Previous PageTable Of ContentsNext Page

Pelajaran 2:
Salam (1:1-2)

I. Pendahuluan

Dalam suratnya kepada jemaat Filipi Paulus memperkenalkan dirinya dan Timotius sebagai “hamba-hamba Kristus Yesus.” Hal itu merupakan sebutan yang sangat tepat, tapi dalam pelajaran ini kita akan melihat bahwa itu bukan salah satu cara Paulus menunjukan dirinya dalam salam pembuka. Kita juga akan melihat kenapa dia memasukan Timotius dan dirinya sebagai “hamba-hambar Kristus Yesus” yang bukan karakteristiknya. Lebih jauh, sebagian besar orang melewati salam dalam surat-surat PB tapi kami berharap setelah melewati pelajaran ini kita bisa melihat betapa integralnya hubungan salam dengan isi keseluruhan surat; salam memperkenalkan tema yang akan dikembangkan kemudian dan yang kemudian akan kita renungkan. Akhirnya, tidak ada kata cukup dalam mengomentari semua hal, tapi kami berharap bahwa apa yang dikatakan akan menolong anda mengerti surat Filipi ini dan hidup sesuai dengan kebenaran yang anda temukan.

II. Filipi 1:1-2

1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

III. Garis Besar: Salam Pembuka
(1:1-2)

A. Pengirim (1:1a)
B. Penerima (1:1b)
C. Salam (1:2)

IV. Salam Pembuka
(1:1-2)

Walaupun dalam teks disebutkan baik Paulus dan Timotius sebagai pengirim surat ini ke Filipi, penulisnya diragukan menunjuk secara spesifik kepada Paulus.10 Paulus dilahirkan di Tarsus di Cicilia dalam suatu keluarga yang menjaga sebagian besar kepercayaan Yahudi dan cara hidupnya walaup dalam lingkungan yang nonYahudi. Maka dari itu Paulus benar-benar Yahudi dan seorang “warga kota yang tidak penting” seperti yang dikatakannya dalam (Kis 21:39), memiliki kewarganegaraan Roma (Kis 22:25). Walau dia meninggalkan Tarsus ke Yerusalem dimana dia dibawa, dia mungkin tetap menjaga hubungan dengan Tarsus dan merupakan hal umum bagi cara dan praktek orang non Yahudi dikota itu (cf. Kis 9:30). Di Yerusalem dia menerima pendidikan formalnya tentang Yahudi dibawa guru yang terkenal bernama Gamaliel (Kis 22:3) yang merupakan cucu seorang bernama Hillel. Hillel merupakan orang penting dimana dia mengembangkan banyak aturan dalam pembacaan dan aplikasi kitab Yahudi. Yesus menunjuk salah satu aturan dan interpretasi dalam kothbah dibukit saat Dia berkata, “kamu telah mendengar bahwa dikatakan ….”

Dalam banyak peristiwa kita bisa melihat aturan ini dan variasinya dalam tulisan Paulus. Ini membuat kita berpikir. Saya ingat saat saya di college sekitar awal 1980’s. Itu merupakan suatu penahanan diri yang terus menerus, seperti bunyi air menetes kebesi, sehingga seorang mengeluhkan pelajaran mereka. Saya ingat keluhan mereka: “kenapa saya harus mempelajari itu….saya tidak penah akan menggunakannya” Tapi saat Tuhan memanggil kita untuk tugas tertentu seperti belajar di Universitas,dia memanggil kita untuk semua yang berhubungan dengan itu—kecuali sesuatu yang jelas tidak bermoral atau sebaliknya. Saat Tuhan memanggil Paulus menjadi pembicara utama untuk orang Kristen yang non Yahudi, latar belakangnya dan hubungannya dengan kota nonYahudi (Tarsus) juga pelatihan Yahudinya semuanya berperan. Dia pasti mengerti pemikiran non Yahudi dan memiliki bantuan, dalam mempertahankan dan mengkonfirmasi injil, menggunakan keahlian interpretasi yang dimilikinya selama pelatihannya—saat dia bukan seorang Kristen. Tuhan tidak membuang apapun. Dia mengunakan semuanya untuk tujuanNya. Ingat bahwa Tuhan menunjuk Paulus sebagai alatNya memperlihatkan setidaknya Dia secara unik mengkhususkan Paulus untuk peran kerasulan bagi Yahudi dan non Yahudi. Bagi mereka yang anda rasa dibutuhkan, untuk alasan apapun, melakukan hal yang kelihatannya tidak bernilai, ingatlah bahwa Tuhan akan menggunakan itu semua bagi kemuliaanNya.

Singkatnya, Paulus dibentuk dalam situasi yang keYahudian dan dilatih oleh sekte Farisi yang keras (Kis 22:3). Saat kita sampai kepasal 3 kita akan belajar lebih banyak tentang warisan Yahudi, komitmen kepada tradisi tertentu, dan kegigihan bagi Tuhan. Saat dia dipenjara di Rome sekitar 60-62 AD dan menulis surat bagi jemaat Filipi umurnya sekitar 60 tahun—dan tetap terus gigih!!!

Paulus juga menyebut Timotius dalam surat ini. Timotius telah melayani bersama Paulus di Makedonia dan menolong mendirikan gereja disana dan juga di Akaia (cf. Kis 16:3; 17:15; 18:5; 20:4). Timotius bersama Paulus melalui hubungannya yang berbatu-batu dengan jemaat Korintus dan dalam pikiran Paulus merupakan perwakilan yang baik untuk cara hidup dan pengajaran kemudian. Selama masa sulit, Paulus mengirim dia untuk melayani bersama jemaat Korintus, mengatakan bahwa dia adalah anak yang dikasihinya (1 Cor 4:17). Tentu, dia bersama dengan Paulus saat pelayanan di Korintus (cf. 2 Cor 1:19) dan juga saat melayani di Filipi (Fil 2:22). Sangat jarang dalam hidup ini seseorang bisa menemukan teman baik dan bisa dipercaya, tapi Paulus menemukan itu dalam diri Timotius. Dalam menjaga hubungan dengan Timotius dan tentu dalam keseluruhan surat Filipi, kita harus mengangkat kepala kita dan melihat sekeliling yang bersama kita dalam pelayanan. Janganlah kita membenci dan memandang hina pelayanan mereka. Kita harus saling menanggung beban (cf. Gal 6:2). Saya pernah mendengar cerita seorang anak muda bekerja dengan pria tua dalam pelayanan. Orang muda ini, yang sekarang sudah cukup tua, berkomentar bahwa satu-satunya waktu dimana pria tua itu bicara padanya adalah ketika dia membuat kesalahan—saat itu, dan hanya saat itu, pria tua itu bicara, dan hanya mengkritik! Itu merupakan hal yang memalukan dan tidak perlu (itu juga tidak mengatakan bahwa orang muda itu tidak belajar apapun atau bertumbuh dalam Kristus selama periode itu). Kita harus ingat bahwa Paulus merupakan seorang yang ambisius dan berfokus pada tujuan, sementara Timotius terlihat lebih waspada dan pemalu (cf. 2 Tim 1:7).11 Kenyataan bahwa Paulus menyuruh Timotius memimpin Efesus, suatu pusat penjangkauan dan misi non yahudi, menunjukan bahwa Paulus tidak mengalahkan muridnya, tapi mengembangkannya (1 Tim 1:3). Surat kepada Timotius membuktikan hal ini! Timotius “ditangkap” untuk pelayanan karena dia kelihatannya memiliki kasih yang tidak egois bagi orang Filipi seperti Paulus (cf. Fil 1:7-8 with 2:20-21). Lebih ditangkap dari diajarkan! Jadi saat kita bekerja bersama yang lain dalam pelayanan, marilah kita memberikan waktu untuk memikirkan bagaimana kita bisa menolong mereka dalam perjalanan mereka dengan Kristus. Jika kita melakukan itu, kita memiliki tingkat erosi kepemimpinan yang lebih rendah. Kita juga mengalami lebih banyak sukacita dan kesehatian yang dikatakan dalam surat Filipi (cf. Fil 2:2).

Paulus menunjuk pada dirinya dan Timotius sebagai pelayan (douloi) Kristus Yesus. Walau dia menyebut dirinya “pelayan” dalam pendahuluan 2 surat lainnya, seperti dalam Romans 1:1 dan Titus 1:1 (walau dalam surat dia menyebut dirinya “pelayan Tuhan”), tapi umumnya dia menunjuk dirinya sebagai seorang “rasul”. Ini ditunjukan dalam 1 Cor 1:1; 2 Cor 1:1; Gal 1:1; Eph 1:1; Col 1:1; 1 Tim 1:1; 2 Tim 1:1. Kita juga mengetahui bahwa bahkan dalam Rom 1:1 dan Titus 1:1, dimana dia menyebut dirinya seorang “pelayan” atau “budak” dia tidak menyebut dirinya seorang rasul dalam pendahuluannya.12 Pemikiran seorang”pelayan” lebih luas dari “rasul” bahwa semua rasul merupakan pelayan Kristus, tapi tidak semua pelayan Kristus adalah rasul (setidaknya dalam arti teknis “rasul”; cf. 1 Cor 9:1-2; lihat juga 2 Tim 2:24). Pengamatan yang lebih penting, adalah kata “pelayan” berkonotasi kerendahan hati, sedangkan kata “rasul” berkonotasi otoritas dan”hak untuk berbicara dan bertindak” bagi orang lain. Dalam kasus Pauluu, sering menyatakan otoritasnya berasal dari Kristus dan haknya untuk berbicara serta bertindak sebagai seorang yang diperintahkan Tuhan. Hal yang menakjubkan dalam konteks ini, adalah perbedaannya dengan peristiwa yang lain, Paulus, memasukan teman sepelayanannya, seperti Timotius, dengan sebutan ”pelayan” Jawaban untuk hal ini kenapa tergantung dari kata “pelayan”. Hal itu ditemukan dalam konsep PL “pelayan Tuhan” atau dalam pemikiran Greco-Roman tentang “pelayan” atau “budak” ?

Kata “pelayan” (doulos) dalam PL Yunani13 sering bicara tentang “pelayang” Yahwe dalam pengertian seorang yang ditunjuk oleh Yahwe untuk tugas khusus: (1) Musa dikatakan sebagai pelayan Tuhan (Num 12:7; Joshua 14:7); (2) Yosua (24:29; Hak 2:8); (3) Abraham (Maz 104:42); (4) Daud (Ps 88:3) dan (5) semua nabi disebut pelayan Yahwe (Jer 25:4; Ezek 38:17). Maka dari itu ada kesan kata “pelayan”, menunjuk pada Musa dan para nabi, seorang yang bicara atas nama Tuhan, dengan otoritas. Ada juga, rasa hormat dan otoritas berkaitan dengan kata “pelayan Tuhan” Ini mungkin yang dimaksud Paulus dalam Fil 1:1, tapi sepertinya bukan itu. Walau ada pergumulan dalam gereja (2:3-4; 4:2), gereja secara keseluruhan kelihatannya menerima Paulus dan rekannya, jadi hal “otoritas dari Tuhan” atau keistimewaan sebagai “pelayan Tuhan” kelihatan tidak pada tempatnya. Juga, jika ini permasalahannya, kita berharap Paulus menunjuk dirinya sebagai “rasul” dan memisahkan dirinya dengan Timotius dalam Pendahuluannya.

Ada konteks lain bagi kata itu dari PL Yunani. Yaitu budaya dimana Paulus tinggal. Kata “pelayan” (doulos) dalam konteks Greco-Roman menunjuk pada kelompok orang yang ada dibawah dalam tingkatan social. Mereka menjadi budak, sebagai contoh, melalui perang, utang, atau hanya karena dilahirkan dari ibunya yang seorang budak. Dalam setiap kasus ada pemasok budak yang menyalurkan mereka dan menjualnya sebagai barang. Budak tidak memiliki hak, keistimewaan, atau kebebasan dalam lingkungan social diluat keluarga mereka, walaupun sebagian dari mereka, termasuk dokter dan akuntan, lebih terdidik dari pemilik mereka. Dengan pemikiran latar belakang ini, Paulus menggunakan kata ini dalam Fil 1:1 bisa menunjukan bahwa dia dan Timotius adalah pelayan Kristus Yesus dalam pengertian bahwa baik dia dan Timotius dimiliki oleh Kristus dan diikat untuk melakukan kehendakNya—hanya kehendakNya saja. Itu bisa menjelaskan tentang kepemilikan Kristus dan pelayanan mereka. Berbicara tentang keselamatan seorang Kristen, Paulus mengatakan hal yang serupa dalam 1 Korintus 6:19, 20:

19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kita mulanya bertanya kenapa Paulus memasukan Timotius dan dirinya sebagai “pelayan Kristus Yesus” Hal itu terlihat sekarang. Kata “pelayan” tidak hanya ditemukan dalam latar belakan Yahudi mengenai otoritas seseorang dan kedudukannya yang khusus dalam tugas yang diberikan Tuhan, tapi dalam pengertian Greco-Roman sebagai pelayanan yang rendah hati. Hal yang kedua lebih dekat dengan tema rendah hati dalam surat ini (cf. 2:1-11). Paulus memasukan Timotius bersama dengan dirinya dalam pendahuluan, adalah untuk menyediakan teladan bagi orang Filipi tentang kerendahan hati Kristen yang benar, walaupun dia seorang rasul yang besar dan memiliki otoritas langsung dari Tuhan, tapi dia terutama adalah seorang pelayan Kristus Yesus, seperti orang Kristen yang lain termasuk Timotius (Fil 4:9). Mereka bekerja saling membantu bagi jemaat Filipi dan Paulus menghargai hubungannya dengan Timotius sebagai kesetaraan dibawah Tuhan.14 Sebagian besar pastor dan pemimpin Kristen cenderung membangun kerajaan mereka sendiri bisa mengambil pelajaran dari Paulus dan Timotius disini. Juga kita semua. Seseorang pernah berkata, “kita hanya orang-orang yang berlari berkeliling mencoba memuliakan seseorang!” Kita bisa melakukan lebih baik untuk menyeimbangkan kegiatan kita dengan pemikiran itu.

Pelayanan Paulus pada Tuhan dinyatakan dalam menolong yang lain mengenal Kristus dan bertumbuh dalam iman. Khususnya dalam kitab Filipi pelayanannya termasuk berdoa bagi gereja (1:3-11), menyediakan teladan bagi mereka (1:20-21; 3:1-21; 4:9), mengajar mereka, menyediakan orang untuk menolong dan mengajar mereka (2:19-30), dll. Paulus juga menyediakan teladan yang baik bagi kita sekarang tentang pelatihan dan penghiburan bagi orang yang baru percaya.

Setelah memperkenalkan baik dirinya dan Timotius sebagai pelayan Kristus Yesus, Paulus sekarang berbicara pada penerima surat. Surat ini tidak hanya ditujukan pada beberapa orang pintar dalam gereja, tapi kepada semua orang kudus (hagiois) di Filipi15 dan Paulus dengan sengaja memasukan mereka para pemimpin gereja , yaitu penilik (episkopois) dan pendeta (diakonois).

Sebutan orang Kristen di Filipi sebagai orang kudus tidak menunjuk pada cara hidup mereka saja (walaupun perilaku sering ditunjukan dengan kata itu), tapi lebih kepada kepastian keselamatan yang mereka dapat dalam Kristus Yesus (cf. Rom 8:30). Mereka orang kudus dalam pengertian berada dalam Kristus Yesus.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pembukaan ini adalah saat Paulus menunjuk gereja, dia menunjuk keseluruhannya, tidak hanya beberapa atau kebanyakan, tapi semua. Karena focus pasa semua orang percaya jarang ada dalam pendahuluan Paulus (cf. satu-satunya yang sama hanya dalam Rom 1:7), tapi itu muncul dalam Filipi 1:1 dan dalam keseluruhan surat, hal ini mungkin penting dan perlu dipelajari sebentar. Mari kita lihat beberapa bagian yang membahas “semua” dalam Filipi:

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,

2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.

2:26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.

4:21 Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Kristus Yesus. Salam kepadamu dari saudara-saudara, yang bersama-sama dengan aku.

Paulus meneguhkan kalau dia berdoa untuk mereka semua dan mereka semua berbagi dalam injil. Dia melihat hidupnya dan pelayanannya diarahkan kepada mereka semua dan perkembangan iman mereka, Dia ersukacita dengan mereka semua, bahkan dengan yang menyebabkan perselisihan. Maka dari itu sekarang kita bisa melihat bahwa dimasukannya perkataan “mereka semua” dalam pembukaan sangat penting dan mencerminkan usaha Paulus untuk menyatukan gereja didalam Kristus dan ikatan bersama dalam Dia. Dia sangat memperhatikan masalah kesatuan ini sampai dia membukan surat ini dengan mengantisipasi hal itu. Sekilas melihat tema ini untuk masuk kedalam surat bukan suatu hal yang tidak lazim bagi Paulus (e.g., 1 Cor 1:6-9 dengan pasal 12-14; Col 1:3-14 dan sisa surat selanjutnya).

Paulus juga menunjuk pada pemimpin dalam gereja sebagai penilik (episkopois) dan pekerja gereja (diakonois). Hal ini memerlukan penjelasan walau sangat sulit memastikan arti dan makna aslinya. Pada dasarnya kata plural dari penilik menunjuka pada kelompok orang yang diberikan tanggung jawab untuk menjaga orang lain, mungkin seperti kata Gordon Fee, melalui “administration, keramahan, dan perhatian.”16 Dalam hal ini membawa fungsi dasar yang sama seperti digunakan dalam Kis 20:28 dimana Paulus menasihati tua-tua Efesus untuk memelihara jemaat dimana Tuhan menjadikan mereka episkopoi. Orang dalam posisi ini (mungkin jabatan resmi dalam gereja Filipi) diharapkan menjaga gaya hidup yang digariskan dalam 1 Timothy 3:1-7 and Titus 1:5-9. Ini termasuk kemampuan mengajar dan menyangkal pengajaran yang sesat. Sebaliknya, kata plural dari deacons menunjuk pada kelompok pemimpin lain dalam gereja Filipi (1 Tim 3:8-13). Fungsi spesifiknya sangat sulit untuk dikatakan dengan jelas karena kata itu umumnya menunjuk pada tugas pembantu untuk orang lain (cf. Mark 10:43-45; Kis 6:2).17

Tapi hal itu cukup jelas untuk mengatakan bahwa ada kepemimpinan yang sudah terbentuk dan terlihat dalam gereja Filipi dan menurut surat pastoral lain (1 Tim 3:1-13; Tit 1:5-9), hal itu juga menjadi masalah dalam gereja yang berkaitan dengan Paulus (cf. Kis 14:23). Pertanyaan yang muncul kemudian, karena kepemimpinan sudah terbentuk dalam gereja Paulus yang lain, kenapa hanya kali ini Paulus secara eksplisit menyebutkan mereka dalam suatu surat pada suatu gereja ? Sebagian penafsir menyatakan bahwa pemimpin ini bertanggung jawab untuk mengatur pemberian yang dikirim kepada Paulus dan dia ingin memberikan perhatian akan pekerjaan mereka yang baik dalam Tuhan (cf. 4:14-18). Tapi mereka tidak disebut dalam 4:10-20, walau jemaat mungkin mengerti kalau tanggung jawab utama mereka adalah untuk mengirimkan bantuan kepada Paulus. Sarjana yang lain, kemungkinan ada perpecahan dalam gereja, dengan menunjukan bahwa Paulus menyebut pemimpin ini untuk mengingatkan mereka akan tugas yang harus dilaksanakan untuk menyatakan kesatuan dan kedamaian. Tentu saja hal ini merupakan tanggung jawab mereka, tapi Paulus memberikan perintah secara langsung pada gereja (e.g., 3:1ff). Sebagian lain menyatakan bahwa alasan Paulus menyebutkan para pemimpin ini untuk mendorong otoritas mereka dalam menghadapi mereka yang disebut Paulus “anjing-anjing”, “pekerja-pekerja yang jahat” dan “penyunat-penyunat yang palsu” (3:2-3, 18). Hal ini juga kekurangan bukti karena peringatan ini diberikan pada anggota secara keseluruhan (3:1). Akhirnya, beberapa menyatakan bahwa ada perselisihan diantara para pemimpin sendiri, dimana Euodia dan Syntyche tidak sehati dan sepikir (4:2-3), dan penyebutan para pemimpin dalam salam yang berfokus pada pelayan dan kerendahan hati (lihat komentar diatas) menunjukan bahwa Paulus ingin mengingatkan mereka akan kebutuhan kesatuan. Semua pernyataan ini setidaknya ada kesesuaian dengan tulisan rasul, tapi yang terakhir lebih dengan keseluruhan fakus surat tentang kerendahan hati dan kesehatian diantara orang Kristen di Filipi.

Salam itu sendiri mirip dengan yang ada dalam 1 dan 2 Korintus, Romans, Ephesians and Filemon sehinggan menjadi standar bagi Paulus. Hal yang menarik dari salam adalah untuk melihat bagaimana Paulus telah mentransformasi tradisi Yunani dan Ibrani sesuai dengan karya Kristus dan perilaku Tuhan terhadap gerejaNya. Paulus selalu menyatakan perilaku dan cara pandang hidup yang berpusat pada Kristus.

Salam yang umum dalam surat Yunani adalah “Salam” tapi mereka cenderung menggunakan kata kerja Yunani chairein bukan kata benda kasih karunia (charis) seperti yang Paulus gunakan. Sebuah contoh penggunaan Yunani bisa ditemukan dalam PB di Kis 15:23 dan James 1:1. Di kedua hal ini penulis menggunakan chairein. Tapi Paulus menggunakan kata benda charis.

Ini merupakan kata favorit Paulus yang digunakan sekitar 100 kali yang menyatakan pemberian Tuhan kepada orang berdosa yang tidak layak seperti orang Filipi, dan juga anda serta saya sebagai orang Kristen. Inilah kata yang dia gunakan dalam Ephesians 2:8-9 untuk menunjukan bahwa keselamatan seluruhnya karya Tuhan untuk orang percaya dan tidak dari usaha manusia (i.e., “tidak karena usaha”). Anugrah merupakan inti pemberitaan Paulus. Bagi Paulus anugrah Tuhan merupakan pendorong utama kearah kekudusan hidup, karena pemberian Tuhan bagi yang tidak layaklah yang mengajat orang percaya untuk mengatakan “tidak terhadap ketidakkudusan dan untuk hidup teratur, benar dan kudus dalam masa ini” (Titus 2:11-12). Anugrah Tuhanlah yang mengubah Paulus—legalist terbesar saat itu—menjadi alat kasih dan belas kasih Tuhan yang terbesar (cf. 1 Cor 15:10). Paulus yakin bahwa semua orang Filipi berbagi dalam anugrah keselamatan Tuhan (1:7) dan sebagai hasilnya dia berdoa dalam 4:23 bahwa anugrah Tuhan ada dalam mereka.

Walaupun sebagian besar terjemahan menulis ayat ini “kasih karunia dan damai sejahtera bagi kamu….” Dalam semua salam Paulus keculai 1 Timothy-Titus, tulisan Yunani selalu dibaca “ksih karunia bagi kamu, dan damai sejahtera…” yang menunjukan bahwa damai sejahtera yang menyusul sebagai hasil dari kasih karunia yang disebutkan. Hal ini bagi Paulus tidak ada damai sejahtera dalam hati, tidak ada rasa kesejahteraan dan kepenuhan, ketentraman dihadapan Tuhan dan dalam badai hidup, sampai seseorang masuk kedalam kasih karunia Tuhan melalui iman. Kemudian, dan hanya setelah itu, dia bisa memiliki damai sejahtera Tuhan dalam hatinya. Seorang masuk dalam damai sejahtera itu dengan secara pribadi percaya Kristus sebagai juruselamat (Rom 3:21-31).

Paulus menulis bahwa kasih karunia dan damai sejahtera tidak dari dia tapi dari Allah Bapa Kita dan Tuhan Yesus Kristus. Hal itu akan sangat mengejutkan bagi pembaca Paulus menerima salam dari Tuhan. Lebih lagi bagi kita sekarang ini, yang mengetahui tentang warisan Yahudi Paulus, untuk melihat Yesus berfungsi dalam kapasitas yang sama dengan Bapa. Keduanya, menurut Paulus disini, pencipta kasih karunia dan damai sejahtera bagi orang Kristen. Maka dari itu setidaknya ada dampak, dari tulisan Paulus—tidak menghalangi—bahwa dia menganggap Kristus juga adalah Tuhan. Dalam interpretasi ini kata kita tidak bisa lain daripada Bapa (cf. Matt 6:9) dan Kristus dilihat sebagai agen lain yang memberikan kasih karunia dan damai sejahtera.18 Maka dari itu Paulus tidak mengatakan, seperti yang sering dilakukannya dalam peristiwa lain: “Tuhan dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus” (Rom 15:6; 2 Cor 1:3; 11:31 Eph 1:3; Col 1:3), tapi menunjukan Kristus sejajar dengan Bapa dalam menyediakan keselamatan. Lebih jauh masalah keilahian (dan kemanusiaan) Kristus akan muncul kembali dalam surat ini di 2:6ff. Maka dari itu Paulus sekali lagi mengantisipasi tema penting lain dalam pembukaan suratnya.

V. Aplikasi


10 Surat ini menggambarkan pemenjaraan Paulus (1:12-26), keberadaannya bersama dengan orang Filipi (2:12), rencananya bagi Timotius dan Epafroditus (2:19-30) dan nilai serta tujuan hidupnya (3:1-21). Dia juga menggunakan orang pertama dalam beberapa peristiwa untuk menunjukan dirinya. Ini menunjukan bahwa Timotius tidak terlibat dalam penulisan sebenarnya dari karya ini.

11 Kelihatannya Timotius menghindari konflik dalam jemaat Filipi karena hanya Paulus dan Silas yang disebutkan dibuang kepenjara (Kis 16:19, 25, 29). Ini mungkin berhubungan dengan sikap tidak mau menonjolkan dirinya. Kenyataan bahwa Paulus harus menegaskan kualifikasinya dalam Fil 2:19-22 juga menunjukan bahwa dia tidak dilihat hebat. Juga Gerald P. Hawthorne, Filipi, Word Biblical Commentary, vol. 43, ed. Ralph P. Martin (Waco, TX: Word Books, 1983), 4.

12 Kenyataan bahwa dia sering menunjuk dirinya sebagai rasul saat otoritasnya sedang dipertanyakan, dan kenyataan bahwa dia tidak menunjukan dirinya seperti itu dalam 1 dan 2 Thessalonians, serta Filemon, mungkin disebabkan oleh ikatan persahabatan yang kuat dengan yang sebelumnya (lihat 1 Thess 2:7-8, 17-20; 3:1-10) dan situasi kemudian. Lihat Moiss Silva, Filipi, Baker Exegetical Commentary, ed. Moiss Silva (Grand Rapids: Baker, 1992), 39-40.

13 Anda mungkin ingat kalau sebagian besar orang Yahudi tinggal diluar Palestina karen deportasi oleh Assyria dan Babylon sekitar abad 8th dan 6th sebelum Kristus. Sebagian besar dari mereka tetap disana beberapa abad kemudian. Dalam abad keempat orang Yunani dipimpin Aleksander Agung, menaklukan sebagian besar daerah itu dimana orang Yahudi kemudian diharuskan belajar bahasa Yunani. Dari sana muncul kebutuhan untuk menterjemahkan kitab bahasa Ibrani kedalam Yunani. Ini dimulai sekitar abad ketiga BCE dan selesai sekitar akhir abad kedua BCE. Untuk alasan tertentu (tidak pasti) itu dikenal dengan Septuagint (LXX). Itu memiliki dampak yang mendasar bagi penulisan PB—termasuk Paulus; mereka menganggap itu memiliki otoritas, dan banyak mengutipnya.

14 Walaupun istilah menunjukan pelayanan Paulus yang rendah hati (dan Timotius) tidak dalam pengertian mencemarkan nama seperti yang sering ditemukan dalam budaya Greco-Roman. Hal ini ada sejak, orang diluar Kristen menemukan konsep “perbudakan” cukup menjijikan, Paulus jelas mengangap hal itu sebagai keistimewaan menjadi budak Kristus Yesus.

15 Untuk mendiskusikan kota dan latar belakangnya lihat pendahulua pelajaran ini.

16 Gordon D. Fee, Filipi, NICNT, ed. Gordon D. Fee (Grand Rapids: Eerdmans, 1995), 68-69.

17 Hawthorne, Filipi, 9.

18 Cf. Hawthorne, Filipi, 11-12; Fee, Filipi, 70-71; Peter T. O’Brien, Filipi, NIGTC (Grand Rapids: Eerdmans, 1991), 50-52.

Previous PageTable Of ContentsNext Page