Where the world comes to study the Bible

Dia Peduli

Saat masalah menumpuk dan rasa sakit meningkat, pengikut Kristus sering merasa ditinggalkan dimedan perang. Sepertinya tidak ada yang peduli apakah kita menderita atau tidak; apakah kita menang atau kalah. Dan tentu saja, dalam waktu ini, kita memerlukan sesuatu diluar manusia.

Tapi kita bisa terhibur dan dikuarkat oleh karena Tuhan peduli. Janji ini jelas dinyatakan dalam ayat ini: Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (I Peter 5:7).

Saya mengerti ini beberapa minggu setelah rasa sakit Elsie dimulai. Saat anda membaca bab ini, anda bisa merasakan penghiburan bahwa Tuhan peduli!

Hidup ada naik turunnya, tinggi dan rendah. Disuatu saat, manusia menghadapi ujian yang hebat. Bahkan orang Kristen yang paling makmurpun tidak bisa lolos dari ujian dan pergumulan, rasa sakit dan tekanan umum terjadi pada kita.

Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan; melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi (Job 5:6-7). Ujian manusia bukan fenomena alami. Tidak ada yang terjadi diluar pengetahuan dan tujuan Pencipta. Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan (Job 14:1-2).

Masalah itu sendiri sering tidak menyakiti orang Kristen sehebat kekhawatiran mereka. Kekhawatiran yang mengganggu pikiran orang Kristen dan menghancurkan motivasinya. Saya disadarkan akan kenyataan bahwa Elsie sudah memasuki minggu kelima penderitaannya. Kadang terlihat dia menampakan perkembangan, tapi kemudian dia merasakan sakit disisi kirinya, dan terapinya tertunda. Sementara mengendarai mobil kerumah malam itu, saya merasakan kekhawatiran menghampiri.

Tuhan langsung mengingatkan ayat ini: Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu (1 Peter 5:7). Saya sering mengkutip ayat ini dikothbah untuk orang lain. Saya bisa ingat saya berkata dengan keyakinan kuat, “Dia peduli! Kemudia saya akan menasihati mereka untuk menyerahkan semuanya kepadaNya.

Sekarang saya menghadapi ujian terhebat dalam 72 tahun hidup saya, dan saya mengakui kekhawatiran saya. Kemudia Roh Kudus mengingatkan teks dari pena Petrus. Saya tahu setiap katanya benar, karena Tuhan yang memberikan itu pada Petrus. Saya mengutip beberapa ayat dengan bicara selama mengendara pulang. Kemudia menyanyikan chorus lagu yang saya pelajari tahun 1927, saat saya diselamatkan:

He careth for you,
He careth for you,
Through sunshine or shadow,
He careth for you.

Saat saya tiba dirumah, saya merasa ingin merenungkan ayat dari Petrus ini. Inilah yang muncul.

Saya perhatikan bahwa nasihat itu merupakan bagian penting dalam menghadapi penderitaan orang Kristen (4:12-19). Petrus menunjuk mereka yang harus menderita karena kehendak Allah (4:19). Allah yang berdaulat mengijinkan ujian berat bagi orang percaya sesuai dengan kehendaknya yang sempurna dan bijak. Maka dari itu, mereka didorong untuk “menyerahkan jiwanya kepadaNya. Itu berarti mereka bisa mempercayakan jiwa mereka pada Tuhan, Pencipta mereka yang setia.

Saat kita masuk ke ayat 7 pasal 5, kelihatannya penderitaan mereka menyebabkan mereka khawatir. Mereka mulai khawatir. Kata Yunani dari perhatian adalah merimna, artinya anxiety, or suatu ketakutan dan rasa sakit dipikiran. Itulah dosa kekhawatiran yang menghimpit Firman sehingga tidak berbuah (Matthew 13:22). Dimasa krisis, saya tidak ingin mencabut pesan dan pelayanan Firman. Itu merupakan kekalahan yang memalukan.

Paulus menggunakan kata yang sama dalam bentuk kata kerja, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga (Philippians 4:6). Dia menasihati agar kita tidak khawatir tentang apapun juga, karena khawatir datang dari ketidakpercayaan pada Tuhan. Seperti Marta, “kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara (Luke 10:41) saat kita seharusnya tidak khawatir. Tidak artinya tidak satu hal pun!

Petrus mengatakan apa yang harus kita lakukan dengan semua kekhawatiran kita. Kita harus menyerahkannya kepada Tuhan. Serahkan semua khawatirmu padaNya. Kata Yunaninya serahkan” adalah ballo„, artinya menyerahkan kepada atau mempercayakan kepada. Walau itu bukan kata “komit” yang sama dalam 1 Peter 4:19, itu mengandung pemikiran yang sama. Kita harus menyerahkan kekhawatiran kita –pada Tuhan.

Disamping kesakitan dan penderitaan hidup kita, saya tahu Elsie dan saya bisa hidup bebas. Karena itu, saya memutuskan menyerahkan semua kekhawatiran kepada Tuhan. Beban berat terangkat, dan hati saya damai. Setiap orang Kristen yang menghadapi ujian berat perlu mengalami teks Petrus. Dia harus meletakan bebannya kepada Kristus.

Jika saya khawatir, saya berkata kalau Tuhan tidak peduli. Tapi Alkitab berkata kalau Dia peduli --dia mempedulikamu. Ayat ini benar-benar saya pikirkan. Firman itu mengatakan agar tidak khawatir biar Tuhan yang mengurus. Apakah bertentangan? Tentu tidak! Alkita tidak bisa bertentangan dengan dirinya. Kata peduli dalam dia mempedulikanmu merupakan kata Yunani yang berbeda. Itu melei, artinya seseorang atau sesuatu adalah objek peduli – objek perhatian, kasih dan pemikiran –daripada khawatir. Orang Kristen adalah objek kasih Tuhan, dan Dia peduli pada kita. Bukanya Dia khawatir, tapi Dia memiliki ketertarikan pribadi dengan kita. Inilah perbedaan antara kekhawatiran dan kepedulian Ilahi.

Ditahun 1900, Frank Graeff menulis kata-kata dibawah ini. Saya sering menyanyikannya. Sekarang saya masing menyanyikannya.

Does Jesus care when my heart is pained
Too deeply for mirth and song,
As the burdens press, and the cares distress,
And the way grows weary and long?

Does Jesus care when my way is dark
With a nameless dread and fear?
As the daylight fades into deep night shades,
Does He care enough to be near?

Oh yes, He cares--I know He cares!
His heart is touched with my grief;
When the days are weary, the long nights dreary,
I know my Savior cares.

Sekarang saya menyerahkan semua kekhawatiran kepada Tuhan. Pemazmur berkata, Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah (Psalm 55:22). Mazmur ini terbagi dalam 3 bagian. Ayat 1 sampai 8 menyatakan komplain Daud; ayat 9 sampai 15, kritik Daud; ayat 16 sampai 23, keyakinan Daud. Dalam bagian pertama, Daud hanya memikirkan dirinya sendiri. Dalam bagian kedua, pikirannya atas musuh. Dalam bagian tiga, dia berbalik pada Tuhan. Saat dia berbalik pada Tuhan kita menemukan Tuhan peduli dan dia menyerahkan bebannya padaNya. Daud tidak bermulut besar. Dia tidak menyatakan kalau dia tidak pernah khawatir. Tapi dia tahu kemana harus pergi membawa semuanya itu –dia menyerahkannya pada Tuhan.

Apakah anda pernah berpikir apakah Tuhan memang benar-benar peduli? Saat kita meragukan kepedulian Tuhan, kita menghina Dia. Para murid menghinanya saat badai menerpa, Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa? (Mark 4:38). Tentu saja Dia peduli. Dia tidak berkata, mari kita berlayar dan tenggelam”tapi “Yesus berkata kepada mereka: Marilah kita bertolak ke seberang. (v. 35). Kekhawatiran para murid menunjukan mereka menanggungnya sendiri daripada menyerahkan padaNya.

Pikir lagi tentang Marta, yang begitu khawatir mengenai hal yang sementara. Dia begitu terkurung dengan kesibukan dunia. Dia berkata pada Yesus, Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? (Luke 10:40). Tentu saja Dia peduli! Dia lebih peduli tentang Marta daripada Marta sendiri. Dia dipenuhi dengan kepedulian berdosa, kekhawatiran yang menghasilkan kasihan pada diri sendiri. Tuhan melihat hal itu dan berkata. Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara (Luke 10:41). Marta memiliki banyak kualitas yang bisa dikagumi, tapi dia kurang satu hal yang paling dibutuhkan. Itulah kualitas yang saudaranya Maria miliki dengan duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya (Luke 10:39). Maria tidak khawatir karena dia sudah menyerahkannya pada Yesus.

Ayat 40 mengatakan bahwa Marta sibuk sekali melayani. Kata Yunani dari cumbered adalah perispao„, artinya tenggelam, terganggu. Marta memiliki kekhawatiran yang mengganggunya sehingga dia buta akan kepedulian kasih Tuhan. Dia menanggung semua hal yang semestinya diserahkan pada Kristus. Kekhawatirannya merupakan dosa karena dia menolak kasih Tuhan Yesus.

Saudaraku yang terkasih, Tuhan telah memberikan kita kesembuhan atas kekhawatiran yang muncul disaat ujian berlangsung. Itu karakter yang membedakan orang Kristen bahwa Tuhan Yesus Kristus peduli bagi mereka yang percaya padaNya. Orang Kristen bisa membawa semua kekhawatirannya pada Juruselamat. Serahkan semua khawatirmu; karena Dia peduli. Bukan sebagian, atau banyak, tapi semua. Saat kita mengerti nasihat Petrus, kita tidak menyingkirkan ujian dan pencobaan, tapi kita menyingkirkan kekhawatiran yang dihasilkannya. Puisi mengatakan:

It is His will that I should cast
My care on Him each day.
He also bids me not to cast
My confidence away.

But oh, how foolishly I act
When taken unaware!
I cast away my confidence
And carry all my care.

(Author Unknown)

Ya, ada damai dalam pikiran dan penghiburan dalam hati karena mengetahui Juruselamat peduli pada saya. Saya harus menyerahkan seluruh kekhawatiran kepada Dia. Saya memutuskan Dia lebih mampu mengatasinya daripada saya. Tuhan kita bukan pengawas yang hanya melihat penderitaan kita. Dia Imam Besar kita, dan Dia “turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Hebrews 4:15). Orang Kristen yang bebas dari kekhawatiran lebih kuat menjalankan pelayanan panggilan Tuhan. Kekhawatiran berlawanan dengan kepercayaan. Kekhawatiran tidak pernah jadi baik. Melalui anugrah dan kuasa Tuhan, saya tidak khawatir lagi.

Saat saya tinggal diwilayah Philadelphia, saya mengenal pendeta Charles Tindley. Orang Kristen lainnya mengenal dia sebagai saudara Tindley. Dia pengkhotbah yang berbakat dan penulis hymn. Berikut ini sebagian dari hymnnya yang sudah dikenal Leave It There:

If your body suffers pain
And your health you can't regain,
And your soul is almost sinking in despair;
Jesus knows the pain you feel,
He can save and He can heal;
Take your burden to the Lord and leave it there.

When your youthful days are gone
And old age is stealing on,
And your body bends beneath the weight of care;
He will never leave you then,
He'll go with you to the end;
Take your burden to the Lord and leave it there.

Leave it there, leave it there,
Take your burden to the Lord and leave it there;
If you trust and never doubt,
He will surely bring you out;
Take your burden to the Lord and leave it there.

Kita tahu bahwa perasaan tidak menentu. Mereka bisa dipengaruhi oleh sakit fisik, kelelahan, kebutuhan untuk tidur, penderitaan atas kematian orang terkasih. Tapi saudaraku yang terkasih, Tuhan peduli. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. (Psalm 103:14). Kita harus belajar menyerahkan semuanya padaNya. Dan saat kita melakukan itu, kita menemukan kalau Dia bisa melakukan lebih dari yang kita bisa. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Ephesians 3:20).

Dalam kesimpulan, saya akan memberikan ayat yang akan saya bahas berikutnya. Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Philippians 4:6-7). Ya, Tuhan kita peduli!

God ever cares! Not only in life's summer
When skies are bright and days are long and glad;
He cares as much when life is draped in winter,
And heart feels so bereft, and lone, and sad.

God ever cares! His heart is ever tender,
His love will never fail nor show decay;
The love of earth, though strong and deep, may perish,
But His shall never, never pass away.

God ever cares! And thus when life is lonely,
When blessings one time prized are growing dim,
The heart may find a sweet and sunny shelter--
A refuge and a resting place in Him.

God ever cares! And time can never change Him.
His nature is to care, and love, and bless;
And drearest, darkest, emptiest days afford Him
The means to make more sweet His own caress.

(Author Unknown)

Related Topics: Suffering, Trials, Persecution, Comfort