Where the world comes to study the Bible

Pelajaran Sintaks

Sintaks Kata Benda

Pelajaran mengenai sebuah kata benda dalam suatu kalimat akan melibatkan pelajaran mengenai angka, gender, dan kasus. Garis besar ini akan berfokus pada kebutuhan yang paling sering, mengerti kasusnya, nominative, genitive, dan accusative.

Gender

Pelajar bahasa pemula mengetahu kalau kata benda Ibrani bisa dalam bentuk maskulin atau feminim dengan alasan yang berbeda dari gender. Pelajar pemula perlu tahu kategori ini sehingga mereka tidak membuat klasifikasi lebih dari yang dimaksud bahasa itu. Disini, akses terhadap suatu sintaks Ibrani yang baik bisa menolong untuk pelajaran yang lengkap; daftar berikut ini akan memperkenalkan kategori ini.

Maskulin

1. Untuk menunjukan seks laki-laki:

man (adam), king (melek), or father (ab)

2. Untuk menunjukan tata bahasa gender bagi objek tidak bergerak:

house (bayit), word (dabar), flesh (basar)

3. Untuk mengekspresikan ide abstrak (terutama dalam jamak):

life (khayyim), old age (zequnim), youth (neurim)

Feminim

4. Untuk menunjukan seks perempuan:

queen (malkah), mother (em)

5. Untuk menunjukan tata bahasa gender bagi objek tak bergerak:

a. Nama-nama negara dan kota: Moab (moab), Egypt (mitsrayim)

(maskulin biasa digunakan untuk populasi sebuah kota)

b. Nama-nama umum dari tempat, distrik, dan quarters: the circle of the Jordan (kikkar), hell (sheol), north (tsaphon)

c. Nama-nama instrumen dan peralatan: sword (khereb), cup (kos)

d. Bagian tubuh yang muncul berpasangan: ear (ozen), eye (ayin)

e. Nama-nama elemen dan kekuatan tak terlihat: fire (esh), wind, spirit (ruakh)

f. Title dan julukan: preacher (?) (Qohelet)

6. Untuk mengekspresikan ide abstrak:

faithfulness (emunah), love (ahabah), righteousness (tsedaqah)

7. Untuk membentuk kelompok:

inhabitants (yoshebet), enemies (oyebet)

8. Untuk menunjukan suatu komponen tunggal dari suatu kelompok maskulin:

ship (oniyah) of a fleet (oni)

Angka

Sama juga, kata benda adalah tunggal, jamak, atau (sangat jarang) dual (karena objek biasanya berpasangan, atau untuk dua yang sama). Kebanyakan kategori ini insidental dalam kalimat. Tapi, terkadang satu kata bisa jamak disaat jamak dalam angka bukan maksudnya. Mengenai cara bahasa Ibrani menggunakan jamak, pembaca harus melihat tata bahasa sintaks yang lengkap ketika dibutuhkan. Berikut ini akan mengenalkan kategori bagi tunggal dan jamak.

Tunggal

1. Untuk menunjukan seseorang atau hal:

a king (melek)

2. Untuk menunjukan sekelompok:

people (am), trees (ets)

Jamak

3. Untuk menunjukan jamak sederhana:

king (melakim)

4. Untuk menunjukan komposisi:

pieces of silver (kesaphim), firewood (etsim)

5. Untuk menunjukan produk alami dalam suatu keadaan tidak alami atau dibuat:

barley [in grains] (seorim) as opposed to barley [ears] (seorah)

6. Untuk menunjukan extension saat objeknya terdiri dari bagian terpisah:

youth[time] (neurim), [shed] blood (damim)

7. Untuk menunjukan ide abstrak:

a. Kualitas: faithfulness (emunim)

b. Keadaan: virginity (betulim)

c. Tindakan jamak yang abstrak: ordination (milluim), atonement (kippurim)

d. Intensifikasi jamak yang abstrak: counsel (etsot)

8. Untuk menunjukan hormat:

God (elohim), juga disebut plural of majesty, plural of potentiality, atau plural of eminence. Attributive adjectives dan kata kerja yang mengikuti bentuk itu biasanya dalam tunggal.

Kasus

Kata benda memiliki tiga kemungkinan kasus, walaupun bahasanya tidak memiliki akhiran kasus: nominative, genitive, dan accusative. Sejumlah waktu dimana kasus terlibat bersifat rutin dan tidak signifikan bisa ada dalam penafsiran selain klarifikasi kalimat (seperti saat sebuah nominative adalah subjek dari kalimat, atau sebuah genitive adalah objeka dari sebuah preposition, atau sebuah accusative adalah objek langsung). Tapi seringkali saat eksegetor perlu melihat tata bahasa untuk mengerti bagaimana sebuah kata benda berhubungan dengan kalimat. Garis besar singkat ini adalah presentasi disederhanakan dari pelajaran yang lebih detil dalam tata bahasa.

Penggunaan Nominative Case

1. Untuk menunjukan subjek dari kalimat:

Penggunaan normal dari nominative case dalam bahasa Ibrani adalah bagi subjek sebuah klausa. Untuk variasi urutan kata dan persetujuan subjek kata kerja, lihat tata bahasa.

The serpent beguiled me (Gen. 3:13)

2. Untuk menunjukan vocative:

Didalam rujukan langsung vocative bisa memiliki definite article bersamanya.

Help, O king [lit. the king] (2 Sam. 14:4)

3. Untuk menunjukan predicate nominative:

Nominative digunakan setelah sebuah kata kerja statis dalam kalimat; subjek dan predicate nominative diperbandingkan.

For you were sojourners (Deut. 10:19)

4. Untuk menunjukan nominative absolute dalam suatu kalimat:

Nominative dipisahkan dari kalimat (maka dari itu, absolut; biasa disebut casus pendens), tapi dihubungkan dengan fungsinya melalui suatu resumptive pronoun. Independent nominative tidak selalu dihubungkan dengan subjek kalimat.

Yahweh--in the heavens is his throne (Ps. 11:4)

Itu artinya Yahwehs throne is in the heavens, tapi tidak mengatakannya seperti itu.

Penggunaan Genitive Case

Ini semua adalah kata-kata yang dikatakan dalam genitive atau describing case: semua kata yang diatur oleh sebuah preposition, semua kata setelah construct state (kata benda atau infinitive), semua pronominal suffixes pada nouns ad verbal nouns (bukan pada kata kerja mereka adalah accusatives), dan semua klausa yang berfungsi dalam salah satu situasi ini (sebuah klausa kata benda yang merupakan objek dari preposition, atau setelah sebuah construct, atau yang seperti itu).

Penggunaan Subjek dari Genitive Case

5. Kepemilikan: genitive-nya adalah pemilik dari hal sebelumnya (penggunaan umum).

the temple of Yahweh or Yahwehs temple (Jer. 7:4)

6. Authorship: genitive ini muncul setelah hal yang dikatakan yang tertulis, diwahyukan atau seperti itu.

the word of Yahweh (kata yang diberikan Yahweh [Jer. 1:2])

7. Subjective Genitive: genitive-nya adalah subjek dari tindakan dalam construct noun (biasanya sebuah kata benda tindakan; biasa dengan infinitive construct).

the wisdom of Solomon (1 Kings 5:10)

8. Agent: genitive-nya adalah agen dari tindakan (biasanya seseorang, setelah kata pasif).

despised of [by] the people (Ps. 22:7)

9. Instrument: genitive-nya adalah instrumen impersonal atau cara tindakan (juga setelah kata pasif).

attacked of [by] the sword (Jer. 18:21)

10. Sebab dari sebuah Keadaan: genitive-nya adalah sebab dari keadaan atau kondisi kata dalam construct (jarang digunakan).

sick of [because of] love (Song 2:5)

Penggunaan Objek dari Genitive Case

11. Objek dari Preposisi: ini adalah penggunaan yang sangat umum, tapi merupakan klasifikasi normal; artinya bisa berasal dari maksud preposisi.

unto Jonah (Jonah 1:1)

12. Objective Genitive: genitive-nya adalah objek dari kata benda dalam construct; beberapa penggunaannya mirip dengan adverbial accusative, dan bisa disebut adverbial genitives.

violence of [done to] your brother (Ob 6 [your is a possessive genitive on brother])

13. Objek tidak langsung: genitive-nya ekuivalen dengan objek tidak langsung dalam bahasa Inggris (penggunaan ini tidak biasa).

May He send your help (Ps. 20:3 [= help to you])

14. Dimiliki: genitive-nya adalah hal yang dimiliki oleh construct (ini merupakan kebalikan dari #1, tapi bukan penggunaan umum).

the lord of the country (Gen. 42:30)

15. Tujuan: genitive-nya mengekspresikan tujuan dari istilah dalam construct (jarang).

sheep of [destined for] slaughter (Ps. 44:23)

16. Hasil: genitive-nya mengekspresikan hasil dari kata dalam construct (penggunaan yang jarang).

the chastisement of [resulting in] our peace (Isa. 53:5 [our is a possessive genitive on peace])

17. Tindakan: genitive-nya adalah istilah yang objeknya adalah construct word.

the people of [are the object of] my wrath (my is the possessive genitive on wrath)

Penggunaan Pengubah dari Genitive Case

18. Attributive Genitive: genitive-nya menggambarkan kata benda dalam construct (penggunaan yang sangat umum)

my holy mountain atau mountain of my holiness (Ps. 2:6 [my adalah possessive genitive untuk holy mountain)

19. Genitive of Specification: genitive setelah sebuah adjective menunjukan kualitas (kebalikan dari #14).

unclean of lips (Isa. 6:5 [now the genitive is the word being modified])

20. Genitive of Material: genitive-nya adalah penggambaran materi dari kata benda dalam construct.

vessels of earth or earthenware vessel (Num. 5:17)

21. Genitive of Location: genitive-nya mengekspresikan latar belakang atau tempat bagi construct noun.

those eating of [at] the table of Jezebel (1 Kings 18:19 [Jezebel is the possessive genitive after table])

22. Ukuran: genitive-nya mengekspresikan ukuran dari kata dalam construct, atau hal yang diukur (keduanya saling berlawanan dalam konstruksinya).

men of number (i.e., a few men, measure [Gen. 34:30])

an ephah of meal (the thing measured [Jud. 6:19])

23. Genitive of Worth: genitive-nya adalah kehormatan atau patut mendapat sebutan.

the glory of [due/fitting/worthy of] His name (Ps. 29:2 [ His is the possessive genitive of name])

24. Partitive Genitive: genitive-nya adalah keseluruhan dimana construct merupakan bagiannya (seperti dalam bahasa Yunani, ini lebih baik diistilahkan wholative genitive).

the youngest of his sons (2 Chron. 21:17 [his is the possessive genitive on sons])

25. Hubungan Keluarga: genitive-nya mengekspresikan sumber dalam sebuah keluarga.

the son of Amittai (Jonah 1:1)

26. Nama yang sebenarnya: genitive ini bisa disebut genitive by apposition, tapi ini merupakan sebuah construct relationship, genitive-nya menjadi nama dari hal yang disebut.

the river of Euphrates or the river, Euphrates (Gen. 15:18)

27. Superlative Genitive: genitive-nya serumpun dengan, atau sebuah sinonim dari, construct, dan keduanya mengekspresikan superlative degree.

the song of songs (Song 1:1 [the most exquisite song])

28. Genus: genitive-nya adalah genus yang darinya construct berasal (jarang).

sacrificers of men (men who sacrifice)

29. Subspecies: genitive-nya adalah suatu subspecies dari kelas yang lebih besar yang digambarkan oleh konteks (jarang).

figs of firstfruits (i.e., early figs [Jer. 24:2])

Penggunaan Accusative Case

Penggunaan Object dari Accusative Case

1. Objek Langsung: Ini merupakan fungsi normal dari accusative.

And Yahweh God planted a garden (Gen. 2:8).

2. Objek tak langsung: accusative-nya adalah sama dengan objek tak langsung dalam bahasa Inggris (ini tidak terlalu umum).

Did you fast [for] me? (Zech. 7:5)

3. Objek dari sebuah kata kerja Intransitive: Ini adalah sebuah penggunaan umum, idiomatic dengan kata kerja filling, putting on, etc., etc.

Your hands are full [of] blood (Isa. 1:15).

4. Accusatives Serumpun: accusative-nya berasal dari akar yang sama sebagai kata kerja. Itu bisa suatu accusative dari objek yang terpengaruh dimana objeknya dihasilkan (bukan dipengaruhi) oleh tindakan verbal:

Let the earth vegetate [i.e., bring forth] vegetation (Gen. 1:11).

Atau, bisa juga accusative dari objek internal dimana kata bendanya menunjukan suatu tindakan yang identik dengan atau sejalan dengan tindakan dari kata kerja (setara dengan accusative serumpun untuk penekanan):

They craved a craving (lusted greedily)(Num. 11:34).

Penggunaan Adverbial dari Accusative Case

Pada sebagian besar adverbial accusatives terjemahan Inggrisnya harus memberikan sebuah preposisi atau menggunakan terjemahan yang lebih menafsir untuk mengkomunikasikan idenya.

5. Tempat: accusative-nya mengekspresikan tempat dari tindakan.

a. Lokasi: accusative-nya menyediakan lokasi tindakan (menjawab pertanyaan where?).

There was a woman lying [at] his feet (Ruth 3:8 [his is a genitive of possession with feet]).

b. Pemberhentian: accusative-nya memberikan pemberhentian suatu tindakan, seringkali dengan directive qamets he (menjawab pertanyaan to what place?).

and go out [to] the open country (Gen. 27:3).

c. Ukuran: accusative-nya menjelaskan ukuran dari tindakan (menjawab pertanyaan how far?).

He went into the desert a journey of a day atau a days journey
(day adalah sebuah genitive merujuk pada journey).

6. Waktu: accusative-nya meletakan batasan waktu pada tindakan (menjawab pertanyaan how long? tindakan terjadi).

And dust you shall eat all the days of your life (Gen. 3:14 [dust adalah accusative dari objek langsung; dan all adalah accusative dari waktu, diikuti oleh genitives yang merujuk all of).

7. Sikap: accusative menggambarkan sikap dimana tindakan terjadi; sebagian telah menjadi ekspresi adverbial tetap.

I am fearfully wonderfully made (I am wonderful [in a way that causes] fear) (Ps. 139:14 [the participle fearfully is used substantivally]).

8. Keadaan: accusative adalah penjelasan keadaan dari subjek atau objek.

And the first came out reddish (explains the subject [Gen. 25:25).

And Moses heard the people weeping (explains the object [Num. 11:10]).

9. Spesifikasi: accusative merujuk atau membatasi ide kalimat.

You are my refuge [as to] strength (Ps. 71:7).

Accusative Ganda

Kalimat-kalimat bisa menggunakan dua accusative, satu untuk objek langsung dan yang lain untuk mengubahnya. Adverbial accusative, atau accusative serumpun, merupakan bagian dari suatu konstruksi accusative ganda. Konstruksi lain lebih umum dan kurang penting secara eksegetis kecuali mereka menjelaskan maksud dari kalimat.

1. Objek dengan Causative Verbs: causative verbs seringkali mengambil dua accusatives (salah satunya memperkirakan satu objek tak langsung dalam bahasa Inggris, walaupun keduanya bisa jadi objek langsung).

He fed you manna (Deut. 8:3).

2. Objek Langsung dan Objek tak langsung: dengan kata kerja lain dan accusative kedua bisa menunjukan objek tak langsung (biasanya seseorang). Kategori ini tumpang tindih dengan # 10 untuk maksud praktisnya.

You have given me the land of the Negev (Josh. 15:19).

3. Objek dan Produk: accusative ini muncul dengan kata kerja pembuatan dan produksi.

And he built the stones [into] an altar (1 Kings 18:32).

4. Kata kerja Cara: accusative-nya memasukan cara yang digunakan:

a. Kata kerja Pembuatan: accusative kedua menyediakan cara atau materi yang digunakan.

And Yahweh God formed the man [with] dust (Gen. 2:7).

b. Kata kerja Memakaikan atau Melepaskan: subjeknya bersama dengan accusative lainnya.

Saul clothed David [with] his armour (1 Sam. 17:38).

c. Kata Kerja Keinginan yang banyak: sekali lagi preposisi with harus diberikan dengan kata kerja pemenuhan dan pengosongan.

They filled their bags [with] grain (Gen. 42:25).

Tanda dari Accusative

Particle et (dengan huruf hidup panjang atau pendek) dikenal sebagai tanda accusative karena ditulis dengan definite nouns didalam accusative case. Tapi peletakan ini lebih nyaman daripada akurat. Secara teknis, menunjukan suatu penekanan, biasanya dengan accusative, tapi tidak eksklusif. Hal ini biasanya ditulis dengan determined nouns (the article), yang memiliki kekuatannya sendiri. Tanda itu bisa digunakan dengan objek langsung, tidak langsung, adverbial accusatives, dan bahkan nominative case (subject, 1 Sam. 17:34; 2 Kings 6:5; Gen. 27:42; predicate, Num. 35:7).

Attribution

Bahasa Ibrani bisa menyatakan suatu sebutan tunggal, rumit melalui pertukaran dua kata benda yang sesuai. Kedua kata bisa membentuk suatu hubungan subjek-predikat jika diinginkan (seperti I, Yahweh setara dengan I am Yahweh), tapi sebaliknya mengekspresikan satu ide kompleks dalam kalimat (I, Yahweh .). Absennya suatu construct relationship, atau suatu predikasi dari kata itu, merupakan indikasi munculnya apposition. Ini bisa terdengar seperti sebuah construct-genitive relationship, tapi kata itu tidak dalam construct. Tipe apposition berikut yang umum:

1. Nama: seseorang atau hal didapat melalui apposition mengekspresikan nama.

the king, David = King David (2 Sam. 3:31)

2. Species: seseorang atau hal (genus) didapat melalui apposition kelasnya (species).

a woman, a widow = a widow woman (1 Kings 7:14)

3. Material: seseorang atau hal didapat melaluia apposition dari material.

the cherubim, gold = the golden cherubim (1 Chron. 28:18)

4. Ukuran: berat, angka, atau ukuran suatu hal didapat melalui apposition dari hal yang ditimbang, dinilai, atau diukur.

about an ephah, barley = about an ephah [of] barley (Ruth 2:17)

Disini terdapat sejumlah penggunaan kata all (kol).

all, the days of your life = all [of] the days of your life (Gen. 3:17)

5. Attributive: seseorang atau hal didapat melalui apposition dari sebuah attribute.

words, truth = true words (Prov. 22:21)

wine, reeling = wine of reeling or powerful wine (Prov. 22:21)

6. Repetisi: kata bendanya sering diulangi (dan juga dalam kasus yang sama) untuk penekanan.

Do not talk proudly, proudly = so proudly (1 Sam. 2:3).

7. Pronominal Suffix dan Kata Benda: suffix-nya didapat melalui kata benda dalam apposition. Ini adalah ekspresi penuh dan tidak perlu diterjemahkan secara literal.

And she saw him, the baby = and she saw the baby (Exod. 2:6).

Sintaks Article

Kata benda bisa definite dalam Ibrani didalam beragam cara: proper nouns (nama) secara otomatis definite; kata benda dengan possessive pronouns adalah definite; kata benda dalam construct didapat melalui definite nouns dalam genitive juga definite; dan kata benda yang memiliki definite article. Article-nya merujuk, berfokus pada, atau secara spesifik mengidentifikasi kata tersebut.

Tidak ada indefinite article (a atau an) dalam Ibrani. Melalui mengeluarkan definite article ditempat yang seharusnya digunakan, penulis menekankan kelompoknya: kualitas, sifat, atau karakter ditekankan. Article seringkali dihilangkan dalam puisi, dan kita harus memastikan dari eksegesis kontekstual kalau itu bukan semata karena pertimbangan metric.

[Such] knowledge is too wonderful for me (Ps. 139:6). Konteksnya membahas bentuk pengetahuan yang TUHAN punya.

Berikut ini adalah kategori terumum bagi penggunaan article:

1. Untuk menunjukan Definiteness: Ini adalah penggunaan normal dari article sekarang.

And Yahweh came down to see the city (Gen. 11:5).

2. Sebagai sebuah Demonstrative: ini terkadang digunakan; ini muncul sebagai kekuatan asli dari article.

this night (Gen. 19:5)

3. Untuk Menunjukan Petunjuk Sebelumnya: article-nya merujuk pada sesuatu yang sebelumnya telah disebut.

Now the name of the man was Elimelech (Ruth 1:2)

4. Sebagai sebuah Vocative: article-nya bisa digunakan dalam rujukan langsung.

Listen, O high priest Joshua (Zech. 3:8).

5. Untuk Menunjukan Keunikan: article-nya menekankan kalau objek itu hanya satu-satunya.

Yahweh--He is the [true] God (1 Kings 18:39).

6. Untuk Menunjukan sebuah Generic Class: article-nya digunakan bersama dengan sekelompok orang, binatang, atau hal lain yang dianggap sebagai satu unit.

Not so are the ungodly (Ps. 1:4).

7. Sebagai sebuah Relative Pronoun: article-nya berlaku sebagai relative pronoun, terutama saat digunakan dengan kata benda/adjectives dan participles yang attributive.

to Yahweh who appeared to him (Gen. 2:7).

Sintaks Kata Kerja

Perfect Tense

Suatu perfect tense, atau suffixed conjugation, harus dilihat untuk bentuk tindakan yang diwakilinya. Baik perfect dan tense lebih merupakan sebutan yang nyaman bukannya akurat. Tapi bentuk tindakan yang direfleksikan perfect adalah tindakan yang lengkap, apakah dimasa lalu, sekarang atau masa depan. Pelajar pemula belajar untuk menerjemahkan perfect sebagai sebuah simple past tense. Sekarang kita membagi penggunaannya antara yang aoristic (lengkap, past tense, atau point action) dan yang lebih perfective (dengan penekanan pada hasil yang berlanjut).

Perhatikan: wayyipqod membentuk kata kerja, yang disebut imperfect atau preterite dengan waw consecutive, dimasukan dalam bagian ini. Didalam narasi bentuk ini paling sering merupakan definite past, yang menjadi alasan mengapa banyak yang lebih memilih menyebut bentuk itu preterite dengan waw consecutive. Tapi jika bentuk itu mengikuti sebuah perfect tense dengan nuansa lain, maka itu bisa mengambil nuansa yang sama dari bentuk pertama untuk terjemahannya. Dibeberapa tempat, terutama puisi, preterite bisa terlihat sama sekali tidak memiliki waw (dibagian dimana itu bukan regular imperfect); konteksnya akan menentukan bagaimana itu harus diterjemahkan biasanya sebuah past tense.

Menurut saya fakta bahwa preterite memiliki arti lain menjadi alasan untuk tidak menyebutnya sebuah preterite; terjemahan non-preterite berasal dari konstruksi sintaktikal dari urutan waw dalam konteks. Untuk bentuk lain, perfect dengan deretan waw, kita selalu menyebutnya perfect dengan deretan waw tidak peduli bagaimana diterjemahkannya dalam konteks.

Tindakan yang Setara dengan Tindakan Aoristic

1. Definite Past: Kata kerjanya menunjukan tindakan lengkap tanpa syarat lain; kategori ini biasa karena mewakili tindakan dimasa lalu.

and Lot also, his relative, he brought back (Gen. 14:16).

2. Very Recent Past: suatu penggunaan khusus berhubungan dengan kategori pertama dimana konteksnya menunjukan kalau tindakannya baru saja terjadi.

What have you done? (just now [Gen. 4:10])

3. Constative: tindakannya dimasa lalu, tapi ekspresinya menunjukan kalau tindakan itu meliputi suatu periode waktu. Penggunaan ini tidak begitu umum.

Twelve years they served Chedorlaomer (Gen. 14:4).

4. Ingressive: kata kerjanya merujuk pada permulaan suatu keadaan (diterjemahkan dengan became). Ini juga penggunaan yang jarang.

the man went forth and grew until he became great (Gen. 26:13).

5. Indefinite Past: pembicara merujuk pada tindakan dimasa lalu tanpa mendefinisi keadaan tertentu.

I have seen the wicked in great power (Ps. 37:35)

6. Unique Past: keunikan tindakan ditekankan oleh penulis.

Who has [ever] heard anything like this? (Isa. 66:8)

7. Gnomic Perfect: kata kerjanya menunjukan suatu kebenaran umum atau universal, benar dimasa lalu, sekarang, dan masa depan.

An ox knows it master (Isa. 1:3).

8. Characteristic Perfect: tindakan itu merupakan karakteristik seseorang dimasa lalu dan dimasa kini, tapi tidak dimasa yang akan datang.

Why do the nations rage? (Ps. 2:1).

9. Instantaneous Perfect: tindakannya sedang terjadi saat pembicaraan terjadi (jarang).

I raise my hand [here and now] (Gen. 14:22).

10. Potential Perfect: kata kerjanya menunjukan tindakan yang dianggap sebagai potensi (sangat jarang).

What can the righteous do? (Ps. 11:4).

11. Epistolary Aorist: kata kerjanya menunjukan pengiriman untuk sesuatu yang dikirim (sangat jarang).

See, I am sending to you (1 Kings 15:19).

Tindakan Setara dengan Tindakan Perfective

12. Present Perfect: tindakannya memasukan definite past tapi juga keadaan yang dipengaruhi oleh tindakan. (Dalam bahasa Inggris tense ini dibentuk oleh present tense Inggris dari auxiliary atau helping verb).

For you have comforted me (Ruth 2:13).

13. Past Perfect: tindakan dari kata kerja lebih dahulu dari tindakan dimasa lalu dari kata kerja sebelumnya. (Dalam bahasa Inggris ini dibentuk dengan past tense dari auxiliary verb).

Jacob did not know that Rachel had stolen them (Gen. 31:32)

14. Future Perfect: tindakan dari kata kerjanya lebih dahulu dari tindakan dimasa yang akan datang. (Dalam bahasa Inggris ini dibentuk dengan future tense dari auxiliary verb).

I shall not leave you until I shall have done (Gen. 28:15).

15. Adjectival Perfect: kata kerjanya merupakan pure stative verb, diterjemahkan sebagai suatu predicate adjective.

For I am too old for a husband to have (Ruth 1:12).

16. Stative, Transitive Perfect: kata kerjanya bisa statis atau transitif.

your only son, whom you love (Gen. 22:2)

17. Prophetic Perfect: kata kerjanya menggambarkan kepastian suatu peristiwa yang akan datang sepertinya sudah dilakukan (karena seer/pelihat telah melihatnya). Ini juga disebut perfect of confidence dalam bagian yang mengekspresikan kepercayaan yang kuat.

For unto us a child was born (Isa. 9:6).

18. Perfect of Resolve: kata kerjanya mengekspresikan determinasi atau ketetapan hati seseorang; hasilnya tidak pasti (tidak seperti # 17).

Naomi [has decided to] sell (Ruth 4:3).

19. Hypothetical Perfect: kata kerjanya menunjukan suatu kondisi yang berlawanan dengan fakta (an optative); ini sangat jarang digunakan.

If I said I have hope (Ruth 1:12).

Imperfect Tense

Suatu imperfect tense, atau prefixed conjugation, menunjukan tindakan yang tidak lengkap, apakah dimasa depan, sekarang, atau dimasa lalu.

Perhatikan: Suatu perfect dengan waw consecutive ada dalam kelompok ini; saat sebuah perfect dengan waw consecutive mengikuti sebuah imperfect tense, maka itu bisa diberikan nuansa terjemahan yang sama seperti kata kerja sebelumnya. Didalam beberapa bagian tidak ada kata kerja yang mendahului, dan nuansanya harus berasal dari konteks. Didalam kasus itu, bisa merupakan simple future, atau instruksi.

Future Action

1. The Simple or Specific Future: imperfect seringkali menujukan suatu tindakan nyata, dimasa depan; itu bisa pasti dan spesifik, atau biasa dan umum.

when you eat from it you shall surely die (Gen. 2:17).

2. The Historical Future: imperfect ada dimasa depan dari sudut pandang tindakan dimasa lalu (jarang digunakan).

Elisha was sick with the sickness from which he would die (2 Kings 13:14).

3. The Anterior Future: imperfect lebih dahulu dari peristiwa dimasa lalu (jarang digunakan).

And offer a burnt offering with the wood of the grove which you shall have cut down (ini setara dengan penggunaan perfect tense dari future perfect).

Tindakan Berulang

4. Habitual Imperfect: imperfect mengekspresikan tindakan berlanjut, universal (setara dengan penggunaan gnomic-nya perfect tense).

Whoever laps with his tongue from the water as a dog laps (Jud. 7:5).

5. Progressive Imperfect: tindakan dari kata kerja terus terjadi, atau sedang dalam perkembangan, tapi belum selesai. Ini merupakan penggunaan umum dari imperfect.

What do you seek? (Gen. 37:15).

6. Customary Imperfect: tindakannya diulangi tapi dimasa lalu (terjemahan menggunakan would atau used to).

Now a mist used to go up and [used to] water (Gen. 2:6). Kata kerja kedua adalah suatu perfect dengan suatu waw consecutive dan karena itu menerima nuansa yang sama.

7. Distributive Imperfect: imperfect menggambarkan suatu keragaman tindakan atau tindakan distributive (jarang digunakan).

One company would turn into the way (1 Sam. 13:17).

Modal Nuances

8. Potential Imperfect: tindakan dimungkinkan (terjemahan menggunakan can, is able to).

Where can I go from Your Spirit? (Ps. 139:7)

9. Permissive Imperfect: tindakannya diijinkan (terjemahan menggunakan may).

from every tree of the garden you may eat freely (Gen. 2:16).

10. Deliberative Imperfect: tindakan disengaja atau beralasan (dipertanyakan, diragukan; terjemahan menggunakan should).

Should I not search out rest for you? (Ruth 3:1).

11. Obligatory Imperfect: tindakan diperlukan; subjeknya diharuskan pada tindakan (terjemahan menggunakan ought to).

You have done things which ought not be done (Gen. 20:9).

12. Desiderative Imperfect: subjeknya ingin atau mau bertindak (terjemahannya menggunakan wish to, want to).

If he wants to redeem you, fine, let him redeem; but if he is not willing to redeem you (Ruth 3:13).

13. Possibility: tindakan bisa terjadi; kemungkinan.

And the case that may be too difficult (jangan bingung dengan permissive imperfect, karena keduanya menggunakan may).

14. Final Imperfect: kata kerjanya menunjukan tujuan atau hasil; itu muncul dalam final clauses atau purpose clauses (seringkali setelah that, in order that).

that it may go well for you (Ruth 3:1).

Volitional Aspects

15. Imperfect of Injunction: imperfect menekankan suatu kelangsungan, keinginan positif atau perintah.

Purge [imperfect] me with hyssop (Ps. 51:9).

16. Imperfect of Instruction: imperfect bisa digunakan untuk mengekspresikan aturan umum atau instruksi.

and thus you shall eat it (the passover [Exod. 12:11]).

17. Imperfect of Prohibition, atau instruksi negatif atau injuksi negatif.

You shall not murder (Exod. 20:13).

Sintaks Volitives

Jussive

Suatu jussive adalah mood volitional dari orang ketiga, dan orang kedua saat dinegasikan (dengan al ditambah orang kedua kita mendapatkan suatu perintah negatif). Kekuatan dari jussive sangat beragam dari konteks ke konteks, dan terutama bergantung pada relasi pembaca dan subjek.

Dari Superior ke Inferior

1. Perintah: jussive membentuk suatu perintah langsung dari pembicara, tapi dalam orang ketiga.

And God said, Let there be light (Gen. 1:3).

2. Nasihatl: superior memberikan nasihat, bukan perintah.

The officers shall say , Let him go back (Deut. 20:8).

3. Perintah Negatif: jussive dalam orang kedua dengan bentuk negatif membentuk suatu larangan langsung (negatif al menunjukan itu adalah suatu jussive; lo bersama dengan imperfect).

Dont eat food or drink water (1 Kings 13:22).

Dari Inferior ke Superior

4. Doa: pembicara membuat suatu permintaan pada Tuhan agar melakukan sesuatu.

Let it be known this day that You are God (1 Kings 18:36).

5. Keinginan: pembicara menyatakan suatu keinginan agar sesuatu terjadi.

Let my lord [Esau] pass on before his servant (Gen. 33:14).

6. Berkat: pembicara menyatakan suatu berkat; pembicara biasanya seorang pendeta atau pemerintah teokratik, dan berkat biasanya suatu perkataan leluhur (bukan suatu keinginan).

Yahweh bless you and keep you (Num. 6:24).

7. Harapan: pembicara menyatakan suatu harapan (bahkan berkat) agar sesuatu terjadi (yang kurang lebih dimungkinkan); dekat juga dengan salam.

Yahweh bless you (Ruth 2:4 [the workers greeting Boaz]).

8. Permintaan: pembicara membuat permintaan atas sesuatu.

Please, let your servant remain in the place of the lad (Gen. 44:33).

9. Saran: pembicara memberi saran pada speaker gives advice to a superior.

Now let Pharaoh choose a wise and discerning man (Gen. 41:33).

10. Undangan: pembicara menyatakan suatu undangan.

Let the king and his servants go with your servant [me] (2 Sam. 13:24).

11. Doa Negatif: jussive dengan negatifnya bisa digunakan dengan arti diatas, tapi juga digunakan dalam orang kedua untuk sebuah doa negatif ( sekarang ke superior, jadi bukan suatu perintah).

Lord Yahweh, do not destroy Your people (Deut. 9:26).

12. Keinginan Negatif. Bukan suatu doa kepada Tuhan, jussive yang dinegasikan bisa menyatakan suatu keinginan.

(I desire one small request from you) do not refuse me (1 Kings 2:20).

Imperative Mood

Suatu imperative adalah volitional mood dari orang kedua semata. Ini tidak pernah muncul dengan negative adverbs (jussives dan imperfects digunakan untuk memberi perintah negatif dan larangan). Kekuatan perintah sangat beragam dalam kekuatannya dari konteks ke konteks, tapi selalu memiliki suatu tekanan pada jawaban langsung. Terkadang eksegetor harus menggambarkan bentuk kekuatan jika tidak satupun kategori cocok.

1. Perintah Langsung: pembicara membari suatu perintah kuat yang harus ditaati.

Here is your wife. Take her and leave (Gen. 12:20).

2. Nasihat atau Saran: pembicara tidak memerintah tapi memberi saran.

Go, return, each of you to her mothers house (Ruth 1:8).

3. Undangan: pembicara menggunakan suatu imperative untuk menyebarkan suatu undangan.

Come here and eat from the food (Ruth 2:14).

4. Ijin: pembicara mengijinkan sesuatu terjadi, mengekspresikannya dengan sebuah imperatif.

Go up and bury your father (Gen. 50:6).

5. Interjection: imperativenya menarik perhatian (penggunaan idiomatik).

Come! Lets make bricks (Gen. 11:3).

6. Janji atau Kepastian: pembicara menggunakan imperatif untuk mengekspresikan apa yang akan terjadi.

And in the third year [you will] sow and reap (Isa. 37:30).

7. Permintaan: pembicara menggunakan sebuah imperatif untuk menanyakan sesuatu.

Please give them a talent of silver (2 Kings 5:22).

8. Perintah Retoris: pembicara menggunakan imperatif secara ironis dan retoris untuk menyatakan maksudnya.

Go to Bethel and transgress (Amos 4:4).

9. Peringatan: pembicara menggunakan impreatif secara retoris untuk memperingatkan akibat atau dampaknya.

Sow for yourselves righteousness, reap the fruit of love (Hos. 10:12).

10. Concession: pembicara menggunakan imperatif secara retoris untuk menyatakan ide singkat.

Prepare for battle [=although you will prepare] and be broken [= you will be broken](Isa. 8:9).

Cohortative

Suatu cohortative adalah volitional mood dari orang pertama, tunggal atau jamak. Itu menunjukan kemauan pembicara dalam suatu ketetapan hati terhadap kehendak orang lain.

Ketetapan Hati

1. Determinasi: pembicara berdeterminasi untuk melakukan sesuatu.

I will make it a ruin (Isa. 5:6).

2. Intention: pembicara mengekspresikan intensinya.

I will go down and see [if it is that bad] (Gen. 18:21).

3. Desire: pembicara menyatakan apa yang ingin dia lakukan.

I desire to set a king over me (Deut. 17:14 [Israel is the speaker]).

Permintaan

4. Permintaan Langsung: pembicara bertanya sesuatu.

Let me go up and bury my father, and I will return (Gen. 50:5 [ the last cohortative is intention or determination]).

5. Harapan: permintaan pembicara tidak secara langsung merambah yang lain.

O my God, I have trusted in You; may I not be put to shame (Ps. 25:2).

6. Hortatory

Hortatory: ini merupakan cohortative murni, menyerukan pada yang lain untuk berpartisipasi.

Lets go after other gods (Deut. 13:2).

Penggunaan Volitive Secara Mandiri

Suatu volitives bisa ditemukan dalam berbagai tipe urutan dengan waw (secara beragam conjunctive atau consecutive). Urutannya logis, bukan temporal, walau ada urutan temporal dalam tindakan.

1. Imperative diikuti oleh Perfect + Waw Consecutive: perfect tense memiliki kekuatan sebuah imperative atau injunction.

Hear O Israel, Yahweh is our God, Yahweh alone; and you shall love (perfect + waw) Yahweh your God (Deut. 6:4).

2. Imperative diikuti oleh Imperative + Waw Conjunction: imperative kedua bisa merupakan coordinated atau subordinated (maka itu, hanya sebuah waw conjunction).

This do and [then/thus] live [you will live] (Gen. 42:18).

3. Maksud atau Hasil: Suatu waw conjunction digunakan dalam berbagai kombinasi dengan volitives dan imperfects untuk menyatakan maksud atau hasil. Karena itu suatu pilihan terjemahan dan bukan suatu perubahan otomatis, suatu waw diklasifikasikan sebagai suatu conjunction.

Bring it to me that I may eat (Gen. 27:4 [impv + coh]).

Let me go that I may glean (Ruth 2:2 [coh + coh]).

Open his eyes that he might see (2 Kings 6:17 [impv + juss]).

What shall we do that the sea may be calm (Jonah 1:11 [indic + juss]).

Sintaks Bentuk Verbal, Infinitives dan Participles

Infinitive Absolute

Suatu infinitive absolute adalah sebuah verbal noun. Itu bisa berfungsi dalam sebuah kalimat secara nominal atau verbal. Itu menggambarkan tindakan dari ide verbal dengan tidak melihat agen, keadaan, waktu atau mood dimana hal itu terjadi.

Penggunaan Nominal

1. Subjek: sebuah penggunaan yang jarang, tapi infinitif bisa berfungsi sebagai subjek.

To show partiality is not good (Prov. 28:21).

2. Objek: suatu penggunaan yang jarang, tapi bisa juga menjadi objek.

Learn doing well (Isa. 1:17).

3. Predicate Nominative: sekali lagi merupakan penggunaan yang jarang, infinitifnya adalah suatu predikatif setelah sebuath statif.

The effect of righteousness is sowing quietness (Isa. 32:17).

4. Penekanan: Ini merupakan penggunaan yang paling umum dari infinitive absolute; penekanannya tidak hanya memberatkan tindakan verbal saja, tapi juga mood, yang mendukungnya. Eksegetor pertama kali harus mengklasifikasikan kata kerja, dan kemudian menjelaskan bagaimana infinitive absolute menekankannya. Inilah yang paling umum; ada juga yang lainnya.

a. Afirmasi: menekankan kepastian dari tindakan verbal (seringkali dimasa depan).

You shall surely die (Gen. 2:17).

b. Keraguan: menekankan ketidakmungkinan kondisi (melalui kemungkinan).

Will you indeed reign over us? (Gen. 37:8).

c. Dugaan: menekankan kondisi yang kurang memungkinkan (if should).

If her father would happen to spit in her face (Num. 12:14).

d. Antithesis: menekankan suatu kontras (didahului oleh but).

but they did not drive them out (Jud. 1:28 [but driving out they did not drive out])

e. Ijin: infinitive menekankan mood permisif dari kata kerja.

You may freely eat (Gen. 2:16 [eating you may eat]).

f. Kewajiban: mendukung kewajiban.

The ox must be stoned (Exod. 21:28 [stoning will be stoned]).

5. Adverbial Accusative: salah satu penggunaan yang umum, infinitivenya menggambarkan secara adverb prilaku, tingkatan, atau modifikasi lain dari kata kerja. Beberapa bentuk telah menjadi adverb yang tetap.

The man shall surely be put to death, all the community stoning him (Num. 15:35 [note the first infinitive is emphatic]).

6. Tindakan Simultan atau Komplementari: suatu infinitive kedua digunakan yang menekankan nature berlanjut dari yang lain (halok) atau suatu tindakan komplementari.

They [the cows] were going, going and lowing (1 Sam. 6:12).

Penggunaan Verbal

7. Berurutan: infinitive absolute memiliki sebuah waw dan diikuti oleh sebuah kata kerja.

You have sown much, but brought in little (Hag. 1:6).

8. Kata kerja Murni: infinitive absolute muncul tanpa sebuah waw.

Keep the sabbath day to sanctify it (Deut. 5:12).

9. Mengatur sebuah Accusative: infinitivenya mengatur accusative atau preposition.

Glory that you know me (Jer. 9:23 [24]).

Infinitive Construct

Suatu infinitive construct juga merupakan suatu verbal noun, suatu infinitive sejati tanpa batasan waktu. Suatu infinitive construct lebih nominal daripada bentuk infinitive absolute. Tapi itu bisa digunakan secara substantivally (ditempat sebuah kata benda) atau secara verbal.

Penggunaan Substantival

1. Muncul dalam Noun Cases: sebagai suatu verbal noun, infinitive construct muncul dalam beragam kasus.

It is not good for man to be alone (Gen. 2:18 [as a nominative: the being of man alone is not good]).

a time of mourning (Eccl. 3:4 [as a genitive]).

I do not know [how to] go out and come in (1 Kings 3:7 [accusative]).

2. Muncul dalam Construct State: ini merupakan penggunaan umum dari infinitive construct; ini diikuti oleh suatu subjective genitive atau objective genitive, dan seringkali mengikuti sebuah preposisi. Seluruh klausa menjadi sebuah adverbial clause.

All of it was well watered, before Yahweh destroyed Sodom and Gomorrah (Gen. 13:10 [before the destroying of Sodom and Gomorrah]).

Penggunaan Verbal

Penggunaan umum dari infinitive construct adalah dengan preposis lamed, yang setara dengan bahasa Inggris infinitive. Preposisi biasanya menunjukan arah tindakan dari kata kerja sebelumnya, tapi hilang dalam nuansa lainnya.

1. Maksud: infinitivenya digunakan untuk mengekspresikan maksud, tujuan, atau akhir dari tindakan.

And Jonah arose to flee (Jonah 1:2)

2. Hasil: infinitivenya mengekspresikan hasil dari tindakan.

Why have I found favor in your sight so that you took notice of me? (Ruth 2:10).

3. Epexegetical: infinitivenya menjelaskan keadaan atau nature dari kata kerja yang mendahuluinya; itu menjawab pertanyaan how? Terjemahannya menggunakan by/in -ing.

The people are sinning against Yahweh by eating with blood (1 Sam. 14:33).

4. Objek: infinitivenya melengkapi ide dari kata kerja dalam prilaku objek langsung; menjawab pertanyaan what?

Stop entreating me to abandon you by returning [an epexegetical use] from after you (Ruth 2:16).

5. Gerundive dengan Produk lamed: suatu penggunaan yang jarang, tapi infinitifnya bisa berfungsi sebagai suatu verbal adjective yang mengekspresikan tugas, keharusan, atau kebugaran; biasanya dinyatakan dengan about to/ought to be.

The gates were about to shut (Josh. 2:5).

6. Degree: infinitivenya diterjemahkan enough to dalam konstruksi yang jarang ini.

Hezekiah was sick enough to die (2 Kings 20:1).

Catatan: infinitive construct dalam penggunaan ini bisa muncul tanpa preposisi lamed.

Active Participle

Suatu active participle menyatakan aktifitas yang berkelanjutan tanpa terganggu, atau suatu kondisi berkelanjutan yang didenotasikan oleh kata kerja. Itu temporal, tergantung pada konteks waktunya. Seperti adjectives itu bisa berfungsi seperti predikatif (verbally), attributive (adjectival), atau substantivally (sebagai sebuah kata benda).

Penggunaan Verbal dari Active Participle

Saat active participle berfungsi sebagai predikat, penekanannya linear, durasi tindakan dari akar. Bisa saja tindakannya diulangi bukannya berdurasi. Waktu berasal dari konteks.

1. Diwaktu Lalu

while Lot [was] sitting in the gate (Gen. 19:1 [durative])

All that he [was] doing, Yahweh [was] prospering in his hand (Gen. 39:3 [iterative]).

2. Diwaktu Sekarang

And he said, I [am] seeking my brothers (Gen. 37:16 [durative]).

One generation passes away, and another comes, but the earth abides continually (Eccl. 1:4 [iterative action]).

3. Masa Depan yang Segera: tindakannya diwakili seperti terjadi dimasa sekarang tapi sebenarnya muncul setelah suatu interval waktu; tindakannya pasti, dan penggunaan ini biasa disebut futur instans. Seringkali mengikuti hinneh. Terjemahannya menggunakan about to.

Behold, I [am] bringing [about to bring] the flood of waters (Gen. 6:17).

4. Diwaktu Depan

For in seven days I [will be] sending rain on the earth (Gen. 7:4).

Penggunaan Adjectival dari Active Participle

Penekanannya bukan lagi pada tindakan berdurasi linear, tapi konsep akar sebagai suatu kualitas. Participle sebagai sebuah adjective tidak mengekspresikan waktu atau aspek.

5. Attributive Adjective

To the God who answered me in the day of my trouble (Gen. 35:3).

6. Predicate Adjective

Your eyes are the ones which saw all that Yahweh your God has done (Deut. 3:21).

Penggunaan Substantival dari Active Participle

Participle berfungsi sebagai suatu kata benda dan membuat karakter tetap yang digunakan akar menjadi utama.

The Keeper of Israel will not sleep (Ps. 121:4 [subject).

Whoever sheds blood (Gen. 9:6 [subject]).

Remember your Creator in the days of your youth (Eccl. 12:1 [object]).

My soul waits for the morning, more than the watshmen (Ps. 130:5 [noun of occupation]).

Passive Participle

Passive participles memiliki fungsi yang sama seperti active participles. Ada baiknya membagi penggunaan passive participle antara true passives dan false passives. True passives muncul saat subjek sedang dijalankan (dalam proses) dan participlenya berfungsi sebagai sebuah kata kerja.

While she [was] being brought forth she sent to her father-in-law (Gen. 38:25).

False passives membentuk penggunaan umum, mirip dengan passive participle bahasa Inggris. Itu mengindikasikan kalau orang atau hal tersebut dalam suatu keadaan sebagai hasil tindakan. Agen atau instrumen biasanya diberikan (seringkali dengan sebuah genitive setelah participle in construct).

Your cities [are] burned with [of] fire (Isa. 1:7).

Waw Conjunction, Consecutive, Disjunctive

Ibrani menggunakan conjunction dalam beragam cara. Selain normal conjunction, ada juga penggunaan berderet, yang mempengaruhi terjemahan kata kerja, dan disjunctive yang memecah urutannya. Daftar berikut ini menunjukan beragamnya bahasa Ibrani menggunakan bentuk ini.

1. Koordinasi: kata-katanya hanya dikoordinasi dengan and.

God created the heavens and the earth (Gen. 1:1).

2. Urutan: Suatu waw (mostly consecutive) menekankan urutan tindakan temporal atau logis antar kata kerja (and then).

And [then] God said (Gen. 1:3).

3. Disjunction: Suatu waw menyatakan but atau now atau beberapa terjemahan parenthetical yang menjauh dari urutan; ditandai oleh pembentukan suatu non-kata kerja dipermulaan klausa.

Now the earth was waste and void (Gen. 1:2).

4. Adversative: Suatu waw memiliki arti but didalam suatu klausa (berlawanan dengan penggunaan diatas).

Here is the fire and the wood, but where is the lamb (Gen. 22:7).

5. Explicative atau Epexegetical: even, namely, that is.

the Lord, whom you seek, even the messenger of the covenant (Mal. 3:1).

6. Empatik: Suatu waw diterjemahkan even, especially.

Now king Solomon loved many foreign women, especially the daughter of Pharaoh (1 Kings 11:1).

7. Alternative: or (jarang digunakan).

you, or your son (Exod. 20:10)

8. Pleonastic: waw hanya bersifat stylistic (jarang digunakan).

So now [and] I will be your servant (2 Sam. 15).

9. Comparative: waw berlaku sebagai suatu perbandingan (hanya dalam puisi).

Does not the ear try words // as the mouth tastes its meat (Job 12:11).

10. Accompaniment: with.

the box with the golden mice (1 Sam. 6:11).

11. Resumptive: waw mengawali apodosis.

then your eyes will be opened (Gen. 3:5).

12. Adjunctive: also.

Ask for him the kingdom also (1 Kings 2:22).

13. Distributive: jarang digunakan, dinyatakan dengan each, and, or by.

and with them the elders of each city ([city and city], Ez. 10).

14. Noun Clause: sering digunakan, suatu waw memulai suatu klausa yang merupakan subjek atau objek dari suatu kata kerja.

And let it be when he lies down that you mark the place (Ruth 3:4).

15. Logical atau Inferential Clause: sering digunakan, suatu waw dinyatakan dengan and so, thus, therefore.

I was afraid and so I hid (Gen. 3:10 [waw consecutive]).

16. Maksud atau Hasil: waw biasanya dengan urutan volitive.

Bring it to me that I may eat (Gen. 27:4).

17. Temporal: mengawali klausa dengan when, then; seringkali subordinates satu waw consecutive clause dengan yang lainnya.

When [and] she finished giving him a drink, then [and] she said (Gen. 24:19).

18. Causal: for, since, seeing, because.

I know you fear God, for [and] you did not withhold (Gen. 22:12).

19. Concessive: although.

although [and] I may not be like one of your young girls (Ruth 2:13)

Related Topics: Bible Study Methods, Grammar