiri menjauh dari kepercayaan yang lama. Itulah yang sebelumnya dikatakan Tuhan melalui Musa. Sekarang Tuhan mengatakannya melalui Anak: kita datang padaNya dan kita diselamatkan olehNya, tapi kita bisa “menjauh” dari Dia.

Ayat 13 mengatakan pada kita apa yang kita lakukan saat kita menemukan ini dijemaat. Kita jangan menghakimi. Kita menasihati satu sama lain dengan kasih dan pekerjaan baik (cf. Heb. 10:24).

Kata “mengeras” berarti berulang. Itu ada melalui pengulangan iritasi. Ada pengerasan pada tangan dan kaki, tapi ada juga pengerasan dihati. Kita tidak pernah sama lagi saat kita gagal berespon pada panggilan Roh. Gagal untuk berespon selalu menghasilkan pengerasan. Ini hal yang menakutkan. Ini hasil akhir adlah hati yang jahat (cf. 3:12). Hasil akhirnya adalah tidak adanya sensifitas terhadap panggilan Roh.

c. Interpretasi (3:16-19)

Ini jalur yang diambil dosa. Umat Tuhan diselamatkan, mengesalkan Dia. Ada 3 pertanyaan dalam Ayat 16, 17, 18, dan itu memberikan kita 3 tahap prilaku dosa.

Tidak percaya —————> Pengerasan ——————> Penghukuman

Prilaku tidak percaya berupa komplain dan menghasilkan disiplin dari Tuhan. Jalurnya selalu sama. Dimulai dengan suatu prilaku, dinyatakan dalam tindakan dan berujung pada penghukuman Tuhan.

Bahayanya kalau kita juga kurang dalam hidup iman. Dasarnya kita tidak berbeda dengan Israel. Hal yang sama yang terjadi padanya bisa terjadi pada kita. Pertama, orang Israel yang dibebaskan di Sinai hanyut dari kebenaran dan membuat sapi emas dan 3,000 mati. Kemudian 38 tahun berkelana dipadang gurun karena mereka menolak hidup iman dan masuk kedalam tanah perjanjian. Ada 603,550 prajurut perang. 603,548 mati dipadang gurun.

Ini berarti bahwa setiap hari dipadang gurun menyaksikan 44 penguburan militer disamping orang sipil. Kuburan ini menjadi peringatan bagi orang Kristen. Itu bisa terjadi bagi kita. Itu terjadi disini.

2. Penghiburan (4:1-10)

Ibrani 4:1-10 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. 2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." 5 Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 6 Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka. 7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" 8 Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. 10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Janji masuk kedalam perhentian “diberikan pada generasi berikut” (4:1). Masuk keperhentian bukan pengalaman menyebrang laut merah, tapi pengalaman keselamatan dengan darah dan kuasa. Janji ini adalah menyebrangi sungai Yordan. Bahayanya adalah mati dibelantara, daripada kita tidak meninggalkan Mesir. Itu merupakan bahaya hanya untuk orang yang sudah selamat.

Setelah 38 tahun setelah Israel dibebaskan Musa memohon pada generasi baru. Catatan permohonan itu ada dalam kitab Ulangan.

Setelah 38 tahun setelah Pentakosta bagi gereja. Itu generasi kedua orang percaya. Mereka menghadapi keputusan penting. Tuhan sendiri memohon agar mereka jangan gagal. Catatan permohonan ini ada dalam kitab Ibrani.

Ada laporan diberikan kepada bangsa dalam PL oleh 12 orang. Situasi yang sama muncul sekarang. Apa yang kita lakukan dengan Perkataan laporan (Ayat 2)?

4:3 Sebagian ciptaan adalah hidup berkualitas yang disukai Tuhan

4:8 Sisa yang diberikan Yosua hanya contoh. Pemenuhannya tetap ada.

4:9 Hidup selanjutnya: (1) disediakan Tuhan. (2) tersedia sekarang. (3) bisa masuk melalui iman.

3. Seruan (4:11-13)

Ibrani 4:11-13 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tidak cukup hanya mengetahui. Harus ada tindakan positif. Ketidaktaatan dan ketidakpercayaan akan menghancurkan kita (4:11). Tuhan memberikan kita sesuatu untuk menyelidiki hati kita. (1) Firman Tuhan (4:12-13). Yang hidup, tajam, menegur. Itu bisa memotong pengerasan yang terjadi dimana tidak ada yang bisa. (2) Tuhan sendiri (4:13; cf. Job 34:21). “MataNya mengawasi jalan manusia, dan dia melihat semua yang dilakukannya.”

Bagi kita semua yang telah diselamatkan, ada sungai Yordan untuk diseberangi. Itu masalah antara kita dengan Tuhan. Akankah kita melakukan kehendakNya benar melalui iman atau tidak? Kita melakukan satu atau dua hal sebelum sampai kehal ini: kita memberontak atau kita berserah. Apa pilihan anda?

“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” (Heb. 4:11).

Kejatuhan itu adalah kematian fisik.

Peringatan #3:
Bahaya Ketidakdewasaan
(Ibrani 4:14-6:20)

Penulis Ibrani prihatin terhadap orang Kristen dimasanya. Dia sangat prihatin karena tindakan yang mereka lakukan dan akibat tindakan itu. Jika mereka terus menjalani hal itu makan orang Kristen ini akan mati.

(1) Bahaya pertama adalah bahaya terbawa keluar dari kebenaran yang dikatakan melalui Anak. Semua orang Israel yang ditebus melalui darah domba paskah dan ditebus melalui kuasa Tuhan, saat mereka terbawa arus keluar dari hukum yang diberikan melalui malaikat, mati. Tiga ribu orang mati dalam peristiwa lembu emas.

Betapa Firma yang diberikan pada kita sangat besar dan tanggung jawab untuk hidup dalam terang kebenarannya. Kita yang percaya tidak bisa mengabaikan pesannya dan berhasil.

(2) Bahaya kedua adalah bahaya tidak masuk ketempat perhentianNya karena tidak percaya. Tidak cukup diselamatkan melalui iman. Orang percaya harus terus hidup dengan iman. Jika dia hidup dalam ketidakpercayaan maka dia tidak akan menerima berkat, tapi disiplin dari Tuhan.

Seluruh generasi binasa dipadang belantara karena kegagalan ini. Mereka sudah diselamatkan keluar dari Mesir dan dari perbudakan melalui kuasa dan untuk kemuliaan Tuhan, tapi mereka binasa diperjalanan.

Kehidupan Kristen tidak hanya diselamatkan saja. Ada tempat perhentian untuk umat Tuhan. Ada penyebrangan disungai Yordan juga laut merah. Banyak orang percaya saat ini mati dalam perjalanan dan tidak masuk kedalamnya melalui iman kedalam berkat Tuhan untuk mereka. Kubur dipadang dibuat sebagai tanda bagi kita untuk tidak jatuh kedalam kesalahan ketidakpercayaan yang sama karena kepahitan melawan Tuhan karena perlakuannya dengan kita.

Nasihat ini untuk setiap orang percaya agar membiarkan Firman Tuhan berkarya dalam hidup kita dan tidak dihalangi dalam pekerjaannya. Dengan itu bagian pertama kitab Ibrani disimpulkan, dan meninggalkan pembahasan pribadi Anak, penulis kemudian bicara tentang karya Anak bagi kita, melihat Dia sebagaimana adanya.

Garis Besar:

II. Superioritas Perkataan Anak (4:14-10:16)

A. Sebagai Imam Besar (4:14-7:28)

B. Sebagai Tabernakel Sejati (8:1-9:11)

C. Sebagai Korban Sempurna (9:12-10:18)

Dibawah 4:14-7:28 ada:

1. Pendahuluan: Imam Besar Kita (4:14-16)

a. Dimana Dia—KedudukanNya—“melintasi semua langit.”

b. Siapa Dia—PribadiNya—“Yesus, Anak Allah.”

c. Apa Dia—KarakterNya—“tanpa dosa.”

d. Apa Tindakan Dia—KaryaNya—“‘merasakan kelemahan-kelemahan kita.”
Dia memberikan rahmat dan kasih karunia bagi yang percaya -imam.

2. Anak adalah Imam Sejati (5:1-10)

a. Natur seorang Imam (5:1-4)

(1) Dia harus seorang manusia (5:1-2)

(2) Dia harus mempersembahkan korban (5:3)

(3) Dia harus dipanggil oleh Tuhan (5:4)

b. Anak Memenuhi semua hal diatas (5:5-10)

Karena Anak memenuhi semuanya, tidak ada penengah lain dibutuhkan. TIdak ada imam besar lain. Kita hanya punya satu imam besar. Itu bukan manusia dunia yang melayani dalam tabernakel dunia; itu kekal, sang Anak yang sempurna melayani disurga.

Peringatan Ketiga Meliputi: Bahaya Tidak Dewasa

Ada banyak hal yang bisa dikatakan mengenai Anak menjadi imam besar menurut peraturan Melkizedek dan bukan Harun, tapi penuli berhenti disini karena ketidakdewasaan mereka. Masalahnya ada pada pendengarnya, bukan pembahasannya. Mereka tidak bisa menerima kebenaran ini, dan ada alasan atas kondisi ini.

Sebelum kita melihat kedalam peringatan ini, kita perlu sadar bahwa 5:11–6:20 merupakan satu pemikiran. Itu suatu paragraph. Pasal harus dipecah disini karena banyak tafsiran dari Ibrani 6 harus dimulai pada 5:11.

Mari kita melihat secara sekilas tentang argumennya.

1. Masalah Kerohanian (5:11-14)

Ibrani 5:11-14 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

a. Keadaan Mereka Sekarang: Kecacatan karena Tidak dewasa (5:11-13)
b. Keadaan Ideal: Normal karena Kedewasaan (5:14)

5:11 – Masalah dalam pendengarnya adalah mereka telah “menjadi” pendengar yang lamban. Mereka dulu tidak begitu.

5:12 – Mereka telah lama jadi orang percaya, dan jika dihitung dari saat mereka percaya, mereka seharusnya sudah diajar di Institut Alkitab Yerusalem, tapi mereka masih diajar di kursus untuk pemula.

5:13 – Ini menjelaskan kenapa mereka tetap seperti anak-anak. Mereka gagal menggunakan pengetahuan yang mereka dapat mengenai praktek kehidupan Kristen, Prinsip hidup Kristen yang luar biasa itu harus “digunakan atau hilang”. Orang-orang ini tahu kalau Kristus merupakan pemenuhan korban PL dan korban sudah dipenuhi sekali selamanya melalui pengorbananNya; tapi mereka tetap tidak mengerti kenapa mereka tidak boleh pergi kembali kebait untuk mempersembahkan korban. Masalah mereka bukan terhadap pengetahuan, tapi masalah menggunakan pengetahuan itu dalam situasi hidup untuk membedakan mana yang salah dan benar.

5:14 – Orang yang dewasa mampu melakukan lebih dari fakta. Mereka bisa menghubungkan pengajaran dengan pengalaman. Kedewasaan itu dalam hidup orang Kristen hanya pengetahuan seperti itu, tapi kemampuan menggunakan pengetahuan itu untuk mengatasi situasi dan masalah dikehidupan sehari-hari.

2. Kebenaran Rohani (6:1-8)

Ibrani 6:1-8 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

a. Kebutuhan untuk Terus Maju (6:1-3)

Perhatikan hal ini dalam kerangka perkataan dalam 5:11-14. Pasal ini dimulai dengan kata “sebab itu.” Sekarang, tiap kali anda melihat kata “sebab itu” atau “maka dari itu” berhenti dan lihat sebelumnya. Itu berasal dari sebelumnya. Dalam kerangka fakta sebelumnya. Inilah tindakan yang harus dilakukan..

6:1 – Kamu orang percaya yang belum dewasa perlu meninggalkan pengajaran awal dan menuju kepada kedewasaan. Tidak ada yang salah dengan pengajaran awal untuk anak kecil, tapi ada yang salah kalau orang dewasa yang sudah melalui pengajaran itu terus diajar itu. “Kesempurnaan” merupakan kata untuk kedewasaan. Tidak yang salah seorang bayi disuapi tapi ada yang salah jika dari tahun ketahun anda masih membutuhkan orang lain memberi makan anda.

6:1-2 – Ada 6 pengajaran awal yang harus mereka tinggalkan. Tidak ada yang salah dengan keenam hal itu, karena itu merupakan pengajaran penting pertama para rasul setelah pentakosta. Fondasinya baik, tapi jangan terus membangun fondasi—anda harus terus.

6:3 - “Dan menjadi dewasa ini harus kita lakukan jika Allah mengijinkannya.” Ini sangat penting. Anda tidak bisa memaksakan kedewasaan. Bapa ingin anaknya untuk dewasa; dan ini menunjukan kesalahan ada dalam kita bukan Tuhan, jika kita tidak menjadi dewasa. Tapi kita tidak tahu berapa banya waktu yang tersisa.

b. Tidak Mungkin untuk Kembali (6:4-6)

Sekarang kita sampai kebagian yang paling banyak disalah mengerti dalam Alkitab.

Masalah yang harus diselesaikan lebih dulu adalah apakah orang yang ditujua penulis sudah diselamatkan atau belum? Harus salah satu. Tidak ada kelompok ketiga. Orang-orang ini adalah orang percaya dan sudah diselamatkan dengan alasan:

(1) Karena Isi Keseluruhan dari Kitab Ibrani ini. Seluruh kita ditujukan bagi orang Kristen Ibrani. Perhatikan nasihatnya,

  • “Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan masuk ke dalam perhentian-Nya …” (4:1).
  • “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu” (4:11).
  • “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus” (4:14).
  • “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” (4:16).

(2) Karena Konteks dalam Ibrani 5:11–6:3.

  • Mereka anak, maka mereka memiliki hidup (5:13).
  • Mereka tidak membutuhkan pengetahuan, tapi perlu mempraktekan pengetahuan yang sudah ada (5:13).
  • Mereka jatuh menjadi lamban karena tidak menggunakannya (5:14).
  • Mereka sudah selamat kalau tidak mereka tidak diharapkan jadi pengajar (5:13).
  • Mereka dinasihati untuk “sempurna” (6:1). Ini tidak berarti datang kepada keselamatan, tapi kepada kedewasaan dalam Kristus. Penulis memasukan dirinya bersama dengan mereka untuk terus maju (6:1 “kita” 6:3 “kami”).
  • Terakhir, mereka sudah tahu dan menerima pengajaran asas-asas pertama.

(3) Karena konteks yang berikutnya dalam Ibrani 6:9-12.

  • Mereka disebut “saudara-saudaraku yang terkasih” (6:9).
  • Penulis mengejar sesuatu yang mengandung keselamatan (6:9). Anda tidak bisa mengejar buah jika tidak memiliki pohon dan hidup dalamnya.
  • Mereka sudah menghasilkan buah seperti itu (6:10).
  • Mereka dinasihati untuk menjadi penurut-penurut (6:12) yang tidak mungkin bagi orang belum selamat.

(4) Karena bagian dalam 6:4-6. Ada 5 keistimewaan rohani yang digunakan untuk mendefinisikan maksud mereka dan menunjukan pentingnya hal itu. Ditunjukan dalam pernyataan berikut.

  • “Ingatlah akan masa yang lalu.” Perhatikan Ibrani 10:32, “Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat.” Perkataan ini menunjuk saat terang injil dipahami kita pertama kali (cf. 2 Cor. 4:4, 6; Eph. 3:9; 2 Tim. 1:10). Lebih jauh, kata “sesudah” waktu digunakan dalam bahasa Ibrani menandakan sesuatu yang tidak pernah diulang lagi (cf. 9:7,26; 10:2;12:26).
  • “…dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat.” Perhatikan Ibrani 2:9, “yaitu Yesus, kita lihat… supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” Mengalami dalam Yunani menunjukan memegang sesuatu yang umum diketahui orang lain. Itu tidak berarti, seperti dalam budaya kita, mengalaminya dan kemudian menolak menjadi bagian dari hal itu. Kristus mengalami kematian untuk kita agar kita bisa mendapat bagian dalam hidup kekal. Karunia Tuhan dan panggilannya agar hidup kekal menjadi milik kita. Kita menjalani hal yang sama dengan Yesus Kristus. HidupNya menjadi hidup kita karena dia mati bagi kita.
  • “…mendapat bagian dalam panggilan sorgawi.” Kata “menjadi bagian” digunakan dalam 2:14; 3:1 dan 14. Itu menunjukan bukan hanya partisipasi tapi lebih kepada karakter pribadi yang didapat akibat hubungan. Karakter pribadi manusia dari darah dan daging. Untuk mendapat bagian dalam Roh Kudus adalah mendapat karakter pribadi yang dipimpin oleh Dia (i.e. diregenerasi).
  • “… dan merasakan kebaikan Firman Tuhan.” Ini kembali kekata “mengalami” dan dalam hal ini mereka telah merasakan perkataan dari Tuhan.
  • “… dan kuasa dimasa depan.” Ini kuasa masa seribu tahun. Meraka tidak menjadi bagian dari masa, tapi yang berkuasa atas masa, dan mereka mengalami kelahiran kembali dalam hidup mereka.

Sekarang, parallel yang digunakan dan referensi yang ditunjukan untuk kelima hal tentang orang percaya.

a. Hanya orang percaya yang pernah diterangi.

b. Hanya orang percaya yang memiliki hidup kekal.

c. Hanya orang percaya yang memiliki Roh Kudus.

d. Hanya orang percaya yang menjadi bagian dari PB dan mengatur hidupnya.

e. Hanya orang percaya yang mengalami kuasa kelahiran baru.

Lebih lagi, setiap pernyataan itu ada dalam bentuk aorist yang berarti hal ini tidak pernah diulangi. Ini juga menunjukan kalau penulis bicara pada orang yang sudah percaya dimana Tuhan sudah melakukan karya yang tidak diulang lagi. Jika mereka belum diselamatkan maka mereka tidak bisa mengalami hal diatas; tapi karena sudah diselamatkan.

Lebih jauh, apa yang bisa dikatakan tentang orang percaya selain pernyataan disini? Tidak ada yang bisa dikatakan lagi.

Jelas penulis berkata pada orang percaya, pertanyaannya apa yang dikatakan pada mereka? Mari kita lihat apa yang tidak diajarkan bagian ini. Itu tidak mengajar kalau anda bisa selamat, murtad, dan diselamatkan lagi. Bagian ini berkata itu suatu kemustahilan. Setiap orang yang mengajarkan hal itu sesat.

Bagian ini tidak mengajarkan kalau anda bisa diberi pengertian, dll tapi tidak selamat, dan setelah menolak tidak bisa diselamatkan selamanya. Ini tidak dikenal dalam Alkitab.

Apa yang diajarkan bagian ini (dan ini sederhananya)—sesuatu yang tidak mungkin. Tidak mungkin mereka yang selamat kemudian murtad dan diselamatkan lagi dan membutuhkan kematian Kristus kembali sehingga mempermalukan kematian Kristus karena tidak cukup. Karena itu tidak mungkin, dan kita tidak bisa menghilangkan tahun-tahun yang sudah terbuang sebagai orang percaya—mari kita menuju kepada kedewasaan.

Masa lalu tidak bisa diubah. Saya tidak bisa mengubahnya. Maka saya harus prihatin tentang sekarang dan kemudian karena saya tidak bisa melakukan apapun terhadap masa lalu.

Bagaimana kita yakin ini yang dibicarakan penulis?

(1) Verse 4 dimulai dengan “untuk” dan memberikan penjelasan kenapa kita harus begitu.

(2) Sesuai dengan konteks. Konteks sebelumnya berbicara tentang kekanak-kanakan dan tahun-tahun yang terbuang. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah terus maju. Konteks berikutnya memberikan gambaran tahun-tahun terbuang yang membawa semak dan duri (6:7-8). Kita tidak bisa kembali dan melakukan apapun terhadap tanaman ini. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah terus maju dan membawa tanaman yang baik tahun ini.

(3) Kata yang digunakan untuk “pertobatan” metanoias dan itu berarti “pertobatan” kepada keselamatan. Dalam PB kata ini selalu menggunakan pertobatan untuk keselamatan. (metamellomai adalah “pertobatan” yang berarti pemulihan hubungan dalam PB).

(4) Penggunaan kata “sekali lagi” penting. Tidak mungkin memperbaharui seorang yang sudah diselamatkan “sekali lagi kepada pertobatan yang lalu” kepada keselamatan, hanya karena dia sudah diselamatkan. Kata “sekali lagi” menunjuk pada pengalaman sebelumnya. Dalam hal ini pengalaman sebelum keselamatan.

Untuk mempersamakan in kita bisa mengatakan: “meninggalkan kekanankan, mari kita menuju kedewasaan karena tidak mungkin dalam rangka tidak bisa diperbaharui—yaitu membuat semuanya baru—dalam arti pertobatan pertama kepada keselamatan mengharuskan Kristus mati kembali dan membuat kematiannya tidak ada artinya, dan menjadi cemoohan bagi mereka yang melihatnya.”

Karena kalau ini terjadi yaitu diperlukan penyaliban kedua kali—bagi mereka yang melihat—akan berkata keselamatannya tidak berarti karena kematiannya tidak cukup, dan bagaimana mereka yakin kalau kematian keduanya cukup?

c. Ilustrasi Prinsip (6:7-8)

Tanah tidak terbakar, tapi buah dari tanah terdiri dari semak dan duri. Jadi semua akan dibawa dikursi penghakiman Kristus (cf. 1 Cor. 3:11-15). Bukan orang percaya yang dibakar, tapi pekerjaannya ditolak.

Kita tidak bisa menghapus semak masa lalu. Maka dari itu marilah kita terus maju dan melalui anugrah Tuhan tahun ini menghasilkan tanaman yang baik sehingga itu memuliakan Tuhan.

3. Tindakan Rohani (6:9-20)

Ibrani 6:9-20 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

  • Bagian anda: hal setelah diselamatkan (6:9-12)
  • Bagian Tuhan: janji yang tidak berubah (6:13-20)

Nasihat bagi kita: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Phil. 3:13-14).

Peluangnya sejelas janji Tuhan. Tidak pernah gagal. Maka dari itu, mari kita terus maju …

Peringatan #4:
Bahaya Meremehkan
(Ibrani 10:26-31)

Ibrani 10:26-31) Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. 28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. 29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? 30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."

Setiap peringatan yang diberikan dalam Ibrani semakin buruk. Sebelumnya kita melihat bahaya terbawa arus keluar dari kebenaran (2:1-4); bahaya tidak masuk keperhentianNya (ch. 3-4); dan bahaya tidak menjadi dewasa (ch. 5-6).

Semua bahaya ini hanya untuk anak Tuhan, bukan anak dunia. Bahayanya bukan untuk yang belum selamat bahwa tidak akan selamat dan masuk neraka. Penulis Ibrani tidak menulis kepada bangsanya, Israel, yang tidak percaya. Matius melakukan itu. Dia menulis bagi mereka yang percaya, yang menerima Tuhan Yesus Kristus dan pengorbananNya menebus dosa mereka. Mereka memberi kesaksian yang baik, bahkan ditengah penderitaan, tetap setia pada Tuhan. Tapi penyiksaan terus berlangsung dan makin kuat. Mereka menderita kehilangan semua kekayaan mereka.

Apa masalah mereka? Mereka perlu tabah. Mereka perlu berpegang teguh dan tidak menyerah pada hal yang tidak berarti. Salah satu kata kunci dalam kitab Ibrani, adalah, “sabar” atau “sabar menderita.”

Jadi penulis, setelah menegur keras pendengarnya karena tidak menjadi pengajar Firman walau mereka sudah lama diselamatkan sehingga cukup mampu untuk mengajar, dan tetap perlu diberi susu, mendorong mereka untuk “menuju kepada kedewasaan.” Alasan untuk melakukan hal ini karena tidak mungkin bagi siapapun yang diselamatkan untuk murtad. Tidak ada yang diselamatkan 2 kali. Setelah datang pada Kristus semua yang kita lakukan akan dibawa kehadapan kursi penghakiman Kristus dan diberi hadiah jika baik, atau terbakar jika tidak ada artinya.

Inilah alasan perlunya untuk terus maju dan peringatan untuk tidak kembali kemasa lalu. Anda tidak bisa mendapatkan kembali waktu yang sudah lewat. Maka ilustrasi Ibrani 6:7-8 sangat tepat. Semua yang kita hasilkan baik berkat atau terbakar. Bukan orang percaya yang dibakar, tapi apa yang dihasilkannya. Sering kita menikmati berkat hujan dan sinar matahari tapi tetap menghasilkan semak dan duri.

10:9 – Penulis tetap mengejar hal yang lebih baik daripada “semak dan duri” dan hal yang ditolak, walau dia mengatakannya dengan keras pada mereka.

10:10 – Lebih jauh, mereka menghasilkan “pekerjaan baik” dan tetap melakukannya sampai sekarang. Itu bukan berarti hal ini tidak dihargai.

10:11 – Tapi harus ada kelanjutannya dan daya tahan. Dia tidak mengatakan kalau mereka diselamatkan melalui ketahanan, tapi hanya dengan cara ini bisa menerima “hadiah penuh” setiap panen tahunan. Tidak cukup puas dengan satu tahun..

10:12 - “kemalasan” kembali ke 5:11 dan berarti “lambat mendengar” menunjukan seluruh bagian merupakan satu kesatuan kebenaran. Kebutuhan mereka adalah kelanjutan “iman” sebagai orang percaya dan “kesebaran” menyadari kalau janji itu akan datang.

10:13 – Kemudian dia mulai bicara tentang janji Tuhan.

10:14 – Seluruh bangsa Israel ada dari satu janji ini.

10:15 - Abraham harus melalui kesabaran menderita untuk mendapatkan janji itu. Dia merupakan teladan yang setia. Janji Tuhan tidak langsung diberikan, tapi ini bukannya tidak pasti.

10:16 – Ini bentuk kepastian yang dibuat manusia, dan Tuhan membuat hal yang sama kepada kita. Tidak ada yang lebih tinggi dari Tuhan. Dia otoritas tertinggi dan Firmannya tetap dan meneguhkan semua. Tidak ada keraguan tentang hal itu.

10:17 – Tuhan memberikan Firman dan janjiNya yang tidak bisa salah, dan jika tidak cukup dia memberikan sumpahnya.

10:18 – Apa yang benar terjadi pada Abraham terjadi pada kita. Hal yang kita percaya adalah benar. Kebutuhan kita adalah sabar menderita. Kita telah keluar untuk berlindung pada Tuhan Yesus Kristus.

Suatu “harapan” diberikan pada kita. Ingatlah bahwa harapan dalam Alkitab tidak pernah berisi keraguan. Walau itu suatu hal yang dinantikan yang membutuhkan “penantian” untuk dipenuhi. Penantian kedatangan Tuhan adalah penantian “berkat pengharapan” orang percaya. Penantian kita akan janji Tuhan sampai terjadi bukan iman, tapi harapan. Iman mempercayai; harapan bergantung padanya; kasih menjadi karakter hidup kita selama kita menunggu.

10:19 – Harapan kita langsung pada keberadaan Tuhan karena Yesus Kristus disana.

10:20 - Dan Dia jaminan kalau dia akan disana. Maka dari itu Dia mendahului kita.

Dengan penyebutan Melchizedek, penulis melanjutkan pengajarannya yang terhenti karena memberikan peringatan dan nasihat ini.

Garis Besar yang perlu diperhatikan:

II. Superioritas Karya Anak (4:14–10:18)

A. Imam Besar (4:14–7:28) “Menurut peraturan Melchizedek”

B. Tabernakel (8:1–9:11) “Tidak dibuat oleh manusia”

C. Korban Sempurna (9:12–10:18) “Sekali selamanya”

III. Superioritas Karya Keselamatan dalam Hidup Orang Percaya (10:19–13:25)

Tidak cukup hanya mengetahui. Pengetahuan membawa tanggung jawab. Karena superioritas Anak dan KaryaNya, kita memiliki keistimewaan dalam masa ini. Tapi jangan pernah lupa bahwa bersama keistimewaan yang superior ada tanggung jawab yang superior.

A. Nasihat (10:19-39)

1. Dalam Kerangka Keistimewaan (10:19-25)

2. Dalam Kerangka disiplin yang lebih besar (10:26-31). PERINGATAN KEEMPAT.

3. Dalam Kerangka Tahan Menderita dimasa lalu (10:32-39).

Perhatikan keisitimewaan kita dalam pelaksanaannya.

10:19 – Kita bisa masuk kedalam tempat kudus. Tidak ada orang Israel lain selain imam besar sendiri, dan dia hanya bisa melakukannya sekali setahun dan hanya dengan melalui aturan-aturan tertentu. Dia masuk kedalam “dengan gentar” Berkaitan dengan itu diberikan tali dikakinya. Jika ada yang salah, dia bisa ditarik keluar. Tidak ada yang berani masuk kedalam.

10:20 – Imam besar berjalan melalui tabir; kita melalui tabir—pengorbanan tubuhNya dan darahNya. Setiap orang yang tidak menerima darah Yesus Kristus tidak memiliki jalan masuk kepada Tuhan.

10:21 – Rumah Tuhan sekarang seperti Rumah Tuhan dimasa Israel. Mereka ada melalui kelahiran alami; kita melalui kelahiran rohani. Mereka memiliki imam besar yang bisa mati; kita memiliki imam besar yang tidak bisa mati. Milik mereka tidak sempurna dan berdosa; Imam Besar kita tidak berdosa. Dan seterusnya.

10:22 – Nasihatnya. Saat seorang Israel dikuduskan untuk menjabat imam, darah korban dipercikan kepadanya, dan dia dibasuh dalam air. Kedua tindakan itu merupakan karya roh Tuhan sekarang sebagai orang percaya menjadi imam dibawa Imam Besar Tuhan Yesus Kristus.

Tidak semua orang dalam PL bisa menjadi imam, tapi hanya mereka yang keturunan Harun. Tapi setiap anak Tuhan sekarang bisa menjadi imam dan memberi korban rohani pada Tuhan karena labih baru dari Tuhan Yesus Kristus.

10:23 – Kita harus teguh berpegang pada Tuhan Yesus Kristus dan tidak terombang ambing diantara dua pendapat atau kedudukan. Dia setia pada janjinya. Dia tidak pernah gagal memenuhi FirmanNya. Kenapa anda meragukannya sekarang?

10:24 – Disini hubungan orang yang teguh bergantung pada janji dan yang lemah imannya. Reaksi kedagingan dari nature dosa mendorong mereka lebih jauh. Karya Roh kebalikan dari itu.

10:25 – Disini penjelasan dari pekerjaan baik dalam masa krisis. Secara negative, tidak melupakan persekutuan seperti yang lain lakukan. Apakah anda menyadari kurangnya datang kegereja merupakan kurangnya pekerjaan baik? Secara positif, menasihati satu sama lain, dan terus sampai akhirnya. Akhirnya adalah hari penghakiman atas Yerusalem A.D. 70 yang menggambarkan penghakiman akhir atas Israel sebelum kedatangan Kristus kedua kali.

Ini membawa kita kepada peringatan keempat (10:26-31).

Menurut saya ketidakdewasaan harus berhenti dititik ini dan mengajarkan anda perkataan penulis Ibrani kepada orang percaya. Saya belajar untuk tidak langsung percaya begitu saja.

(1) Penulis Ibrani dalam bagian ini tidak mengatakan tentang orang tidak percaya kecuali sebagai ilustrasi. Kitab ini dari awal sampai akhir ditulis untuk orang Kristen. Mengenai orang percaya ini penulis mengatakan bahwa Yesus Kristus merupakan “pokok keselamatan yang abadi” (5:9). “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (10:14). Maka dari itu dia menulis pada orang percaya yang tidak hanya mendapat keselamatan, tapi keselamatan abadi.

(2) Konteksnya hanya berkaitan dengan orang percaya yang mendapat jalan masuk pada Tuhan melalui darah Kristus. Lebih lagi, ayat 26 melanjutkan dengan kata “sebab,” yang menjelaskan alasan kenapa kita didorong untuk menasihat satu sama lain dan tidak melupakan persekutuan. Ketiga nasihat untuk tekun hanya untuk orang percaya, bukan yang belum percaya (10:22-25). Kebutuhan orang yang belum selamat adalah menerima Kristus.

(3) Konteks berikutnya menyatakan kebenaran yang sama (10:32-39). Disini kita menemukan penghiburan untuk bertekun dalam penderitaan. Orang belum percaya tidak perlu bertekun dalam penderitaa; mereka perlu Kristus.

(4) Akhirnya, bagian itu sendiri menunjukan penulis menulisnya untuk orang percaya.

  • “Kita” (10:26). Dia memasukan dirinya bersama dengan mereka.
  • “Menerima pengetahuan penuh tentang kebenaran” (10:26). Hanya orang percaya bisa mendapat pengenalan penuh akan kebenaran karena orang dunia tidak bisa tahu hal rohani dari Firman.
  • “Tidak ada lagi korban menghapus dosa itu” (10-26) menunjukan kalau mereka sudah diselamatkan atau korban Kristus berguna bagi mereka.
  • Ilustrasi 10:28 menunjukan kalau mereka sudah diselamatkan, karena mereka dan Musa umat yang sudah ditebus dengan darah dan dibawah darah perjanjian hukum.
  • “darah perjanjian yang menguduskannya” menunjukan mereka orang percaya (10:29). Darah ditujukan pada orang percaya saat mereka diselamatkan. Ini percikan yang sudah dibahas sebelumnya. Aplikasi darah Anak Allah yang menyelamatkan kita dan membebaskan kita sebagai orang percaya. Maka kita ada dibawah darah perjanjian, dan diluar dari murka. Tidak ada orang yang belum percaya dibawah darah atau dikuduskan melalui darah. Darah dirumah orang Israel membedakan mereka dari orang tidak percaya, sama seperti ini.
  • “Roh Kasih Karunia” menunjukan mereka orang percaya (10:29). Roh Kudus menderita karena orang tidak percaya tapi anugrah diterima melalui Roh Kudus hanya kepada orang percaya. Kita diselamatkan oleh anugrah melalui iman. Iman tidak tersedia dalam orang tidak percaya, tapi kita yang percaya telah menerimanya. Hanya orang percaya yang mendapat, dan kemudian “menghina” kasih karunia Roh disini. Kata disini mengandung arti kesombongan, dan berkaitan dengan penolakan orang percaya mendengar nasihat Roh. Untuk tetap dalam dosa merupakan tamparan bagi Tuhan, dan Dia akan berduka.
  • Akhirnya, menggunakan kutipan dalam Ibrani 10:30, “Tuhan akan menghakimi umatnya,” menunjukan ini untuk orang percaya. Penghakiman disini bukan untuk dunia, atau orang belum percaya, tapi pada umatnya yang adalah anakNya.

Masalah kedua adalah nature dosa..

(1) Natur Dosa (10:26). Merupakan dosa disengaja dari orang percaya setelah diselamatkan dan mendapat pengenalan penuh akan kebenaran. Setiap kali orang percaya berdosa itu karena dia sengaja. Dia tidak perlu berdosa. Ini merupakan pengajaran Romans 6, 7 and 8. Tindakan disini, berbeda. Itu kata kerja sekarang dan diterjemahkan “jika kita tetap berbuat dosa setelah menerima pengenalan penuh akan kebenaran, tidak ada lagi korban penghapusan dosa.” Dosa ini, dilakukan dengan pengetahuan penuh kalau itu salah.

(2) Tindakan yang dilakukan. Itu suatu tindakan yang meliputi penyangkalan tindakan sebelumnya yang baik, rohani, sukacita, dan mereka sadar akan berkat yang akan datang (10:32-35).

(3) Akibat tindakan. Itu meliputi penyangkalan pengakuan sebelumnya terhadap Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka (10:23; cf. 3:1; 4:14).

(4) Dosa itu sendiri. Dari membandingkan 10:32-37 dengan 10:23-25 kita bisa mengatakan dosanya (a) pemisahan orang percaya itu dari orang percaya yang lain secara permanen, dan (b) mundurnya beberapa orang percaya untuk menghindari penyiksaan atas mereka.

(5) Dosa melibatkan pengingkaran: (a) Pribadi Kristus (Heb. 1:1–4:13), (b) Karya Kristus (Heb. 4:14-10:18), dan (c) Pelayanan Roh Kudus dalam hidup orang percaya (Heb. 10:19–13:25). Ini alasan ayat 29 menyatakan 3 kategori.

Pertanyaan terakhir adalah tentang nature penghakiman? Semua berakhir disini. Keinginan untuk melarikan diri dari penghakiman manusia, mereka akan jatuh kedalam penghakiman Tuhan.

(1) Penghakiman disini tidak menghilangkan keselamatan atau hidup kekal (10:39). Jika mungkin kehilangan keselamatan, maka itu bukan keselamatan yang kekal.

(2) Penghakiman disini tidak meliputi kehilangan berkat rohani (10:35-36).

(3) Penghakiman disini tidak meliputi kematian fisik karena ini pasti datang jika mereka terus berkeras dalam dosa (10:28-29).

(4) Penghakiman ini mungkin meliputi orang yang lari dari penyiksaan kebait dan kota Yerusalem seperti dalam (10:25,27). Itulah alasan kita temukan dalam Ibrani 13:13-14 nasihat untuk keluar dari kota membawa tegurannya.

Mungkin bagi orang percaya masa kita untuk merasa bersalah atas dosa yang sama ini? Pasti. Kita diselamatkan melalui darah Kristus dan bersalah karena dosa disingkirkan selamanya, tapi masih mungkin mengabaikan keselamatan yang sudah didapat dan terbawa arus karena tidak peduli.

Mungkin bagi kita untuk tidak melakukan rencana Tuhan, karena kita tidak pernah hidup dalam iman dan mengalami hal terbaik yang Tuhan punya bagi kita.

Mungkin untuk tidak dewasa dalam Tuhan dan tidak pernah bertumbuh, tapi terus menjadi bayi rohani dalam seluruh hidup kita. Orang seperti itu membuat waktu hidup pelayanannya dimana semua yang dihasilkan “tidak berguna” dan terbakar.

Mungkin untuk berdosa dengan pengertian penuh akan dosa dan akibat tindakan itu, dan menemui tangan Tuhan mendisiplin kita sampai hampir mati. Kita diselamatkan oleh anugrah, tapi anugrah tidak berarti kita bisa melakukan apapun yang kita mau (Ibrani 10:22-25).

Peringatan #5:
Bahaya Penyangkalan (Bagian 1)
(Ibrani 12:12-29)

Ibrani 12:15-29 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; 13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. 14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

18 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 20 sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu." 21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." 22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. 25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? 26 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." 27 Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Berikutnya kita membahas peringatan kelima dan yang terakhir dari kitab Ibrani. Peringatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pesan surat ini. Mereka mengambil kebenarannya, merincinya dan menghubungkan itu dalam kehidupan dan tindakan.

Kitab Ibrani bisa dibagi atas tiga bagian—semua menyangkut Anak dan keselamatanNya.

I. PribadiNya (1:1–4:13)

II. KaryaNya (4:14–10:18)

III. Bagian dari KaryaNya (10:19–13:25)

HidupNya—KeberadaanNya dari kekekalan.

KematianNya—Apa yang Dia lakukan didalam waktu.

KebangkitanNya—KeberadaanNya dalam kekekalan selanjutnya.

Siapa Dia.

Apa yang dilakukanNya.

Apa yang bisa Dia lakukan pada bagi anda.

Anak—kekal.

Juruselamat—sempurna.

Gembala—baik.

Dia adalah Nabi—Pembawa Pesan. Seperti diriNya menyatakan Tuhan pada manusia.

Sebagai Nabi, Dia dimahkotai duri (John 19:2).

Dia adalah Imam—Pembawa Korban. Seperti Dirinya mewakili manusia dihadapan Tuhan.

Sebagai Imam, Dia dimahkotai kemuliaan dan hormat (Heb. 2:9).

Dia adalah Raja—Berdaulat. Seperti Dirinya mewakili manusia didepan manusia.

Sebagai Raja, Dia dimahkotai dengan banyak mahkota (Rev. 19:12).

Dimulai dengan 10:19 kita sampai pada bagian terakhir dari kitab ini. Disinilah aplikasi pengajarannya. Inilah pekerjaannya hasil dari karyaNya.

Kita memiliki kehormatan yang luar biasa (Heb. 10:19-21), dari bersama dengan itu ada tanggung jawab yang lebih besar (10:22-25). Kita dinasihati untuk masuk kedalam hak istimewa ini (10:22) untuk berpegang teguh pada kesaksian kita akan Kristus sebagai Juruselamat karena janji Tuhan pasti terlaksana (10:23), dan saling menguatkan satu sama lain, tidak menjauhkan diri dari persekutuan dengan yang lain (10:24-25).

Alasan kita harus melakukan ini karena jika kita dengan sadar berdosa dan sudah memiliki pengenalan yang penuh akan dosa dan akibatnya, Tuhan akan menghajar kita (10:26-29) karena itu sesuai dengan nature Tuhan (10:33-31). Dia tidak bisa dan tidak mau membiarkan anakNya melakukan itu lebih jauh seperti kita tidak membiarkan pelanggaran anak kita..

Kitab Ibrani mendorong kita untuk sabar menderita (10:32-39). Mereka sudah lebih dulu tahan menderita (10:32-34) jadi mereka harus meneruskannya (10:35-36) karena Firman Tuhan tetap (10:37) dan semua yang mau menyenangkan Tuhan harus dengan tekun menderita, hidup dalam iman (10:38-39).

Kenyataannya, iman sejati menghasilkan tahan menderita (11:1-3), dan ini terlihat dikeseluruhan PL (11:4-40). Implikasinya, kembali kebait diYerusalem bukanlah bergabung dengan kesaksian dalam PL, tapi keluar dari golongan mereka.

Semua orang percaya dalam PL menjadi kesaksian bagi kita kalau hal itu bisa dilakukan (12:1), dan satu-satunya jalan mendapat perhentian adalah melalui kesabaran menderita seperti Tuhan Yesus Kristus (12:2). Saat kita merenungkan Kristus dan penderitaanNya, penderitaan dan pergumulan kita hanya kecil (12:3-4). Tapi Tuhan memiliki tujuan dalam mendisiplin setiap orang percaya melalui kesabaran menderita, dan itulah kedewasaan anakNya (12:5-11).

Jadi orang percaya memiliki tanggung jawab terhadap orang yang lemah dalam perkumpulan (12:12-13) dan terhadap dirinya (12:14). Dia harus tahu ketiga bahaya dihadapannya (12:15-16) yang digambarkan melalui keputusan Esau yang walau dia menyesalinya kemudian tidak bisa dikembalikan. Esau tidak memiliki iman juga kesabaran dalam penderitaan, dan dia dibuang melalui satu kejadian dari berkatnya (12:17).

Melalui aplikasi, jika Ibrani kembali kesistem lam, mereka melakukannya dengan gentar (12:18-22), dan menunjukan perbedaan hak istimewa dan anugrah, dan kota surgawi yang merupakan hadiah bagi mereka yang dengan setia menderita (12:22-24).

Maka dari itu, harus ada peringatan terakhir. Darah Habel terus berteriak dari tanah; Darah Kristus lebih besar dan terus berseru dari surga kalau Dia akan datang, menghakimi, dan membawa keadaan yang baru dengan perjanjian barunya (12:25-27). Jadi sabarlah menderita, persembahkanlah pujian rohani sebagai imam, karena tahu Tuhan akan memurnikan kotoran (12:28-29).

Ini membawa kita keperingatan kelima. Sekarang mari kita lihat konteks peringatan kelima ini secara detil.

Tanggung jawab Kita dalam Kerangka Seluruh Fakta yang Ada (12:12-29)
1. Seruan (12:12-17)

12:12 - “Sebab itu,” dalam kerangka semua fakta yang sudah dikemukakan kesimpulan ini berhubungan dengan 10:26. Dalam kerangka itu dan kebenaran yang dinyatakan dari 10:26 sampai 12:11 maka seruan ini diberikan. “kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah.” Inilah hubungan kita dengan yang lain dalam tubuh.

(1) Tangan—kita harus mengangkatnya dalam doa seperti Musa (Ex. 17:11-12) untuk memenangkannya bagi yang lain. Kita tidak boleh dikalahkan dan patah semangat. Kita tidak boleh menghina yang lain; kita harus berdoa bagi mereka.

(2) Lutut—lutut yang lemah tidak bisa membawa engkau dalam hari peperangan (Ezek. 7:17). Kita harus kuat dalam perang dan tidak takut oleh musuh.

12:13 - “dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.”

(3) Kaki—Umat Israel berputar-putar selama 38 tahun tanpa tahu kemana. Kita harus meluruskan jalan bagi kaki kita. Kita harus terus majut. Kita harus melihat kepada Yesus, dan menetapkan mata kita padaNya, tidak berputar-putar dari arah yang sudah ditentukan dihadapan kita.

“Pincang” disini “keluar dari sambungan” dan itu bicara tentang orang lumpuh. Sebagian dari tubuh lumpuh, dan mereka berjalan dengan sangat sulit. Gambaran tubuh yang digunakan untuk mewakili gereja dan kondisi kerohaniannya dan itu menunjukan bahwa orang pincan itu menggambarkan kerohanian yang pincang. Orang ini harus disembuhkan kerohaniannya agar seluruh tubuh bisa bergerak bersama tanpa ada yang tertinggal.

12:14 - “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” Disini penekanannya pada setiap pribadi daripada secara kelompok dalam ayat sebelumnya. “Damai” menunjukan tidak ada perselisihan, tidak ada kebencian diantara kita dan yang lain. “Kekudusan” menunjukan kita dipisahkan untuk Tuhan. Hal yang satu merupakan hubungan pribadi kita dengan yang lain; dan yang satunya lagi hubungan pribadi kita dengan Tuhan sendiri.

12:15 - “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah.” Kata “jangalah dengan tekun” menunjukan mengawasi dengan cermat seperti orang Israel menyelidiki rumahnya sebelum perayaan untuk menyingkirkan semua yang beragi. Itu merupakan pengawasan terus menerus oleh setiap kita terhadap hidup kita sendiri. Alasannya ada 3, muncul dari kata “jangan ada.” Inilah 3 bahaya yang dihadapi orang percaya dimana kita harus berjaga-jaga.

(1) “… jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan.” Ini kegagalan anak Tuhan mendapat kasih karunia dengan tepat. Kapanpun saya gagal menyediakan kasih karunia untuk kebutuhan hari ini, saya akan gagal saat cobaan dan ujian datang. Tuhan menyediakan kasih karunia untuk memenuhinya, tapi saya gagal mendapatkannya. Saya kemudian akan bereaksi sesuai dengan nature dosa saya.

Jika Tuhan memberi sesuatu kedalam hidup kita, Dia juga akan memberikan kasih karunia untuk menghadapinya dan mendapat kemenangan (2 Cor. 12:9), daripada dikalahkan olehnya. “Semakin hari, semakin kuat.” Orang Kristen Ibrani akan melalui cobaan dan ujian, tapi mereka telah gagalm menyediakan kasih karunia Tuhan dalam ujian. Maka dari itu mereka hidup dalam kekalahan. Mereka melupakan kasih karunia Tuhan.

(2) “… jangan ada tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Ini ketidaksetiaan terbuka. Kepahitan dalam hati membawa keluhan dimulut. Dan keluhan merupakan salah satu dosa yang paling berbahaya karena itu selalu mempengaruhi yang lain dan mencemari yang lainnya. Dimulai dengan satu orang, dan berakhir mencemari yang lainnya. Itulah yang terjadi dengan Israel berulang kali.

Jadi itu selalu terjadi saat saya gagal menyediakan kasih karunia, akan ada akar pahit dalam hati saya terhadap Tuhan yang mengijinkan “masalah” ini datang, dan akhirnya keluar dari mulut saya.

(3) “… jangan ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.” Langkah terakhir ini dan kondisinya merendahkan tanggung jawab kita atau hak istimewa kita. Seluruh bagian bergantung pada satu ilustrasi ini. Itu sangat penting.

Ada 2 halangan untuk kesucian yang dinyatakan disini: cabul dan nafsu rendah. Esau mewakili yang terakhir dan ini juga bahaya bagi Ibrani. “sepiring makan” menekankan betapa murah Esau menjual hak kesulungannya.

Sekarang hak kesulungan dan pentingnya hal itu bagi Esau hanya bisa dimengerti dengan melihat hal itu lebih dari menjadi pewaris ternak, dan Esau menolaknya. Ini bukan masalahnya. Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham, dan perjanjian itu akan dipenuhi melalui keturunan Isak. Esau salah satu garis langsung, dan lebih tua dari Isak dan akan menerima bagian sulung, yaitu dua pertiga. Tapi dia menyerahkan perjanjian Tuhan itu hanya dengan sepiring makanan. Itulah nilai janji Tuhan bagi dia, dan kesungguhannya untuk menunggu atau sabar menderita dalam mendapatkannya.

Apa masalah Esau? Dia gagal mendekatkan diri pada kasih karunia Tuhan (12:15a). Akibatnya, akar pahit Esau pada Tuhan. Esau dalam masalah dan lapar. Dia marah pada Tuhan karena Tuhan tidak mencegah dia untuk lapar. Kepahitan hati dinyatakan dan dia menjadi materialistic. Dia tidak menyadari hal lainnya kecuali yang ada saat itu. Dia menfokuskan semuanya pada hal materi, tidak pada hal rohani dan kekal. Dia lebih memilih makanan sekarang daripada menerima pemenuhan janji Tuhan dikemudian hari. Tuhan menyebutnya murtad. Ini mengutuk Tuhan dalam hati, dan Tuhan melihat hati seseorang..

12:17 “Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.”

Esau disini sebagai anak perjanjian. Sangat penting untuk disadari. Ibrani juga diselamatkan dalam kedudukan perjanjian kepada Tuhan. Tapi Esau menolak atas dasar satu keputusan, keputusan yang tidak bisa ditarik kembali, walau dia memintanya dengan menangis.

Ini menjadi peringatan bagi Ibrani agar mereka tidak membuat keputusan seperti itu yang bisa membuang mereka dari berkat yang tersedia. Keselamatan tidak termasuk disini seperti dari peringatan pertama, tapi berkatnya dibahas.

Dalam Ibrani 10:26 kita menemukan bahwa dosa yang dilakukan dengan sengaja akan membawa penghakiman temporal bagi yang melakukannya. Sekarang berdasar hal diatas bahwa keputusan berdosa merupakan keputusan yang tidak bisa ditarik kembali. Jika orang Ibrani melakukannya, mereka tidak bisa mengubahnya dengan cara apapun. Mereka tidak akan mendapat berkat Tuhan, dan tidak bisa menerima berkat yang sekarang. Mereka akan tersingkir dari kepemimpinan dalam perkumpulan. Dosa bisa diampuni, tapi dampaknya tetap berlanjut. Esau karena satu dosa, terlempar dari berkat Tuhan. Perhatikan hal ini!

Itu semua bermula dengan hal kecil untuk menyediakan kasih karuni Tuhan. Tapi tidak ada hal kecil dalam hidup orang Kristen. Mari kita dengan tekun berjaga untuk tidak mengagalkan kasih karunia Tuhan; jangan ada akar pahit yang membawa kekacauan, dan mencemari banyak orang.

Kita tidak kebal terhadap kesalahan.

Peringatan #5:
Bahaya Penyangkalan (Bagian 2)

Barapa lama anda tidak mendengar pembahasan tentang neraka? Bukankah cukup lama? Mungkin banyak dari anda tidak pernah mendengar pembahasan tentang api neraka. Walau saya membaca kothbah tentang hal itu, saya tidak pernah mendengarnya secara langsung. Itu bukan pembahasan yang popular, dan diabaikan oleh mereka semua yang percaya.

Tapi, saudaraku yang kekasih, jika tidak ada tempat seperti itu, maka kita tidak membutuhkan Juruselamat untuk menyelamatkan kita darinya. Juruselamat tidak berarti tanpa kematian. Walau saya tidak membahas tentang neraka, saya ingin menghubungkan kebenarannya dengan orang tidak percaya.

Kita yang percaya sudah mengalami keselamatan dari Tuhan. Kita mengetahui kalau Dia menyelamatkan kita dari kematian kekal. Kita diselamatkan dan keselamatan itu kekal (Heb. 5:8-9). Keselamatan kekal ini telah menyelamatkan kita dari penghukuman kekal (Heb. 6:2). Inilah alasan kenapa keselamatan begitu luar biasa karena Dia menanggung penghukuman kekal kita.

Masalah orang percaya, bukan keselamatan atau penghukuman kekal. Masalahnya tetap. “Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup” (Heb. 10:39).

Masalah kita sebagai orang percaya bukan dosa yang bisa menghilangkan keselamatan kekal kita, tapi dosa yang menyebabkan kita kehilangan berkat Tuhan dalam hidup kita, dan bisa menyebabkan kita kehilangan hidup kita. Masalah kita ada dalam waktu—bukan kekekalan. Masalah kita dengan hidup fisik sekarang—bukan kekekalan jiwa kita. Masalah kita dengan kematian fisik—bukan kematian kekal.

Inilah masalah yang dihadapi orang Ibrani, dan itu menjadi masalah kita juga.

Sebagian dosa kecil, tapi yang lain tidak. Ada hal yang kita lakukan kurang penting dan ada yang penting. Inilah alasan 1 John 5 bicara tentang dosa membawa maut dan yang tidak. Kita harus berhenti dan memperhatikan diri dan tindakan kita “Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan” (Heb. 12:29).

Saya ingin anda memperhatikan kalau hal ini tidak pernah dibicarakan dalam konteks orang tidak percaya. Tuhan tidak, dan tidak akan pernah, menjadi api yang menghanguskan dalam konteks orang tidak percaya. Bagi orang tidak percaya Dia merupakan api kekal yang tidak menghanguskan apapun. Tapi, buat orang percaya Dia api yang menghanguskan yang menghanguskan kayu, rumput kering, dan semua semak dan duri. Dia bisa mengambil hidup kita jika kita benar-benar tidak menyenangkanNya.

Jangan pernah berkat, “itu tidak akan terjadi disini; itu tidak akan pernah terjadi pada saya.” Ini sikap yang diambil pada masa Kristus saat mereka berkata: “dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.” (Matt. 23:30-31).

Tidak ada dosa yang tidak bisa kita lakukan. Inilah alasan kita harus memperhatikan diri kita agar tidak jatuh (1 Cor. 10:11-12; 1 Tim. 4:16; Heb. 4:11).

Kita lihat dalam pelajaran lalu bahwa kesalahan apapun terdapat 3 perkembangan.

(1) Dimulai dari menjauh dari kasih karunia. “… jangan ada orang yang seorangpun menjauh dari kasih karunia Tuhan” (12:15a).

(2) Langkah berikut adalah mendapat kepahitan dalam hati. “… jangan ada akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan orang lain” (12:15b). Kepahitan dalam hati membawa pada keluhan, dan ini mencemari orang lain.

(3) Langkah terakhir adalah merendahkan tanggung jawab atau hak istimewa kita. “… jangan ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring nasi.” Keduanya merupakan dosa yang secara permanent mengeluarkan mereka dari berkat yang ada.

Memperhatikan ketiga hal ini kita harus memeriksa diri dan hati kita dengan cermat, mencari, melihat secara terus menerus agar hal ini tidak datang kedalam hidup kita secara tiba-tiba dan tidak terdeteksi. Tidak ada dosa yang mengambil jalur lain. Kita gagal mendekat pada kasih karunia Tuan untuk situasi atau pencobaan. Ini membawa kita mendapatkan kepahitan dalam hati terhadap Tuhan karena mengijinkan kesukaran atau kesulitan datang atas kita. Apa yang ada dalam hati kita akan keluar dan mencemari yang lainnya. Semua ini berakhir secara temporal daripada kekal; sekarang daripada kemudian; dan secara materi daripada rohani. Kita gagal sabar untuk menderita. Ini yang Esau lakukan, dan keputusannya tidak bisa ditarik kembali. Kita bisa melakukan hal yang sama.

Disini ada seorang wanita dan pria muda. Tuhan telah memanggil mereka keladang misi. Jalan ke Bolivia, atau India, atau Moroko lama dan sulit. Mereka gagal mendekat pada kasih karunia yang diperlukan diperjalanan dan ujian sepanjang perjalanan. Kemudian semua runtuh. “Tuhan tidak benar-benar peduli pada saya. Dia tidak mengasihi kita. Jika dia mengasihi kami dia akan menyediakannya bagi kami, dan memberikan teman hidup.” Kemudian orang itu jatuh cinta dengan seseorang yang tidak terpangil keladang misi dan mereka menikah. Mereka membuat keputusan yang tidak bisa ditarik kembali. Mereka kehilangan kehendak Tuhan yang sempurna dan terus menjalaninya sepanjang hidup mereka yang mungkin terbaik kedua dari Tuhan, atau terbaik ke 200.

Setelah memberikan seruan agar jangan gagal (Heb. 12:12-17), kita sampai kepoin berikut …

2. Hak Istimewa dan Kedudukan Orang Percaya (12:18-24)

Ibrani 12:18-24 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 19 kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 20 sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: "Bahkan jika binatangpun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu." 21 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: "Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar." 22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 24 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Orang percaya harus mengerti hak istimewa dan kedudukannya sekarang atau dia tidak bisa mengerti kenapa Tuhan akan mengadilinya dengan keras karena ketidaktaatan. Penulis kitab ini menyatakan kebenaran ini baik secara negative maupun positif.

Secara Negatif (12:18-21)

Untuk kembali kehukum dan baik adalah kembali kesistem atas dasar ketakutan. Hukum merupakan system menakutkan. “Tidakkah kamu mendengar hukum,” penulis berkata. Perbedaan antara pernyataan dan tanggung jawab dalam PL serta PB dengan tanggung jawab dan hak istimewanya.

Secara Positif (12:22-24)

Hal pertama “terror”; hal yang lain “kasih karunia” dan hak istimewa. Penekanannya bukan pada kota, tapi pada Satu yang hidup dalam kota. Lihat siapa yang ada dalam kota.

(1) Malaikat, i.e., malaikat kudus.

(2) Gereja Tuhan Yesus Kristus (yang dimulain saat Pentakosta dan berakhir saat pengangkatan).

(3) Tuhan, Hakim dari semua.

(4) Roh orang benar yang dibuat sempurna (orang percaya PL bukan bagian dari gereja tidak akan pernah seperti ini).

(5) Yesus, penengah PB.

(6) Darah yang dipercikan, kursi kasih karunia.

Inilah kota yang kita nantikan, bukan kota duniawi. Habel merupakan orang pertama yang mengorbankan darah korban. Sejak itu menjadi kesaksian bagi mereka, walau dia sudah mati, itulah cara penerimaan Tuhan dan satu-satunya cara (cf. 11:4).

Tapi sekarang ada saksi yang lebih besar dari Habel, karena ada darah yang lebih besar dari manusia. Darah Yesus Kristus satu-satunya cara untuk diterima.

3. Peringatan Terakhir (12:25-29)

Dalam kerangka darah yang terbaik, dan semua hak istimewa yang kita miliki, ada tanggung jawab yang lebih besar bagi kita.

12:25 - “Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman.” Secara literal “Dia yang sekarang bicara”. Ini mengikat seluruh pesan Ibrani kedalam satu kesatuan. “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Heb. 1:1-2). “Karena itu … bagaimanakah kita akan luput…” (Heb. 2:1,3).

Orang Ibrani yang percaya ini ada dalam anugrah yang menolak suara yang berbicara sekarang lebih bersalah dan berdosa dari leluhur mereka. Leluhur mereka tidak luput; demikian juga dengan mereka. “Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan” (Heb. 10:29). “Tuhan akan menghakimi umat-Nya” (Heb. 10:30).

Itu bukan keselamatan, tapi penghukuman sementara yang dibahas disini (cf. 1 Cor. 11:31-32).

12:26 – Satu yang bicara diSinai adalah pribadi yang sama sekarang bicara dari surga dalam kasih karunia dan meminta kita untuk datang. Dia akan bicara satu kali lagi, dan terakhir kali dia datang dan bicaranya adalah penghakiman.

Anda harus benar dengan Dia. Itu suatu yang harus dibawa serta dalam dunia. Suatu yang berjalan dengan yang berdaulat dialam semesta.

Nubuat yang dikutip disini dari Haggai 2:6 dan menunjuk pada kedatangan Kristus kedua kali. Itu menggambarkan penghakiman yang mendahului zaman baru. Bergetarnya dunia akan menjadi penghakiman yang memurnikan dan penghilangan semua hal yang tidak sesuai dengan kekudusan Tuhan dan yang tidak tunduk pada Raja. Tuhan akan melakukan ini pada Israel. Anda sebaiknya ada disisi yang benar saat hari itu datang. Penghakiman di A. D. 70 hanya gambaran penghakiman akhir yang akan datang.

12:27 - Semua yang bisa digoncang menunjukan mereka sementara. Apa yang tidak bisa goyah menunjukan kekekalan. Baik dan PL dinubuatkan bisa goyang maka itu temporal. Yerusalem baru dan PB tidak goyang dan kekal. Bait tidak bisa dihancurkan. PL akan lewat, tapi baik Yerusalem baru dan PB akan ada selamanya. Penggoyangan dilihat sebagai sesuatu yang sedang dalam proses.

12:28 - Pernyataan terakhir diberikan kepada “orang percaya” Orang percaya dilihat dalam proses sedang menerima suatu kerajaan. Sekarang ini Penengah masih disurga. Penegakan kerajaan ini dibumi dengan Yerusalem baru pasti dan tetap, tapi itu belum kelihatan. Kita harus berpegang teguh, dan mendapat kasih karunia saat setia dalam penderitaan sampai Dia memanggil kita pulang. Saat ini kita melayani Tuhan dengan gentar dan hormat.

Anda tidak mengasihi orang yang tidak anda hormati. Anda tidak mengasihi Tuhan kecuali anda menghormatiNya. Tuhan akan menghakimi umatnya. Anda harus memperhatikan dan hormat padaNya. Tidak ada anak yang bebas berdosa tanpa membayar harga disiplin dari Tuhan.

Pelayanan yang diterima Tuhan ada dalamm perkumpulan, bukan kembali kepada korban dan bait masa lalu.

12:29 - Seruan dan peringatan terakhir sudah berakhir. Tapi disiplin menunggu semua yang tidak memperhatikan. Ibrani mulai dengan Anak bicara, dan berakhir dengan darah Anak bicara dari surga sebagai saksi kekal.

Kita telah membahas 5 peringatan Ibrani. Ini ada beberapa 5 lampu merah ketidak taatan. Kelimanya digambarkan melalui bangsa Israel dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan. Seperti yang terjadi dalam bangsa Israel dibawa darah perjanjian pertama, demikian juga terjadi pada gereja dibawa darah perjanjian baru.

(1) Bahaya Terbawa arus (Heb. 2). Israel ditebus melalui darah dan kuasa, terbawa arus saat digunung Sinai, dan mereka membuat lembu emas. Itu dibayar dengan kematian 5.000 orang Israel. Jadi pertanyaan bagi kita: “Bagaimana kita bisa luput jika kita terbawa arus dari keselamatan?”

(2) Bahaya tidak masuk keperhentianNya (Heb. 3-4). Setelah meninggalkan Gunung Sinai, Israel berkelana selama 40 tahun dipadang. Bangsa dan generasi yang diselamatkan mati dibelantara karena mereka menolak untuk terus hidup beriman. Hampir semua mati. Kita tidak hanya selamat “melalui iman” saja, tapi “kita juga harus hidup dalam iman.” Disini bahaya kalau kita meragukan, tidak berjalan dengan iman, dan kehilangan yang terbaik dariNya.

(3) Bahaya tidak menjadi dewasa (Heb. 5-6). Ini keadaan Israel setelah masuk Kanaan dibawa hakim, raja dan nabi. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka tidak mampu menggunakan Firman Tuhan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah mengaplikasikan kedalam hidup. Hasilnya ribuan mati dan ditawan oleh Asiria dan Babilon.

(4) Bahaya Dosa yang disengaja (Heb. 10). Ini gambaran Israel saat kedatangan Kristus pertama. Mereka terus berbuat dosa. Kristus bahkan menceritakan perumpamaan terhadap generasi itu (Luke 20:9-16,19; cf. Matt. 21:43). Akibatnya Tuhan bicara: “supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan” (Luke 11:50). Josephus mengatakan jutaan Yahudi mati di A.D. 70 dibawa Roma, Jendral Titu. Israel berdosa dengan sengaja.

(5) Bahaya Ketidakpedulian (Heb 12). Ini akan menjadi dosa Israel saat datang pergolakan. Tuhan bicara dalam Matthew 25:1-13 tentang 5 perempuan bijak dan 5 perempuan bodoh, dan menunjukan ketidakpedulian mereka yang percaya. Banyak yang tidak sabar menderita. Nabi PL menubuatkan 2/3 Israel akan mati dalam masa pergolakan karena mereka tidak peduli akan kerohanian.

Anda perhatikan peringatan ini makin lama makin besar, dan kegagalan disetiap peringatan akan mendatangkan disiplin lebih besar. Keberdosaan yang bertingkat ini bisa terjadi pada masa gereja seperti terlihat dalam Revelation 2 and 3.

(1) Bahaya Terbawa Arus. Walau ini bahaya untuk semua generasi orang percaya, ini sebenarnya dimasa gereja Pergamus, merupakan gambaran gereja yang ditinggikan pada masa Konstantin sampai Gregori. Mereka keluar dari kebenaran, dan memiliki pengajaran yang berbeda dalam gereja—ajaran balak dan ajaran Nicolaitans.

Pesannya adalah “bertobat; atau Aku akan datang dengan segera, dan memerangi mereka dengan Firman.” Mereka tidak bertobat dan Tuhan sendiri menghancurkan mereka dalam gereja dengan pedang sama besarnya dengan saat peristiwa lembu emas.

(2) Bahaya Tidak Masuk Keperhentian. Gereja di Tiatira memberontak pada Tuhan seperti Israel memberontak pada Tuhan dan Musa. Untuk Israel itu suatu masa kegelapan dalam sejarah mereka dimana generasi mereka binasa dibelantara. Bagi gereja itu masa kegelapan dimana jutaan jiwa binasa tanpa terang.

(3) Bahaya Tidak Menjadi Dewasa. Gereja di Sardis memiliki kebenaran, tapi tidak hidup. Mereka hidup tapi mati. Mereka gagal menggunakan Firman kedalam hidup sehari-hari, dan gagal menjadi dewasa walau sudah diselamatkan. Pekerjaan mereka tidak sempurna dihadapan Tuhan, karena pekerjaan mereka terbakar api.

(4) Bahaya Dosa disengaja. Gereja di Filadelfia menghadapi krisis dimana mereka harus memutuskan apakah percaya perkataan Tuhan dan tidak menyangkal Dia, atau menyerahkan keduanya. Gereja ini tidak gagal, Tapi implikasinya ada yang tidak. Ini hanya gereja kecil, peninggalan, sedikit yang tetap pada Tuhan. Ini gambaran dari kontroversi modernism fundamentalism diakhir abad 19 dan awal abad 20. Masa ini kebanyakan gereja melakukan dosa ini, menolak pribadi Kristus, karya darah Kristus dan menolak anugrah Roh.

(5) Bahaya Ketidakpedulian. Di gereja Laodikia atau gereja sekarang. Tuhan berdiri diluar pintu gerejaNya, dan gereja tidak peduli pada ketukan dan suaraNya. Gereja ini, bersama dengan gereja Tiatira, akan masuk kedalam Pergolakan Besar. Tuhan akan memberikan mereka seperti yang mereka beri padaNya. Dia akan memuntahkan mereka dari mulutNya.

“Mereka yang punya telinga biarlah mendengar, biar mendengar perkataan Roh atas gereja.”

Sebagai orang percaya saya tidak bisa hidup mengabaikan semua itu. Saya tidak mau melewatkannya tapi mendapatkannya. Tapi “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita” (1 Cor. 11:31). Tapi walau kita tidak menghakimi diri kita maka “Tuhan akan menghakimi umatNya.”

Tuliskan ini pada hatimu, dan hidup selaras dengan itu. Anda tidak bisa mengasihi tanpa hormat. Ketidaktaatan membawa disiplin; ketaatan membawa berkat: itu sesuai keinginan kita.

Gereja dan Perjanjian yang Baru

Salah satu rencana Tuhan yang terbesar adalah program perjanjian. Tidak ada pengertian Alkitab tanpa mengerti rencana perjanjian Tuhan. Apa yang terjadi diKalvary merupakan bagian dari rencana, karena itu ada untuk darah perjanjian baru tertumpah. Inilah alasan cangkir perjamuan disebut “darah perjanjian” (1 Cor. 11:25).

Tapi bagaimana hubungan gereja dengan perjanjian baru ini. Kita membaca huruf besar didepan ke 27 kitab diAlkitab: “Perjanjian Baru.” Kesemuanya adalah kitab Perjanjian Baru. Tapi apa hubungan gereja dengan Perjanjian baru ini ? Apakah Alkitab mengatakan itu? Ya, betul; dan kebenaran itu sangat penting bagi kita.

Latar Belakang

A. Definisi. Apa itu Perjanjian?

Sebuah perjanjian merupakan persetujuan mengikat antara 2 pihak yang menggambarkan jalur tindakan yang akan dijalani. Itu suatu kontrak yang mengikat. Saya menyetujui untuk membayar uang sebanyak itu dan anda setuju membawakan saya hal-hal ini sebagai gantinya. Ini perjanjian.

B. Dua Tipe Perjanjian dalam Alkitab.
1. Perjanjian Bersyarat.

Disini suatu tindakan tertentu akan muncul setelah ada tindakan sebelumnya. “Jika kamu melakukan ini, maka saya melakukan itu.” Perjanjian ini selalu diidentifikasi dengan “jika….maka….” Dalam tipe perjanjian ini, ada persyaratan yang dibuat. Salah satu atau keduanya harus memenuhi persyaratan sebelum persetujuan perjanjian dipenuhi.

Tuhan masuk kedalam perjanjian bersyarat dengan Israel di Gunung Sinai, dan mereka masuk bersama dengan Dia. “Semua perkataan Tuhan akan kamu lakukan.” Mereka mengikat diri mereka kepada perjanjian ini. Tuhan menjanjikan berkat jika umatnya taat pada hukumNya dan Dia menjanjikan hukuman jika mereka tidak taat.

Tapi ini satu-satunya perjanjian bersyarat yang pernah Tuhan buat dengan manusia. Perjanjian yang lainnya tidak bersyarat. Sebagian orang mengajar kalau Tuhan melakukan perjanjian bersyarat dengan Adam dalam taman Eden. Ini sepenuhnya salah. Tuhan mengatakan pada Adam apa yang terjadi dengan ketidaktaatan. Tidak ada perjanjian apapun diantara mereka. Kalau ada perjanjian bersyarat, Adam harus setuju pada persyaratan itu. Anda tidak bisa memiliki perjanjian tak bersyarat dengan seseorang setuju dan yang lain tidak (ini yang terjadi pada Adam saat Tuhan membuatnya tertidur, dan Tuhan sendiri masuk kedalam perjanjian), tapi anda tidak bisa memiliki perjanjian bersyarat tanpa keduanya berjanji. Ini tidak pernah terjadi dalam Taman Eden.

2. Perjanjian Tak Bersyarat

Ini sautu persetujuan perjanjian yang didalamnya tidak ada syarat untuk dipenuhi. Suatu perjanjian tak bersyarat menyatakan bahwa satu pihak akan melakukannya walau tanpa tindakan manusia, kelayakan, kegagalan atau syarat lainnya. Saat perjanjian tak bersyarat masuk melalui Tuhan dalam Alkitab, kata kuncinya adalah, “Aku akan.”

Tuhan masuk kedalam perjanjian tak bersyarat dengan Daud agar Dia bisa menegakan tahta Daud untuk selamanya (2 Sam. 7:12-16). Tuhan akan menghukum keturunannya jika mereka berbuat dosa, tapi Dia tidak akan menghilangkan janji yang sudah diadakan walau apapun yang terjadi (cf. Ps. 89:34-37).

Ada satu hal yang perlu diperhatikan. Mungkin ada suatu syarat atau beberapa syarat didalamnya saat mau perjanjian mau ditetapkan pada satu pihak atau tidak, sementara setelah itu ditetapkan perjanjian itu sendiri tidak bersyarat. Ini terjadi pada perjanjian dengan Abraham dimana Abraham harus meninggalkan ayah dan tanahnya sebelum perjanjian ditetapkan pada dia; tapi setelah dia memenuhi syarat itu, perjanjian itu sendiri tidak bersyarat.

C. Berbagai Hubungan Pejanjian dalam Alkitab

Semua jenis perjanjian diberikan dalam Alkitab untuk bertujuan mengajarkan kita apa perjanjian itu, dan bagaimana itu berjalan. Kita hanya menyebut sebagian disetiap tipe.

1. Perjanjian Manusia

a. Perjanjian antara individu dan individu.

  • Abraham dan Abimelech (Gen. 21:32).
  • Jacob dan Laban (Gen. 31:44).
  • Jonathan dan David (1 Sam. 18:3).
  • Ikatan pernikahan merupakan bentuk persetujuan perjanjian (Prov. 2:17; Mal. 2:14).

b. Perjanjian antara individu dan kelompok.

  • Isaac dan Abimelech dan bangsanya (Gen. 26:28).
  • Jabash-Gilead dan Nahash, the Ammonite (1 Sam. 11:1-2).

c. Perjanjian antara bangsa dan bangsa.

  • Israel dan the Gibeonites (Joshua 9:15-21).

Ini menunjukan kepada kita nature mengikat dari suatu perjanjian. Sekali perjanjian dilakukan, itu tidak bisa ditarik kembali walau didapat melalui kepalsuan. Jika ini berlaku dengan manusia—maka ini—lebih lagi dengan Tuhan.

Bilangan 23:19 “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

Roma 11:29 “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.”

2. Perjanjian Tuhan.

a. Perjanjian antara Tuhan dan dunia secara umum.

  • Tidak ada air bah lagi untuk manusia (Gen. 9:8-17).
  • Perjanjia adanya pagi dan malam (Jer. 33:20,25; Gen. 8:22).

b. Perjanjian antara Tuhan dan Israel.

  • Perjanjian Hukum (Ex. 19:5-8).
  • Perjanjian akan Pemulihan (Deut. 30:1-9).

c. Perjanjian antara Tuhan dan individu.

  • Dengan Abraham (Gen. 12ff).
  • Dengan David (2 Sam. 7:12-16).

Melalui semua tipe ini, bisa dilihat kalau suatu perjanjian bisa dalam bentuk fisik, social, politik atau rohani.

D. Pengesahan Perjanjian

Walau sebuah perjanjian merupakan suatu janji, persetujuan, atau kontrak yang mungkin hanya kata-kata (Josh. 9:15-21), tapi itu bisa disahkan dengan beberapa cara. Ketiga cara ini digunakan dalam Alkitab.

1. Perjanjian dengan Sepatu.

Ini sesuatu yang bernilai untuk satu orang saja, dan yang individualistic, tapi ini memberikan symbol pengesahan perjanjian. Jika kedua sepatu diberikan, maka berarti bagi yang lain, tapi tidak kalau yang diberikan hanya satu sepatu (Deut. 25:9; Ruth 4:7).

2. Perjanjian dengan Garam.

Garam sangat bernilai dikota ini dan digunakan sebagai cara mengesahkan perjanjian (Lev. 2:13, Num. 18:19, 2 Chron. 13:5).

3. Korban atau Perjanjian dengan Darah.

Ini ikatan paling kuat dalam mengesahkan perjanjian. Tuhan mengesahkan perjanjiannya pada Abraham dengan darah korban (Gen. 15:9-15). Abraham sadar apa yang terjadi dan maksudnya. Itu darah perjanjian, kedua pihak akan bergandeng tangan dan berjalan diantara kedua bagian. Pernyataan dalam Ibrani tentang perjanjian, “memotong suatu perjanjian,” dan itu dari pemotongan hewan menjadi dua bagian. Darah perjanjian disahkan hanya melalui kematian. Jadi ikatan perjanjian ini begitu kuat sampai jika ingin dihancurkan berarti saya harus memberikan darah saya seperti hewan itu. Anda hanya perlu satu hewan korban untuk perjanjian dengan darah.

E. Simbols atau Tanda yang Digunakan untuk Menunjukan Perjanjian Sedang Dibangun

Banyak dan beragam tanda digunakan untuk menunjukan suatu perjanjian sedang dibangun. Jangan dibingungkan dengan pengesahan perjanjian dengan tanda perjanjian, karena keduanya berbeda. Tanda bisa seperti:

  • Pelangi (Kej. 9). Tanda perjanjian dengan seluruh ciptaan.
  • Sunat (Kej. 17:10-12). Tanda perjanjian dengan Abraham.
  • Binatang (Kej. 21:30). Tanda perjanjian antara Abraham dan Abimelech.
  • Hari Sabat (Kel. 31:16-17). Tanda perjanjian dengan Musa.
  • Jubah (1 Sam. 18:4). Tanda perjanjian antara David and Jonathan.
  • Roti dan Cawan (1 Kor. 11:23-25). Tanda darah korban dibuat untuk perjanjian baru.
F. Umat Perjanjian

Walau Tuhan sudah berjanji dengan semua umat manusia dan bahkan ciptaan lain dalam Kejadian 9, Dia hanya masuk kedalam hubungan perjanjian dengan dengan satu orang atau bangsa. Bangsa itu Israel. Tuhan tidak pernah masuk kedalam perjanjian dengan bangsa lain: baik Moab, Ismael, Edom, juga Indian Amerika seperti kata Mormon.

Pernyataan kebenaran secara positif: “Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian …” (Rom. 9:4).

Pernyataan kebenaran secara negatif. Bicara pada orang non Yahudi, “bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan…” (Eph. 2:12).

Oh, Saya berharap orang tahu apa yang Paulus ajarkan tentang perjanjian. Orang yang sangat mengenal apa yang diajarkannya tentang pembenaran melalui iman, hanya sedikit mengenal pengajarannya tentang perjanjian.

Ini sangat penting. Suatu perjanjian dibuat Yosua dan negeri Gibeon harus tetap diantara mereka tidak bisa ditransfer keorang Edom. Demikian juga saat Tuhan masuk kedalam perjanjian dengan Israel dan memberikan kepada keturunan mereka perjanjian tak bersyarat yang disahkan melalui darah, itu dengan sah mengikat bangsa itu dengan Tuhan. Perjanjian ini tidak bisa diberikan baik secara hukum, moral atau rohani pada bangsa lain. Jika anda bisa melakukannya, maka siapa yang bisa memastikan kalau Tuhan tidak akan mentransfer perjanjian keselamatanNya kepada kita, untuk malaikat yang jatuh. Bagaimana jadinya dengan keselamatan dan pembenaran? Jika perjanjian tak bersyarat bisa ditransfer kesatu hal, siapa bisa memastikan itu tidak ditransfer kehal lain?

Saatnya kita menyatakan Tuhan itu benar dan setiap manusia pembohong. Tuhan harus memenuhi janji yang dibuat untuk Israel dan tidak kepada keturunan Ismael, atau dengan gereja, atau orang lain. Paulus berkata dalam Romans 11 kalau Tuhan akan melakukannya.

G. Metode Tuhan dalam Memenuhi PerjanjianNya

Tuhan hanya punya satu metode memenuhi apa yang ada di Alkitab baik nubuat, perumpamaan atau perjanjian. Tuhan memenuhi perkataannya dengan tepat dan detil. Tidak ada bukti tentang metode lain yang digunakan.

Perjanjian Tuhan dengan Israel

Alkitab tidak bisa dimengerti diluar dari pengertian perjanjian Tuhan dengan umatnya. Ada 3 perjanjian utama:

  • Perjanjian Abraham yang memulai suatu bangsa.
  • Perjanjian Musa yang mengikat bangsa.
  • Perjanjian Baru yang akan membebaskan bangsa.

Selain ketiga ini ada 2 perjanjian kecil.

  • Perjanjian Palestina.
  • Perjanjian Daud.

Kedua perjanjian ini, hanya pelebaran dari Perjanjian Abraham.

Mari kita melihat ketiga perjanjian utama.

(1) Perjanjian Abraham (Kej. 12-22). Ini perjanjian yang kekal, tidak bersyarat dan atas darah. Perjanjian dibuat dalam Kejadian 12; perjanjian disahkan melalui darah dalam Kejadian 15; tanda perjanjian diberikan dalam Kejadian 17. Perjanjian ini dinyatakan kembali kepada Isak dan Yakub dan keturunan Ismael dan Esau. Tuhan berkali-kali menyatakan diri sebagai Tuhan Abraham, Isaac and Jacob. Dia melakukan ini karena Dia menunjuk pada perjanjianNya dengan orang ini.

Ada 3 kata kunci dalam Perjanjian Abraham. Ketiganya, “tanah” “keturunan” dan “berkat” Perjanjian ini merupakan dasar semua perjanjian Tuhan dengan Israel, dan melalui Israel kepada dunia.

(2) Perjanjian Musa (Kel. 20:1–31:18). Ini merupakan perjanjian sementara, bersyarat, berdasar darah. Darah membuatnya mengikat, tapi tidak disebut sebagai perjanjian kekal. Kenyataannya, saat Tuhan menyatakan melalui nabinya akan ada perjanjian baru (Jer. 31; etc.,) yang akan menggantikan Perjanjian Musa, saat itu nyata kalau perjanjian itu sementara. Inilah seluruh argument dari penulis Ibrani.

(3) Perjanjian Baru. Perjanjian ini kekal, tidak bersyarat, berdasar darah (Jer. 31:31-34; Ezek. 37:26; Rom. 11:25-27; Ibr. 8:6-13; 10:16-17). Perjanjian baru memperlebar dan memenuhi semua janji dalam perjanjian Abraham, tapi itu menggantikan Perjanjian Musa. Perjanjian ini melakukan apa yang tidak bisa dilakukan perjanjian Musa, bukan karena perjanjian Musa salah tapi bangsanya (cf. Heb. 8:8, “Sebab Ia menegor mereka ,” yaitu orang dibawah perjanjian, “Dia berkata …”).

Perjanjian Baru ini dinubuatkan akan dibuat dengan bangsa Israel dimasa akhir. Itu akan membuat perjanjian pertama (perjanjian Musa merupakan perjanjian pertama dengan bangsa), digantikan. Perjanjian Musa tidak pernah dikatakan kekal, tapi semua perjanjian lain dengan Israel dikatakan dalam Alkitab kekal adanya.

Seperti yang kita katakan, masalah dengan hukum PL bukan hukum itu sendiri karena itu kudus, benar dan baik (Rom. 7:12). Masalahnya dengan hati manusia. PB menghapus masalah ini dengan mengubah hati (Jer. 31:33). Ini tidak menyatakan pengenalan Tuhan yang penuh (Jer. 31:34a). Pengajar tentang Tuhan akan kehilangan pekerjaan saat itu. Manusia akan kembali mendapat persekutuan dengan Tuhan seperti di Taman Eden. Lebih jauh, Tuhan akan menyelesaikan karyanya menyangkut dosa (Jer. 31:34b). Ini hanya sebagian kecil hal yang Alkitab katakan tentang perjanjian.

Pernyataan Gereja Terhadap Perjanjian Baru

Apa yang Alkitab katakan pada kita? Apakah PB sudah ada? Apakah itu sudah dibuat dengan gereja? Saya akan memberi jawaban Paulus: Me Genoito (diterjemahkan: “God forbid”).

(1) Paulus berkata perjanjian menyangkut Israel, dan gereja bukan Israel, karena Tuhan belum berurusan dengan Israel (Rom. 11:26-29) dalam hubungan perjanjian. Sekarang jika gereja adalah Israel, maka siapa Israel?

(2) PB secara spesifik dikatakan akan membuat “perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda” (Jer. 31:31). Tuhan tidak salah dalam perkataan. Dia berkata yang sesungguhnya. Dia tidak berkata “Israel” tapi bermaksud “Gereja.” Penulis Ibrani meneguhkan kebenaran ini. Melalui pernyataan kedua rumah yang merujuk pada bangsa Israel (Heb. 8:8). Ayat 9 menunjukan mereka umat yang sama yang dikeluarkan Tuhan dari Mesir. Ini juga menunjuk pada Israel.

Sekarang rumah yang mana adalah gereja? Bukan kedua “rumah”. Tuhan tidak pernah masuk kedalam perjanjian dengan ayah saya, apakah Dia melakukannya dengan ayah anda? Gereja tidak hanya terdiri dari Israel, tapi juga non Yahudi. Gereja suatu manusia baru.

(3) Perjanjian akan ditetapkan saat kedatangan Kristus kedua kali (Rom. 11:26) dengan kedatangan sang Penyelamat yang akan menyelesaikan karyaNya berkaitan dengan dosa dalam Israel. Ini tidak pernah diselesaikan saat Kristus datang pertama kali. Kenyataannya, saat Kristus datang pertama kalo, dosa dari Abel sampai Zecharias disebut; mereka tidak disingkirkan.

Periode ini saat Perjanjian akan dibuat dikatakan sebagai “masa akhir” Kedatangan Kristus pertama kali tidak pernah dikatakan masa akhir. Lebih lagi, saat Perjanjian Baru ini dibuat, Israel akan menjadi umat Tuhan dan mereka mendapatkan Tuhan sebagai Allah mereka. Mereka akan mengajar lagi tentang Tuhan karena semua mengenal Dia. Tuhan akan mengampuni dosa mereka dan tidak akan mengingatnya lagi. Semua ini belum dipenuhi, jadi, perjanjian baru belum dibuat.

Kesimpulannya:

  • Penyelamat Agung belum datang dan menghilangkan dari Yakub.
  • Masa akhir belum dipenuhi.
  • Ajaran pribadi Tuhan sekarang penting bagi manusia yang belum mengenal Dia.
  • Pengampunan dosa belum muncul dalam kerangka Israel.
  • Akibatnya, Perjanjian Baru belum dibuat dengan Israel dan dengan Yehuda, dan ini maksud pernyataan Ibrani.

Didalam Alkitab tidak pernah dikatakan Perjanjian Baru dibuat dengan gereja. Apa yang Kristus katakan saat perjamuan akhir: “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian” (Matt. 26:28 dan Mark 14:24), dan “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku” (Luke 22:20 dan 1 Cor. 11:25). Darah perjanjian baru bukan perjanjian yang baru itu.

Apa yang terlibat? Saat Kristus kembali kebangsa Israel dan menampakan diri kedua kali, dia akan muncul tanpa menanggung dosa (Heb. 9:28). Saat penampakan keduaNya tidak ada korban untuk dosa dan darah untuk mengesahkan perjanjian yang baru itu. Darah korban telah dibuat lama saat kedatangan Kristus pertama kali. Darah korban pada kedatangan pertama akan mengesahkan Perjanjian Baru dengan Israel di kedatangan kedua. Pengorbanan Kristus merupakan dasar semuanya, dan setiap syarat yang ada.

Inilah gambarannya. Saat Musa naik untuk menerima PL dan menjadi penengah perjanjian antara Tuhan dan umat, jadi Kristus naik kesurga dan menjadi penengah perjanjian yang lebih baik. “Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi” (Heb. 8:6).

Ibrani 12:24 mengatakan tentang kota dan penghuninya: “…dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru.” Dia pengantara perjanjian baru tapi belum kembali untuk menetapkan PB dengan orang yang memang perjanjian itu dibuat. Seperti perjanjian tidak ditetapkan kepada bangsa sampai Musa turun gunung, jadi PB dengang Kristus sebagai pengantara sekarang tidak akan ditetapkan kepada bangsa sampai Kristus kembali “tanpa menanggung dosa.”

Ibrani 8:8-13 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. 12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." 13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Ibrani 9:28 … demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Anda pasti ingat saat Musa digunung sedang merenungkan Perjanjian bangsa sedang tidak percaya. Tuhan ingin melenyapkan mereka. Musa memohon dan perjanjian akhirnya dibuat dengan bangsa setelah percobaan kedua.

Inilah yang terjadi sekarang. Bangsa Israel dalam ketidakpercayaan (Rom. 11:20; etc.). Selama waktu ini ketika bangsa dalam ketidakpercayaan, semua (non yahudi) bisa diselamatkan melalui iman, dengan percaya pada Satu yang lebih besar dari Musa yang sekarang sudah naik gunung Tuhan dan merenungkan Perjanjian Baru.

“demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.” (Heb. 7:22). Kenapa Yesus jaminan lebih baik dari suatu perjanjian yang lebih kuat? Karena perjanjian yang lebih kuat belum ditetapkan. Jika sudah ditetapkan anda tidak perlu jaminan. Karena darah yang tercurah, kita orang percaya sekarang percaya bahwa PB akan ditetapkan. Kita diselamatkan melalui darah perjanjian baru, yang disebut dalam Ibrani 13:20 “darah perjanjian yang kekal,” karena perjanjian ini setelah ditetapkan tidak akan ada lagi yang lain untuk selamanya.

Orang percaya sekarang ada dibawa karunia darah perjanjian, dan “melalui iman” dari pengantara Tuhan Yesus Kristus. Israel, dalam ketidakpercayaan, tidak pernah mendekat pada gunung Tuhan ini; kita melalui iman dan darah mendekat ketahta kasih karunia, bukan penghukuman.

Anda jangan dibingungkan dengan berkat yang diperoleh orang percaya sekarang karena janji PB telah disahkan melalui darah pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, dan pemenuhan atau penetapan PB dengan Israel pada kedatangan Kristus kedua kali. Keduanya sama sekali berbeda. Pengesahan hanya memastikan. Itu sudah disumpah (atau janji yang dibuat Tuhan sebelumnya) suatu kepastian pemenuhan. Itu belum dipenuhi; itu hanya kepastian pemenuhan. Yesus yang sekarang ada bersama Bapa merupakan jaminan pemenuhannya nanti.

Maka dari itu orang percaya memiliki 2 hal yang pasti dan berdiri dengan iman dimana Tuhan tidak mungkin berdusta (Heb. 6:18). Hal pertama adalah janji Tuhan atau sumpah. Kedua adalah pengesahannya dengan darah AnakNya. Seperti perjanjian Abraham membawa berkat kepada seluruh dunia demikian juga PB dan kita melalui iman sekarang bisa mengalami berkat itu.

Tuhan telah memberikan jaminan pada orang percaya sekarang sebagai symbol kalau PB akan ditetapkan. Jaminan sementara ini akan kita lakukan sampai Dia kembali adalah roti dan cawan. Mereka menceritakan pengorbanan yang mensahkan perjanjian sampai perjanjian itu ditetapkan dengan Israel saat Tuhan datang kedua kalinya. Ini alasan kenapa sementara. “Sampai Dia datang” (1 Cor. 11:26). Ini alasan orang percaya harus menunggu dan sabar menderita. Saat ini, “Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya” (Heb. 13:10).

Saat kita menerima Kristus sebagai Juruselamat Pribadi, kita melakukan iman pribadi terhadap apa yang Kristus lakukan, mati bagi dosa kita. Ini bagian kita. Bagian Tuhan adalah dengan tidak bersyarat menyelamatkan kita dan semua yang percaya pada AnakNya—Pribadi dan KaryaNya.

Yohanes 3:14-16 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Related Topics: Soteriology (Salvation), Introductions, Arguments, Outlines